RAIDEN

RAIDEN
8 - Keegoisan



Karena tidak mendapat arahan lagi, pria bernama Kouki tersebut tidak tahu harus melakukan serangan yang seperti apa. Padahal kondisinya masih melawan dua zombie.


CRAAASH..!


AAAKH..!


Lengannya dicakar begitu dalam, satu zombie melompatinya dan menggigit telinga kirinya hingga putus. Kouki berteriak kesakitan dan berusaha memberontak.


Sekuat tenaga dia mendorong dan melempar zombie yang duduk di pundaknya.


"Aku Menyerah! Aku Menyerah! Aaakh!"


Kouki berulang kali berteriak bahwa dirinya menyerah, dia tidak mau lagi melanjutkan permainan. Namun yang memutuskan permainan dilanjutkan atau tidak bukanlah dirinya, melainkan Rex--Pemimpin dari kelompoknya.


"Kouki..!!"


Seruan dari pemuda yang berdiri di samping Roku terdengar begitu khawatir. Di dunia Elvort Garden, dirinya dipanggil sebagai 'Kla', ia anggota ketiga dari kelompok Rex.


".. Selamatkan Kouki..! Ayo menyerahlah, Menyerahlah Rex..!"


"Tidak akan.. Tidak Akan Pernah!!"


Kla yang berdiri di samping Roku tidak tahan lagi. Dia berjalan dan mencengkeram kerah baju Rex lalu memaksa temannya itu untuk menyerah. Sayang usahanya sia-sia dan dia juga lebih lemah dari Rex sendiri.


Raiden memperhatikan pertengkaran pemain dari kelompok empat, sementara Yun dan Lulu fokus melihat tubuh Kouki yang mulai terpisah-pisah karena digigit dan dicakar oleh zombie.


"Mereka sudah kalah. Tidak ada alasan bagi mereka untuk melanjutkan permainan ini. Aturannya.. Kelompok yang anggotanya tidak lengkap akan tereleminasi,"


Lulu bisa melihat bahwa pemain yang ada di dalam labirin sudah tidak lagi bernyawa. Ini bisa dilihat dari setiap bagian tubuh yang terpisah tersebut mulai memudar, menjadi butiran cahaya, dan kemudian menghilang.


!!


Kla yang melihat keadaan Kouki menjadi sangat terkejut, dia melepaskan cengkeramannya dari Rex dengan kasar.


Kla tidak menyangka Rex begitu egois dan lebih memilih mengorbankan rekan sendiri dibandingkan dengan kehilangan banyak Poin.


".. Kau tidak pantas menjadi pemimpin!"


"Apa katamu?!"


Rex meradang, kini giliran dia yang mencengkeram kerah baju temannya. Karena tubuhnya--dia mampu membuat Kla berjinjit.


Tidak ada rasa takut pada tatapan mata temannya ini dan itu membuat dirinya semakin kesal. Tangan kanan Rex mulai terkepal dan nyaris mendarat di pipi Kla andai tak ditahan oleh Roku.


"Tidak seharusnya sesama tim saling berkelahi,"


"Lepaskan!"


Rex menarik tangannya dengan kasar dan kemudian mendengus singkat. Dia lalu berjalan pergi tanpa rasa bersalah sama sekali.


Kla yang sebelumnya dicengkeram Rex nampak tertunduk dengan pandangan yang gelap. Kedua tangannya terkepal kuat dan berusaha menahan amarah di dalam dirinya.


"Kau sudah berbuat kesalahan Rex.. Saat ini aku mungkin belum bisa mengalahkanmu, tapi akan kuingat semua ini. Kau harus membayar atas apa yang telah kau lakukan pada Kouki,"


Mata yang mengandung dendam, ini bukan lagi sesuatu yang baik. Rex telah menumbuhkan bibit permusuhan pada rekannya sendiri dan itu tidak hanya disadari oleh Raiden, tetapi juga pemain yang lain.


Mau setegang apa suasana sekarang, permainan harus tetap dilanjutkan. Kla berjalan ke arah para pemain saat kelompok kelima menggantikan tempatnya, dia berdiri tepat di samping Raiden.


Karena aturan, Rex tidak bisa meninggalkan ruangan. Dia terpaksa berdiri di antara para pemain dan menunggu sampai permainan labirin ini selesai.


