
Tak terasa, 6 bulan sudah Dimas dan Rahma telah menikah. Masa adaptasi pun telah usai.
Dimas telah berhasil mendapatkan gelar S2nya dan telah diwisuda 2 bulan yang lalu.
Satu hal yang membuat Rahma tidak tenang yaitu menanti positif.
" Kenapa siii, kok cembeyut gitu " goda Dimas sambil mencubit lembut pipi istrinya itu.
" Kita periksa ke obgyn lagi yuk Bang "
" Ngapain?? kan dokternya bilang semua pemeriksaan bagus, ga ada masalah "
" Kalau ga ada masalah kenapa aku ga hamil-hamil??!!! "
" Eee kenapa ngegas??? De, sabar aja, mungkin di suruh Allah untuk honeymoon dulu "
Rahma pun memukul Dimas dengan bantal.
" De, kemarin kan rumornya kalau kita DP duluan, yaaa anggap ini cara Allah menjawab rumor itu "
" Iya tapi aku jadi diomongin, ga subur lah, mandul lah, belum lagi cewek-cewek bagian sales yang centil selalu, berusaha ngegodain Abang "
" Eeee cemburu niii..... waaa Abang tersanjung "
" Abang apaan sih!!! aku kesel kok Abang happy to the max!! "
" Habis.... keselnya lucu, ngegemesin " jawab Dimas sambil menarik hidung Rahma.
" Biar tambah mancung!! " ucapnya lagi dan segera berlari menuju kamar karena ia mengira Rahma akan memukul dan mengejarnya. Tetapi ternyata Rahma tetap duduk diam di sofa.
" Waah marah beneran nih, gawat deh "
Dimas pun kembali duduk di samping Rahma.
" Maafin Abang yaa, kan cuma bercanda "
Rahma tetap diam tidak menjawab.
" De, keluar yuk, jalan-jalan trus jajan, mumpung masih pagi. Kan ada Sunmor di UGM "
Tanpa menjawab, Rahma segera mengganti pakaiannya.
" Bang, ayok " ucap Rahma sambil membuka pintu keluar dan berjalan menuju lift.
" Laaa, dia jalan duluan?? yang ngajak kok ditinggal??!! "
" Deeee, tunggu!! " teriak Dimas sambil berlari mengejar Rahma.
Sunmor adalah singkatan dari Sunday Morning, yaitu berkumpulnya pedagang-pedagang dadakan sepanjang jalanan di sekitar UGM.
Makanan, minuman, pakaian, elektronik hingga binatang piaraan berjejer rapi dipinggir jalan menunggu pembeli.
Dimas memarkirkan motornya sebelum mereka melanjutkan dengan berjalan kaki sambil mencuci mata.
" Mau beli apa?? " tanya Dimas.
" Makanan, aku males masak " jawab Rahma.
" Ok, kita pilih-pilih yuk " ajak Dimas menuju penjaja makanan dan minuman.
Dengan cepat Rahma membeli beberapa jenis makanan dan minuman.
" Bang sudah nih, eh kita makan disana dulu yuk Bang " tunjuk Rahma ke arah penjual roti maryam.
" Mau roti maryam untuk sarapan sekarang?? "
" Iya "
Setelah membeli beberapa lembar roti maryam keduanya pun sarapan sambil melihat sekeliling yang masih ramai dengan pejalan kaki dan pedagang.
" Setelah dari sini mau kemana?? " tanya Dimas.
" Pulang, aku masih punya hutang londri "
" Tinggal njemur aja kan?? "
" Iya, tapi kalau ga segera di jemur, ntar ga kering "
" Bang, minta es milo dong "
" Eh pagi-pagi kok minum dingin "
" Ga papa laaa, ya ya yaa, beliin yang large yaa, pakai tumbler ini biar bisa sampai rumah " pinta Rahma sambil memberikan tumbler yang dibawanya dari rumah.
" Hmmm adek kecil ngerengek minta susu " goda Dimas.
" Milo itu bukan susu, milo itu coklat, kandungan susunya cuma seuprit doang " sanggah Rahma.
" Iyaaaaa, abang beliin, gede amat ini tempatnya??!! ini berapa gelas ?? "
" Biasanya cukup 3 gelas yang large, ini 1,5 liter Bang "
" Ya Allah, beli milo sampai 1,5 liter??!! sudah seperti acara-acara TV "
" Kalau acara TV lebih banyak lagi itu Bang. Iii buruan sih beliin, kayak tamu aja kebanyakan nanya!! "
" Haadeee iyaa Nyah!! "
" Nah suami pinter!! "
Setelah puas berbelanja makanan dan minuman, Dimas mengajak Rahma untuk kembali pulang.
