
Keyla terbangun tengah malam karena mendengar teriakan ibunya. Keyla segera mengambilkan air putih dan menepuk pipi ibunya. Sepertinya ibunya mengalami mimpi buruk.
"Bu, ibu tidak apa-apa?" Ibunya mengangguk dan meraih gelas berisi air yang ada ditangan Keyla. Keyla menatap ibunya yang napasnya naik turun.
"Mama teringat lagi pembunuhan itu, pembunuhan Oma Darti." Keyla menelan ludahnya, segera dirinya memeluk ibunya dan membisikkan jika itu hanya mimpi buruk, walau dalam hati Keyla juga berdetak karena itu kejadian mengerikan yang pernah disaksikannya. Keyla juga merasakan hal yang sama, ketakutan jika terbayang kejadian itu.
"Semoga benar Ke, hanya mimpi buruk apalagi sekarang sahabat-sahabatmu ada di rumah itu." Ibunya mengambil karet pengikat rambut yang ada di atas nakas dan mengikat rambutnya yang berantakan. Ibunya bersandar di kepala ranjang, kemudian mengelap keringat yang membasahi wajahnya.
"Key, ibu takut jika itu benar pembunuhan, pembunuh itu masih hidup dan mungkin mengincar Livia dan lainnya." Keyla menarik napas menormalkan debaran di jantungnya, karena ketakutan kembali menghampirinya.
"Ibu, tidak perlu panik. Itu kan bunuh diri, yang berpendapat itu pembunuhan hanya kita berdua. Polisi pun sudah menyelidiki dan menetapkan kejadian itu murni bunuh diri." Keyla tersenyum sedih.
"Iya sih Key, tapi mimpi tadi benar-benar terasa nyata. Mama mimpi Oma dibunuh oleh orang lain, pria itu mengejar-ngejar Oma menuruni tangga." Keyla menggenggam tangan ibunya erat.
"Mungkin itu cuma mimpi, karena beberapa hari yang lalu kita membahas rumah itu. Jadi kenangannya masuk ke dalam mimpi kita." Ibu Keyla terlihat menerawang. Keyla menatap ibunya hati-hati.
"Bu, boleh aku bertanya?" Ibunya mengangguk. Penasaran apa yang akan ditanyakan oleh anaknya.
"Apa benar, Oma Darti melakukan perdukunan seperti yang dikatakan orang-orang?" Ibu Keyla menggeleng.
"Walaupun ibu, cuma mantu dikeluarga Oma Darti, tapi ibu yakin kok Oma Darti tidak melakukan hal-hal seperti itu. Oma Darti kaya raya karena peninggalan kakekmu, dan juga karena perusahaan yang sekarang ibu kelola." Keyla diam, mencari tahu apa alasan dari bunuh diri om Darti.
"Tapi ibu tidak lupa kan dengan taburan bunga-bungaan dan dupa serta patung-patung aneh yang ada diruang tamu tempat oma Darti meninggal." Ibu Keyla mengangguk lagi, dia masih ingat dengan semua benda-benda yang menunjukan jika itu praktik perdukunan. Tetapi ibu Keyla merasa tidak yakin dengan semua itu, sebab dirinya tidak pernah melihat benda-benda seperti itu ketika mertuanya masih hidup.
"Bu, apa benar yang dikatakan orang-orang jika itu ulah pak Doni yang mengejar-ngejar cinta ibu?" Ibunya mengangkat bahu tidak tahu.
"Bu, yang kerja di rumah eyang memang ada berapa orang sih dulunya?" Keyla menunggu jawaban ibunya, karena ibunya terlihat berpikir keras.
"Banyak sih Key, tapi yang menetap dan tinggal bersama Oma adalah bi Surti tukang masak dan bersih-bersih, mang Udin sebagai satpam dan Monik yang merawat Oma Darti. Tapi semenjak Oma Darti meninggal mereka semua hilang tanpa kabar, bahkan mereka tidak mengambil gaji terakhir mereka. Ibu pernah mencari keberadaan mereka, tapi nihil. Sekarang yang bertahan adalah tukang kebun, ibu lupa namanya. Dia orang yang berkebutuhan khusus, kasian ibu kalau mau menghentikannya." Keyla manggut-manggut kemudian menatap wajah ibunya penasaran.
