
" Mbaaaaaak!!!! " teriak Rahma dari teras belakang.
Dona dan Khalis yang sedang duduk santai di pinggir kolam ikan sambil memberi makan ikan peliharaan orang tuanya pun terkejut dengan teriakan adik sepupunya itu.
" Kenapa lagi sih tu bocah!! " sungut Khalis yang terganggu dengan rengekan Rahma belakangan ini.
" Biasalah Mas, baru mau nikah, bawaannya sering galau "
" Memangnya Sayang dulu juga begitu ?? "
" Hmmm sedikit, wis tuwek Mas, ora galau suwalau meneh, pinginnya ndang beres ae "
" Hoooo jadi waktu itu sudah ga sabar yaa, kenapa ga bilang, kan nanti Mas majukan tanggalnya " ucap Khalis lengkap dengan senyum lebarnya.
" Dirimu GR, bukan karena ga sabar, tapi pingin cepat selesai dari urusan undangan, baju nikah, katering itu, itu yang bikin syapeeeek sangat "
Rahma berjalan cepat ke arah Dona dan Khalis.
" Iiiiiih, dipanggil kok tetep anteng disini aja!! kok ga jawab siiiii!!! "
" Sssst, ganggu orang pacaran aja sih!! " canda Dona.
" Biarin!! mbaaaak heleeeep!! "
" Helep naon?? " tanya Dona.
" Sabtu besok, jam 7 malam aku janjian sama Bang Dimas, di Secret Garden. Bang Dimas sudah kontak WOnya "
" Alhamdulillah, pinter tuh Dimas " puji Dona.
" Temenin "
" Temenin atau anterin?? " canda Dona.
" Sekalian laaaa, ya Mbak?? "
" Wani piro?? weekend itu waktunya saya pacaran " jawab Khalis.
" Ish, Pak Bos ini please dong deh!!! "
" Wait!! anyway by the way busway, mau tanya tentang peraturan di kantor, tentang pernikahan sesama karyawan, bukannya biasanya ga boleh yaa " tanya Dona.
" Ngomongnya telat !! aku sudah otw mau nikah, lagian yang ngejodohin aku, siapa?? "
" Waaa bahaya, Mas!! Rahma amnesia, dia ga ingat siapa yang njodohin dia!!! "
" Ma, kamu jangan stres sampai lupa ingatan kayak gitu!! "
Dengan ekspresi wajah antara marah, kesal, geli, Rahma akhirnya hanya menundukkan wajahnya dan berjalan kembali menuju teras belakang.
" Kenapa ya Allah, kenapa mereka berdua yang harus jadi atasan dan kakak sepupu sekaligus comblang kuuuu!! kenapaa!!!! " teriak Rahma kesal.
Khalis dan Dona hanya tertawa melihat adik sepupunya kesal.
" Eh Mas, serius nanya, jawab dong!! "
" Apa?? "
" Yang antar karyawan menikah "
" Ooo, ga papa sih. Kan mereka bukan satu divisi "
" Hoo aman yaa "
" Yup. Oiya, tadi Dimas sudah WA, minta kita kesana "
" Kok kita?? "
" Yaa siapa lagi?? mereka berdua kan sebatang kara di Jogja "
" Kasian amat, sebatang kara?? Kara itu bukannya santan yaa "
" Yowes, se sachet Kara "
" 2500 " jawab Dona.
" Yang, cubit yaa "
" Takuuut!!! "
" Serius dulu deh, ngobrol sama Rahma gih " ucap Khalis.
" Ngomong apa?? " tanya Dona.
" Yaa buat besok "
" Kan tinggal berangkat aja, ngomongin apa?? "
" Yaa untuk persiapan besok, kan ketemu WOnya, biar besok sudah ada gambaran yang jelas dari Rahma "
" Yaa langsung besok aja, Mas. Ga usah dibahas sekarang. Besok setelah ketemu WO kan dapat gambarannya gimana, seperti kita waktu itu, kan yang 'pilih-pilih' itu in the end cuma jadi referensi aja "
" Iya betul, tapi kan sudah ada gambarannya, jadi kita berdua lebih cepat memutuskan "
" Hmmm, baiklah kalau begitu kakanda, adinda akan menjalankan titah kakanda "
Khalis pun tersenyum mendengar Dona berbicara.
" Sudah ah, jangan senyum-senyum sendiri. Aku ke dalam ya Mas "
" Yuk, Mas juga mau masuk "
Sambil berjalan,
" Hmmm mulai deh "
" Eee dengerin dulu. Kan nama belakangnya Rahma itu, Adinda. Lucu kaaan "
" Ga " jawab singkat Khalis tanpa ekspresi.
