Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 35 Menuju Hari H



" Maaaaaa, aku otw ke sana, kamu mereadykan diri yaaa " ucap Dona yang berencana untuk menjemput Dimas dan Rahma


" Mereadykan diri??? Haadeeee Mbaaaak???!! bahasa ajaibnya di simpan dulu siiii "


" Oh gitu yaa, baiklah, nanti aku simpan, tapi nanti kamu ingetin aku yaa, kalau lupa nyimpennya dimana " jawab Dona santai.


Keheningan sesaat pun terjadi.


Sambil menarik nafasnya,


" Baiklah, memang diri ini harus bersabar, aku tunggu " ucap Rahma.


" Yowes, assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Seperti yang sudah direncanakan, akhir pekan ini adalah jadwal untuk fitting busana pengantin dan bertemu dengan WO yang mengurusi acara pernikahan Rahma dan Dimas.


Setelah Khalis menjemput Rahma dan Dimas, mereka segera menuju butik Noer.


" Eeee Alta ikut " ucap Rahma melihat Dona yang sedang memangku bayinya.


" Ikutlah, pabrik susunya disini, yaa bosnya harus nempel "


" Eh Mbak, waktu itu berapa lama sampai hamil Al "


" Hmmm sekitar 3 bulanan. Aku tuh selalu segitu, waktu program Aisha yaa 3 bulan akhirnya positif, eeee adeknya semua juga 3 bulanan aja programnya, trus alhamdulillah langsung positif "


" Ooo gitu. Hmmm minum vitamin atau apa gitu ga Mbak?? "


" Suplemen wajib untuk yang mau program hamil sampai selesai menyusui itu asam folat, vitamin B complex, vitamin D3 hmmm padahal aku S1 lho... "


" Mbaaaak.....!!!! " protes Rahma.


" Laaa emang bener kok, aku kan S1 tapi vitaminnya D3, sudah ga boleh protes. Nah trus, ooo kalsium!! ini penting kuadrat, masuk bulan ke-6, pegal-pegal itu pun menerjang, terutama di punggung, kan menahan beban di depan tuh, bukan beban penderitaan yaa Ma "


" Terserah Mbak deh " jawab Rahma pasrah yang membuat Dona dan Khalis tertawa.


" Ma, hidup jangan selalu dibawa serius, santai itu juga perlu. Sekarang ini, anggap aja kita sedang refreshing, cuci mata, keluar dari rutinitas, just enjoy and relax. Nah ngobrol sama aku juga hiburan lho, coba kapan lagi kamu bisa ngobrol seperti ini??? pasti ga pernah kalau bukan sama aku kaaaan " ucap Dona.


" That's right Ma, but if you wanna turn left... " tambah Khalis.


" Mas!! kenapa sekarang jadi ikutan eror sih?? " protes Rahma yang memotong kalimat Khalis.


" Ma, aku tuh memang dari dulu seperti ini, cuma di kantor aja yang mengkulkaskan diri, ya ga Yang??!! "


" Yup!! Pak Bos ini memang berkepribadian ganda. Hmm ganda campuran atau.... "


" Campuran dong Yang, kan kita duet selalu " jawab Khalis.


" Ooiya, kita pasangan duet maut yak "


Dimas hanya tersenyum mendengarkan kedua kakak sepupu iparnya bercanda, tetapi tidak dengan Rahma yang terlihat cemberut.


" De, kok cemberut?? " tanya Dimas yang melihat Rahma dari kaca spion tengah.


" Ga papa, fokus nyetir aja Bang " jawab Rahma.


" Nah, Dimas fokus nyetir, kamu pangku Al aja " ucap Dona sambil menyerahkan bayinya kepada Rahma


" Biar ga bengong, aku kasih kerjaan " lanjutnya lagi.


" Lucuuuuk!!! iiii kamu bayi ganteng, ga takut orang yaaa, gemesin amat siiii "


" Dan tetiba moodnya bagus lagi " ucap Dona sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah memangku Al beberapa saat,


" Ternyata berat juga!! "


" 8,5 kg kalau ga berat itu namanya apa?? "


" Tapi kok emaknya ga gemuk?? " tanya Rahma.


" Eeeiit jangan salah, beratku tuh turun hanya sebulan setelah melahirkan, trus mentok ga turun lagi, ini belum berat normal, masih kelebihan sekitar 5 kg "


" Biasalah, faktor 'U', yang juga bikin susah turun " lanjut Dona.


" Tapi kalau lihat genetik keluarga kita, siapa sih perempuan yang gemuk?? ga ada kan?? yang laki ada, tapi juga cuma Wawan sama Ewing aja yang gemuk, karena genetik dari bapak. Kalau dari ibu kan slim semua "


" Eh iya bener, ga ada yang gemuk yaa dari keluarga ibu "


" Ho oh, makanya tenang aja, ntar kamu juga ga bakalan gemuk-gemuk amat kalau hamil "


" Nah tuh, ada yang no problemo kalau dirimu sedikit membulat, lebih sexy yaa " tambah Dona.


