Please Forgive Me

Please Forgive Me
Bab 13



Gazza berjalan pelan memasuki area terlarang itu. Ia mengumpat dalam hatinya saat tidak sengaja melihat adegan berbahaya. Tujuannya datang kesini ingin bertemu dengan bos pemilik klub gila ini.


Gazza menepis tangan laknat wanita penghibur itu saat hampir merangkul lengannya. Ia menatap tajam sehingga wanita penghibur tadi pergi menjauh dari Gazza. Gazza segera berjalan menuju bartender yang ada disana.


"Anda mau memesan apa?" tanyanya sopan.


"dimana bos kalian?" tanya Gazza to do point tanpa menghiraukan pertanyaan bartender tadi. Bartender tadi melirik Gazza dari atas sampai bawah.


"tunggu sebentar." ucapnya langsung segera berjalan menuju ruangan. Tak lama kemudian Ia berjalan kearah Gazza, "ikut aku." ajaknya menuju suatu ruangan yang sepertinya tempat bos dalam klub ini berada.


"astaga ku kira siapa tadi,ternyata kau Gazza!" seru bos itu langsung menghampiri Gazza yang baru saja berdiri diambang pintu.


"cih,pekerjaanmu gila kali Dhefin." ketus Gazza langsung duduk disofa yang ada dalam ruangan Dhefin.


Dhefin terkekeh pelan,lalu menyuruh karyawannya meninggalkan mereka berdua. "kau boleh pergi." titahnya pada bartender tadi.


"baik,saya permisi tuan." ucapnya langsung menutup pintu.


"ada apa gerangan seorang Gazza datang ketempatku? apa kau ingin memesan wanita yaa?"


Gazza menatap Dhefin tajam, "sial." umpatnya tetapi sedetik kemudian ia mengangguk membuat Dhefin terkejut.


"astaga teman,tidak kusangka." menatap Gazza.


"bukan untukku,tetapi untuk seseorang." ucapnya serius membuat Dhefin penasaran dengan rencana yang dibuat pria itu.


"untuk siapa?" tanya Dhefin lagi.


"untuk orang brengsek." geramnya.


Dhefin terkekeh pelan, "kenapa dia memangnya?"


"ah kau tidak perlu tau,lambat laun kau akan tau nanti. Aku membutuhkan wanitamu itu besok."


"wow besok? untung kau datang tepat waktu,aku hampir kehabisan stok wanita." serunya membuat Gazza mengumpat kasar.


"cih,kau itu sama sekali tidak menghargai wanita yaa? apa kau pikir mereka semua barang yang bisa disewa kapanpun?"


Dhefin mengedik bahunya, "selagi mereka sukarela aku tidak masalah. Ini sangat menguntungkan Za,lagian kau juga memesan wanitaku jadi kau sama saja dengan yang lain kan?" sindir Dhefin membuat Gazza menghela napas. Memang benar yang dikatakan Dhefin,Gazza pun tidak bisa mengelak perkataannya.


"sudahlah,cepat beritahu aku berapa biayanya?" tanya Gazza cepat. Dhefin pun langsung mengetuk mejanya sebagai isyarat untuk menyuruh orang-orangnya masuk.


Gazza lagi-lagi mengalihkan perhatiannya dari para wanita yang berpakaian kurang bahan itu.


"pilih dulu ada tiga nih."


Gazza memukul lengan Dhefin kasar, "terserah sajalah." ketusnya sedangkan Dhefin menggerutu sakit.


"ish nih anak kuat pula tenaganya. Yakin aku yang pilih nih?" tanyanya lagi sambil mengusap lengannya yang sakit karena Gazza tadi.


"iyaa."


Dhefin pun memilih salah satu antara tiga wanita tadi,setelah sepakat transaksi gila itu,barulah Gazza keluar. Teman Gazza yang satu itu memang tidak ada akhlaknya,percaya atau tidak. Dhefin belum pernah tersentuh oleh wanita manapun,dirinya begitu enggan menyentuh sembarangan wanita.


"huft,aku sudah gila apa yang sudah kulakukan barusan?" gumam Gazza sambil keluar dari tempat laknat itu.


Gazza langsung menghentikan langkahnya saat sudah berada diluar, "ngapain kau ada disini?" tanyanya dingin tanpa menoleh kearah orang tersebut. Zayyan berdecak kasar berjalan menuju Gazza.


"kau gilaa." seru Zayyan menatap kearah Gazza.


"apanya? sejak kapan kau mengikutiku?" tanya Gazza menatap malas kearah adik iparnya itu.


"sejak dari tadi,kau serius membeli wanita penghibur? gilaa Za kau sudah sesat!"


"cih,ini tidak seperti yang kau pikirkan."


"apanya yang tidak seperti aku pikirkan,kau sendiri dengan kesadaran penuh melangkah masuk kedalam klub itu dan menyewa jal****!!" serunya menggebu-gebu.


"aku punya rencana sendiri Zayyan." sahutnya langsung menuju motornya. Zayyan langsung menyusul Gazza dan menghadang jalannya.


