Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 20 Why



" Mbaaaaaak!!!! " teriak Rahma dari teras belakang.


Dona dan Khalis yang sedang duduk santai di pinggir kolam ikan sambil memberi makan ikan peliharaan orang tuanya pun terkejut dengan teriakan adik sepupunya itu.


" Kenapa lagi sih tu bocah!! " sungut Khalis yang terganggu dengan rengekan Rahma belakangan ini.


" Biasalah Mas, baru mau nikah, bawaannya sering galau "


" Memangnya Sayang dulu juga begitu ?? "


" Hmmm sedikit, wis tuwek Mas, ora galau suwalau meneh, pinginnya ndang beres ae "


" Hoooo jadi waktu itu sudah ga sabar yaa, kenapa ga bilang, kan nanti Mas majukan tanggalnya " ucap Khalis lengkap dengan senyum lebarnya.


" Dirimu GR, bukan karena ga sabar, tapi pingin cepat selesai dari urusan undangan, baju nikah, katering itu, itu yang bikin syapeeeek sangat "


Rahma berjalan cepat ke arah Dona dan Khalis.


" Iiiiiih, dipanggil kok tetep anteng disini aja!! kok ga jawab siiiii!!! "


" Sssst, ganggu orang pacaran aja sih!! " canda Dona.


" Biarin!! mbaaaak heleeeep!! "


" Helep naon?? " tanya Dona.


" Sabtu besok, jam 7 malam aku janjian sama Bang Dimas, di Secret Garden. Bang Dimas sudah kontak WOnya "


" Alhamdulillah, pinter tuh Dimas " puji Dona.


" Temenin "


" Temenin atau anterin?? " canda Dona.


" Sekalian laaaa, ya Mbak?? "


" Wani piro?? weekend itu waktunya saya pacaran " jawab Khalis.


" Ish, Pak Bos ini please dong deh!!! "


" Wait!! anyway by the way busway, mau tanya tentang peraturan di kantor, tentang pernikahan sesama karyawan, bukannya biasanya ga boleh yaa " tanya Dona.


" Ngomongnya telat !! aku sudah otw mau nikah, lagian yang ngejodohin aku, siapa?? "


" Waaa bahaya, Mas!! Rahma amnesia, dia ga ingat siapa yang njodohin dia!!! "


" Ma, kamu jangan stres sampai lupa ingatan kayak gitu!! "


Dengan ekspresi wajah antara marah, kesal, geli, Rahma akhirnya hanya menundukkan wajahnya dan berjalan kembali menuju teras belakang.


" Kenapa ya Allah, kenapa mereka berdua yang harus jadi atasan dan kakak sepupu sekaligus comblang kuuuu!! kenapaa!!!! " teriak Rahma kesal.


Khalis dan Dona hanya tertawa melihat adik sepupunya kesal.


" Eh Mas, serius nanya, jawab dong!! "


" Apa?? "


" Yang antar karyawan menikah "


" Ooo, ga papa sih. Kan mereka bukan satu divisi "


" Hoo aman yaa "


" Yup. Oiya, tadi Dimas sudah WA, minta kita kesana "


" Kok kita?? "


" Yaa siapa lagi?? mereka berdua kan sebatang kara di Jogja "


" Kasian amat, sebatang kara?? Kara itu bukannya santan yaa "


" Yowes, se sachet Kara "


" 2500 " jawab Dona.


" Yang, cubit yaa "


" Takuuut!!! "


" Serius dulu deh, ngobrol sama Rahma gih " ucap Khalis.


" Ngomong apa?? " tanya Dona.


" Yaa buat besok "


" Kan tinggal berangkat aja, ngomongin apa?? "


" Yaa untuk persiapan besok, kan ketemu WOnya, biar besok sudah ada gambaran yang jelas dari Rahma "


" Yaa langsung besok aja, Mas. Ga usah dibahas sekarang. Besok setelah ketemu WO kan dapat gambarannya gimana, seperti kita waktu itu, kan yang 'pilih-pilih' itu in the end cuma jadi referensi aja "


" Iya betul, tapi kan sudah ada gambarannya, jadi kita berdua lebih cepat memutuskan "


" Hmmm, baiklah kalau begitu kakanda, adinda akan menjalankan titah kakanda "


Khalis pun tersenyum mendengar Dona berbicara.


" Sudah ah, jangan senyum-senyum sendiri. Aku ke dalam ya Mas "


" Yuk, Mas juga mau masuk "


Sambil berjalan,


" Hmmm mulai deh "


" Eee dengerin dulu. Kan nama belakangnya Rahma itu, Adinda. Lucu kaaan "


" Ga " jawab singkat Khalis tanpa ekspresi.


