Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 22 Gaun Pengantin



Setelah perbincangan dengan WO tentang persiapan pernikahannya, Rahma tampak lebih tenang.


Pada pekan berikutnya, Rahma disibukkan dengan pemilihan pakaian pengantin. Seperti biasa, Khalis dan Dona ikut serta untuk mendampingi Rahma untuk memilih busana pengantinnya.


" Perasaan, yang mau nikah ini adik sepupu yak, tapi kok sibuknya berasa seperti mau nikahin anak sendiri "


" Latihan sebelum nikahin Aisha nanti Mbak " jawab Rahma.


" Masih jauh Ma, masih 10 tahun lagi, itu juga paling cepat "


" Nanti ga pakai lama milih bajunya yaa "


" Siaaap Mbak!! "


Sesampainya di butik Noer yang telah direkomendasi oleh Asya, Nesya desainer butik Noer segera membantu Rahma dalam memilih gaun pengantinnya.


" Temanya apa ya Mbak?? "


" Beautifull ini white dan konsep dekorasinya shabby chic "


" Untuk busananya internasional yaa?? atau nasional?? "


" Internasional aja Mbak, seperti gaun yang ini " tunjuk Rahma pada gambar sketsa desain Dona.


" Waaah desainnya bagus, Mbak yang gambar?? " tanya Nesya.


" Bukan, kakak sepupu saya yang mendesain, Mbak Dona " jawab Rahma sambil menunjuk ke arah Dona.


" Desainnya bagus Mbak. Mbak desainer?? "


" Saya desainer interior jurusan kuliner " jawab Dona santai.


" Sudah Mbak, ga usah dibahas maksudnya apa, lagi kambuh erornya. Jadi ada kah gaun yang seperti ini?? " sahut Rahma.


" Oh maaf. Untuk gaun yang seperti ini, hmmmm sepertinya ada yang mirip tetapi.... " jawab Nesya sambil berjalan menuju display gaun-gaun pengantin dan mencari gaun yang mirip dengan yang diinginkan oleh Rahma.


Setelah menemukannya, ia menunjukkan gaun tersebut kepada Rahma dan Dona.


Sebuah gaun berbahan satin silk bewarna putih tulang, yang ditumpuk dengan lace bewarna senada ditambah sedikit aplikasi payet berbentuk pasir kaca berwarna silver dan pelangi yang tersebar acak pada bagian bawah lengan dan gaun.


" Yang seperti ini Mbak, bagaimana?? " tanya Nesya.


Rahma dan Dona pun saling berpandangan dan membelalakkan kedua matanya, kemudian keduanya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Iyes banget!!!! " jawab Rahma.


Rahma pun meraba-raba gaun tersebut.


" Berapa nih Mbak?? " tanya Rahma.


" Sewanya 1,2 juta "


" Sewanya sampai 1 juta lebih?? " tanya Rahma tak percaya.


" Iya Mbak, karena untuk perawatannya juga tidak murah dan mudah, terkadang setelah digunakan beberapa payetnya harus dijahit ulang setelah itu baru di dry clean " jelas Nesya.


" Eh, ga papa kok Mbak, saya cuma kaget aja, harga sewa gaun pengantin sampai 1 juta, seperti beli baru "


" Kalau beli baru, baju seperti ini kisaran harganya di atas 5 juta, Mbak " jelas Nesya lagi.


" MasyaAllah, harga baju yaaa, setara gaji sebulan !!! "


Rahma dan Dona pun hanya memandangi gaun mewah di hadapan mereka, sambil berkata lirih.


" Jiwa missquinku meronta-ronta!! "


Rahma kemudian mengalihkan pandangannya, mencari jilbab yang akan digunakannya nanti.


" Untuk jilbabnya bagaimana?? " tanya Rahma.


" Disini pilihan kain jilbabnya " jawab Nesya sambil berjalan ke arah display kain-kain jilbab.


" Bahannya apa aja Mbak?? " tanya Rahma.


" Sifon, lace, organza, satin, macam-macam sih Mbak "


" Mbak Dona kemarin pakai yang bahan apa?? "


" Akad pakai shifon, resepsi organza "


" Kalau mau yang wow pakai organza aja " lanjut Dona.


" Iya Mbak, bahan organza lebih kilap warnanya jadi lebih keluar cahayanya " tambah Nesya.


" Boleh cobain ga?? gaun sama jilbabnya?? " tanya Rahma.


" Boleh, silahkan coba disini, nanti akan saya bantu " jawab Nesya sambil berjalan ke arah fitting room.


Setelah 15 menit, Rahma keluar dengan gaun pengantinnya.


" Gimana?? "


" Adekku looks like a princess!!! "


" Nah ntar tinggal make-upnya nih, kudu yang flawless to the max!! " ucap Dona penuh semangat.


" I can't wait to see that!! " lanjut Dona lagi.


" Tinggal nanti jilbabnya di pasang dengan separipurna mungkin plus tiara mungil, beeuuuu your looks gonna be sadis to the max, you killed it!! "


" Haadeee Mbak Donaaaa, siapa yang dibunuh!!! aku dandan buat nikah, laaa Mbak Dona malah ngethriller "


" Trus kamu ngelawak!! " jawab Dona.


