Only Love

Only Love
#29



Acara ulang tahun Daniel ternyata dirayakan dengan cukup meriah. Secara tak langsung, keluarga Lewis juga merayakan kesehatan Daisy yang semakin hari semakin membaik, meskipun ia tetap harus kontrol ke rumah sakit secara rutin.


Sebuah ruang serbaguna di sebuah hotel dijadikan tempat perhelatan acara. Tamu undangan yang datang terlihat ramai dan merupakan orang-orang penting.


Ivy sendiri datang untuk memenuhi undangan dari Vinnie. Tanpa Ivy sadari bahwa Vinnie ingin kembali mendekatkan hubungan antara Daniel dengan Ivy. Kali ini, Ivy membawa sendiri mobil yang biasa digunakan oleh Dad Arthur untuk pergi bekerja. Ia merasa lebih baik jika ia nanti pulang sendiri tanpa harus meminta Dad Arthur untuk menjemputnya, ataupun merepotkan orang lain untuk mengantarnya, seperti sebelumnya.


Ivy masuk ke dalam ruang perhelatan acara. Vinnie yang melihat kehadiran Ivy pun langsung menyambutnya dengan senyuman.


“Di mana Kak Daniel?” tanya Ivy.


“Di sana,” jawab Vinnie sambil menunjuk ke arah sekumpulan pria. Vinnie pun mengantarkan Ivy untuk mendekat ke arah Daniel.


“Ivy …,” Wajah Daniel langsung terlihat cerah begitu melihat keberadaan Ivy di sana dan tentu saja hal itu disadari oleh Vinnie.


Meskipun Vinnie merasakan sedikit sakit di dalam hatinya karena melihat pria yang adalah suaminya tersenyum pada wanita lain, tapi ia tahu diri. Ia hanyalah seorang istri di atas kertas yang sebentar lagi akan berpisah dengan pria yang tak pernah tersenyum sama sekali padanya.


“Ini hadiahnya. Selamat ulang tahun,” Ivy menyerahkan sebuah paperbag kepada Daniel.


“Terima kasih ya Vy,” kata Daniel dengan senyuman yang benar-benar hangat.


Ivy kemudian melihat ke arah pria yang sedang bersama dengan Daniel.


“Kak Gil, Kak Sean?” kata Ivy dengan sedikit kaget. Sudah lama ia tak melihat kebersamaan mereka yang dikenal dengan Universe Boys.


“Akhirnya lo sadar juga kita ada di sini. Apa yang kelihatan cuma Daniel aja?” goda Gil yang membuat Ivy menjadi sedikit gugup dan salah tingkah.


“Berdua saja?” tanya Ivy sambil menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk menghilangkan kegugupannya.


“Tuh sama Sky. Dia lagi ada pembicaraan penting dengan Uncle Donald. Acara ulang tahun putranya, tapi masih aja dijadikan ajang untuk membahas kerja sama ataupun pekerjaan,” geruty Sean sambil menggelengkan kepalanya.


Daniel selalu berada di dekat Ivy dan mengikuti ke mana pun gadis itu pergi. Ia tidak peduli dengan sekitarnya, bahkan ia melupakan bahwa ia telah memiliki Vinnie dan berstatus seorang suami.


Ivy pun merasa sedikit risih karena tatapan orang-orang pada dirinya. Ia tak ingin dianggap macam-macam, apalagi sebagai pelakor. Ia terus berusaha menghindari Daniel.


Ketika acar potong kue telah selesai, acara selanjutnya adalah acara dansa.


“Tuan Daniel Ocean Lewis dan Nyonya Vinnie Martin, dipersilakan berdiri di tengah,” pinta MC acara tersebut.


Lampu ruangan di buat sedikit temaram dan hanya tertuju kepada pasangan yang berada di tengah lantai dansa. Sebuah lagu mulai diputar dan MC meminta keduanya untuk berdansa.


Daniel memegang tangan Nina dengan sebelah tangan dan sebelah tangannya lagi memegang pinggang wanita yang berstatus istrinya itu. Namun, matanya terus mengarah kepada Ivy. Saat mata Ivy dan Daniel saling beradu, Ivy langsung mengalihkan pandangannya, ia tak ingin luluh dengan tatapan Daniel.