" De, pulang yuk, sudah mulai panas nih "
" Ntar lah Bang, kita ke tempat baju yuk!!! "
" Ngapain?? "
" Mau beli ketoprak!! ya mau beli baju lah!! minimal menyegarkan mata ngeliat baju-baju lucuk "
" Udah ah!! yuk liat baju, Bang!! ayooook "
" Iyaa, sabar sih "
Dimas pun mengikuti Rahma melihat-lihat aneka pakaian dan aneka dagangan yang terpajang di sepanjang jalan.
" De, sudah panas nih, pulang yuk " ajak Dimas yang sudah mulai kepanasan.
" Hmmm, iya deh, tapi beli es dulu yaa "
" Yowes, buruan yaa. Abang tunggu di parkiran "
" Iya Bang "
Rahma pun membeli 2 gelas es mangga lalu segera menyusul Dimas ke parkiran motornya.
" Sudah?? ga ada lagi yang dibeli?? " tanya Dimas.
" Sudaaah, no more. Let's go home!! "
Dimas pun melajukan motornya menembus keramaian Sunmor menuju apartemen mereka.
Di tengah perjalanan, Dimas mendapat telepon dari Khalis.
" Iya Mas, ada apa?? "
" Bisa ke rumah?? "
" Kapan Mas?? *
" Pokoknya hari ini "
" Hmm, ntar siangan aja ya Mas "
" Oke, saya tunggu "
Sesampainya di apartemen,
" De, nanti kita ke rumah pakde, mas Khalis minta abang ke rumah "
" Ada apa, Bang?? "
"Ga tahu "
" Kita beresin dulu nih jajanannya "
Setelah merapikan belanjaannya,
" Bang, aku njemur dulu yaa "
" Abang bantu biar cepat, trus gantian mandi "
" Aseeek dibantuin "
" Hmmm kayak ga pernah dibantuin aja "
" Hihihi biasanya kan langsung ngebantuin, ga pakai ngomong "
" Dah yuk "
Satu jam kemudian,
" Assalamu'alaikum " sapa Dimas dan Rahma dari depan pintu rumah Dona.
" Wa'alaikumsalam " jawab Khalis yang tengah menunggu kedatangan Dimas.
" Kita ngobrol di teras belakang aja " ucap Khalis dengan gaya khasnya yang tanpa basa basi.
" Mas, mbak Dona dimana?? " tanya Rahma.
" Di dapur, lagi manggang brownies "
" Alhamdulillah, pas bener nih!! brownies, I'm coming!! "
Rahma pun menemui Dona di dapur dan Dimas mengikuti Khalis ke teras.
" Ada apa, Mas?? "
" Ada kenalan saya yang nawarin kerjasama bengkel perawatan mobil. Lokasinya di Jetis, Bantul. Nanti saya kirimkan share locnya "
" Maksud saya memanggil kamu adalah saya mau kamu yang handle disana, just weekend aja kok "
" Saya kalau weekend banyak tagihannya, biasalah anak-anak permintaannya kan ajaib "
" Kamu cukup periksa pembukuannya, ga rumit kok. Terus periksa kerja montir-montirnya, cukup 2 pekan sekali. Nanti gantian juga sama saya. Kamu dapat fee juga kok, lumayan buat nambah-nambah pemasukan "
" Wah boleh Mas, menjajal ilmu di tempat yang berbeda " ucap Dimas yang bersemangat dengan tawaran dari Khalis.
" Ini untuk pengalaman kamu, kalau suatu saat kamu mau buka bengkel juga "
" Kalau saya, Alhamdulillah sudah ada bengkel di Jakarta, bisnis bareng teman kuliah. Jadi nantinya kalau sudah pensiun, sudah ada bisnis yang berjalan, jadi pemasukan bulanan tetap ada "
" Seharusnya pagi ini saya ke sana, tapi capek dari hari Jum'at belum selesai "
" Rapat beruntun sih, lagian kok tumbenan rapat dari pagi sampai sore sih, Mas?? "
" Cintya salah lihat tanggal, jadinya ngumpul itu semua jadwal rapat "
" Yowes, kalau bisa kamu kesana sekarang. Paling ga sebelum dzuhur sudah sampai "
" Oke Mas, aku jalan sekarang "
" Eee sudah sarapan belum?? "
" Sudah, tadi jajan di Sunmor "
" Oo, pakai mobil saya aja