Nesya memandangi kedua sepupu itu dengan pandangan penuh tanya, sebetulnya apa yang mereka bicarakan.


Rahma yang merasakan pandangan kebingungan Nesya pun menjawab ala kadarnya.


" Maaf ya Mbak, obrolan kita memang suka bikin orang lain roaming, alias ga nyambung "


" Ooo ga papa Mbak, seru kok ngelihatnya " jawab Nesya sambil tertawa kecil.


" So, piye Ma?? aku sih Yes "


" Ok, gaun sudah, jilbab sudah, tiara?? "


Nesya membuka laci meja kaca tempat penyimpanan tiara dan aneka perhiasan lainnya.


" Silahkan dipilih model tiaranya "


Dona dengan segera mengambil tiara berbentuk bando, berlapis emas putih dengan hiasan zircon menambah kerlip pada tampilannya.


" Pakai ini Ma "


Rahma pun memakainya diatas jilbabnya.


" Now, that's perfect!!! " seru Dona.


Rahma memandangi dirinya di cermin, senyumnya pun merekah sempurna.


" Huhuhu aku bisa cantik jugaaa, jadi 'Let it go' mode on deh!! "


" Sok lah let it go mode on, tapi jangan pakai muter-muter, takut keserimpet "


" Tenang Mbak, aku masih aman!! "


" Eh Ma, stand still, don't move!! "


" Apaan Mbak?? "


" Kejutan buat ibu and kakak-kakak mu di Jakarta. Ayo, give me your best pose!! "


Rahma pun berpose seperti seorang Putri.


" Nice!! they'll love it!! " ucap Dona sembari mengirim foto Rahma ke ibu dan kakaknya.


Rahma kembali memandangi dirinya di cermin, lalu...


" Mbak, saya ganti bajunya dulu yaa "


Kemudian terdapat notifikasi masuk di HPnya.


" Ah, ntarlah, ganti baju dulu, baru buka "


Setelah Rahma selesai mengganti pakaiannya, ia pun memeriksa pesan yang masuk di HPnya tadi.


" Credit fund transfer Rp. 5.000.000,00 "


Sontak ia pun terkejut.


" Mbaaaak, siniii " panggil Rahma kepada Dona.


Dona pun berjalan menghampiri Rahma.


" Kenapa?? "


" Ini!! lihat nih!! siapa yang transfer ke aku segitu banyak??!! "


" Bukan aku " jawab Dona.


Dengan pandangan seolah ingin menerkam, yang pada akhirnya Rahma hanya menarik nafas panjangnya saja.


" Memangnya ga ada keterangannya siapa yang transfer?? " tanya Dona.


Di sudut butik, Khalis yang sedari tadi menunggu sambil membaca koran, mendapatkan notifikasi di Wa-nya.


" Pak, barusan saya transfer 5 juta, ke rekeningnya Rahma, untuk belanja seserahan dan kebutuhan lainnya. Kalau kurang nanti saya transfer lagi "


" Ok, in shaa Allah ga kurang. Syukron " jawab Khalis.


Ia lalu menghampiri Dona,


" Dimas barusan transfer 5 juta ke rekening Rahma, katanya untuk seserahan dan kebutuhan akad nikah nanti " jelas Khalis.


" Alhamdulillah. Eh berarti kita sekalian belanja untuk seserahan Rahma nanti ya Mas?? "


" Iya, tapi jangan sekarang, kasian Al dirumah "


" Aku sudah ninggalin ASI kok, tapi memang rencananya ga sekarang, setelah ini kita pulang dulu "


" Masih lama?? hampir 2 jam lho "


" Sebentar lagi, lagi beresin administrasinya "


Tak lama, Rahma menghampiri Dona,


" Sudah selesai Mbak, tadi aku sudah tanda tangan sama DP untuk sewa gaun dan teman-temannya "


" Berapa semuanya ?? " tanya Dona.


" Total 2,2 juta. Gaun, jilbab, aksesoris, sama make-up "


" Make-upnya berapa?? " tanya Dona.


" 1,5 juta, kan sekali dandan aja "


" Sip lah, dah beres 1 urusan, besok kita hunting seserahan!! "


" Eh, ntar, tadi katanya gaunnya 1,2 juta?? harusnya kan total 2,7 juta?? kamu dapat diskon?? "


Nesya kemudian menghampiri Dona dan Rahma, bersama dengan Noura pemilik butik.


" Maaf, saya Noura, saya owner butik ini. Maaf tadi saya diperlihatkan desain baju pengantin ini oleh Nesya. Saya sangat tertarik dengan desainnya. Jika tidak keberatan, saya akan beli desain Anda seharga 4,5 juta rupiah. Tadi asisten saya baru memberikan potongan harga 500 ribu "


Dona dan Rahma pun berpandangan.


Lalu Dona melihat ke arah Khalis untuk meminta pendapatnya.


" Terserah, you're the designer, your decision "


Setelah beberapa saat,


" Ok deal "