
"kau tau apa yang paling aku benci?"tanya Alvaro datar.
"Seseorang yang berani menyentuh istriku"sambung Alvaro, ia memukul rahang Bryan hingga jatuh tersungkur.
Alvaro menarik kerah baju Bryan dan kembali memukulnya dengan kuat hingga sudut bibir Bryan sobek dan mengeluarkan darah.
"A-aku tidak tau kalau dia istrimu"ucap Bryan panik.
Alvaro menatap dingin"lalu? Kalau dia bukan istriku kau akan tetap menggodanya keparat!!"ucapnya.
Alvaro kembali memukul wajah Bryan hingga membuatnya menjadi sorotan semua orang.
"Alvaro, cukup!!"Hana menahan tangan Alvaro yang akan kembali memukul wajah Bryan.
Alvaro menghela nafas kasar,ia memeluk pinggang Hana dan menatap tajam kearah Bryan.
"Dengar ini!"ucap Alvaro dengan nada tinggi. Membuat dirinya menjadi pusat perhatian.
"Wanita yang berada di samping ku adalah istriku, ibu dari anak-anak ku. Kalian semua yang berani menyentuh istriku terutama kau Bryan"tunjuk Alvaro.
"Kau tau bukan, perusahaan mu bisa aku hancurkan hingga membuat mu jatuh miskin."ucap Alvaro membuat wajah Bryan pucat pasi.
Alvaro kembali menarik kerah baju Bryan"kau tau aku tidak pernah main-main Bryan"ucapnya.
Alvaro mendekati Hana dan memeluk pinggang nya"ingat ini Bryan, setelah ini kau tidak akan menjabat sebagai CEO perusahaan mu lagi."ucapnya.
"Karena perusahaan itu akan segera hancur dalam hitungan menit"sambung Alvaro membuat tubuh Bryan menegang di tempat.
"Ayo kita pergi"ucap Alvaro.
"Tunggu Alvaro,dimana anak-anak?"tanya Hana panik.
"Akhhh!! Apa yang kau lakukan?"teriak Lessy saat Angkasa dan Aksa dengan sengaja menumpahkan minuman di gaun mahalnya. Membuat Hana menatap tidak percaya sedangkan Alvaro tersenyum melihat tingkah anaknya.
Sedangkan Bintang ia melempar kue coklat tersebut kearah wajah Lessy membuat dirinya menjadi bahan tertawaan orang.
"Jangan pernah mengganggu mommy ku lagi!"ucap Angkasa.
"Dasar bibi jelek"sahut Aksa.
"Sayang sekali wajahnya jadi benar-benar jelek"Angkasa dan Aksa saling ber-tos ria.
Bintang berjalan mendekat, ia memasukan tangan nya di saku celananya.
"Cantik tapi sayang hati bibi busuk, sangat tidak cocok sekali"ucap Bintang datar.
"Menyentuh mommy ku bukan hanya akan berurusan dengan Daddy ku tapi bibi juga akan berhadapan dengan kami"sambung Aksa.
"Ayo,sampai jumpa bibi jelek"teriak Angkasa.
"Ayo mommy kita pulang"Angkasa menggandeng tangan Hana.
"Ta-tapi---"
"Ayo sayang kita pulang"ucap Alvaro,ia menarik pinggang Hana.
"Revano maaf aku menghancurkan pesta pertunangan mu"ucap Alvaro.
Revano tersenyum"tidak apa-apa lagi pula aku mendapat pertunjukan yang menarik dari anak mu"ucapnya.
Alvaro terkekeh pelan"kalau begitu aku pamit dulu."ucapnya.
Aksa dan Angkasa berlari menuju mobil sedangkan Bintang berjalan dengan santai nya.
"Yahh...mereka memang anak-anak ku"gumam Alvaro.
"Alvaro!"ucap Hana kesal.
∆∆∆
"Mommy pakaikan aku jas sekolah ini"ucap Angkasa.
Hana terkekeh geli"kemari sayang"ucapnya.
Hana memakaikan jas milik Angkasa lalu ia mencium kening Angkasa.
"Sudah"ucap Hana,Angkasa mencium pipi Hana.
Aksa berteriak kesal lantaran Angkasa kembali menjahilinya,ia mengambil sepatunya miliknya.
"ANGKASA ITU SEPATU KU BODOH!!"teriak Aksa,Angkasa memeletkan lidahnya kearah Aksa.
Hana menggelengkan kepalanya lalu ia tersenyum saat melihat Bintang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.
"Sudah sayang?"tanya Hana, Bintang menganggukan kepalanya.
"Ayo,kita sarapan dulu"ucap Hana.
Bintang duduk dan Hana memberikannya sepiring omlete kearahnya.
Bintang memakan dengan lahap sembari menatap kedua saudaranya yang saling berlari mengejar satu sama lain.
Bintang menghela nafas pelan, lagi-lagi mereka bertengkar dengan alasan yang sama.
"Hey son"sapa Alvaro sambil ber-tos ria dengan Bintang.
"Kenapa lagi dengan mereka?"tanya Alvaro.
"Seperti biasa"jawab Hana membuat Alvaro tersenyum tipis.
Ah rumahnya yang dulu sangat sepi sekarang terlihat sangat ramai dengan suara tawa dan teriakan anak-anak nya.
"Aksa,Angkasa. apa kalian tidak lapar?"tanya Alvaro.
"Daddy,Angkasa mengambil sepatuku"rengek Aksa.
"Angkasa,kembalikan sepatu Aksa"ucap Alvaro datar.
Angkasa berdecak kesal"ini aku kembalikan, dasar tukang ngadu"ledeknya.
Aksa menatap melotot kearah Angkasa"apa yang kau katakan?"ucapnya marah.
Angkasa memeletkan lidahnya kearah Aksa"kau tukang ngadu"ledek nya.
"Kemari kau!!"Aksa kembali mengejar Angkasa dari belakang membuat Hana menghela nafas pelan.
Alvaro terkekeh pelan melihat tingkah laku putranya itu,ia menatap Hana yang kini sibuk membuatkan sarapan untuknya.
Alvaro memeluk pinggang Hana dari belakang"thank you"bisiknya.
"Untuk apa?"tanya Hana.
"Semua yang kau berikan untukku, terima kasih"ucap Alvaro sambil mengecup leher Hana.
Hana tersenyum"aku yang seharusnya berkata seperti itu,terima kasih Alvaro"ucapnya.
Alvaro tersenyum ia mengecup pipi Hana,ia beruntung memiliki Hana sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.
"Daddy jangan berpacaran disini"teriak Angkasa membuat Alvaro mendengus.
"Siapa yang mengajarkan mu berkata seperti itu?"tanya Hana bingung.
"Dari tv yang daddy tonton kemarin"ucap Aksa dengan polos.
Wajah Alvaro memucat saat mendengar ucapan polos anaknya itu,memang ia tidak sengaja menonton film dewasa dan di lihat oleh Aksa dan Angkasa.
Hana menatap datar sedangkan Alvaro hanya mengeluarkan cengiran bodohnya.
"Ehm sayang sepertinya aku harus pergi ke kantor sekarang"ucap Alvaro.
Hana menarik telinga Alvaro"Alvaro!! Sudah berapa kali aku katakan kalau kau mau menonton film jangan di depan anak-anak bodoh!!"
"Aduhh,sakit sayang"ringis Alvaro.
Bintang menatap datar kearah mereka sembari melanjutkan memakan sarapannya.
"Daddy memang ceroboh"gumam Bintang sambil mengunyah makanan nya.
∆∆∆
TBC