RAIDEN

RAIDEN
Pemilihan Skuad Inti



Seminggu berlalu, sore itu ketika latihan masih berlangsung Pa Guru memberikan Intruksi untuk segera berkumpul hadapannya. Semua menuruti intruksinya dan langsung merapat sesuai petunjuk Pak Guru. " Oke, semua sudah berkumpul ya? dimulai saja, saat ini Bapak akan memilih squad utama untuk kejuaraan nanti, yang belum terpilih jangan berkecil hati karena kalian semua adalah team jadi kalian semua harus saling support dan bantu ya. Bapak sebutkan, untuk posisi keeper sesuai penilaian Bapak memeilih Gaga, untuk 4 orang lainnya Beni, Rizwan, Nico dan Raiden. Oke setelah ini mari kita coba untuk membagi 2 team yang bapak sebutkan dan team cadangan untuk bermain layaknya pertandingan resmi, bapak sebagai Wasit 1 dan Pak Rubbisebagai wasit 2. Dapat dipahami sampai sini"? semua terdiam tanpa ada yang bertanya, "mungkin sudah faham semua" pikirku. " Siap pa" semua serentak menjawab. Akhirnya semua bermain dengan baik dan seru, saling balas gol, teknik dan kekuatanpun tertuang di pertandingan ini layaknya pertandingan resmi seperti yang pernah ku tonton ditelevisi. Pertandingan berlangsung dengan saling balas serangan sampai akhirnya pluit tanda berakhir pertandingan dibunyikan dan kedudukanpun dimenangkan oleh team utama yang hanya berselisih 2 angka saja dengan skor akhir 7 - 5 saja. Setelah bertanding kami dikumpulkan kembali untuk mengevaluasi hasil pertandingannya. Ada beberapa koreksi dan masukan dari Pak Guru mengenai pertandingan tadi, ya aku rasa memang ada kekurangan juga sih tadi. Setelah evaluasi beres kami bersiap untuk mengakhiri latihan hari ini, kami berkemas dan membereskan sisa latihan tadi langsung membubarkan diri.


Keesokan harinya masih dengan menu latihan yang sama yaitu mengasah skill dasar dan teknik kami juga di bekali dengan latihan strategi. Nah pentingnya strategi adalah untuk mengatur baik pola saat menyerang atau pola untuk bertahan di sesuaikan pula dengan lawan kita nantinya. Tapi kata Pak Guru " pertahan terbaik adalah menyerang" sama seperti kutipan di dalam salah satu anime kesukaanku yaitu Tsubatsa. Tak sedikit pula karena anime itu aku jadi terinspirasi menyukai sepak bola maupun futsal. Setelah semua diajarkan kami di tuntut pula berfikir cepat dan tepat saat dilapangan dan ketika dipertandingan futsal itu kita susah untuk memainkan bola lama beda hal ketika di sepak bola mungkin karena ukuran lapanganngan yang lebih kecil jadi kesulitan bergerak bebas makanya bola harus mengalir cepat. Sore harinya setelah selesai latihan Pak Guru memberi tahu kami bahwa lusa akan diadakan latih tanding dengan sekolah SD Budi Luhur yang menurut informasi dari beliau sekolah itu memiliki kualitas diatas kita, dan karena telah mendapat informasi itu aku jadi bersemangat dan tak sabar menunggu lusa.


Bersambung...