RAIDEN

RAIDEN
24 - Misi Lainnya



Raiden dan Ryouma berlari mengikuti Hide dan Liyan. Sepanjang lorong Dungeon tersebut, mereka terus mendengar suara yang rupanya tidak hanya dari depan---tetapi juga dari atas.


Ryouma mendongak, "Sepertinya yang bertarung di sana adalah Senior Karin. Kuharap mereka baik-baik saja,"


Raiden, "Kurasa juga begitu. Tidak perlu mengkhawatirkannya, mereka bukanlah orang yang lemah."


Semakin lama berlari, penciuman Ryouma mulai menangkap aroma yang aneh. Dia mengerutkan kening dan akhirnya yakin bahwa aroma yang diciumnya mirip seperti tinta.


Hide sendiri mulai menarik keluar pedangnya, firasatnya merasakan ada ancaman di depan. Dengan isyarat mata, dia menyuruh Liyan menerjang lebih dahulu, suara geraman pun terdengar.


Gluttony nyaris menusuk dada Yun ketika seekor singa tiba-tiba datang dan mengejutkannya. Geraman Binatang Roh itu bahkan membuatnya terdorong mundur.


Belum sempat berpijak dengan baik, dia kembali mendapat serangan dari seorang pemuda berambut kuning. Segera dirinya menahan serangan tersebut dengan melesatkan sekumpulan rambut yang memadat.


!!


Yang menyerang Gluttony tidak lain adalah Hide. Dia tidak menghindar, bahkan merasa serangan dari monster di hadapannya bukanlah apa-apa. Vit yang mengaliri pedangnya memberi serangan bagai semburan api dan kekuatan besar itu mampu membakar serangan rambut yang dialamatkan padanya.


Kedatangan Binatang Roh dan Hide telah memecah konsentrasi Gluttony, belum lagi kartu milik Yun masih saja meledak dan semakin menambah kesulitannya. Dia bahkan tidak mampu menghindari serangan dari titik buta yang ternyata tanpa sadar telah merenggut nyawanya.


!!


Ogiwara berhasil menebas kepala monster itu hanya dalam sekali ayunan pedang. Dia mengembuskan napas dan perlahan menapak di lantai, kumpulan rambut Gluttony yang menyelimuti sekelilingnya mulai terlihat memudar sebelum akhirnya menghilang.


Shoyo dan Mei mengembuskan napas, mereka lega tetapi di sisi lain juga tidak percaya harus terdesak hanya karena melawan satu makhluk saja. Apalagi ini semakin memalukan sebab mendapat bantuan dari orang lain.


Raiden yang baru saja tiba langsung menyadari kehadiran Yun di antara orang-orang yang dilihatnya. Dia pun tanpa ragu menghampiri temannya itu.


"Yun, kau baik-baik saja?"


"Rai, kau di sini juga?" Yun senang karena bertemu kembali dengan temannya, dia menepuk pundak Raiden dan kemudian menghela napas. "Aku benar-benar dikacaukan. Hanya melawan satu Gluttony dan kami justru disudutkan sampai seperti ini,"


"Kau dan tim milikmu sepertinya terlalu lengah, tapi baguslah kalian tidak apa-apa." Raiden sebenarnya mau ikut ambil bagian menghadapi Gluttony, namun dia sadar bahwa ada orang dalam tim-nya yang paling ingin tampil mencolok.


Meski agak terlambat datang, tapi Raiden tahu yang dihadapi Yun adalah monster dari jenis Gluttony. Hal ini karena hanya monster itulah yang menggunakan rambut sebagai penanda wilayahnya.


Hide terlihat berbicara dengan Ogiwara, sementara Ryouma membantu Mei dan Shoyo serta menanyakan keadaan keduanya. Yun sendiri dengan suara yang pelan mulai menyinggung kedua rekan satu timnya pada Raiden.


"Masalah ini harusnya tidak terlalu merepotkan andai Mei dan Shoyo mendengarku. Sayang, kedua orang itu termasuk anak liar dan jujur membuatku takut,"


Raiden mengikuti arah pandangan Yun dan mengerti maksud ucapan pemuda ini. Ada dua orang pemain berusia remaja dan terlihat bagai anak baru, mereka nampak masih dipenuhi aura yang penuh semangat masa muda.


