RAIDEN

RAIDEN
50 - Lawan Pertama



"Apa kalian siap?" Kasamatsu bertanya ketika dua pemain yang akan bertanding untuk pertama kalinya sudah berada di atas arena.


Ryouma jelas terlihat gugup, sementara Raiden mengangguk sebagai jawaban.


Yuna yang berada di luar arena tahu bahwa Ryouma merupakan teman baru Raiden. Kedua pemuda itu bisa dikatakan sudah mengalami kesusahan bersama yang artinya----mereka telah menjadi teman.


Hanya saja pengaturan pertandingan ini justru membuat kedua orang itu harus berhadapan. Meski ini memang tidak bisa dihindari, namun mengapa begitu cepat?


Kasamatsu yang menjadi pengadil mulai berseru, "Kalian sudah tahu aturannya..! Semua jenis senjata dan teknik bisa digunakan. Buat lawan kalian menyerah atau terlempar keluar dari arena. Jika tidak ada lagi pertanyaan, maka mulailah bertarung..!"


"Tunggu-!!" Ryouma kaget karena saat Kasamatsu selesai----Raiden seketika mulai menarik belati miliknya.


Ryouma berusaha untuk bicara dengan teman yang kini harus menjadi lawan bertarungnya. Dia meminta Raiden agar mau mendengarkannya bicara.


"Rai, tolong tunggu dulu-"


"Apa yang kau lakukan?" Raiden menyela. Dia pun berseru, "Tarik senjatamu dan ayo lawan aku..!"


"Rai-!!" Ryouma terkejut ketika sebuah lesatan serangan dengan cepat datang ke arahnya. Dia pun menarik senjata miliknya dan menahan serangan itu.


Suara keras terdengar disertai gemuruh petir. Beberapa pemain yang ada di dekat arena terdorong beberapa langkah akibat angin kejut yang tercipta.


Ryouma menahan napas. Sebelumnya dia menutup mata saat mengayunkan senjata miliknya dan ketika matanya mulai terbuka----dia sungguh kaget dengan apa yang baru saja terjadi.


"..............." Raiden sendiri tidak bicara apa-apa. Dia menggunakan kakinya untuk memberi tendangan yang justru segera dihindari oleh lawannya.


Ryouma berusaha untuk tidak terlibat pertarungan yang sengit dengan teman barunya. Dia menghargai Raiden dan ingin agar hubungannya dengan pemuda itu bisa berjalan baik. Bertarung seperti ini justru akan membuat mereka menjadi canggung.


"Kau serius tidak akan melawan?" Raiden mulai buka suara. Dia sama sekali tidak mengendurkan tempo serangannya.


Ryouma memegang kuat senjata miliknya dan berkata, "Bu-bukan seperti itu. Aku tidak ingin bertarung denganmu,"


"Untuk apa kau mengikuti pertandingan ini bila tidak ingin bertarung, huh?" Raiden nampak kesal. Dia sudah berusaha keras untuk mendapatkan rekomendasi dari Tuan Kanae agar bisa di posisi ini dan lawannya justru tidak ingin bertarung?!


Raiden berseru, "Hanya agar bisa ikut dalam pertandingan ini .... Aku begitu semangatnya menyelam ke Danau Seribu Kisah dan melawan monster besar sambil mempertaruhkan nyawa. Usaha yang kulakukan agar bisa mencapai titik ini dan kau justru tidak mau melawanku? Apa kau menghinaku?!"


"Ti-tidak seperti itu..! Aku sama sekali tak bermaksud melakukannya." Ryouma berusaha memberi penjelasan, "Semua anggota baru Guild Singa Emas diberi izin untuk mengikuti pelatihan ini. Mereka akan diseleksi agar nantinya bisa ikut ke Wilayah Tengah."


Raiden yang mendengar hal itu nampak tersentak. Dia terperangah dan berkata, "Maksudmu .... Kau tidak ikut ujian apa pun dan bisa langsung kemari?"


"Memang kita harus melakukan ujian apa..?"


Raiden berkedip, "Jadi .... Aku dibohongi oleh tuan Kanae?"


Raiden sepertinya baru menyadari sesuatu dan kemudian mendengus. Dia berdecak sambil menggeleng karena bisa-bisanya ditipu oleh seorang pria tua.


Tidak butuh waktu lama sampai Raiden memegang kuat belati miliknya dan lalu mengumpulkan Vit. Tindakan tersebut membuat Ryouma terbelalak.


!!


Serangan kembali datang, kali ini Ryouma dipaksa mengambil posisi bertahan. Dia sedikit salah posisi hingga membuatnya harus keluar dari arena. Pertarungan itu cukup singkat dan memang Ryouma tak menunjukkan banyak bakat.


