Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 19 Persiapan Awal



Sesuai dengan kesepakatan mereka berdua, Dimas dan Rahma akan menutup rapat-rapat lamaran mereka. Bahkan mereka berdua tetap kembali seperti sebelumnya, yang hanya bertegur sapa seperlunya saja.


Di ruang kerja manajer, setelah istirahat makan siang, Khalis dan Dimas sedang berdiskusi tentang pernikahan Dimas.


" Jadi, apa kamu sudah tentukan tanggalnya?? "


" Tanggal pastinya belum Pak, tapi kalau bulannya in syaa Allah antara November atau Desember "


" Lokasinya?? "


" Naaah, enaknya di mana Pak??? "


" Laah, kamu gimana?? belum ada bayangan mau resepsi dimana?? "


" Hmmm ada sih.... pinginnya outdoor... "


" Kamu nyontek acara saya ?? " potong Khalis.


Dengan menarik nafas panjangnya,


" Iya!! saya nyontek konsep acara walimahan Pak Bos kemaren!! " Dimas pun menjawab dengan ketus yang membuat Khalis tertawa.


" Gitu aja marah. Akhir tahun biasanya hujan lho, kalau mau outdoor harus dipertimbangkan lagi. Mending tetap indoor, tapi dekorasinya yang dibuat seperti outdoor. But, budget kamu berapa?? "


" Saya ada dana 50 juta, Rahma 30 juta "


" Hmm 80 juta, outdoor, undangan?? "


" 250 "


" Ok, kalau kamu butuh dana tambahan, segera hubungi saya "


" Eh ga lah Pak, saya ga mau ngutang "


" Siapa yang mau ngasih kamu pinjaman?? saya akan bantu, kamu kalkulasikan semuanya, nanti kekurangannya berapa, akan saya tutupi "


" Serius Pak?? "


" Iya, tanpa syarat dan keterangan berlaku "


" Beneran?? " tanya Dimas lagi.


" Ga, saya bohong!! "


" Kamu tuh, mau saya bantu kok ga percaya banget sih??!! "


" Pak, kan saya cuma asisten?? "


" Kamu asisten yang berdedikasi, saya suka kinerja kamu. Lagi pula kamu kan calon adik sepupu ipar saya juga, yaa sebagai kakak yang baik sudah seharusnya memberikan bantuan "


" Syukron Pak " ucap Dimas sambil menjabat erat tangan Khalis.


"'Oiya Pak, saya nanti mau pindah ke apartemen, ga di kostan lagi "


" Apartemen mana?? "


" Yang dulu Pak Bos pakai, bisa ga Pak?? "


" Kamu mau nyewa disitu?? perbulan 3,5 juta belum termasuk air dan plistrik "


" Itu sudah full furnice atau kosong?? "


" Full furnice, kamu cukup bawa koper aja. Ini nomor kontak marketingnya "


" Syukron Pak "


" Oiya, kapan ujiannya?? " tanya Khalis mengenai kuliah S2 Dimas.


" In syaa Allah awal Desember "


" Semoga diberikan kemudahan untuk segala usaha yang kamu lakukan "


" Aaamiiinnn "


" Eh dobel deg-degan nya dong??!! "


" Hehehe iya Pak, tapi yaa jalanin aja lah "


" Sekalian deg-degan, sekalian leganya yaa "


" Iya Pak "


Sementara itu, tak berbeda dengan Dimas, Rahma pun berdiskusi dengan Dona untuk persiapan pernikahannya nanti.


Untuk itu, Rahma menjadi sering menginap di rumah Dona.


" Mbak, bantuin pilihin temanya dong " pinta Rahma sambil menyodorkan beberapa foto konsep tema pernikahan.


" Mahal lah Mbak kalau pakai WO "


" Terus kamu mau ngurus sendiri semua?? ga mungkin lah, kamu berdua kerja. Ga bakalan bisa ngatur sendiri "


" Mbak Dona kan ada waktunya?? " ucap Rahma sambil menaik-turunkan alisnya.


" Hoooo meaning you, aku yang jadi WOnya??? "


Rahma menjawab tanpa kata, ia hanya menjawab dengan senyum lebarnya dan anggukan kepalanya.


" Soprano kali !!! "


" Wong aku nembe nduwe bayi kok di ngkon sibuk ngurusin nikahan mu. Emoh aku!! nggolek liane wae "


" Ih Mbak, ayolah help me "


Dona bangkit dari kursinya lalu memanggil suaminya.


" Maaaasss, sini deh, ada sesuatu hal yang mustahil "


" Ih apa sih Mbak?? kok mustahil??!! " protes Rahma.


Dona kembali duduk tanpa menjawab pertanyaan Rahma.


Tak lama, Khalis pun datang dan duduk disamping Dona.


" Kenapa?? "


" Aku diminta jadi WO " jawab singkat Dona.


Khalis segera menatap ke arah Rahma.


" Berani sekali kamu meminta istriku jadi WO!! "


" Ooo please, drama apalagi sih iniiii??!! " protes Rahma.


" Bukan drama Ma. Tapi itu jelas tidak mungkin, big no no, pokoknya " jawab Khalis.


" Told you " tambah Dona santai.


" Whyyyy!!! tell me why!!! "


" Ain't nothing but a mistake " jawab Khalis dan Dona kompak dengan lagu boyband tahun '90an.


" Ish kompak ga jelas!!! "


" Listen Ma, satu, my lovely wife baru aja melahirkan...


" Mas, ga usah pakai lovely-lovely deh !! ish heran banget sih!! " protes Rahma.


" Yowes, kedua, my cutie wife ini ku sabotase selama weekend "


" Mbak, masih kuat ndengerin kata-kata kek gitu?? "


" Dikuat-kuatin aja Ma, ntar kalau ngambek trus nangis kan repot "


" Dan ternyata keputusan ku salah, untuk menyelenggarakan akad dan resepsi di Jogja "


" Hooo jadi mau pindah lokasi?? balik ke Jakarta?? sok lah " sahut Dona santai.


" Mbak, Mas, bisa ga yaa, serius sebentar aja, buat ngebahas nikahan ku aja kok, pleaseee "


" Laa wong dari tadi aku yoo serius kok, I'm not kidding "


" Ngene lho Ma, semuanya musti kamu bahas berdua. Nah, mumpung ada Mas Khalis, ngomong lah, mau kamu akad dan resepsinya gimana?? konsepnya gimana?? kamu maunya pakai baju apa?? Jawa modern, nasional atau internasional. Dari sana, dekorasinya mengikuti. Lokasinya juga. Tapi yang lebih utama lagi, budget kamu berapa?? ujung-ujungnya budget kok "


" Dimas bilang budgetnya 80 juta, tapi ga masalah, nanti saya bantu kekurangannya "


" Mas?? serius?? "


" Ma, buruan deh konsepnya mau gimana?? saya lagi males ngomongin duit. In syaa Allah saya bantu, titik " ucap Khalis lagi.


" Ma, kamu pilih WO aja dulu. Mereka ngebantu banget lho. Semua mereka yang atur, sesuai budget kita " tambah Dona.


" Jadi harus yaa?? "


" Kecuali kamu mau ngurus sendiri semua "


" Hehehe ya ga lah "


Malam itu Rahma pun berdiskusi dengan Dona dan Khalis tentang acara pernikahannya nanti.


Dona juga membantu Rahma untuk menentukan WO yang akan digunakan sesuai dengan budget.