"Anak-anak yang lincah, kau pasti sudah kesulitan.." Raiden menyentuh pundak Yun sambil memberinya semangat, ".. Kau telah berusaha keras. Aku yakin setelah ini mereka akan lebih penurut padamu,"


Yun justru mendengus, dia melirik Raiden. "Sejak kapan kau jadi sebaik ini? Apa mungkin para senior Guild Singa Emas berhasil menjinakkanmu?"


"Kau anggap aku ini apa?" Raiden protes, "Aku memang orang yang baik. Kau saja yang selalu berpikiran buruk tentangku,"


"Kau bukan orang baik. Kau sama saja dengan mereka. Orang seperti kalian sangat tidak waras," Yun berjalan ke tempat Ogiwara berada dan disusul oleh Raiden.


"Yun, kenapa kau jadi sejahat ini padaku..?"


"Siapa yang menjahatimu?"


"Tentu saja kau.."


Yun tidak mau membahasnya lagi, Raiden memang akan bertingkah seperti ini dan berpura-pura menjadi orang yang tertindas. Teman baiknya ini akan semakin melodrama bila terus ditanggapi.


"Senior?" Yun bertanya pada Ogiwara, "Perihal Gluttony ini … Aku merasa monster itu berkelompok, dia terlihat sudah bertarung sebelum jatuh ke bawah dan bertemu dengan kita."


"Aku juga sudah menduganya.." Ogiwara menengadah, dia dapat mendengar suara pertarungan yang berasal dari lantai atas, ".. Hanya saja tidak disangka monster seperti Gluttony berkelompok. Dia merupakan monster penyendiri dan jangankan monster lainnya … Dia bahkan membenci sesamanya sendiri."


Di karenakan cahaya yang keluar dari bulu-bulu halus dan surai Liyan … Raiden dan Yun bisa melihat ada perubahan pada raut wajah Ogiwara, mereka merasa pria ini telah menyimpan sesuatu. Belum lagi Hide juga nampak memasang raut wajah yang sama seperti Ogiwara, ini semakin menguatkan firasat mereka.


"Sebenarnya … Kami tidak hanya ditugaskan menjelajah dungeon, kan?" Raiden bertanya, "Apa mungkin ada misi khusus lainnya dan itu … Telah kalian sembunyikan."


!?


Hide tersentak, namun segera dapat kembali tenang. Dia pun menatap Raiden dan dengan dingin menjawab, "Ini bukan sesuatu yang merugikanmu meski kau tidak mengetahuinya, kau hanya perlu fokus pada misi yang diberikan padamu."


"Kau-"


"Sudahlah, tidak apa-apa.." Ogiwara menghentikan Hide saat merasakan kekesalan pemuda ini, dia lantas menatap Raiden. ".. Sebenarnya kami mendapat kabar terkait kemunculan 'Malware' di Elvort Garden, jadi-"


"Malware?!"


!!


Yun dan Raiden terlonjak kaget dengan seruan dari Shoyo dan Mei. Ogiwara dan Hide juga terkejut, Liyan bahkan tiba-tiba menggeram dan hampir melompat andai tidak segera ditenangkan oleh pemiliknya.


"Kalian ini apa tidak bisa tenang sedikit?! Yun itu kurus! Jika dia sampai mati karena kalian berteriak itu pasti sangat mempermalukannya!" Raiden menegur kedua remaja itu namun dadanya tiba-tiba dipukul oleh Yun tanpa peringatan.


Dirinya pun merintih dan melotot ke arah teman baiknya, "Kau keterlaluan sekali.. Ssh.. Aduh,"


"Kau pantas menerimanya. Siapa suruh bicara yang bukan-bukan,"


Hide menggeleng melihat tingkah kedua orang itu, dia baru akan bicara ketika Mei dan Shoyo langsung menyela dengan berbagai pertanyaan tentang 'Malware' ini. Kedua remaja tersebut penuh rasa ingin tahu yang besar.


'Malware' merupakan perangkat lunak dengan fungsi merusak, tetapi tidak disangka Shoyo dan Mei dapat mendengarnya dalam dunia ini.


Ogiwara menjelaskan bahwa bentuk Malware yang ada di Elvort Garden agak berbeda dengan yang Shoyo dan Mei pikirkan. Dia sendiri juga masih bertanya-tanya, karenanya penting menyelidikinya.


