
" Dimas, saya minta kamu untuk jadi MC akad nikah dan resepsi saya, 2 pekan lagi "
" Hah??!! apa Pak?? akad nikah??? resepsi??? Bapak?? serius Pak?? " tanya Dimas tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Ga, saya barusan ngeprank kamu. Yaaa beneran lah!!! ini jadwalnya "
" Oiya, nanti saya juga minta kamu untuk memberikan kata sambutan perwakilan dari kantor. Nah, maaf yaa saya borong tugas untuk kamu. Setelah acara kamu bertugas sebagai supir untuk antar jemput anak-anak. Karena acaranya 2 hari. Setelah akad saya akan menginap di hotel, kamu antar jemput anak-anak aja. Nanti saya kasih kamu bonus, tapi maaf kamu bakalan sibuk "
Dimas terdiam mencerna kata-kata atasannya.
" Pak?? jadi Pak Bos beneran mau nikah sama Bu Dona?? bukan rumor kantor?? "
" Do'a kalian diijabah Allah, kemarin saya sudah lamaran. Pagi ini saya sudah ada janji temu jam 10 di lokasi resepsi, jadi nanti saya keluar sebentar "
" Pak, kok Pak Bos bisa yaa, ngabarin mau nikah tapi wajahnya tanpa ekspresi?? biasanya kan hmmm gimana yaa?? berbunga-bunga gitu?? "
" Kamu tinggal pasang filter bunga-bunga aja kalau mau ngelihat saya seperti itu "
" Paaaak!! saya kan jadi ngebayangin!! duh imajinasi ku ternodai!! " ucap Dimas yang membuat Khalis tertawa.
Dimas pun ikut disibukkan dengan persiapan pernikahan atasannya. Rapat panitia hingga fitting busana juga dilakukannya.
3 hari menjelang akad, undangan pernikahan telah disebarkan secara online. Suasana kantor pun menjadi tak biasa.
Di saat makan siang, tema pernikahan atasan merekalah yang menjadi topik utama perbincangan mereka.
" Pak Bos seriusan mau nikah sama Bu Dona?? ini undangan beneran nih?? "
" Iya, kan lihat sendiri namanya ada di undangan " jawab Rahma.
" Sebenarnya mereka baru kenal atau sudah lama kenal sih?? "
" Yaa baru lah " jawab Rahma spontan.
" Kok kamu tahu?? "
" Yaa kan aku yang ngenalin waktu katering itu " jawab Rahma.
" Kok kamu kenal sama Bu Dona?? "
" Nanti lihat aja pas acaranya, ntar juga tahu kenapa aku bisa kenal " jawab Rahma santai sambil tetap menyantap makan siangnya.
" Baiklah out of topic, kita mau ber dresscode ga?? yaa warna bajunya senada gituu?? "
" Aku sudah ada dresscode sendiri yaa, jadi ga ikutan kalian "
" Wait!! kamu keluarganya... hmm ga mungkin pak bos kulkas kan?? Bu Dona?? "
" Dibilang lihat aja ntar pas hari H, tunggu aja "
" Ssssttt Dimas juga mulai sibuk tuh, dia kebagian tugas apa yaa?? "
" Palingan MC " jawab Rahma sekedarnya.
" Kok kamu tahu?? "
" Aku ga tahu, kan aku bilangnya pakai kata 'palingan', artinya yaa kira-kira. Lihat aja nantilah, kalian ga usah repot mikir, siapin kata sambutan aja buat Pak Bos "
" Eh minta tolong Dimas aja yang buat kata ucapannya " usul Bu Ayu.
" Yaa ibu ajalah yang minta, jangan kita, ga enak Bu "
" Ya nanti saya bilang ke Dimas "
Selesai makan siang, Bu Ayu mengirim pesan singkat ke Dimas.