Saat musik mengalun, Daniel mulai bergerak ke kiri dan ke kanan. Lalu dipanjutkan dengan beberapa pasang pria dan wanita yang turut meramaikan lantai dansa tersebut.


Sky mengarahkan pandangannya pada Ivy, kemudian ia menengadahkan tangannya, meminta Ivy untuk menjadi partner dansanya. Gil dan Sean yang melihat itu, langsung mendorong keduanya ke arah lantai dansa, diikuti dengan tawa dari keduanya.


Sky merengkuh pinggang Ivy dan mendekatkan tubuh gadis itu pada dirinya. Sebelah tangannya lagi memegang tangan Ivy dan mulai menggerakkan tubuhnya untuk mengikuti apunan musik.


Kini, Ivy berdansa dengan Daniel sementara Vinnie berdansa dengan Sky. Mereka berdansa di hadapan banyak orang dan tentu saja hal itu kembali membuat pembicaraan di antara para tamu. Ivy hanya bisa menunduk karena ia memikirkan bagaimana perasaan Vinnie dan juga … Aunty Hilda.


Flashback on


Ketika Ivy sudah terlepas dari Daniel yang terus mengikutinya, ia mendekat ke arah pelayan yang membawakan minum. Ia mengambil 1 gelas dan mulai meminumnya. Tanpa ia sadari bahwa Aunty Hilda, Mommy dari Daniel tengah menghampirinya.


“Ivy, apa kabar?” tanya Aunty Hilda.


“Baik, Aunty. Aunty sendiri apa kabar?”


“Aunty baik. Kamu ke sini sendiri?


“Iya, Aunty,” jawab Ivy dengan tersenyum.


“Ivy, Aunty tahu bahwa kamu dan Daniel sebenarnya masih saling mencintai kan?”


Hampir saja Ivy mengeluarkan air yang sedang ia minum karena mendengar perkataan Aunty Hilda.


“Aunty …”


“Aunty minta dengan sangat padamu, Vy. Buatlah Daniel membenci kamu. Bukan karena Aunty tidak suka denganmu, hanya saja Aunty merasa kasihan setiap melihat Vinnie,” kata Aunty Hilda.


Tanpa diketahui oleh Vinnie, Aunty Hilda sering memperhatikannya. Ia tahu bahwa di wajah menantunya itu tak pernah terlihat bahagia. Jika pun tersenyum ataupun tertawa, itu pasti adalah sesuatu yang dipaksakan.


“Tapi saat inisaya hanya berteman saja dengan Kak Daniel,” kata Ivy.


“Kamu mungkin bisa menganggapnya teman, tapi Aunty tak melihat seperti itu. Orang-orang yang tidak mengetahui hubungan kalian pun pasti tahu dan melihat bagaimana cara Daniel memandang dan menatapmu.”


Ivy menghabiskan air yang berada di dalam gelasnya. Ia tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan pada Aunty Hilda. Kini ia mulai merasa bahwa kedatangannya ke sana adalah sebuah kesalahan.


Flashback off


“Vy, aku sudah memikirkan semuanya. Apapun yang terjadi, aku akan tetap memilihmu. Aku tak bisa membagi cintaku ataupun memberikannya pada wanita lain, selain dirimu,” kata Daniel ketika mereka sedang berdansa.


“Kak, kita sudah pernah membahas tentang hal ini,” kata Ivy. Ia mulai memikirkan pembicaraannya dengan Aunty Hilda tadi.


“Iya aku tahu dan itu sudah menjadi keputusanku. Aku hanya tetap mau bersamamu. Aku menginginkanmu,” Daniel menghentikan gerakannya dan merengkuh pinggang Ivy. Ia mulai mendekatkan wajahnya ke arah Ivy, berniat untuk mencium gadis itu di depan umum dan memperlihatkan kepemilikannya.


“Permisi Tuan Daniel, bolehkah saya mengambil kembali partner dansa saya?” Hubungan Daniel dengan Sky memang belum membaik. Keduanya masih bersikap dingin.


Sky yang melihat kedekatan antara Daniel dengan Ivy langsung melepaskan tangannya dari Vinnie dan mendekat ke arah Daniel dan Ivy. Ia tak akan membiarkan Daniel berbuat kesalahan di depan umum dan menyakiti 2 orang wanita secara tidak langsung.


🌹🌹🌹