
#Sorry dorry morry lambat update, authornya ngeblank, semoga ga ngeblank lagi biar rajin update.
Sementara Dimas pergi ke bengkel, Rahma asyik berbincang dengan Dona di teras belakang.
" Menunggu positif itu ngegemesin ya Mbak?? "
" Hmmm yaa gitu deh "
" Mbak, aku sudah ngikutin saran dokter, minum vitamin, suplemen, susu juga, tapi kok yaa belum positif juga yaa "
" Yaa jawabannya hanya Allah yang tahu, yang penting kamu sudah usaha, yaaa tunggu aja. Kalau aku sih yaa, jangan dibikin stress, jangan dipikirin. Go with the flow aja, relax "
" It's easy to say, Mbak. Prakteknya kok yoo angel tho Mbak "
" Yaa the power of du'a, positive minds, itu aja Ma "
" Mbak Dona sih memang tipe santai yang keterlaluan, semua-semua dibawa santai selalu. Kok bisa sih, Mbak?? Bagi rahasianya dong?? "
" Rahasia apa?? ga ada. Look, kamu itu hidupnya dibawa santai aja, ga usah sibuk ngurusin opini orang lain, kan kamu yang ngejalaninnya. Kamu nikah sudah setengah tahun tapi belum positif, anggap itu cara Allah nyuruh kamu untuk saling mengenal lebih jauh lagi, memahami karakter pasangan itu penting lho. Mungkin juga kamu diajarkan untuk bersabar, who knows tiba-tiba nanti positif langsung kembar, ya kan "
" Intinya nikmati aja kehidupan pernikahan kalian yang masih hangat ini. Coba kalau langsung hamil, harus adaptasi sama badan sedangkan adaptasi sama suami belum selesai. Intinya, just enjoy and thankful for what you have today, itu aja kok. Kekuatan bersyukur dan istighfar, in syaa Allah diberikan ketenangan dan kelapangan hati "
" Seems easy to say, tapi prakteknya kan ga semudah itu, Mbak "
" Memang tidak mudah, tapi tidak ada salahnya dicoba. Praktek masak, kamu sudah masakin Dimas apa aja?? "
" Yang simpel-simpel aja sih, Mbak. Masih sering pakai bumbu instan "
" Ga papa, kalian berdua kan kerja, sampai rumah sudah pasti capek, beli jadi langsung makan itu sudah paling praktis, jangan maksain masak kalau capek "
" Tadi aku ke sanmor, beli buat sarapan sama makan siang, tapi kayaknya disimpan buat makan malam, kan makan siangnya disini "
" Ooo numpang makan lagi judule "
" Iye numpang yak, gratis is my way to happiness "
" Anyway, ada apa weekend begini mas Khalis manggil abang?? "
" Oh, ada yang nawarin kerjasama bengkel. Maunya mas Khalis, gantian sama Dimas 2 pekan sekali kesananya "
" Yaaa sekalian ngajarin Dimas, bisnis bengkel seperti apa "
" Mas Khalis sudah punya bengkel sendiri?? "
" Ada di Jakarta, sekarang dipegang sama teman kuliahnya. Palingan terima laporan bulanan aja "
" Persiapan untuk pensiun nanti, walaupun masih lama, tapi dipersiapkan dari sekarang jadi nanti disaat pensiun sudah terima hasilnya, yaa mungkin nanti tinggal melanjutkan ke pengembangan bisnisnya aja "
" Waaa, bagi sedikit otaknya kesini dong Mbak "
" Ntar ku beliin otak-otak aja " jawab Dona santai.
" Maauuuu!!! "
" Iya, ntar yak "
" Sekarang aku mau bikin puding karamel, bantuin ntar dapat ransum "
" Aaaiihh mantap, hayuk kakak "
Hari semakin siang, Dimas masih berkutat dengan kertas-kertas administrasi bengkel. Ia juga memberikan masukan kepada Tito sebagai owner bengkel.
" Pak, kalau bisa semua pencatatan dipindahkan ke komputer, akan memudahkan proses audit dan juga lebih rapi. Untuk pembukuan di buat harian, mingguan dan bulanan "
" Yang sekarang kan baru harian dan bulanan, untuk yang mingguan belum ada "
" Baik Pak Dimas, nanti saya koordinasi kan dengan anak-anak " jawab Tito.