"rencana apa? jangan buat aneh-aneh Za. Dasha kalau tau pasti dia sedih." tolak Zayyan,ia yakin rencana itu bukanlah rencana yang baik.


"jangan beritahu dia." ucap Gazza sambil memasang helmnya.


Gazza menatap tajam kearah Zayyan, "Yan,kembalikan kunci itu!" seru Gazza berusaha meraih kunci motornya dari tangan Zayyan.


"tidak,sebelum kau mengatakan apa rencana kau dulu!" ancam Zayyan. Gazza menatap tajam sambil berdecak kesal, "cih,kau itu menyusahkan sekali Zayyan." gerutunya.


"cepat katakan pria labil,apa ini ada kaitannya dengan pernikahan Elisa besok kan?" tebak Zayyan sambil tersenyum miring,Gazza yang mendengar tebakan Zayyan langsung terdiam.


"nah tuh kan!! katanya nggak suka tapi diam-diam ngincar!" ejek Zayyan langsung disambut pukulan kepala oleh Gazza.


"diam." sentaknya tetapi tidak membuat Zayyan berhenti mengejeknya.


"ish,sakiitt Zaa." gerutunya.


"huft,aku akan menghentikan pernikahan itu besok." ucap Gazza membuat Zayyan melotot kearahnya.


"what?! sialan kau nekat sekali Gazza Alhambra. Tunggu,jangan bilang kau menyewa wanita penghibur itu untuk..." jeda Zayyan langsung dianggukan Gazza.


"woaah teman,kau sudah gila!!" ucap Zayyan smabil bertepuk tangan tak percaya menatap sahabatnya begitu nekat melakukan aksinya.


"lalu setelah itu,siapa yang akan menggantikan Ergin?" tanya Zayyan lagi.


"aku." jawabnya datar.


Zayyan lagi-lagi mengumpat,untung saja Dasha tidak mendengar umpatannya. Kalau tidak,ia harus membayar denda sesuai perjanjian antara keduanya.


"sudah kan? bisa kembalikan kunci itu padaku?" seru Gazza mengadakan tangannya meminta kunci itu dari Zayyan.


Zayyan menghela napas kasar langsung melempar kunci itu kearah Gazza. Dengan sigap Gazza menangkap kunci itu.


"jangan beritahu Dasha soal ini,aku akan menikahi sahabatnya. Bukannya dia senang jika Elisa jadi kakak iparnya?" ucap Gazza sambil menghidupkan mesin motornya.


"iyaa dia senang,tapi apa kau sudah bilang pada ayah sama ibu? Aku yakin mereka bakalan marah besar saat tau kau akan menikah menggantikan Ergin besok." cerca Zayyan.


"mereka nggak akan marah denganku,tengok aja besok." ucap Gazza dengan yakin.


"terserah kau sajalah." ucap Zayyan pasrah lalu berjalan ke mobilnya.


"aku duluan." pamitnya langsung melaju meninggalkan tempat itu. Zayyan menggeleng-geleng melihat kelakuan Gazza.


"cih,anak itu sebenarnya suka tetapi enggan menunjukkan,dasar pria labil!" ledeknya langsung melajukan mobilnya meninggalkan tempat haram itu.


Zayyan jadi penasaran,acara pernikahan besok akan banyak terjadi drama. Itu semua dalam kendali Gazza yang membuat acara suci dan sakral itu menjadi kacau berantakan.


"aku jadi nggak sabar besok,sialan tuh anak gila aja rencananya." umpatnya lagi.


Saat sampai dirumah,ia pun bergegas masuk kedalam rumah. Dapat dilihat jika motor Gazza sudah terparkir cantik di bagasi,Zayyan segera menuju ke kamarnya.


"eh kau belum tidur?!" tanyanya terkejut mendapati istrinya belum tidur sama sekali,wanita itu malah menonton drama Korea kesukaannya.


Dasha yang melihat suaminya sudah pulang,langsung sumringah menyambut pria itu.


"gimana? bang Gazza kemana tadi? apa yang dilakukannya??" cerca Dasha dengan beruntun pertanyaan.


Zayyan menghela napas bersabar menghadapi istri abstrudnya itu, "huft,bisa tidak satu-satu bertanya nya? dan ini sudah tengah malam Dasha,kenapa kau belum tidur?" tanya Zayyan balik berusaha mengalihkan topik. Demi rencana gila Gazza berjalan lancar,Dasha tidak boleh tau tentang rencana itu.


Dasha terkekeh pelan, "hehehehe aku bisa tidur kalau kau peluk sayang." ucapnya manja. Zayyan tersenyum tipis langsung membawa istrinya berbaring dikasur dan memeluknya.


"dasar manja." ucapnya langsung disambut cubitan kecil diperut Zayyan.


"aw,sakit sayang!" gerutunya.


Dasha tidak menghiraukan gerutu Zayyan,ia pun langsung memejamkan mata untuk tidur. Zayyan mengelus kepala istrinya pelan,


Aku yakin kau akan pasti kaget kegirangan saat tau calon suami sahabatmu itu besok. gumam Zayyan dalam hati.





~Please Forgive Me~