" Assalamu'alaikum, Pak Dimas bisa bicara sebentar di lobby?? "
" Wa'alaikumsalam, ada apa ya Bu?? "
" Tentang acara pernikahan Pak Bos, sebentar aja kok "
" Oo, baik Bu. Di lobby, sekarang?? "
" Iya Pak "
Dimas segera menemui Bu Ayu di lobby.
" Pak Dimas, duduk dulu, sebentar aja kok "
" Ada yang bisa saya bantu, Bu?? "
" Ada Pak. Pak Dimas jadi perwakilan kami untuk memberikan ucapan selamat ke Pak Bos yaa "
" Laa kok saya Bu. Bu saya sudah jadi MC di akad dan resepsi, masa' masih ngasih kata sambutan lagi?? "
" Minta tolong ya, kan Pak Dimas orang terdekat Pak Bos, please Pak. Nanti kita bantu untuk membuat redaksi kalimatnya, Pak Dimas cuma membacanya saja "
Dengan menarik nafasnya, Dimas pun menyetujui permintaan Bu Ayu.
" Terima kasih Pak, nanti saya WA. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" Haadeee kenapa aku lagiiii?? " ucap Dimas dalam hati.
Di pekan terakhir sebelum pernikahan atasannya, Dimas disibukkan dengan pengaturan jadwal cuti atasannya.
Artinya ia harus mengkoordinasikan jadwal rapat dengan bagian lain.
Selain itu, berkas yang harus diselesaikan dalam sepekan kedepan juga diminta untuk segera diselesaikan sebelum jadwal cuti berlaku.
" Ya Allah, aku pingin di kloning!!! " pekik Dimas dalam hati kesibukan yang menguras tenaga dan pikirannya.
" Pak Bos bisa cuti, aku?? tugas malah semakin banyak!! koordinasi sana, sini!!! I feel you Sinchan!! " gumam Dimas dalam hati sambil tetap mengerjakan tugas-tugasnya.
" Dim, nanti siang kamu fitting jas, jangan lupa " pesan WA singkat dari Pak Bos.
" Baik Pak "
" Dim, masuk ke ruangan saya "
" Baik Pak "
Dimas berjalan menuju ruangan atasannya yang hanya terletak di samping mejanya.
" Tok tok tok "
" Masuk "
Dimas melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan Pak Bos.
" Tadi saya sudah kirim e-mail susunan acaranya "
" Baik Pak. Oiya Pak, mobilnya sudah ready, siang nanti diantar "
" Ok, syukron "
" Setelah makan siang, kamu ikut saya fitting jas, sekalian cobain mobil baru "
" Baik Pak "
Khalis bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Dimas.
" Berdiri "
Dimas pun berdiri.
Khalis memandangi Dimas dari ujung kepala hingga kaki.
" Hmmm nanti sore kamu ikut saya "
" Kemana Pak?? "
" Baik Pak. Eh, sore pulang kerja Pak?? "
" Iya, masa' pulang tarawih?? "
" Paaak, saya, serius nanya "
" Yaa saya juga serius jawabnya "
" Baiklah saya menyerah. Pak saya kembali ke meja saya, yaa "
" Silahkan "
Setelah keluar dari ruangan atasannya.
" Heran ooo heran, semakin hari semakin aneh aja ini Pak Bos !! "
Sore hari sepulang kerja di parkiran kantor.
" Kamu ikuti saya dari belakang " perintah Pak Bos kepada Dimas.
" Baik Pak "
Dimas pun mengikuti mobil atasannya dengan motor maticnya.
Pak Bos mengendarai mobilnya menuju sebuah mall yang tidak jauh dari kantornya.
Setelah memakirkan kendaraannya, mereka bertemu di lobby mall.
" Ikut saya "
Dimas berjalan dibelakang, mengikuti atasannya.
" Masuk "
Dengan ragu, Dimas memasuki sebuah toko sepatu impor.
Dilihatnya Pak Bos memilih sepatu yang harganya cukup mahal untuk dirinya.
" Nomor berapa?? " tanya Pak Bos.
