My Posessive Husband

My Posessive Husband
8.



"ini minum susu dulu"ucap Alvaro sambil memberikan segelas susu untuk Hana.


Hana mengangguk lalu meminum hingga tandas dan kembali memakan cemilan yang berada di pangkuannya.


Alvaro tersenyum lalu mengelus kepala Hana dengan pelan dan mencium keningnya dengan sayang.


"Hari ini kau akan kembali lagi ke kantor?"tanya Hana.


Alvaro mengangguk"masalah kemarin harus di selesaikan dengan tuntas"ucapnya.


"Boleh aku ikut?"tanya Hana.


Alvaro menggeleng"tidak sayang,kau tidak boleh kelelahan"ucapnya.


"Tapi aku bosan"ucap Hana sedih sambil menunduk.


Alvaro tersenyum lalu menarik dagu Hana dan mengecup bibirnya sekilas.


"Kau benar-benar mau ikut?"tanya Alvaro.


Hana mengangguk semangat sambil menatap Alvaro dengan harap-harap.


"Berjanji padaku dulu,kau tidak akan berbuat aneh-aneh disana."ucap Alvaro.


Hana mengangguk,Alvaro mengelus kepalanya dengan sayang.


"Kalau kau memang mau kesana,kau boleh ikut"ucap Alvaro sambil tersenyum.


"Benarkah?"tanya Hana dengan mata berbinar-binar.


Alvaro mengangguk"dengan syarat,kau tetap di ruangan ku. Jangan keluar dari sana,mengerti sayang?!"ucap nya.


Hana mengangguk setuju,ia langsung berdiri dan berganti baju.


"Jangan memakai pakaian terbuka!!"ucap Alvaro.


"Iya"balas Hana dari dalam kamar mandi.


Alvaro menggelengkan kepalanya semenjak Hana hamil ia lebih cenderung manja dan sifatnya seperti anak-anak dan juga suasana hatinya suka berubah-ubah membuat Alvaro kadang kewalahan menanganinya.


Drrtt~


Handphone milik Alvaro berdering,ia melihat nama yang tertera lalu tersenyum miring.


Herry is calling..


"Hallo"ucap Alvaro sambil duduk di atas kasur.


"Alvaro!! Aku mohon padamu,kembalikan data itu padaku"ucap Herry.


"Kalau aku tidak mau,bagaimana?!"ucap Alvaro datar.


"Aku akan melakukan apapun untuk data itu"ucap Herry pasrah.


Alvaro menyeringai"kau yakin?"tanya nya.


"Kau yakin kau akan melakukan apa saja yang aku suruh?"ucap Alvaro membuat Herry terdiam sebentar.


"Iya aku akan melakukan apapun yang kau suruh"ucap Herry pada akhirnya.


"Ke kantor ku,aku akan menyuruhmu melakukan sesuatu untuk menembus data ini"ucap Alvaro.


Tut~


Alvaro melambungkan ponselnya sambil tersenyum penuh kemenangan.


Cukup mudah untuk membuat musuh tak berkutik seperti Herry,ia harus memikirkan berkali-kali untuk melawannya.


Alvaro berbaring lalu mengirimkan email kepada bawahannya untuk menyiapkan data yang di butuhkan rapat nanti.


Cklek~


Alvaro menatap Hana yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ganti"ucap Alvaro dingin.


"Eh?"Hana menatap Alvaro bingung,baju yang ia pakai sudah tertutup menurutnya.


"Ganti sayang"ucap Alvaro datar.


"Bajunya tidak terbuka Varo"ucap Hana.


"Ok"ucap Hana dengan lesu.


∆∆∆


"Jangan kemana-mana!!"


"Jangan membukakan pintu untuk siapapun selain aku,mengerti?!"ucap Alvaro sambil mengusap rambut Hana.


Hana mengangguk paham dengan mulut penuh dengan makanan terlihat sangat menggemaskan di mata Alvaro.


"Jangan--"


"Iya sayang"ucap Hana sambil mengecup pipi Alvaro.


Alvaro terdiam,ia menatap Hana"kau bilang apa tadi?"tanya nya.


Hana mengangkat bahunya tidak peduli lebih memilih memakan cemilan di pangkuannya.


"Mengacuhkan ku,hm?"Alvaro mencium leher Hana.


"Sana"ucap Hana sambil mendorong wajah Alvaro dari lehernya dengan pelan.


Alvaro mengecup pipi Hana"ok,aku pergi rapat dulu. Hubungi aku jika terjadi apa-apa,mengerti sayang?!"ucap nya.


"Baiklah"ucap Hana sambil mengangguk.


"Aku pergi dulu,ingat pesan ku"ucap Alvaro.


Hana mengangguk sambil berbaring di sofa dan memainkan handphone nya.


Alvaro tersenyum sambil berjalan keluar menuju ruang rapat. Ia menutup pintu tersebut dengan perlahan.


"Jaga istriku! Jika terjadi apa-apa,nyawa kalian taruhannya"ucap Alvaro dingin.


Kedua pengawal tersebut menganggukan kepalanya,mereka di tugaskan untuk menjaga Hana sampai Alvaro selesai mengerjakan semua pekerjaan.


Alvaro berjalan menuju ruang rapat dan membukanya terlihat beberapa orang di dalam sontak bangun dari duduknya sembari menunduk hormat.


"Kita langsung saja membahasnya,aku tidak suka bertele-tele"ucap Alvaro datar.


"Baik pak"ucap mereka.


Rapat pun di mulai dari sekertaris Alvaro yang menjelaskan tentang proyek kerja sama yang akan di gelar lalu berlanjut dengan penjelasan dari sekertaris pihak lain.


Alvaro mengangguk paham sambil sesekali menulis apa yang penting baginya.


Dua jam pun berlalu akhirnya rapat selesai semua berdiri serentak.


"Rapat kita akhiri saja sampai disini,jika ada yang ingin di bicarakan lagi tunggu rapat selanjutnya"ucap Alvaro.


"Baik pak"ucap mereka.


"Saya permisi lebih dulu"ucap Alvaro seluruh tamu rapat pun menunduk dengan hormat.


Alvaro berjalan menuju ruangannya terlihat dua orang pengawal masih menjaga ruangannya.


"Pergilah,tugas kalian sudah selesai"ucap Alvaro.


Kedua pengawal itu mengangguk lalu menunduk hormat dan pergi dari hadapan Alvaro.


Alvaro membuka pintu ruangannya dengan perlahan terlihat Hana tertidur pulas di sofa sambil memeluk bantal.


Alvaro tersenyum tipis lalu ia berjalan mendekati Hana dan duduk di sampingnya.


Alvaro mengelus pipi Hana perlahan agar tidak membangunkannya lalu ia mengusap rambut Hana dengan pelan.


"Maaf kalau aku terlalu mengekang mu,aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada mu."ucap Alvaro.


"Aku takut itu terjadi padamu apalagi sekarang kau mengandung tiga bayi,ketakutan ku menjadi begitu besar"sambung Alvaro.


"Kau pasti bosan"Alvaro mengecup kedua mata Hana yang terpejam.


"I love you wife."


∆∆∆


TBC