
Alvaro memeluk pinggang Hana kini Hana sedang tertidur ia menatap jam kini pukul satu pagi,ia terkekeh melihat Hana begitu kelelahan melayaninya.
Alvaro membersihkan keringat pada dahi Hana memang mereka baru saja selesai dan itu memang permintaan Hana ia ingin tidur jika tidak sampai pagi pun Alvaro tidak akan membiarkan nya tertidur. Untung saja tidak ada pekerjaan di karenakan libur jika tidak Hana tidak menjamin ia akan tertidur di sekolah.
Alvaro menutup tubuh mereka dengan selimut lalu ia memejamkan matanya sambil memeluk pinggang Hana.
"Mimpi indah sayang"bisik Alvaro sambil mencium puncak kepala Hana.
Keesokan paginya...
"Emm..."Hana mulai membuka matanya.
Pertama kali membuka mata dada bidang Alvaro yang terlihat membuat wajah Hana merah merona lalu ia bangun perlahan agar tidak membangunkan Alvaro yang masih tertidur pulas.
Pinggang Hana terasa pegal sekali seperti ingin rontok, Alvaro benar-benar menyebalkan dan terdapat banyak sekali tanda kemerahan di seluruh tubuhnya siapa lagi kalau bukan ulah Alvaro.
Lalu Hana memakai kemeja milik Alvaro karena bajunya sudah robek tidak tersisa di lantai,ia mengikat rambutnya dengan asal lalu berjalan menuju kamar mandi dengan langkah pelan.
Setelah itu ia keluar dengan keadaan segar dan berganti baju,ia melihat Alvaro masih bergelung di dalam selimut lalu turun kebawah untuk menyiapkan makanan.
Ia menatap kearah jam dinding teryata sudah pukul tujuh pagi pantas saja sudah terang sekali,untung saja hari ini libur jika tidak? Lalu Hana menghela nafas pelan lalu ia mulai memotong bawang .
Satu jam ia berkutik di dapur akhirnya makanan selesai ia masak lalu Hana berjalan menuju kamar nya kembali untuk membangunkan Alvaro yang masih tertidur pulas.
"Varo,bangun! sudah pagi"ucap Hana sambil menggoyangkan tubuh Alvaro.
Alvaro bergumam ia menutupi wajahnya dengan bantal.
"Wait a minute honey"ucap Alvaro teredam di dalam bantal.
"Varo ini sudah hampir siang"ucap Hana sambil mencoba menarik bantal yang berada di wajah Alvaro.
"Aku masih mengantuk"ucap Alvaro sambil menguap.
"Varo!!"Hana menarik tangan Alvaro namun tenaganya tidak lebih kuat alhasil Alvaro menarik tubuh Hana dan mendekapnya.
"Morning"sapa Alvaro sambil mencium kening Hana dan mengecup bibirnya.
"Bangun Alvaro"ucap Hana sambil menarik hidup Alvaro.
Alvaro menyipitkan matanya lalu menyingkirkan tangan Hana yang berada di hidungnya.
"Ok"Alvaro bangun dengan menguap lalu menuju kamar mandi membuat Hana melongo.
"ALVARO KENAPA TIDAK KAU PAKAI DULU BAJU MU!!"
∆∆∆
"Hana"panggil seseorang dari luar.
Hana menoleh ia menatap terkejut dan begitu pula dengan Alvaro.
"Charles"pekik Hana senang.
Charles terkekeh lalu merentangkan tangannya dan di sambut oleh Hana namun tak lama kemudian di singkirkan oleh Alvaro.
"Menyentuh istriku mati kau!!"ancam Alvaro.
Charles tersenyum tipis"santai saja,aku kesini ingin mengenalkan seseorang pada kalian"ucapnya.
"Siapa?"tanya Hana dari belakang tubuh Alvaro.
"Putri"panggil Charles.
Lalu seorang perempuan berparas imut muncul lalu ia bersembunyi di belakang tubuh Charles sambil menatap kearah Hana dengan malu-malu.
"Hana,Alvaro. Kenalkan dia Putri tunangan ku"ucap Charles sambil menggenggam tangan Putri.
Hana mendorong tubuh Charles pelan walau begitu membuat Charles sedikit menjauh dari Putri.
"Aww...so cute"Hana menjabat tangan Putri.
"Halo aku Hana"ucap Hana sambil tersenyum.
"Aku Putri"ucap Putri dengan nada pelan.
Hana mencubit kedua pipi Putri"kenapa kau imut sekali? Akhirnya aku punya teman baru,uhh--lucunya"ucap nya.
"Ahh,maaf aku terlalu antusias. Sakit kah?"tanya Hana sambil mengusap pipi Putri.
"Tidak apa-apa"ucap Putri.
"Ayo kita ke taman belakang,kita saling bertukar cerita disana"ucap Hana sambil menarik tangan Putri pelan.
Putri menatap Charles dan di balas anggukan kepala Charles.
"Pergilah"ucap Charles.
"Apa kabar?"tanya Charles menatap Alvaro yang masih terdiam.
"Baik,tidak aku sangka masih ada yang mau dengan mu"ucap Alvaro.
Charles tertawa lepas"kau mengejek ku"ucapnya.
"Masuklah,kita bicarakan di dalam"ucap Alvaro di balas anggukan Charles.
"Duduklah"ucap Alvaro.
Charles duduk di hadapan Alvaro"bagaimana rasanya?"tanya Charles.
Alvaro mengangkat sebelah alisnya"maksudmu?"tanya nya.
"Menikah"ucap Charles.
Alvaro tersenyum tipis"kau juga akan merasakannya sebentar lagi"ucapnya.
Charles memandang Putri yang sedang tertawa lepas dengan Hana,hatinya menghangat seketika.
"Dari mana kau dapatkan gadis itu?"tanya Alvaro.
Charles terdiam"sebuah insiden"balasnya.
"Kecelakaan?"tanya Alvaro.
Charles menggeleng"bukan,lebih tepatnya dia yang menyelamatkan ku"ucapnya.
Alvaro mengangguk saja"sifat mu masih seperti itu?"tanya nya.
Charles menatap Alvaro bingung"berkepribadian ganda"ucap Alvaro.
Charles mengangguk"sifat ku dari dulu seperti itu. Yahh...walaupun sekarang tidak begitu buruk"ucapnya.
"Baguslah"ucap Alvaro sambil meminum teh nya.
Hana dan Putri kembali masuk menghampiri mereka.
"Charles aku pinjam calon istrimu sebentar ya,kami ingin berbelanja"ucap Hana.
"Pergilah, hati-hati"ucap Charles.
Hana berjalan pelan sambil menarik tangan Putri menuju mobilnya.
Charles melihat cara berjalan Hana yang terlihat aneh lalu ia menatap Alvaro.
"Apa kau kasar padanya di ranjang?!"tanya Charles.
Byurr~
Alvaro yang sedang minum tersedak dan menyemburkan minumannya.
"Apa yang kau katakan?"tanya Alvaro sambil membersihkan bibirnya.
"Cara berjalan Hana terlihat pelan dan terseok-seok"ucap Charles.
Alvaro menatap Hana yang sudah menjauh memang benar cara berjalan Hana terlihat aneh dan itu semua karena nya.
"Kalau kau begitu kasar berikan padaku lagi"ucap Charles dengan nada humor,ia hanya bercanda.
Alvaro menatap tajam Charles"kau mau mati ya?"
∆∆∆
TBC