Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 8 Kaliurang



Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, sampailah mereka di lokasi outbound, Kaliurang.


Setelah menurunkan barang bawaan dari Bis, para karyawan berkumpul di lapangan untuk memulai kegiatan outbound.


Pemandangan tak biasa dirasakan oleh para karyawan, akhirnya Pak Bos Kulkas mengikuti kegiatan outbound, setelah 2 kali kegiatan sebelumnya ia hanya sebagai penonton.


Waktu telah menunjukkan pukul 08.30, pihak outbound Kaliurang pun mulai melakukan perkenalan trainer dan dilanjutkan dengan berbagai macam kegiatan. Pelatih outbound membagi peserta outbound menjadi 3 kelompok.


Kelompok anak-anak dan remaja, karyawan dan keluarga.


Dimas dan Rahma telah berada dalam barisannya masing-masing.


Peserta outbound diminta untuk membuat kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 7-8 orang.


" Pak Bos!!! dilarang 1 kelompok sama Pak Dimas yaaa!!! "


Terdengar teriakan salah satu karyawan, membuat karyawan lain ingin lari dari sana, karena mereka tidak ingin menerima hukuman dari Pak Bos Kulkasnya.


Khalis pun menoleh ke arah suara, lalu dengan senyumnya ia pun menjawab,


" Siaaap!! tenang aja, hari ini duo kulkas akan memisahkan diri "


Mereka pun saling berpandangan, tak mempercayai pendengaran dan penglihatan mereka.


" Ma!! Pak Bos senyum!! " bisik Clara.


" Is he melted?? " tanya Rahma tak percaya.


" He's no longer kulkas!! he's melted guys!!! "


Aneka permainan mengasah otak, kepemimpinan pun dimulai.


Tawa dan celotehan bersahutan sepanjang kegiatan.


Hingga menjelang dzuhur, kegiatan dihentikan untuk istirahat makan siang dan shalat dzuhur.


Setelah shalat dzuhur berjama'ah, Pak Bos kulkas, Dimas dan beberapa karyawan pria mengambil posisi di bagian BBQ.


" Ada apa sama Pak Bos, Ma?? "


" Ga tahu, fenomena keajaiban apakah?? aku tak tahu " jawab Rahma.


" Haadeee Maaa!! kamu tuh dari planet mana sih?? bahasanya semakin aneh!! "


" Hmmm belum pernah ngobrol sama mbak Dona sih!! " jawab Rahma dalam hati.


" Eh, kasih nampannya buat yang sudah matang " ucap Bu Dewi.


" Ma, kamu aja " ucap Desi.


Semua mata menuju ke arah Rahma untuk memberikan nampan ke bagian BBQ.


" Waaaa, apakah aku tumbal???!! "


" Sudah sana kasih aja sih!! "


Mereka pun mendorong Rahma ke arah BBQ.


" Baiklah, karena diriku ini baik hati dan tidak sombong, anti julid dan... "


" MAAAA!!! BURUAAAANNN KASIIIIIH!!! "


Rahma pun segera berjalan menuju area BBQ sambil tertawa.


" Permisi Bapak-Bapak, ini untuk tempat yang sudah matang "


" Taruh di meja ini Ma " ucap Pak Bos Kulkas.


" Baik Pak "


" Dim, tolong lanjutkan, saya sudah selesai "


" Baik Pak "


Dimas pun mengambil alih posisi Pak Bos Kulkas yang berjalan menuju tempat keluarganya.


" Ma, tolong ini yang sudah matang bisa kamu distribusikan "


" Distribusi ya Pak, berasa pelajaran ekonomi " jawab Rahma sambil tertawa.


" Ya itu deh maksudnya, terima kasih "


" Siap Pak!! "


Rahma kemudian kembali berjalan ke arah karyawan dan keluarga.


" Yang lapar!! mariiiiii!! " teriak Rahma sambil membagikan daging BBQ panggang.


Makan siang pun diisi dengan canda tawa dan swafoto.


" Ma, Kulkas 2 mulai melted juga yaa?? "


" Hmm?? masa ' ?? " Rahma balik bertanya.


" Iya deh, tuh lihat bisa bercanda, trus dia juga ngajak kamu ngobrol "


" Yeee, itu bukan ngajak ngobrol, tapi perintah atasan!! " jawab Rahma.


" Yaa sama aja kan?? kan kamu diajak ngomong "


" Nii yaa, kalau diajak ngobrol, kata-katanya seperti ini, ' Ma, kamu sudah makan?? kamu makan apa?? hmm kamu sudah ngapain aja??' Tuh, baru ngajak ngobrol "


" Udah deh, ga usah ngayal. 2 kulkas itu, out of our league. They're belongs to others yang satu frekuensi. Aku nyari yang 1 frekuensi, biar bisa ancur-ancuran bareng!! " jawab Rahma.


" Hmmm kalau aku sii, kulkas 1 jelas impossible, tapi kulkas 2 ?? why not?? ganteng, shalih.... " ucap Clara.


" Nah masalahnya kalau yang shalih itu ga bakalan ngelirik kamu!! " potong Bu Ayu yang memecahkan suasana.


" Eh tapi, kalian perhatikan ga?? Kulkas 1 ?? he's melted guys!!! "


" Iya bener, tadi di bus, kulkas 1 ketawa-ketawa muluk. Perasaan duduk sendiri deh, kok happy banget?? "


" Kulkas 1 memang duduk sendiri, tapi belakangnya ada siapa coba?? Bu Dona!! "


" Iiii aku jealous deh, itu cewek-cewek anaknya Bu Dona kenapa langsung pada manggil 'Ayah'?? "


" Yaa kulkas 1nya saja, nyebut dirinya 'ayah' ke anaknya Bu Dona "


Rahma hanya mendengarkan percakapan teman-temannya saja, ia tidak mau berkomentar banyak, karena jika teman-temannya tahu ia adalah adik sepupu dari Dona, maka ia akan diinterogasi.


Rahma melihat sekeliling, dilihatnya Dona yang tak seperti biasanya. Hari itu Dona terlihat sendu, tak bersemangat, padahal kegiatan ini untuk menyegarkan hati, pikiran dan badan.


Lalu, Rahma mengirimkan pesan WA kepada Dona.


" Mbak, ada apa?? you look soo gloomy "


Dona segera membalas pesan Rahma.


" Ga papa Ma, lagi mikir aja. Mikir mau nambah makan atau ga " canda Dona.


" Haadeee kumat!! "