" Dan untuk kebersihan, saya paham yang namanya bengkel penuh dengan oli, pelumas dan noda hitam dimana-mana. Tetapi bukan berarti kantor juga menjadi tidak bersih. Inilah perbedaan mendasar bengkel biasa dengan bengkel resmi berlisensi, yaitu kebersihannya. Kalau bapak perhatikan, bengkel-bengkel resmi tidak sekumuh dan kusam seperti ini, pencahayaan baik, kebersihan pun baik. Pelanggan yang menunggu pun nyaman. Sedangkan kantor administrasinya, sama seperti kantor-kantor pada umumnya yang terang dan bersih. Coba nanti bapak perbaiki pencahayaan dan kebersihan, in syaa Allah bengkelnya akan bertambah ramai "
" Wah, saya tidak terpikirkan sampai sana. Nanti saya akan perbaiki "
" Pak Khalis itu sangat peduli dengan kebersihan dan kerapihan, kalau salah sedikit bisa tidak dilihat " tambah Dimas.
" Ooo begitu ya Pak, pantas saja, pekan lalu sewaktu kesini, beliau hanya sebentar lalu pulang tanpa komentar apa-apa, kami disini jadi bingung, salah kami dimana "
Dimas pun tertawa.
" Pak Khalis itu perfeksionis dan detail sekali, jadi jika Anda mau kerjasama ini berjalan dengan baik, yaaa tolong diperhatikan hal-hal yang tadi saya bahas "
"Baik Pak Dimas, terima kasih sekali atas koreksinya "
" Bengkelnya 7 hari kerja?? " tanya Dimas.
" 6 hari Pak, senin tutup "
" Kalau Ahad kan banyak bengkel tutup, ataupun setengah hari saja. Tapi disaat libur kerja itu, banyak orang yang baru sempat untuk memperbaiki atau menjalani perawatan rutin kendaraannya, untuk itu bengkel saya selalu beroperasi di hari Ahad, ganti liburnya di hari senin "
Menjelang sore, Dimas pun kembali pulang menuju rumah Dona.
" Gimana?? " tanya Khalis.
" Sudah saya beresin Mas. Semuanya dari administrasi pembukuan sampai operasional, kerapihan dan kebersihan "
" Wah mantap kamu "
" Gemes lihatnya Mas, bengkelnya besar, fasilitasnya oke, servisnya juga bagus, tapi administrasi berantakan, kebersihan dan kerapihannya bikin ngelus dada "
Khalis pun tertawa mendengar keluhan Dimas.
" Makanya saya ga betah disana " ucap Khalis.
" Itu juga yang aku bilang ke Pak Tito, pokoknya walaupun bengkel kebersihan dan kerapihan itu tetap harus dijaga "
" Nice!! good job. Memang ga salah, kamu saya pilih jadi asisten. Ini untuk kamu " ucap Khalis sambil memberikan beberapa lembar seratus ribuan.
" Lho eh, kok?? dibayar sekarang?? "
" Ga papa, ini buat kamu. Makasih sudah mau direpotin di hari libur "
" Yaa ga lah Mas, saya juga seneng kok "
" Ini ambil aja, kalau kamu nolak, saya akan tambahin dan langsung kasih ke Rahma "
" Eeee iya iya!! Makasih Mas, aku terima uangnya yaa "
" Nah gitu, sekarang kamu temui Rahma, dia sudah nungguin di belakang "
" Makasih Mas, aku ke belakang dulu yaa "
Dimas pun menemui Rahma yang tengah bersantai di teras belakang bersama Dona.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam, eeee akhirnya pulang juga "
Dimas hanya tersenyum dan mengecup kening Rahma kemudian duduk di sampingnya.
" Minum dulu, Bang " ucap Rahma sambil memberikan segelas es buah.
" Makasih, tadi bikin ini?? " tanya Dimas.
" Ga, beli di depan aja, lagi panas banget. Oiya ada rujak es krim juga, mau ga?? "
" Waaa boleh, tapi rujaknya aja ga usah pakai es krimnya "
" Yaaa, ini semuanya pakai es krim. Yowes aku makan esnya dulu nanti Abang habisin rujaknya "
" Konsepnya ga gitu, Marimar!! " sahut Dona.
Dimas pun tertawa melihat duo maut, Rahma dan Dimas yang tak pernah membuatnya tidak tertawa.
" Sudah ga papa, sini es nya "
" Buatku mana?? " tanya Khalis yang baru saja ikut bergabung.
" Iniiii, sok lah di dozo " jawab Dona.
" Arigatou "
Keempatnya pun menikmati sore hari yang cerah dengan rujak es krim yang cukup pedas.
" Baliknya habis isya aja, setelah makan malam. Jadi sampai apartemen tinggal istirahat " usul Dona.
" Ga lah Mbak, setelah ini aku pulang aja " tolak Rahma.
" Iya Mbak, mau langsung pulang aja. Mau selonjoran " tambah Dimas.
" Baiklah, jangan lupa bawa ransumnya yang tadi dimasak plus cemilannya "
" Apa cemilannya?? " tanya Dimas.
" Brownies sama puding karamel " jawab Rahma.
" Alhamdulillah, makasih Mbak "
Menjelang maghrib, Dimas dan Rahma pun berpamitan pulang kembali ke apartemen.