" Ini yang sering bikin kami para pria ini suka sebel bin kesel, hanya masalah berat badan atau bentuk tubuh yang membulat sesudah melahirkan " giliran Khalis berpendapat.


" Wajarlah kalau gemuk dan asal tahu aja yaa, wanita yang sedang mengandung mau bentuknya seperti apa pun itu tetap sexy di mata suaminya, bahkan jauh lebih menarik dari biasanya. Tapi yang akan jadi masalah, ketika dia tidak merawat diri, acak-acakan, ga mandi, yaaa intinya ga memberikan penampilan yang sadap dipandang mata untuk suaminya. Mau gemuk asal tetap rapi, wangi, ga masalah "


" Seperti Dona, anti daster, baju di rumah sama dengan baju pergi, beda di jilbab aja. Nanti di kamar ada baju dinas lagi " tambah Khalis yang membuat tawa.


" Eeee jangan mikir macem-macem, baju dinas itu bukan cuma lingerie, itu sih baju dinas khusus, tapi kalau yang harian, yaa baju yang sexy sedikit lah, hmmm misalnya tanktop, trus apalah dress yang tali satu, intinya you see my kelek " ucap Dona menambahkan yang membuat suasana semakin pecah.


" Sedikit back less juga seru " tambah Khalis lagi.


" Seru yaa, adem tau Pak!!! "


" Yaaa nanti kan diangetin "


Rahma dan Dimas pun tak henti tertawa dengan gaya khas obrolan Khalis dan Dona.


Tak terasa, akhirnya mereka tiba juga di butik Noer.


Rahma dan Dimas masuk terlebih dahulu dan diikuti oleh Khalis dan Dona.


Setelah sebelumnya Rahma dan Dimas telah memilih busana pengantin mereka, maka hari ini mereka berdua akan melakukan pengepasan busana pengantin mereka.


Disaat keduanya berganti pakaian untuk mencoba busana pengantinnya, Noura sang pemilik butik datang menghampiri Dona dengan membawa dia buah gaun.


" Mbak Dona, ini baju hasil desain Mbak kemarin, gimana sesuai ekspektasi ga?? "


Dengan mata yang berbinar, Dona menjawab,


" MasyaAllah!! ini gaunnya?? jadinya lebih bagus dari bayangan saya "


" Alhamdulillah sesuai ya Mbak. Oiya, saya buat 2 gaun, yang satu versi ekonomis dan satunya versi eksklusif " ucap Noura.


Sambil memperhatikan detail gaun yang dimaksud, Dona pun mengerti maksud dari Noura.


" Yang ekonomis pakai payet pasir silver dan yang eksklusif pakai zircon yaa?? "


" Mbak Dona ternyata jeli "


" Hmmm bahannya juga beda yaa, ini sifon dan tule ?? dan iniii hmm lacenya bagus " ucap Dona dengan mata berbinar.


" Iya Mbak. Oiya, kalau ada desain gaun yang lain, boleh dong ditawarkan ke sini lagi "


" In syaa Allah. Oiya, ini jadinya super mewah. Hmmm berapa harga jualnya, Mbak?? " tanya Dona.


" 10 juta tetapi kalau untuk sewa 3,5 juta untuk yang ekonomis. Sedangkan untuk yang eksklusif dijual 20 juta dan sewanya 7,5 juta "


" Well worthed "


" Sudah ada yang naksir gaunnya, padahal baru 3 hari saya pajang di website, banyak yang nanyain. Nanti akan kami beri fee tambahan sebesar 20% dari harga jual jika ada yang membeli "


" Really?? masih ada fee lagi?? saya kira beli putus?? "


" Kami selalu menghargai hasil karya desainer-desainer, untuk kami berbagi keuntungan dengan mereka merupakan kepuasan tersendiri untuk kami "


" Semoga butik Noer diberkahi Allah "


" Aamiinn, makasih Mbak Dona "


" Sama-sama. Oiya, ini pengantinnya mana yaa?? kok lama ganti bajunya " tanya Dona.


" Sebentar Mbak, Rahma lagi pakai kerudungnya " jawab Dimas yang baru saja keluar dari fitting room.


Tak lama kemudian, Rahma pun keluar dengan busana pengantinnya.


" Perfect!! ini lebih pas dari yang lalu " ucap Dona.


" Iya Mbak, lebih nyaman dipakainya "


Dimas tak henti memandangi Rahma dengan senyum yang merekah, membuat Dona tak bisa untuk tidak berkomentar.


" Hmmm baru lihat pakai baju pengantinnya aja sudah lupa ngedip, gimana kalau sudah lengkap dengan make-up dan tiara itu?? "


" Eh iya, begini aja sudah kelihatan bedanya " jawab Dimas.


" Tunggu 2 pekan lagi " ucap Rahma.


" Aaaah, aku sudah ga sabar " lanjut Rahma.


Setelah selesai fitting, mereka segera bertolak menuju Secret Garden Cafe untuk bertemu Andi dan Asya.