
"HANA!"teriak Alvaro.
"Aku disini"balas Hana sambil teriak.
Alvaro menghampiri Hana yang berada di taman belakang.
"Sedang apa,hm?"tanya Alvaro sambil memeluk leher Hana dari belakang.
"Menanam bunga"ucap Hana.
"Sudah? Kau terlihat sangat lelah"ucap Alvaro sambil meletakkan kembali sekop kecil yang berada di tangan Hana.
Alvaro menggenggam tangan Hana dan memasuki rumahnya kembali.
"Kau tidak boleh kelelahan Hana"ucap Alvaro.
"Tapi aku hanya menanam saja"ucap Hana.
"Lain kali jangan"ucap Alvaro ,Hana menghela nafas pelan.
"Ok."balas Hana dengan lesu.
Alvaro tersenyum lalu mencium bibir Hana"ayo,aku tau kau bosan"ucapnya.
"Ganti baju mu,ingat jangan terbuka"sambung Alvaro.
"Memangnya kita akan kemana?"tanya Hana.
"Kau akan tau nanti"balas Alvaro,Hana menuruti perintah Alvaro dan berganti baju.
Hana sudah berganti dengan pakaian simple menurutnya lalu ia menghampiri Alvaro yang menunggunya di dalam mobil.
"Sudah?"tanya Alvaro di balas anggukan Hana.
"Kita akan kemana?"tanya Hana sambil memasang sabuk pengaman.
"Panti"ucap Alvaro.
"Panti?"tanya Hana sambil menatap Alvaro.
Alvaro mengangguk"aku tau kau suka dengan anak kecil kita akan bermain disana sebentar"ucapnya.
Hana mengangguk semangat"kita pergi ke supermarket dulu,aku mau membelikan mereka makanan"ucapnya.
Alvaro terkekeh,ia jadi membayangkan bagaimana dirumahnya ramai suara anak-anaknya nanti.
Alvaro pun memberhentikan mobilnya di depan supermarket dekat panti.
Hana langsung turun disusul Alvaro di belakangnya. Hana langsung mengambil troli belanja dan mengambil makanan seperti kue,jajanan kecil,jelly warna-warni dan masih banyak yang lain.
Alvaro langsung mengambil alih troli tersebut dari Hana"sudah?"tanya nya.
Hana mengangguk"seperti nya sudah aku tidak ingin mereka sakit gigi karena banyak makan makanan yang manis"ucapnya.
"Tunggu di dalam mobil, biar aku saja yang membawanya nanti"ucap Alvaro di balas anggukan kepala Hana.
"Ok. Aku akan tunggu di mobil"ucap Hana.
Alvaro menatap jengah kearah kasir yang menatapnya dengan tatapan nakal.
"Apa tugasmu hanya untuk menatapku?!"tanya Alvaro dingin membuat kasir tersebut berdiri dengan kikuk.
Kasir tersebut sedikit lambat karena ia terus menatap Alvaro di hadapannya dengan menggoda.
"Kau di gaji untuk bekerja,bukan untuk menatapku lapar!! Tatapan mu itu menjijikan"ucap Alvaro datar sambil mengambil barang belanjaan nya dengan kasar.
"Aku menyesal membeli disini"ucap Alvaro dingin membuat kasir tersebut terdiam.
Alvaro menghela nafas pelan"tatapan menjijikan seperti itu aku membencinya"gumam Alvaro.
"Aku lebih baik di tatap seperti itu oleh istriku sendiri"sambung Alvaro sambil berjalan menuju mobilnya yang terparkir.
"Karena hanya dia yang membuat ku begitu mencintainya."
∆∆∆
"Imutnya astaga!!"Hana menggendong seorang anak balita dengan sayang.
"Selamat datang tuan Alvaro"ucap Vindi,pemilik panti tersebut ia sudah berumur lebih dari 50 tahun.
