
Cklek..
Alvaro membuka pintu kamar nya terlihat seorang perempuan yang sudah menjadi istrinya masih bergelung di selimut tebal yang tak lain dan tak bukan adalah Hana.
Hana wanita yang di cintai Alvaro sedari dulu dan kini mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Terlihat punggung polosnya tidak tertutup dengan sehelai pakaian pun terkena sinar matahari pagi terlihat begitu indah.
Kemarin malam ia dan Hana melakukan malam dimana semua pengantin melakukannya.
Walau ini bukan pertama kali bagi mereka namun rasanya sedikit berbeda dan membuat Alvaro selalu tersenyum mengingat kejadian malam itu.
Tepat setelah mereka bertemu kembali Alvaro melamar Hana di depan orang tuanya dengan pancaran kebahagiaan Hana menerima lamaran Alvaro dengan senang hati.
Dan melakukan upacara pernikahan yang begitu mewah mengingat ia dan ayahnya seorang yang terpandang apalagi ibunya mendengar ia akan menikah dengan Hana langsung berteriak heboh dan menyiapkan begitu banyak barang mewah untuk Hana.
Alvaro mengusap pipi Hana"Hana,bangunlah sudah siang. Kau belum makan apapun"ucapnya.
"Eughhh...aku masih mengantuk"ucap Hana.
"Hana"panggil Alvaro sambil mengusap rambut hitam milik Hana.
"Masih mengantuk Varo,aku ingin tidur lagi"rengek Hana dengan nada manja.
"Hana,ini sudah mau siang. kau belum makan apapun"ucap Alvaro.
Hana berdecak kesal lalu ia menatap Alvaro dengan garang.
"Aku mengantuk Alvaro,kau yang membuatku seperti ini"ucap Hana kesal,ia menatap Alvaro dengan muka bantalnya lalu kembali tertidur.
Alvaro terkekeh"aku beri waktu lima belas menit untuk tertidur kembali atau jangan salahkan aku berbuat sesuatu padaku jika kau tidak bangun juga"ucapnya dengan nada peringatan.
Hana kembali menenggelamkan wajahnya di bantal karena ia masih mengantuk.
"Hana"panggil Alvaro karena Hana tidak menjawab perkataan nya.
"Pergilah! Pergilah!! Aku masih mengantuk"ucap Hana yang teredam karena wajahnya tertutup bantal.
Alvaro mengecup kening Hana lalu berjalan keluar kamarnya sambil menutup kembali pintu kamar.
Ia membuatkan pancake lalu membuatkan segelas susu hangat untuk Hana.
Ia menatap jam tangan miliknya terlihat sudah lebih dari lima belas menit lalu ia melangkah masuk kembali ke dalam kamar dengan membawa nampan di tangannya.
Cklek..
"Hana"panggil Alvaro sambil membawa nampan sarapan.
Hana tetap tak bergeming di tempat tidurnya membuat Alvaro menggelengkan kepalanya.
"sayang"panggil Alvaro,Hana tetap tidak menjawab panggilannya.
"Apa aku begitu membuatmu lelah kemarin?"tanya nya dengan suara pelan sambil menghela nafas.
Lalu Alvaro meletakkan nampan berisi sarapan tersebut diatas nakas,ia duduk di pinggir kasur.
"Sayang"panggil Alvaro sambil menepuk pipi Hana pelan.
Alvaro menghela nafas melihat Hana yang tertidur lelap,namun ia harus membangunkan Hana untuk sarapan lebih dulu karena hari sudah hampir siang dan Hana belum memakan apapun.
"Hana"panggil Alvaro hanya di balas dehaman Hana saja.
Alvaro berdecak dengan kesal lalu ia tersenyum jahil dan mengangkat tubuh Hana perlahan menuju kamar mandi.
Tubuh polos Hana terlihat membuat Alvaro berkali-kali harus menelan salivanya dengan kasar.
Ia tidak mungkin memintanya sekarang melihat istrinya kelelahan akibat melayaninya.
Byurr...
Mata Hana terbuka sempurna sambil menatap garang kearah Alvaro sedangkan Alvaro menatapnya dengan menahan tawa.
"ALVARO KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN!!"
∆∆∆
TBC