My Posessive Husband

My Posessive Husband
18.



"mommy,Angkasa mengambil cemilan ku!!"


"Mommy,Angkasa mengambil sepatuku."


"Mommy!"


Hana memijat pelipisnya"ayolah sayang,apa kalian tidak bisa diam saja?"ucapnya.


"Mommy,Angkasa sangat nakal. Jangan berikan dia cemilan lagi"gerutu Aksa.


Hana mengusap rambut Aksa"sudah, duduk disana habiskan makanan mu"ucapnya di balas anggukan Aksa.


"Mom"panggil Bintang.


Hana menoleh"iya sayang,ada apa?"tanya nya.


"Aku lapar"ucap Bintang.


"Kemarilah,mommy baru saja membuat kue untuk mu"ucap Hana.


Bintang duduk di samping Hana,ia langsung memakan kue buatan Hana dengan lahap.


"Minggu depan kalian sudah mulai sekolah ya sayang"ucap Hana sambil mengusap rambut Bintang.


Bintang mengangguk singkat ia menatap kedua kembarannya yang sedang bertengkar itu.


Bintang menatap acuh lalu ia kembali menatap tv kini ia sudah berbaring dan menjadikan paha Hana sebagai bantalnya.


Hana mengusap rambut Bintang dengan pelan sembari terkekeh melihat Aksa dan Angkasa yang saling    bertengkar itu.


"Mommy,dimana Daddy?"tanya Aksa,teryata mereka sudah selesai bertengkar.


"Masih di kantor sayang,sebentar lagi akan pulang. Tunggu saja"ucap Hana.


Aksa menarik tangan Bintang membuat Bintang kembali membuka matanya menatap tajam kearah Aksa.


"Ayo bermain"ajak Aksa.


Bintang menggeleng lalu kembali memejamkan matanya membuat Aksa berdecak kesal,ia menarik kembali tangan Bintang dengan kuat.


Bintang berdecak"bisakah kau tidak menggangguku? Aku mengantuk"ucapnya sambil menatap tajam.


Aksa langsung terdiam dan Bintang kembali tertidur di paha Hana sepertinya memang benar ia sangat mengantuk.


Hana memegangi kepala Aksa"tidak apa-apa sayang,kau bisa bermain nanti"ucapnya di balas anggukan kecil dari Aksa.


Di kantor....


"Rapat sampai disini saja,kita bahas di lain hari mengenai proyek kerja sama"ucap Alvaro.


"Baik tuan"sahut mereka.


"Aku pergi dulu,terima kasih untuk kalian yang sudah datang"ucap Alvaro sambil tersenyum tipis,ia keluar dari ruangan rapat tersebut.


"Tria,apa kegiatan ku selanjutnya?"tanya Alvaro pada Tria sekertaris barunya.


"Nanti malam akan ada acara pertemuan klien penting tuan,apa aku harus ikut tuan?"tanya Tria.


Alvaro menggeleng"tidak usah,kau bisa pulang lebih dulu jangan membuat suami dan anak mu menunggu"ucapnya.


Tria tersenyum tipis"terima kasih tuan,kalau begitu aku akan mempersiapkan berkasnya tuan"ucapnya.


Alvaro mengangguk lalu memasuki ruangannya,ia menghempaskan tubuhnya di kursi seraya memejamkan matanya.


"Lelah sekali"gumam Alvaro.


Alvaro mengambil ponsel nya lalu menghubungi Hana.


"Halo,sayang"ucap Alvaro.


"Halo Alvaro,apa kau sudah selesai? Anak-anak menunggumu dari tadi"ucap Hana.


"Temui aku di kantor,ajak mereka juga dan gantilah pakaian mu"ucap Alvaro.


"Iya sayang,ingat jangan berpakaian terbuka!"


∆∆∆


"Woahh...mommy lihat! Banyak sekali kue coklat"ucap Angkasa dengan semangat.


Hana mengusap kepala Angkasa"iya sayang"ucapnya.


"Apa aku boleh memakannya?"tanya Angkasa.


Hana mengangguk"tentu sayang,kau bisa memakannya hingga puas"ucapnya.


Angkasa memekik senang,ia menarik tangan Aksa dan Bintang untuk mendekati meja yang di penuhi kue tersebut.


"Sayang,aku akan menemui klien ku. Tetap disini sampai aku kembali,mengerti sayang?"Alvaro mencium kening Hana.


"Pergilah"ucap Hana.


"Aku tidak akan lama"ucap Alvaro,ia langsung berjalan menjauh.


"Sayang,jalan lah pelan-pelan"ucap Hana.


"Kalian bisa menabrak orang nanti"sambung Hana.


Angkasa yang tidak mendengarkan apa yang Hana katakan hingga ia tidak sadar menabrak seseorang.


"Astaga!! Siapa yang membawa anak kecil kemari?!"teriak kesal Lessy.


Hana berjalan mendekat"maafkan putraku,ia tidak sengaja menabrak mu"ucapnya.


Lessy berdecak kesal"apa acara ini untuk tempat bermain anak-anak? Anak mu merusak gaun ku."ucapnya.


Bintang menatap tajam"rusak? Mataku tidak buta dan masih bisa membedakan mana yang rusak mana yang masih bagus"ucapnya datar.


"Jangan karena bibi berkuasa disini dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah"sambung Bintang.


Aksa berdecak"dasar bibi jelek,kau tadi yang menabrak saudaraku karena fokus pada ponsel mu"ucapnya.


"Dan sekarang kau malah menyalahkan saudaraku,apa mata mu punya kelainan?"sambung Aksa di balas anggukan Angkasa.


Hana meringis lalu ia menarik tangan putranya satu persatu untuk berada di belakang tubuhnya,ia sudah melihat wajah merah padam wanita di depannya ini.


"Sayang tidak boleh seperti itu"ucap Hana pelan.


"Kau!! Dasar bocah tengik! Aku akan mengusir mu dari sini"ucap Lessy kesal,lalu ia menelpon seseorang membuat Hana yakin bahwa dia meminta bantuan orang tersebut.


"Ada apa ini Lessy?"seorang pria tampan berpakaian rapi datang menghampiri nya.


"Bryan,wanita dan anak ini menggangguku. Usir dia!"ucap Lessy manja,ia bahkan sudah bergelayut manja di lengan pria itu.


Bryan menatap Hana dari atas hingga kebawah lalu ia menyeringai membuat Hana menatap dengan waspada.


"Ah seorang ibu yang memiliki tiga putra"Bryan berjalan mendekat namun langsung dihalangi Bintang.


"Jangan ganggu mommy ku!"ucap Bintang dingin.


Bryan tersenyum tipis"dimana ayah kalian? Atau kalian datang sendiri kesini,aku akan sangat senang memiliki wanita yang sangat menggoda seperti ku"ucapnya.


"Wanita memiliki tiga putra dan masih mempunyai tubuh yang bagus,memang seleraku"sambung Bryan,ia berjalan mendekat.


Hana menatap dingin"aku sudah memiliki suami,pergilah!"ucapnya sambil menarik tangan Bintang agar berada di belakang tubuhnya.


Saat Bryan akan menyentuh pipi Hana tangannya langsung di tahan seseorang.


"Sepertinya kau sudah melewati batas mu Bryan,kau menyentuh istriku"ucap Alvaro dingin.


∆∆∆


TBC