" Ih kok ga?? "
" Ga seru kalau jadinya malah langsung manggil namanya, romantisnya hilang "
" Begitukah?? "
" Yup, begitulah "
" Waaa paksu sudah benar-benar terkontaminasi oleh virusku!! "
" Ketika diriku hanya berusaha mencoba menyamakan frekuensi " jawab Khalis lagi.
" Waaa daebak!!! "
" Yup, daebak yaa "
Sementara itu, Rahma duduk di ruang keluarga masih dengan wajah kesal.
" Kenapa kamu Ma, kok sepertinya kesal?? " tanya ibu Dona.
" Ga papa Bude, lagi sebel aja "
" Sebel kenapa?? sama siapa?? "
" Tuh pasangan ajaib !! Mbak Dona sama Mas Khalis "
" Ooo mereka, Bude sudah terbiasa kalau mereka berdua memang suka aneh-aneh. Bude sama pakde juga suka ga mudeng sama mereka berdua. Tapi walaupun aneh, mereka nyata kok "
" Budeeeeee!!! sama aja ini siiii!! "
Ibu Dona pun tertawa dan meninggalkan Rahma duduk sendiri di ruang keluarga.
Dona dan Khalis memasuki ruang keluarga kemudian mereka berdua menghampiri Rahma yang sedang cemberut.
" Aigooo!! Rahma ngambek mode on niii!! " canda Dona sambil duduk di samping Rahma dan kemudian merangkulnya.
" Iya deh, aku minta maaf. Besok ba'da Ashar kita berangkat ke Secret Garden "
" Hmmm secret garden, mengingatkanku pada drakor itu "
" Mbaaaak, fokus dong!! "
" Oiya, eh Ma, coba lihat sini deh "
Dona menunjukkan beberapa foto dekorasi garden party.
" Ini, bisa dipakai untuk referensi dekorasi acaranya. Kalau aku prefer all white, nah kalau kamu gimana?? sukanya seperti apa ?? untuk pakaian, nanti disesuaikan dengan temanya. Menurut kamu, gimana?? "
Rahma membuka-buka foto yang Dona perlihatkan.
" Aku suka yang seperti ini " tunjuk Rahma pada sebuah dekorasi bergaya shabby chic bernuansa putih dan pink.
" Nah, cute nih!! jadi temanya nanti shabby chic yaa. Ouuch I love shabby chic!! " ucap Dona.
" Kita langsung ke dressnya yaa "
Dona memperlihatkan beberapa desain gaun pengantin dengan gaya shabby chic yang simple.
" Sesuai dengan temanya yang garden party, gaunnya harus yang 'light' but catchy, simple but sweet and elegant " ucap Dona.
Rahma dengan seksama melihat-lihat foto gaun pengantin di HP Dona.
" Aku suka yang seperti ini " tunjuk Rahma pada sebuah foto gaun berbahan sifon tumpuk dengan aplikasi renda vintage yang menjuntai hingga tanah.
" Tapi hmmmm gimana yaa, yang model gaun seperti ini, aku ga sreg sama lengannya " tunjuk Rahma pada lengan dengan model lonceng.
" Hmmm gimana kalau lengannya model seperti ini?? " tunjuk Dona pada model lengan setengah balon dengan manset panjang 1/4 lengan berhias kancing.
" Cuteeeee!!! love it Mbak!! "
" Eee tapi gimana ngejelasin ke penjahitnya atau ke WOnya?? "
Dona segera mengambil kertas kosong, kemudian dengan cepat ia membuat sketsa desain gaun pengantin untuk Rahma.
" Piye Ma?? "
" MasyaAllah, daebak!! keren!! sukaaaaak!! "
" Yowes, ntar aku finishing sketsanya. Oiya, kamu mau pakai tiara atau ga?? "
" Pakai lah Mbak, tapi yang simple aja, cute gitu modelnya "
" Yang seperti ini?? modelnya simple banget, tapi elegan to the max!! " tunjuk Dona pada sebuah gambar tiara model bando dengan hiasan berbentuk daun dan bunga-bunga kecil.
" Mbak Dona memang ocre!!! love it Mbak!! "
" Ok!! fix yaa. Aku benerin gambar desainnya buat referensi besok "
" Makasih Mbaaaaak!! " ucap Rahma sambil memeluk Dona.
" Sama-sama, maafin yaa yang tadi " ucap Dona.
" Hihihi ga papa kok Mbak, akunya aja yang lagi sensi. But I know, Mbak selalu dapat diandalkan!! "
" Yowes, aku lanjutin gambarnya. Nanti aku kasih ke kamu kalau sudah jadi "