
Hari demi hari ku lalui dengan penuh semangat dan tambah bersemangat, membayangkan setiap hari menggeluti sebuah hobby yang selalu aku inginkan, rasanya membuat semangatku menggelora. Seminggupun berlalu tanpa ku rasakan kendala yang berarti semua latihan ku jalani, dan kegiatan bersekolahpun tuntas tak ada hambatan. Hari ini latihan dilakukan sepulang sekolah ini dilakukan setiap hari kecuali weekends dan hari libur sekolah akan dilakukan sedari pagi "agar tidak mengganggu aktifitas belajar mengajar di sekolah" kata Pak Guru. Rupanya ini menjadi tantangan tersendiri karena di mulai tengah hari saat matahari bersinar sedang terik - teriknya, mau tak mau ini adalah resiko yang harus diambil. Kami ditempa sampai keringat bercucuran. lelah? iya, memang lelah karena kami mengeluarkan keringat lebih dari 2 hari lalu tapi kami sadar ini adalah untuk persiapan pertandingan nanti. Rutinitas latihan dengan jadwal seperti biasa, setelah selesai semua menu latihan kami membubarkan diri. Mungkin ini adalah latihan perdana siang kami maka mendekati maghrib aku baru sampai rumah. Rutinitas rumah seperti biasa saja tidak ada yang istimewa, tapi malam itu aku sedikit mendengar percakapan orang tua ku ketika mereka mengobrol di ruang keluarga. Karena haus aku mengambil minum di dapur yang kebetulan melewati ruang keluarga, sehabis membuka pintu baru saja aku akan melangkah ibuku dan ayahku sedang bercakap. " Bu, seminggu lagi ayah akan di mutasikan ke kota z. Untuk keberlangsungan sekolah anak kita dan kehidupan kita bagaimana ya? apa Ibu ada saran"?. Ayahku mengawali pembicaraan. "Waduh, ko dadakan begitu yah? kalau ibu sih ga masalah kita pindah, tapi kan anak kita sedang mempersiapkan diri untuk berlomba! apa tidak masalah? kasihan kan dia sudah berlatih dengan keras, masa iya kita pergi begitu saja"? jawab Ibuku. "hmmmm, ya sudah begini saja Bu, bagaimana kalau ayah pergi duluan, di samping untuk persiapan kerja disana juga ayah lebih mudah untuk mencari tempat baru kita disana"? ucap Ayahku. " Boleh juga tuh yah, ya sudah ibu setuju dan nanti ayah jemput kita disini setelah dapat kabar dari kita disini ya " gagas ibuku. " Siap komandan" canda ayahku. Aku yang mendegar percakapan mereka merasa sedih karena harus meninggalkan tempat ini, banyak kenangan disini dan orang disini ramah - ramah itu yang membuat aku sangat bahagia disini. Setelah mengambil minum aku kembali ke kamar sebelum sampai ke kamar aku di panggil oleh ibuku dan ibuku menjelaskan semua yang terjadi dan walaupun berat aku hanya bisa pasrah, setelah itu aku masuk ke dalam kamar dan termenung memikirkan semua itu tapi tak terasa akupun tertidur kembali. Pagi itu aku berangkat ke sekolah dengan sedikit lesu mungkin efek cerita ibu semalam aku kurang bersemangat hari ini. Aku tidak pergi ke kantin sekolah saat istirahat aku kurang memperhatikan pelajaran tanpa terasa bel pulang pun berbunyi. Tiba saatnya latihan, namun latihan kali ini rasanya hambar sampai latihan selesai aku menjalani tanpa semangat seperti biasa. Akhrinya aku pulang ke rumah dan ibuku memerhatikanku karena aku tak seperti biasanya. Ibu lalu memanggilku dan menanyakan " kenapa tak bersemangat seperti biasanya"? " tak ada apa - apa ko bu" jawabku. Mungkin naluri seorang Ibu yang kuat, Ibuku berkata" nak, jangan karena kita akan pindah kamu seperti itu, lakukan saja semua dengan semangat malah kamu harus lebih bersemangat dari biasanya, anggap saja ini adalah sebuah hadiah perpisahan untuk teman - temanmu dengan mengukir kenangan manis ". Deugh " Benar juga kata ibu" berucap dalam hati, " Kalau begitu aku harus lebih bersemangat besok dan agar bisa menjuarai tournament futsal ini, terima kasih ibu " seraya aku memeluk ibuku. setelah itu aku kembali berceria dan bersemangat lagi kegiatan di rumah seperti biasanya aku jalani. Di penghujung malam saat akan menutup mata aku berdoa dan bertekad akan memenuhi impianku dan impian teman - temanku menjadi juara tournament futsal yang sudah semakin dekat ini. Akhirnya aku tertidur tanpa beban dihati lagi.
Besambung...