"Malware..?" Yun mengusap pelan dagunya, dia terlihat berpikir. "Jika di Dunia Elvort Garden, ada kemungkinan 'Malware' ini mempunyai wujud fisik. Bisa saja NPC atau mungkin sejenis Binatang Roh,"


"Itu mungkin saja," Ogiwara mengangguk, "Informasi yang kudapatkan bahwa banyak dungeon baru yang muncul karena 'malware' ini. Dan meski sekarang tidak ada masalah yang serius, tapi bukan berarti keadaan akan tetap sama.."


Alis Ogiwara berkedut ketika dia mulai terganggu oleh suara pertarungan yang sejak tadi terabaikan. Pendengarannya semakin sensitif, apalagi suara itu kian mendekat bersamaan dengan getaran pada atap di atasnya.


"Kita akan membahas masalah ini lain kali, ada yang harus kuperiksa lebih dahulu." Ogiwara langsung melesat ke arah atap yang sebelumnya runtuh akibat Gluttony, dia membuat tersentak rekan-rekannya termasuk Hide.


Raiden juga terganggu dengan suara pertarungan di atas sana, "Aku akan membantunya,"


?!


Yun tersentak, dia baru akan mencegah teman baiknya saat Raiden sudah benar-benar menghilang. Pemuda bermata merah itu memang memiliki kecepatan yang tak diragukan ketika sedang serius.


Shoyo dan Mei juga ingin membantu, tetapi kerah belakang dari pakaian mereka sudah lebih dahulu ditarik oleh Yun. Keduanya hanya bisa mengikuti pemuda bertopi pesulap itu dengan wajah cemberut.


"Ayo kita bantu Senior Ogiwara, dia bisa saja kesulitan.." Shoyo masih belum mau menyerah, dia berusaha membujuk Yun.


"Kalian hanya akan menambah masalah jika ke sana. Sudah cukup masalah yang kalian timbulkan hari ini, sekarang kalian harus mendengarkanku."


Karena kepergian Ogiwara, maka tanggung jawab tim sekarang berada di tangan Yun. Dirinya lalu menoleh ke arah Hide dan bertanya, "Kau akan ke mana setelah ini? Atau mungkin, kau berniat menyusul Raiden?"


"Dia pergi tanpa meminta izin, jadi itu bukan termasuk masalahku. Lagipula aku rasa dia akan baik-baik saja," Hide tidak peduli dengan apakah Raiden akan mati atau tidak, dia hanya ingin misi ini cepat selesai.


".. Kami akan pergi ke arah Timur. Kalian sebaiknya ikut, di saat seperti ini jauh lebih baik untuk berjalan berkelompok." Hide bukannya tanpa perasaan, dia mengetahui Yun, Mei, dan Shoyo merupakan pemain yang baru direkrut dalam Guild Banteng Putih.


Ketiga orang ini tentu masih baru dalam misi menjelajah dungeon, apalagi mereka kemari juga untuk menyelidiki hal yang berkaitan dengan malware. Jadi tidak baik untuk bergerak secara terpisah.


Ryouma yang sejak tadi diam sebenarnya ingin pergi untuk membantu Raiden, dia juga menghkhawatirkan kondisi Gleen. Entah bagaimana keadaan temannya itu.


Hanya saja dirinya merasa tidak enak dengan Seniornya bila pergi. Menurutnya tidak baik meninggalkan Hide sendirian meski pemuda itu telah ditemani oleh Liyan.


Yun sendiri sepakat dengan ucapan Hide. Dia pun mengikuti pemuda itu disusul oleh Ryouma dan Liyan. Mereka melanjutkan perjalanan sambil diiringi suara pertarungan yang berasal dari lantai atas.


!!


Saat ini yang bertarung rupanya adalah Karin. Wanita berambut merah itu tengah bertarung dengan monster yang mirip Ghoul, dia dibantu oleh Gleen dan Yuna. Mereka terlihat agak kesulitan.


Kedatangan Ogiwara dan Raiden sebenarnya tidak terlalu membawa banyak dampak. Ghoul yang mereka lawan memiliki gerakan tubuh lincah dan cakaran pada kuku jari tangannya juga tajam nan berbahaya. Namun setidaknya Karin kini dapat lebih fokus menyerang tanpa mencemaskan keselamatan kedua juniornya.


Jujur saja, Ogiwara punya kemampuan yang hebat dan dia sangat mengakui pria berotot tersebut. Belum lagi Raiden, pemuda itu memang pernah kalah darinya---tetapi sosok tersebut punya sesuatu yang dapat diandalkan.


***