"Alamat mereka dimana Bu? Keyla ingin ketemu, ada yang perlu Keyla tahu." Ibunya menggeleng, menatap Keyla pasrah.
"Ibu tidak tahu sayang, dan kalaupun ibu tahu, ibu tidak mengizinkan kamu untuk pergi. Ini berbahaya Key, kita baik-baik saja sampai sekarang ibu bersyukur. Karena menurut ibu kematian itu benaran pembunuhan. Jika pendapat ibu benar, sebaiknya kita tidak perlu lagi mencari tahu lebih jauh." Keyla menatap ibunya kecewa. Ibunya menatap ke arah lain.
"Bu, Keyla janji tidak akan mencari tahu lagi. Yuk, kita tidur lagi." Ibu Keyla mengangguk dan kembali memejamkan mata agar terlelap. Keyla juga akhirnya kembali tertidur nyenyak seperti ibunya.
Keyla akhirnya bertemu dengan oma Darti, oma Darti mengajak Keyla untuk mengelilingi rumah besar ini. Padahal saat masih kecil dulu, Keyla dilarang untuk mengelilingi rumah ini takut Keyla kesasar kata omanya. Keyla tersenyum sambil mengobrol tentang makanan kesukaannya yang bertambah banyak, oma Darti tertawa mendengar pengakuan Keyla dan mengajak keyla untuk belajar memasak kue menggunakan resep rahasia yang menjadi andalan Oma Darti.
Kamar pertama yang mereka masuki adalah kamar utama yang ada di lantai dua, kamar itu milik oma Darti. Tidak ada yang istimewa selain foto-foto penuh kenangan yang disimpan oleh oma Darti, Keyla hanya mendengarkan ketika oma Darti sibuk mempromosikan. Yang menarik perhatian Keyla adalah ketika oma Darti pindah untuk meriksa gudang yang tidak pernah di masukinya sejak dulu. Oma Darti menyuruhnya diam, di dalam ruangan itu dipenuhi oleh benda-benda aneh seperti boneka-boneka tradisional dan terdapat kembang-kembang dan dupa yang menyala.
Keyla menatap Oma Darti was-was, om Darti juga kelihatannya terperangah. Oma Darti mulai menyentuh benda-benda itu.
"Kraakk" seseorang keluar bersama dengan pacul yang ada di tangannya. Keyla segera menarik tangan Oma Darti untuk berlari, orang itu mengejar mereka. Keyla merasakan tubuhnya terlempar dan ketika gadis itu menoleh Oma Darti telah terjatuh dan pria tadi menyeringai kejam menatapnya. Pria itu mengangkat paculnya dan mengejar dirinya. Keyla segera berlari untuk keluar dari kamar itu, keyla menuruni tangga dengan ngos-ngosan.
Tap! Tap! Tap!
"Kreeeeeeek! "
Keyla terjatuh, dan suara pacul yang bergesekan dengan lantai membuat gadis itu merinding. Keyla berusaha sekuat tenaga menarik dirinya agar menjauh dari rumah omanya.
"Aaaakkkh" Keyla merasakan jantungnya mau copot ketika pacul itu diarahkan kepadanya.
"Hosh, hosh, hosh" Keyla menghembuskan napas terengah-engah kemudian membaca taauz dan meludah tiga kali di samping kiri.
Apa ini hanya mimpi atau mimpi yang mempunyai mimpi yang tersirat?
Keyla termenung, gadis itu menatap ibunya yang terlihat terlelap. Lagi pula kenapa ibunya tidak menjual saja rumah itu. Keyla rasa memang seharusnya dia tidak perlu lagi untuk mencari tahu lebih jauh, karena mimpi-mimpi buruk selalu menghantuinya. Keyla mengecek media sosial miliknya, tidak ada informasi terbaru dari teman-temanya. Keyla memantau akun Ig Livia, tidak ada pembaruan. Keyla merasa teman-temannya mulai berubah.
***$
Maaf lama karena aku juga suka takut kalau nulis horor😎
jangan lupa, vote, like dan komentar ya 🥰