Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 36 Food Test



Setelah selesai fitting busana pengantinnya, mereka segera bertolak menuju Secret Garden Cafe. Disana Andi dan Asya telah menunggu kedatangan kliennya.


" Assalamu'alaikum " sapa Dimas dan Rahma.


" Wa'alaikumsalam "


" Waaaa, Mbak Rahma kelihatannya lebih ceria di bandingkan pertemuan yang lalu " ucap Asya.


" Alhamdulillah moodnya lagi bagus Mbak " jawab Rahma.


" Mari silahkan duduk " Andi mempersilahkan kliennya untuk duduk.


" Maaf tadi saya sudah pesankan minuman agar tidak menunggu lama, semoga cocok " ucap Arya sambil menyuguhkan aneka minuman yang ia pesan tadi.


" Syukron "


" Afwan. Baiklah untuk mempersingkat waktu, kita mulai saja. Oiya, kok saya jadi lupa, selamat yaa atas mendadak akadnya. Alhamdulillah halal juga dan alhamdulillah Pak Khalis WA saya waktu itu, sehingga redaksi undangannya dapat segera diubah " ucap Andi sambil menyalami Dimas sekali lagi.


" Maaf, saya tidak memberitahukan perihal akad kami secara langsung, karena kemarin judulnya mendadak akad, persiapannya juga hanya sehari " jawab Dimas lagi.


" Ga papa, Pak. Kalau judulnya mendadak pasti banyak yang terlupakan. Oiya, apakah ada dokumentasinya?? " tanya Andi.


" Ada, video dan beberapa foto "


" Saya bisa minta copynya?? untuk dimasukkan dalam video pada saat resepsi nanti "


" Baik, nanti akan saya e-mail video dan foto-fotonya " jawab Dimas.


Pembicaraan teknis acara pernikahannya pun dibahas dengan detail karena waktunya yang semakin dekat.


Hingga tiba saat yang ditunggu, yaitu....


" Seperti yang sudah direncanakan, hari ini kita akan test food untuk menu resepsi nanti "


Andi kemudian mempersilahkan pelayan untuk menyajikan aneka hidangan untuk acara nanti.


Satu persatu piring dengan berbagai macam hidangan pun disajikan.


" Ini adalah hidangan pembuka, ada salad buah dan sayur, kemudian ada zuppa soup dan tekwan "


Waiter yang bertugas, menghidangkan sambil menjelaskan satu persatu menu hidangannya


" Silahkan dicoba dulu untuk appetizernya " ucap Asya mempersilahkan.


Suara dentingan sendok dan garpu beradu menggantikan diskusi mereka.


" Hmmm, ini semua menunya kita cobain?? " tanya Rahma.


" Iya, Mbak. Semuanya, makanya dihidangkannya versi minimalis karena masih ada menu main course dan dessertnya " jawab Asya.


" Ya harus dicobain semua Ma, biar tahu rasa!! hmm awas tuh!! lagian kalau ga dicobain apakah nanti akan menjadi cobaan?? kan ga lucu " sahut Dona dengan ekspresi datarnya yang membuat seluruh pandangan mata menuju ke arahnya.


" Laaa, emangnya salah?? yaa kalau salah, saya minta maaf " lanjut Dona lagi.


Dengan menarik nafas panjang, Khalis mulai bersuara.


" Dimaafin, tapi jangan diulangin daripada di pulangin kan "


" Hiiii ngeri kali ancaman Pak Bos!! "


" Cuma beda di huruf depannya, artinya beda banget ya " lanjut Dona.


" Ok, CUT!!! ini kan acaraku, tolong yaa Mbak, Mas jangan disabotase dong, biarkan aku yang jadi pemeran utama di ceritaku "


" Laaah, kan memang kamu sama Dimas pemeran utamanya, kita kan pelengkap komedi aja, yeee kaaan " jawab Dona.


" Yowes, we'll be quite " tambah Khalis sambil memberikan kode diam dengan telunjuknya menutupi bibirnya ke arah Dona.


" Yowes, ta' meneng wae ... meaning... I'll be quite "


" Abang sih dari tadi diam aja!! " protes Rahma ke Dimas secara tiba-tiba.


Dimas pun segera melihat ke arah Rahma dengan pandangan penuh tanya.


" Perasaan yaa, perasaan Abang yaa, maaf nih kalau salah, tapi dari awal datang yang banyak ngomong yaa Abang deh, kenapa jadi kena semprot?? "


Khalis menggeleng-gelengkan kepalanya dan membisikkan sesuatu kepada Dimas.


