
Mood Rahma kembali anjlok di 2 pekan terakhir, membuat rekan-rekan kerjanya di kantor bertanya-tanya ada apa gerangan dengan Rahma.
Seperti biasa, di saat makan siang.
" Ma, kamu kenapa kok belakangan seperti ga bernyawa?? " tanya Nashwa.
" Ga taaauuuu " jawab Rahma tak bersemangat.
" Ssssttt gosiiiiip!! ada gosiiiiip terbaru!!! " ucap Cintya setengah berbisik.
" Gosip apaan?? "
" Ada rumor nih, katanya Pak Dimas sudah punya calon dan sudah mau nikah!! "
Rahma yang sedang minum pun tersedak karena terkejut, hingga ia pun terbatuk.
" Eh Ma, kamu ga papa?? pelan-pelan minumnya " ucap Bu Ayu sambil menepuk-nepuk punggungnya.
" Ga papa Bu, makasih "
" Eh tahu dari mana?? jangan sembarangan nyebar gossip lho "
" Asal muasal beritanya, aku juga ga tahu. Tapi yang jelas, ada yang melihat Pak Dimas masuk ke Butik Noer, itukan butik khusus baju pengantin dan pesta "
Rahma menelan salivanya dan tetap diam menyimak perbincangan teman-temannya.
" Trus ada yang lihat siapa ceweknya?? "
" Masalahnya ga ada yang lihat, Pak Dimas cuma masuk sendirian "
" Yeeee, itu sih bisa aja dia cuma mau pesan baju atau apalah "
" Eh ngapain cowok masuk butik?? mau pesan baju??? mereka ke tailor, bukan ke butik!! "
" Eh iya bener juga "
" Siapa tahu bukan Pak Dimas yang mau nikah, mungkin keluarganya yang ada acara "
" Iya, acara nikahannya dia " canda Cintya lagi.
" Ssssttt sudah, Alhamdulillah kalau benar Dimas akan menikah, kita do'akan saja semoga awet hingga jannah. Kalau ga, yaaa semoga segera menemukan calon pendampingnya " sahut Bu Ayu untuk meredakan keinginantahuan para karyawati.
" Eh Ma, tumben diam aja?? kamu sakit?? atau kenapa?? " tanya Bu Ayu.
" Iya nih, belakangan kamu agak aneh deh, kadang back to happy Rahma but the next day the moody Rahma "
Semua mata dan telinga pun menuju ke arah Rahma yang sedang kebingungan untuk menjawab pertanyaan rekan-rekannya.
" Hmmm ga papa sih, cuma lagi suntuk aja, pingin pulang ke Jakarta, kangen ibu "
" Ooo yaa pulang lah "
" Masa' pulang cuma weekend aja, berangkat jum'at malam, balik kesini Ahad malam, kan cuma sebentar, ga enak, lama di jalan "
" Naik pesawat lah Ma, biasanya kan ada promo, coba cari promonya. Buruan aja cari tiketnya, mumpung masih hari Rabu, masih ada 2 hari lagi " saran Bu Ayu.
" Oiya ya, makasih Bu!! "
Mata Rahma pun berbinar, ia pun tidak dapat menunggu hingga akhir pekan untuk dapat pulang ke Jakarta mengunjungi ibunya.
Ia segera mencari tiket pesawat untuk pulang ke Jakarta pada jum'at malam.
" I'm coming home!!! Mr. Buble mode on!!! " pekik Rahma dalam hati.
Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibu dan kedua kakaknya di Jakarta.
Akhirnya ia mendapatkan tiket ke Jakarta, pada Jum'at malam, pukul 19.30.
Sepulang kerja di hari Jum'at, Rahma sudah siap dengan tasnya untuk menuju bandara.
" Mbak, aku mau pulang ke Jakarta dulu, Senin pagi balik sini lagi " pamit Rahma ke Dona via telpon.
" Lah, kan weekend ini kita rencana belanja seserahan?? "
" Aku belanja di Jakarta aja, sama ibu "
" Ooo yowes, tiket pesawatnya PP?? "
" Iya, Mbak "
" Yowes, kamu hati-hati yaa "
" Iya Mbak, pamitin ke bude yaa. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Dengan hati riang, Rahma berangkat menuju bandara.