Dirinya jelas mendapat pandangan mata berbeda-beda. Ada pemain yang mendukung keputusannya, namun tidak sedikit yang mengutuk tindakannya barusan.


*


*


Potongan tubuh Kouki muncul di lantai bawah tanah HD Corporation, tempat yang memang ditujukan bagi pemain Elvort Garden--yakni mereka yang berhasil mengalahkan big bos dan mereka yang tewas di dunia tersebut.


"Pemain ketiga di jam ini.. Haah.. Padahal aku sangat lapar.." seorang pria berusia 27 Tahun dengan pakaian serba putih nampak berujar pelan, dia merupakan salah satu pegawai HD Corporation yang bertugas membersihkan mayat pemain game Elvort Garden di lantai ketiga-Bangunan bawah tanah.


"Kawan, kau hebat karena masih bisa memikirkan perutmu di kondisi semacam ini. Aku saja lebih merasa ingin muntah daripada lapar,"


Pemuda lain yang berpakaian sama nampak mengambil potongan tangan Kouki, dia memasukkan anggota tubuh tersebut ke dalam kantong mayat di dekatnya.


".. Setiap hari kita selalu mengurusi banyak potongan mayat. Mulai dari otak yang keluar, usus yang berhamburan, cincangan daging.. Tidak ada mayat yang benar-benar utuh di transfer dari game itu,"


"Rutukanmu tidak berguna, sebaiknya cepat kerja saja. Jika Nona Hanny mendengarnya.. Kau pikir dia akan mengampunimu?"


"Apa kalian mencariku?"


!!


Kedua pegawai berpakaian serba putih itu terkejut, mereka mendengar suara wanita yang jelas-jelas adalah orang yang mereka maksud.


Hanny berjalan santai, dia memakai kemeja putih dan rok berwarna hitam. Ukuran bagian atas tubuhnya benar-benar menggairahkan, belum lagi wajah dan bentuk tubuhnya itu bisa merangsang tekanan darah siapa pun.


Salah satu pegawai berusaha menelan ludahnya, dia tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari wanita cantik tersebut. Teman yang berdiri di sampingnya juga nampak mematung, mereka berdua sudah setiap hari melihat wanita cantik bertahi lalat kecil di pipi sebelah kirinya itu dan tidak pernah bosan.


"Kalian tidak digaji untuk bicara. Lanjutkan pekerjaanmu."


"Baik Nona!"


Seruan kedua pegawai HD Corporation begitu semangat, mereka melanjutkan kembali memunguti setiap potongan daging manusia dan menaruhnya dalam kantong mayat.


Hanny memperhatikan mereka dengan seksama dan juga setiap pegawai yang ada di ruangan ini. Dirinya menyuruh mereka semua untuk mengurangi bergosip dan lebih banyak bekerja.


"Nona Hanny.."


Seorang pegawai wanita mendekat dan menyerahkan laporan tentang mayat yang semakin meningkat setiap hari. Dia juga mengatakan bahwa Hanny diminta untuk ke ruangan ketua.


Hanny tahu itu, dia menyuruh pegawai wanita di sampingnya agar pergi lebih dulu. Hari ini dia memang punya banyak kesibukan, apalagi dengan rapat yang seminggu lagi akan diadakan oleh semua pemangku kepentingan game Elvort Garden.


Rapat tersebut akan diadakan secara terbuka dan membahas tentang pembaruan game ini serta memperbaiki bug yang ada. Tujuh stasiun televisi akan menyiarkan rapat itu secara live agar semua masyarakat dapat menyaksikan apa pun yang terjadi selama rapat berlangsung.


Salah satu ruangan di lantai teratas gedung HD Corporation--terlihat seorang pria tua dengan rambut pendek berwarna putih. Dia nampak seperti berusia 68 Tahun, namun postur tubuhnya masih cukup bagus.


Pria tua itu memperhatikan sebuah lukisan rubah yang tertempel pada dinding ruangannya. Tidak jauh di tempatnya berdiri, enam orang pemuda berjas hitam nampak berbaris rapi layaknya pengawal.



"Bagaimana menurut kalian tentang lukisan yang baru dikirimkan menantuku hari ini?" pria tua itu meminta pendapat para pemuda yang ternyata memang adalah pengawalnya.


"Lukisan itu sangat bagus Ketua.. Terlihat begitu indah," salah satu pemuda berusaha memuji, dia didukung oleh rekan-rekannya yang lain.