" Dim, istri itu ibarat senior, mereka ga pernah salah dan kalau mereka salah tetap kembali ke pasal pertama, kalau mereka tidak pernah salah. Ini berguna untuk menjaga kestabilan dalam negri terutama tidur malam, just say sorry and you'll be safe "


Dengan menahan tawanya, Dimas pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Iyaaa, Abang salah. Abang minta maaf " ucapnya kepada Rahma.


" Eh Dim, catat tanggalnya!! " seru Dona tiba-tiba yang kembali membuat seluruh mata ke arahnya.


" Tanggal apa Mbak?? " tanya Dimas yang tidak mengerti akan maksud Dona.


" Tanggal pertama kali kalian berantem yang ter-unfaedah " jawab Dona santai yang kembali mencairkan suasana.


Khalis pun mengajak Dona untuk melakukan tos di udara.


Andi dan Asya pun tertawa geli melihat komedi yang disuguhkan oleh Khalis dan Dona.


Makanan utama atau main course pun mulai dihidangkan.


Sembari makan siang, mereka pun tetap melanjutkan senda guraunya.


" Ok deh, sekarang kita serius. Anyways, Dim boleh tanya?? " tanya Dona.


" Boleh Mbak "


" Katanya kamu orang Jawa tapi lahir dan besar di Jakarta, tapi kenapa ga dipanggil Mas ?? "


Dimas tidak segera menjawabnya, ia diam sesaat, kemudian dengan senyumnya ia pun menjawab.


" Karena kalau saya dipanggil 'Mas', nanti nama belakang saya berubah Mbak "


" Kok bisa?? " tanya Khalis, Dona dan Rahma kompak.


" Iya, nanti nama saya berubah menjadi, Mas Dimas Taiye " jawab Dimas dengan logat Madura.


Jawaban Dimas pun membuat Khalis menyelamati Dimas dengan bangga sambil berkata,


" Bagus!!! lulus!! cumlaude!! "


" Oooo tidak!!! virus itu mulai menjangkiti!! " ucap Rahma lirih tetapi tetap terdengar jelas yang menambah tawa di saat makan malam itu, tak terkecuali, Andi dan Asya yang juga tak henti tertawa mendengarkan klien mereka saling berkelakar.


" Eh, ngomongin cumlaude. Kamu jadinya kapan sidangnya?? " tanya Khalis.


" In syaa Allah awal februari, lanjut wisudanya bulan April " jawab Dimas.


" Ooo Pak Dimas masih kuliah?? " tanya Andi.


" Dia ambil program pascasarjana, agar nantinya bisa jadi manager " jawab Khalis.


" Ooo, sebentar-sebentar, Pak Dimas dan Pak Khalis ini hubungannya.... sepupu ipar kan?? "


" Yup, tapi mas Khalis juga atasan saya di kantor, saya asistennya, dia Manajernya "


" Waaah hubungannya menjadi semakin akrab ya "


" Hmmm iya sih, teorinya begitu " jawab Dimas lirih.


" Maksudnya?? " tanya Andi lagi.


" Teorinya sih akrab, tapi kalau mode manajernya lagi On, yaaa yaaa gitu, seperti sekarang. Tuh lihat, ngeliat saya seperti itu. Mas, santai aja sih!! "


" Aku santai kok, kamu aja yang sensi "


" Hmm ini kapan selesai?? percakapan unfaedah sesi 2 ini sungguh menguji kesabaran ku " ucap Dona.


" Iya ih, buruan yuk, aku sudah mulai kenyang nih " tambah Rahma.


Tak terasa sesi makan malam panjang itu pun berakhir.


" Jadi bagaimana untuk tes foodnya?? " tanya Asya.


" Alhamdulillah semuanya OK, aku sih ga ada keluhan " jawab Rahma.


" Idem " Dimas pun menyetujui.


" Pak Khalis?? Bu Dona?? " tanya Asya.


" Sama, semuanya oke " jawab Dona.


" Alhamdulillah, jadi untuk makanan sudah fix yaa, tidak ada yang diubah "


" Untuk susunan acaranya tadi juga sudah oke yaa " ucap Andi memastikan kembali.


" In syaa Allah sudah oke semua " jawab Dimas.


" Kalau ada perubahan bisa langsung kontak saya. Untuk undangan, akan saya kirim secepatnya, paling lambat sepekan sebelum hari H, tetapi akan saya usahakan 3 hari ini selesai "