" Apanya Pak?? " tanya Dimas balik.
" Rumah!! yaa kakimu!! "
" Maaf Pak, buat apa sih Pak?? "
" Buat ngelempar kamu!! "
" Ya Allah Pak, sensi amat sih. Nomor 43 Pak "
" Minta nomor 43 " pinta Pak Bos kepada pramuniaga toko.
Tak lama, pramuniaga toko membawakan sepatu yang dipilih Pak Bos tadi sesuai dengan ukuran yang diminta.
" Kamu coba "
Dimas pun mencoba sepatunya.
" Gimana?? pas?? nyaman?? coba kamu jalan "
Dimas pun menuruti perintah Pak Bos.
" Ya Allah, ini sepatu enak banget dipakainya!! " gumam Dimas dalam hati.
" Gimana?? "
" Pas Pak, nyaman "
" Ok. Mas minta yang ini yaa "
" Baik Pak, silahkan langsung melakukan pembayaran di kasir "
Dimas menghampiri Pak Bos, karena harga sepatunya yang cukup fantastis untuk dirinya yang cuma asisten, yaitu nyaris 2 juta.
" Pak?? Pak Bos belikan saya sepatu ini?? ini kan mahal Pak "
" Memang mahal, tapi sebagai MC dan orang kepercayaan saya, ga mungkin saya membiarkan kamu memakai sepatu kerja kamu untuk acara nanti. Anggap ini hadiah, kamu pasti lelah ngurusin semuanya, terima saja "
" Tapi Pak ini mahal, saya ga enak terima ini "
" Enakin aja, saya cuma gesek aja kok. Ayo, masih ada satu tempat lagi "
" Kemana lagi Pak?? "
" Pokoknya kamu ikutin saya saja "
Setelah selesai melakukan pembayaran, Dimas mengikuti Pak Bos ke sebuah barbershop.
" Mas, potong rambut dan rapikan jenggot yaa "
" Modelnya Pak?? " tanya stylish.
" Seperti biasanya, dia juga " tunjuknya ke arah Dimas.
" Ayo, duduk saja. Saya traktir kamu "
Dengan sedikit ragu, Dimas menuruti perintah Pak Bos.
Setelah selesai,
" Dim, ini vitamin rambut untuk kamu. Kamu kan naik motor, rambut juga perlu vitamin biar sehat "
Dimas tidak percaya dengan apa yang baru aja ia terima dari atasannya.
Tanpa ragu dan berfikir panjang, ia memeluk atasannya.
" Dim, just say thanks is enough. Sudah, nanti kita dikira 'sesuatu' sama orang-orang lho "
Dimas pun melepaskan pelukannya sambil tersenyum.
" Jazakumullah khair " ucapnya berterima kasih.
" Eh, masih ada satu tempat lagi. Ayo " ajak Pak Bos.
Kali ini, Pak Bos menuju ke sebuah toko pakaian kerja.
Ia lalu memilihkan kemeja berwarna biru laut dan ungu untuk Dimas.
" Kamu coba dulu "
Setelah Dimas mencobanya.
" Oke, saya ambil dua-duanya " ucap Pak Bos kepada pramuniaga toko.
" Pak, kok 2 ?? satu kan cukup "
" Acaranya kan 2 hari "
" Oiya, tolong pilihkan dasinya sekalian " pinta Pak Bos ke pramuniaga toko.
Setelah melakukan pembayaran,
" Ok sudah semua yaa, saya pulang, oiya tadi saya sudah pesan makan malam untuk kamu, nanti diantar langsung ke kostan " ucap Pak Bos sambil menepuk-nepuk punggungnya.
" Paaak, saya jadi terharu, mau nangis nih Pak "
" Ssstt sudah mau maghrib, malu kalau nangis di sini "
" Hubungannya apa sama maghrib, Paaak?? "
" Ga ada, tapi ayo kita shalat jama'ah dulu, baru pulang "