"Kau hanya mengatakan apa yang orang awam katakan. Lukisan ini memiliki goresan kuas yang lembut, penuh kesucian.. kedamaian.. dan misterius. Lukisan yang seperti mempunyai nyawa dan mampu menarik siapa pun untuk masuk ke dalamnya.."


Pria tua ini menarik napas panjang sebelum mengembuskannya perlahan. Dia sangat menggemari lukisan, ini bisa dilihat dari setiap dinding ruangannya yang sudah seperti galeri seni saja.


Perhatian pria tua tersebut tidak pernah teralihkan dari memandangi lukisan terbarunya. Di ruangannya ini tidak hanya lukisan saja yang ada, tetapi juga banyak foto berbingkai.


Salah satu foto menampakkan seorang anak laki-laki dengan tahi lalat kecil di bawah mata sebelah kirinya, anak itu mempunyai mata berwarna merah dengan tatapan menusuk namun mampu memikat.


"Hubungi pelukis terbaik, aku ingin memintanya membuat lukisan keluarga sekaligus cucu kesayanganku."


Pria tua itu tersenyum tipis, dia lalu berjalan ke meja miliknya dan mengambil salah satu foto di sana. Dirinya mengusap-usap wajah di foto itu dan menatapnya dengan penuh kerinduan.


"Cucuku pasti telah tumbuh menjadi dewasa sekarang ini.."


Pria tua berambut putih tersebut tidak lain adalah Tuan Hiro, dari keluarga Kenshin. Dia merupakan salah satu otak dibalik terciptanya game Elvort Garden.


"Entah bagaimana kabar cucuku.. Tetapi kuharap dia selalu dalam keadaan yang baik,"


Cucu yang dimaksud Tuan Hiro tidak lain adalah Raiden. Pemuda yang saat ini sedang memperhatikan kelompok lima untuk menyelesaikan ujian di dalam game Elvort Garden.


Yun dan Raiden terus memperhatikan bagaimana salah satu anggota kelompok kelima melewati labirin. Keduanya melihat seorang pria yang nampak berusia 27 Tahun dengan pakaian berwarna biru gelap.


Pemuda itu menggunakan dua pedang dengan ujungnya yang melengkung. Dia merupakan pemuda berbakat karena mampu melakukan perubahan jenis Vit yang membuat serangannya membentuk hewan berparuh tajam.


["Jarak sepuluh meter darimu.. mereka ada tiga dengan ukuran tubuh yang berbeda,"]


"Baiklah, aku sudah sangat siap. Tinggal menunggu arahan darimu.."


Raiden berdecak kagum dan mengatakan bahwa kepercayaan besar terhadap rekan akan membuat kelompok kelima berhasil melewati labirin.


Yun, "Mereka sama seperti kita, bukankah begitu Rai?"


"Mn, tentu saja. Kelompok kelima dapat menjadi rekan yang baik, kau harus berkenalan dengannya setelah ujian ini selesai.."


Yun mengangguk dan memutuskan mengingat wajah serta nama ketiga pemain dari kelompok kelima. Dia tidak henti-hentinya memuji kelompok itu yang setiap langkah dalam pertarungannya selalu terukur dengan sempurna.


Dalam waktu singkat, kelompok kelima telah menyelesaikan ujian mereka dan kini digantikan dengan kelompok keenam.


Kelompok itu terdiri dari dua orang gadis dan satu orang pria yang usia mereka nampak 20 Tahun ke atas.


Orang pertama yang mencobanya adalah salah satu gadis. Sayang baru saja dua menit berada di dalam labirin dan dia gemetar ketakutan. Tanpa memikirkan banyak hal, rekan yang bertugas menjadi pemandu langsung berseru dengan berkata bahwa dia telah menyerah.


***


-


-


Catatan Penulis :


'Karya' ini update tidak menentu, tapi untuk sekarang 'Penulis' sedang skripsi-an. Libur 2 Bulanan, jadi jangan ditunggu. (⌒▽⌒)Karya ini dapat saja update kalau Dasha agak senggang, tapi tetap jangan ditunggu..! Arigatou atas pengertiannya dan semoga Teman-Teman sehat selalu..! ( ´ ▽ ` )ノ


Pembaruan terakhir : 8 Agustus 2021