Kasamatsu mengumumkan Raiden sebagai orang yang lolos di babak pertama dan lalu memanggil pemain berikutnya. Kali ini yang bertanding adalah dua orang laki-laki yang memiliki tubuh berotot.


"..............." Ryouma mengangguk pelan dan lalu menerima uluran tangan dari Raiden, "Aku tidak apa-apa. Terima kasih,"


"Kau harusnya menghadapiku dengan sungguh-sungguh. Kau bahkan tidak melakukan satu pun serangan balasan," Raiden menggeleng pelan dan sangat menyayangkan tindakan temannya ini.


Ryouma berujar pelan, "Aku .... Tidak pernah bisa menyakiti teman. Kau pernah menyelamatkan nyawaku. Ini adalah hutang budi dan aku sama sekali tidak keberatan bila harus kalah,"


"Kau ini ...." Raiden mengembuskan napas dan berkata, "Kita di Elvort Garden untuk sebuah misi. Jika menempatkan status pertemanan lebih tinggi dari misimu, maka kau hanya akan kalah. Ini sama sekali tidak ada gunanya,"


"..............." Ryouma menoleh dan lantas menatap pemuda di sampingnya. Dia terdiam cukup lama sebelum akhirnya buka suara.


Ryouma memperhatikan pertarungan kedua di arena yang terlihat begitu sengit. Dia pun berkata, "Aku tahu ada misi bagi para pemain Elvort Garden. Tapi bukan berarti status pertemanan sama sekali tidak berguna di sini. Aku .... Tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya. Aku sangat menghargaimu,"


Raiden mengerutkan kening. Dia hanya sekali memberi bantuan pada Ryouma dan itu pun secara kebetulan. Dia sama sekali tidak berharap bahwa pemuda ini akan menjunjung tinggi kebaikannya.


Baru saja Raiden akan bicara, Kasamatsu telah mengumumkan pemenang dari pertarungan sebelumnya. Dia tersentak karena waktunya begitu singkat.


Ryouma menatap ke arah arena dan terkejut melihat pemandangan di hadapannya. Salah satu pemain terlihat terbaring di lantai arena dengan kondisi wajah yang ungu-kebiruan. Bahkan mulut dan mata pemain itu terbuka lebar dan perlahan tubuhnya menjadi butir-butir cahaya.


Ryouma menahan napas, "Itu ...."


"Racun," Raiden berujar. "Jelas bahwa dia terkena racun yang sangat mematikan,"


"Tapi bukankah itu dilarang?!" Ryouma terkejut. Ini adalah pertarungan yang memakai kekuatan sendiri, bukan dengan bantuan racun.


"Apa kau tidak ingat yang dikatakan oleh wasit pertandingan ini?" Raiden berkata, "Para pemain bisa menggunakan semua jenis senjata termasuk teknik apa pun. Tidak ada larangan tentang pemakaian racun. Itu berarti ... Ini bahkan tidak dilarang,"


Ryouma baru mengingatnya dan benar bahwa Kasamatsu tidak mengatakan apa-apa tentang penggunaan racun. Dia pun akan bicara saat mendengar nama orang yang kembali disebut.


!!


Sesuatu yang mengejutkan adalah nama pemain yang disebutkan oleh Kasamatsu sekarang ialah Raiden. Ryouma yang mendengarnya tentu saja kaget, bahkan juga Yuna saat ini bersama para pemain lainnya.


"Aku lagi?" Raiden pun keheranan karena namanya kembali disebut. Namun dia tetap pergi ke arena sebab Kasamatsu sudah memanggil namanya sebanyak tiga kali.


"..............."


Di tempat lain, Hide terlihat tersenyum tipis. Lawan dari Raiden sekarang merupakan seorang pria berbadan kekar yang semua orang tahu kemampuannya.


Sosok itu adalah mantan narapidana di dunia nyata dan pernah melakukan membunuh lebih dari sepuluh orang. Rumor mengatakan bahwa korbannya itu merupakan teman sekolahnya sendiri.


Meski bertubuh kekar, nyatanya sosok itu masih berusia 18 Tahun. Hanya saja dari penampilan dan wajahnya-----semua orang pasti akan menganggap dia merupakan pria dewasa yang menguasai jalanan sebagai seorang preman.


Raiden menarik napas dan kemudian mulai mengeluarkan belatinya. Dia terus menatap ke arah lawannya dan memasang ekspresi yang serius. Dia pun mendengus dan berkata, "Aku tidak akan terlalu terkejut melihatmu. Ini karena mengingat Elvort Garden memang game yang dibuat bagi para sampah masyarakat."


"..............."


Lawan Raiden tidak mengatakan apa pun, namun sebuah seringai terlihat dari wajah garangnya dan itu membuat suasana kini dipenuhi udara yang aneh lagi menyesakkan.


*******