Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 30 Kembali ke Jogja



Keesokan harinya, Dimas dan Rahma kembali menuju Jogja dengan penerbangan pagi


Sesuai rencana, mereka akan bertemu dengan Khalis dan Dona di Bandara.


Setelah melakukan sederetan prosedur keamanan, akhirnya mereka berada di ruang tunggu Bandara Halim Perdanakusuma.


" Sudah siap dengan segala konsekuensinya nanti di kantor?? " canda Khalis.


" Ih Mas!! bikin deg-degan aja sih?? emangnya konsekuensi apaan sih?? " tanya Rahma.


“ Dibombardir dengan pertanyaan ala-ala interogasi "


" Kalau mereka mah, cincai maaa!!! " jawab Rahma santai.


" Tapi kalau yang nginterogasi kayak Mbak Dona, itu baru aku panik!! "


" Panik ga!! panik ga?? ya panik lah, masa ga?? " sahut Dona.


" Aura komandanku menyeruak ya, Ma?? "


" Haadeee ..... adakah yang bisa membuat mbak Dona speechless?? " tanya Rahma lagi.


" Ada, tuh paksu kalau erornya kambuh, kan lebih ajaib dari aku "


" Iya bener!! " sahut Dimas setuju.


" Nah, para korban pun bermunculan " lanjut Dona lagi.


" Anyway, semalam jadi buka FB ga?? sudah baca aneka komen terkejut-kejut mereka?? " tanya Dona.


" Sudaaaaah, dan ku cuek saja, tak ku jawab, tak ku pedulikan komennya "


" Hmmm baiklah, siap-siap nanti aja kalau gitu yaa. Nah trus semalam ngapain?? " goda Dona lagi.


" Yaa tidurlah, emang mau gedumbrangan?? "


" Ah payah si bocah "


" Dim, jangan diam dong!! ngapain hayooo!!! "


" Tidur pules mbak, beneran, asli ga pakai bohong. Pegel kakinya setelah jalan ngiterin Mall, alhasil sampai rumah, langsung bersih-bersih badan trus tidur sampai subuh "


" Mereka ga seru ya Mas "


" Biasalah, baru pertama, bisa ngobrol seru itu sudah prestasi kalau kita dulu kan sudah yang kedua, sudah pengalaman, jadi yaaa serang mode on " jawab Khalis santai.


" Hooo, jadi kemaren langsung?? " tanya Rahma.


" Langsunglah, ngapain nunggu besok-besok, rugi " jawab Khalis lagi.


" PR pekan ini untuk kalian berdua!! " sahut Dona.


" Ish, berdua ini!! kompak ngeselin!! " ucap Rahma kesal.


Tak lama kemudian panggilan boarding penerbangan mereka pun diumumkan.


Keempatnya pun segera mengantri untuk naik ke atas pesawat.


Satu jam kemudian, mereka telah sampai di Jogja, tanpa menunggu bagasi, mereka segera menuju ke pintu kedatangan.


Dengan mengendarai taxi, mereka menuju tempat mereka bekerja.


Setelah sampai,


" Aku lanjut pulang yaa. Oiya, nanti kalian berdua makan malam di rumah, jadi nanti pulangnya mampir dulu, sekalian mikir mau tidur di mana " ucap Dona.


" Siap!! " jawab Rahma.


Setelah Dona berlalu, Khalis dan pasangan pengantin baru pun memasuki lobby kantor yang sudah ramai.


" Pagi Pak " salam para karyawan kepada manajer mereka.


" Pagi " jawab Khalis tanpa menghentikan langkahnya dan tetap berjalan menuju ruang kerjanya.


Dimas dan Rahma berjalan di belakang Khalis, untuk menghindari interogasi massal dari rekan kerja mereka. Tetapi tatapan penuh tanya dan penasaran mengiringi keduanya.


Sampai di depan ruang kerja Manajer, Khalis membalikkan badannya.


" Mau ngintilin saya sampai kapan?? " ke ruangan masing-masing!! Eh kamu ga punya ruangan yaa, kamu masuk deh, laporan pagi seperti biasa " ucapnya sambil menunjuk ke arah Dimas.


" Laporannya 15 menit lagi boleh ga Pak?? mau ke bengkel dulu, minta rekapan pekan lalu "


" Ok, 15 menit yaa. Yowes, bubar "


" Ma, senyum, jangan cemberut gitu!! "


" Iyaaa, Paaaak " jawab Rahma kesal.


Setelah Khalis masuk ke dalam ruangannya, Rahma segera memasuki ruangan kerjanya, sedangkan Dimas segera menuju ruangan kepala bengkel, lalu menuju ruangan bagian penjualan untuk mendapatkan laporan penjualan pekan lalu.


Bu Dewi segera menghampiri Rahma.


" Nanti, kamu harus cerita semuanya!! wajib!! ga boleh ga!! "


" Iya Bu, makasih " jawab Rahma dengan senyuman.


" Tapi intro sedikit dong!! aku penasaran, kok tiba-tiba?? "


" Hmmm, kalau akadnya kemarin memang tiba-tiba, tidak direncanakan, yaaa karena untuk mengindari fitnah, selanjutnya nanti aja ya Bu, sekalian "


" Iya, kita tunggu di saat makan siang "


Sementara itu, Dimas pun mendapatkan ucapan selamat atas pernikahannya dari para mekanik dan sales.


" Selamat Pak Dimas, waaa nikah kok diam-diam nii?? "


" Datang bertiga?? waaa sudah jadi satu keluarga besar nih!! " goda yang lain.


" Terima kasih, in syaa Allah undangan untuk kalian akan menyusul, hanya itu yang bisa saya sampaikan. Sekarang laporan dulu, sudah ditunggu Pak Bos "


Suasana kantor diliputi kebahagiaan dan penasaran para karyawan, tetapi tidak sedikit timbul rasa cemburu dari mereka, terutama dari karyawan wanita.