Alvaro mengangguk singkat"kedatangan ku hanya untuk melihat anak-anak saja"ucapnya.
Vindi mengangguk"tempat kami selalu terbuka untuk siapapun"ucapnya.
Alvaro menatap Hana yang sedang memangku anak perempuan dan di sampingnya ada anak laki-laki sekitar umur tujuh tahun dan beberapa anak kecil duduk di hadapan Hana yang tengah bercerita.
"Apa itu istri anda?"tanya Vindi,Alvaro mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Sepertinya begitu menyayangi anak-anak"ucap Vindi.
"Iya,begitulah dia sangat menyukai anak kecil"ucap Alvaro.
"aku kesana dulu,permisi"sambungnya.
Alvaro duduk sambil memangku bocah laki-laki yang duduk di samping Hana.
"Sudah tidak merasa bosan hm?"tanya Alvaro sambil mengecup puncak kepala Hana.
"Terima kasih,aku senang"ucap Hana sambil menyuapi sebungkus kue pada anak-anak.
"Aku senang mendengarnya"ucap Alvaro.
Sampai waktu begitu cepat berlalu membuat Hana dan Alvaro terpaksa pulang namun beberapa anak kecil terlihat menangis karena Hana meninggalkan mereka.
"Tenang saja,aku akan kembali mengunjungi kalian. Sampai jumpa"ucap Hana sambil melambaikan tangan kearah kerumuman anak kecil tersebut.
Alvaro tersenyum lalu menggenggam tangan Hana dan berjalan menuju mobilnya.
"Lelah?"tanya Alvaro sambil mengusap pipi Hana.
"Sedikit tapi aku senang melihat mereka"ucap Hana sambil tersenyum.
"Syukurlah"ucap Alvaro.
"Kau harus sering-sering mengajak ku kesini"ucap Hana sambil menatap kearah panti yang sudah mulai menjauh dari pandangannya karena mobil Alvaro sudah melaju.
Alvaro tersenyum"apapun untuk istriku"ucapnya sambil mengecup pipi Hana.
"Aku senang melihat mereka tertawa seperti itu karena aku dulunya juga adalah anak panti yang beruntung di adopsi oleh orang yang baik seperti ayahku"ucap Hana.
"Tapi sekarang kau sudah menjadi istriku,jangan sedih lagi karena aku tidak suka kau menangisi hal yang sudah lalu"ucap Alvaro sambil mengusap rambut Hana.
Mereka pun akhirnya sampai di rumah,Alvaro memeluk pinggang Hana dan memasuki rumahnya.
"Mandilah,kau terlihat sangat lelah"ucap Alvaro.
Hana mengangguk lalu menuju kamar nya untuk mandi disusul Alvaro dari belakang.
Alvaro duduk di atas kasur sambil mengerjakan sesuatu di laptopnya ia menatap Hana yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya terlilit dengan Handuk di tubuhnya.
Alvaro menatapnya dengan tatapan tidak bisa di artikan.
Hana mengganti baju dengan baju tidur lalu duduk di samping Alvaro yang sibuk dengan laptopnya.
"Sibuk sekali sepertinya"ucap Hana.
"Tidak ada,sudah selesai"ucap Alvaro sambil meletakkan kembali laptopnya.
Hana mulai berbaring sambil membelakangi Alvaro sedangkan Alvaro langsung mengurung tubuh Hana dengan tangannya.
"Ada apa?"tanya Hana bingung.
Alvaro tersenyum"melihat anak-anak di panti,aku juga ingin memiliki anak yang lucu seperti itu"ucapnya.
"Apa kau ingin membantuku mewujudkan nya?!"tanya Alvaro membuat wajah Hana merah merona.
Alvaro mengecup leher Hana sambil menggigit kecil daun telinga Hana dan membuat tanda di sekitar sana lalu kembali menatap Hana dengan tatapan sendu.
"would you make love to me dear?!"
∆∆∆
TBC