" Ih kok ga?? "


" Ga seru kalau jadinya malah langsung manggil namanya, romantisnya hilang "


" Begitukah?? "


" Yup, begitulah "


" Waaa paksu sudah benar-benar terkontaminasi oleh virusku!! "


" Ketika diriku hanya berusaha mencoba menyamakan frekuensi " jawab Khalis lagi.


" Waaa daebak!!! "


" Yup, daebak yaa "


Sementara itu, Rahma duduk di ruang keluarga masih dengan wajah kesal.


" Kenapa kamu Ma, kok sepertinya kesal?? " tanya ibu Dona.


" Ga papa Bude, lagi sebel aja "


" Sebel kenapa?? sama siapa?? "


" Tuh pasangan ajaib !! Mbak Dona sama Mas Khalis "


" Ooo mereka, Bude sudah terbiasa kalau mereka berdua memang suka aneh-aneh. Bude sama pakde juga suka ga mudeng sama mereka berdua. Tapi walaupun aneh, mereka nyata kok "


" Budeeeeee!!! sama aja ini siiii!! "


Ibu Dona pun tertawa dan meninggalkan Rahma duduk sendiri di ruang keluarga.


Dona dan Khalis memasuki ruang keluarga kemudian mereka berdua menghampiri Rahma yang sedang cemberut.


" Aigooo!! Rahma ngambek mode on niii!! " canda Dona sambil duduk di samping Rahma dan kemudian merangkulnya.


" Iya deh, aku minta maaf. Besok ba'da Ashar kita berangkat ke Secret Garden "


" Hmmm secret garden, mengingatkanku pada drakor itu "


" Mbaaaak, fokus dong!! "


" Oiya, eh Ma, coba lihat sini deh "


Dona menunjukkan beberapa foto dekorasi garden party.


" Ini, bisa dipakai untuk referensi dekorasi acaranya. Kalau aku prefer all white, nah kalau kamu gimana?? sukanya seperti apa ?? untuk pakaian, nanti disesuaikan dengan temanya. Menurut kamu, gimana?? "


Rahma membuka-buka foto yang Dona perlihatkan.


" Aku suka yang seperti ini " tunjuk Rahma pada sebuah dekorasi bergaya shabby chic bernuansa putih dan pink.


" Nah, cute nih!! jadi temanya nanti shabby chic yaa. Ouuch I love shabby chic!! " ucap Dona.


" Kita langsung ke dressnya yaa "


Dona memperlihatkan beberapa desain gaun pengantin dengan gaya shabby chic yang simple.


" Sesuai dengan temanya yang garden party, gaunnya harus yang 'light' but catchy, simple but sweet and elegant " ucap Dona.


Rahma dengan seksama melihat-lihat foto gaun pengantin di HP Dona.


" Aku suka yang seperti ini " tunjuk Rahma pada sebuah foto gaun berbahan sifon tumpuk dengan aplikasi renda vintage yang menjuntai hingga tanah.


" Tapi hmmmm gimana yaa, yang model gaun seperti ini, aku ga sreg sama lengannya " tunjuk Rahma pada lengan dengan model lonceng.


" Hmmm gimana kalau lengannya model seperti ini?? " tunjuk Dona pada model lengan setengah balon dengan manset panjang 1/4 lengan berhias kancing.


" Cuteeeee!!! love it Mbak!! "


" Eee tapi gimana ngejelasin ke penjahitnya atau ke WOnya?? "


Dona segera mengambil kertas kosong, kemudian dengan cepat ia membuat sketsa desain gaun pengantin untuk Rahma.


" Piye Ma?? "


" MasyaAllah, daebak!! keren!! sukaaaaak!! "


" Yowes, ntar aku finishing sketsanya. Oiya, kamu mau pakai tiara atau ga?? "


" Pakai lah Mbak, tapi yang simple aja, cute gitu modelnya "


" Yang seperti ini?? modelnya simple banget, tapi elegan to the max!! " tunjuk Dona pada sebuah gambar tiara model bando dengan hiasan berbentuk daun dan bunga-bunga kecil.


" Mbak Dona memang ocre!!! love it Mbak!! "


" Ok!! fix yaa. Aku benerin gambar desainnya buat referensi besok "


" Makasih Mbaaaaak!! " ucap Rahma sambil memeluk Dona.


" Sama-sama, maafin yaa yang tadi " ucap Dona.


" Hihihi ga papa kok Mbak, akunya aja yang lagi sensi. But I know, Mbak selalu dapat diandalkan!! "


" Yowes, aku lanjutin gambarnya. Nanti aku kasih ke kamu kalau sudah jadi "