Hingga tiba saat istirahat makan siang, seperti biasa para karyawati berkumpul untuk makan siang bersama, termasuk Rahma.


" Sooo, ayo Ma, cerita " pinta Bu Dewi.


Setelah menarik panjang nafasnya, Rahma mulai bercerita.


" Jadi, dimulai setelah mbak Dona sama Pak Bos nikah, mbak Dona nanyain status Bang Dimas.... "


" Ciieeee Abang nih manggilnya??? "


Dengan tersipu, Rahma mengangguk.


" Sudah, biarkan Rahma melanjutkan ceritanya dulu. Lanjut Ma " ucap Bu Ayu untuk menenangkan anak buahnya.


" Hmmm, jadi mbak Dona nanya status Abang, yaa intinya kita berdua jomblo. Nah, Pak Bos sama mbak Dona kompakan untuk ngejodohin kita berdua. Awalnya Abang diam aja, ga respon sama sekali, tapi ntah gimana, setelah beberapa saat perilakunya berubah. Waktu ke rumah, tiba-tiba sudah manggil orang tuanya mbak Dona, pakde-bude. Terus kapan tuh ketemu di pantai pas aku diajakin jalan pagi sama Pak Bos, disitu bedaaa banget, friendly banget padahal biasanya kan kulkas 2. Yaa, dari ngobrol situ mulai sedikit tahu tentang Abang. Nah, terus akhirnya setelah dikejar-kejar tentang nikah, akhirnya Abang jawab oke ke pasangan ajaib itu"


" Waaa seru amat inih, trus Ma?? " potong Cintya.


" Haadeee, katanya seru malah dipotong disuruh lanjutin... ini gimana??? " ucap Bu Ayu yang mengundang tawa.


" Nah kan, sampai mana tadi?? "


" Dimas bilang OKE "


" Oiya, nah trus aku kan panik dong, tapi Abang bilang biar urusan cepat selesai "


" Nah trus, setelah yang di pantai, Pak Bos bilang kalau Abang berusaha untuk jaga jarak, eh tetiba beberapa pekan setelah mbak Dona melahirkan, Abang ngelamar di rumah mbak Dona "


" Terus yaa mulai deh persiapan untuk nikah. Tanggal, sewa tempat, baju, yaaa semuanya "


" Memang rencananya disini Ma?? "


" Iya, soalnya keluarga besar ibu, rata-rata tinggal di daerah Jawa Tengah "


" Nah trus, kok tiba-tiba kamu akad di Jakarta ?? "


" Nah, jadi pekan lalu aku tuh sudah super suntuk, bawaannya ga enak body, yowes lah aku pulang dulu. Jadi pulang kerja aku langsung ke Bandara, pokoknya pulang malam itu juga. Sudah sampai ruang tunggu, ga lama kok denger dari belakang ku ada suara yang aku kenal, pas aku nengok, ternyata Abang juga lagi nunggu penerbangan ke Jakarta. Dan ternyatanya lagi, kita duduk disatu row. Alhasil sepanjang perjalanan kita ngobrol. Sampai Jakarta kan sudah setengah sembilan, Abang kekeuh harus anterin aku pulang dulu. Nah, itu kali pertama Abang tahu rumah ibuku "


" Yaa bener, Pak Dimas harus nganterin kamu dulu, sudah malam kan bahaya " ucap Bu Dewi setuju.


" Nah iya Bu, trus ternyatanya lagi, kita pegang tiket pulang yang sama lagi. Akhirnya kakak aku minta langsung akad aja, kan dosa kalau pergi berduaan gitu, mumpung 2-2nya pas di Jakarta. Malamnya yaa ngebahas itu sama mbak Dona n Pak Bos di telpon, mereka setuju kalau aku nikah siri dulu, yang penting sah secara agama. Jadi akhirnya, Sabtu itu yaa persiapan untuk akad di hari Ahad pagi. Yaa sudah deh, aku akad nikah Ahad jam 10 di rumah, trus tadi pagi berempat sama Pak Bos dan mbak Dona kita balik ke sini "


" Pak Bos datang?? eh bukannya malamnya kamu telponan?? " tanya Bu Ayu.


" Iya tuh, Pak Bos pesan tiket dadakan malam itu juga untuk Sabtu sore. Aku ga tahu kalau mbak Dona bakalan datang, jadi kaget bangetlah waktu dia datang. Soalnya, seharian itu di hari Sabtu, yang namanya video call sama mbak Dona itu bolak-balik, dari gaun, make-up semuanya itu teman baiknya mbak Dona "


" Yowes, jadi tadi pagi, kita dari Bandara langsung ke sini "


Suasana pun hening sejenak, hingga...


" Alhamdulillah, selamat yaa Ma sudah sah jadi Nyonya Dimas " ucap Bu Dewi sembari memeluk Rahma.


Dengan tatapan masih tidak percaya, rekan kerja Rahma pun memberikan ucapan selamat atas pernikahannya dengan Dimas.


" Naaah, trus kapan acara di Jogja?? " tanya Bu Dewi.


" In syaa Allah 3 pekan lagi, nanti undangannya menyusul yaa " jawab Rahma.


" Trus sekarang kalian tinggal dimana?? " tanya Cynthia.


" Bingung!!! " jawab Rahma sambil tertawa.


" Yaa, rencananya kita mau nyewa apartemen yang dipakai Pak Bos dulu, tapi ga tahu Abang sudah jadi nyewa atau belum "


" Nah, trus malam ini kalian pulang ke mana?? "


" Ke rumah Bude, sambil mikir nanti tinggal dimana. Kacau nih, akibat dadakan " jawab Rahma.