Sesudah check-in, Rahma menuju ruang tunggu keberangkatan. Ruang tunggu tampak ramai, hampir tidak ada bangku kosong untuknya.
Setelah menemukan bangku kosong di dekat pintu keberangkatan, ia pun segera duduk kemudian memberi kabar ke Dona.
" Checked!! " jawab Dona.
Dona mempunyai kebiasaan untuk selalu memberi kabar setiap ia bepergian, hal itu pun berlaku untuk seluruh keluarganya.
Laporan detail akan selalu ditunggu oleh Dona, hal ini juga untuk menjamin keselamatannya ketika bepergian.
Di saat yang sama, terdengar suara pria yang terdengar familiar yang duduk di belakang Rahma.
" Bu, aku sudah di ruang tunggu bandara, in syaa Allah sampai Halim jam 20.30 "
Rahma pun segera melihat ke arah suara tersebut.
" Bang???!!! "
" Lho Ma?? kamu ngapain?? "
" Lah Abang?? "
" Aku mau pulang ke Jakarta " jawab Dimas.
" Yaa sama, aku juga. Pesawat apa Bang?? "
" Citilink jam setengah delapan "
" Laaaa samaaa, aku juga. Eh nomor seatnya berapa?? "
" 10 C "
" Gubraaaak !!! aku 10 A!!! "
Keduanya pun tertawa karena kebetulan yang tak terduga ini.
" Kok bisa samaan gini yaa?? " ucap Rahma sambil diiringi tawa kecilnya.
" Hmm mungkin itu yang namanya jodoh ?? "
Rahma terdiam lalu,
" Waaaaa Abaaang!!!! bikin merinding!!! ssstt dah ah case closed!! "
Dimas pun tertawa melihat reaksi Rahma. Ia lalu berpindah tempat ke samping Rahma yang baru saja kosong, setelah panggilan boarding penerbangan lainnya.
" Aku kira weekend ini kamu mau belanja "
" Rencananya memang begitu, tapi aku belanja di Jakarta aja, sama ibu. Belanja di Mall yang mihil, mumpung dapat transferan 5 juta!!! " canda Rahma.
" Nah, betul itu, mumpung ada. Belanja yang puas yaa!! "
" Siap Bos!! "
" Hmm memangnya mau belanja apa aja?? " tanya Dimas.
" Kalau kata eyang Google, seserahan itu isi butik keluar semua Bang!! "
Dimas pun tertawa mendengar jawaban Rahma.
" Eh beneran Bang, kemarin waktu nemenin mbak Dona belanja seserahan, waaaa aku mupeng!!! "
" Nih Bang lihat aja sendiri "
Rahma menunjukkan foto-foto isi seserahan Dona kemarin dan seserahan pada umumnya.
" Yang ini, seserahannya mbak Dona. Kalau yang ini, yaaa seserahan pada umumnya "
" Hmmm trus kamu mau seserahan yang seperti apa?? "
" Yaaa antara keduanya "
" Mau berapa box?? "
" Hmmm 1 set baju, tas, sepatu, obat cantik bin kinclong sama obat seger, perlengkapan shalat itu wajib, hmmm apa lagi yaa??? kemarin sih waktu Mbak Dona itu aja isinya. Kemarin seserahan mbak Dona cuma 5 box aja "
" Tapi bukannya banyak yaa?? yang... "
" Ooo itu bukan seserahan, tapi hantaran Bang, beda lagi. Ntar kalau hantaran isinya makanan gitu "
" Oooo kirain sama "
" Eh tadi apaan tuh obat cantik bin kinclong and seger?? " tanya Dimas.
Dengan tawa kecilnya, Rahma pun menjawab.
" Biasa Bang, perlengkapan kosmetik biar kinclong terparipurna!! "
Tak lama terdengar panggilan boarding untuk penerbangan mereka.
Keduanya pun segera bersiap mengantri di pintu keberangkatan.