My Posessive Husband

My Posessive Husband
16.



Hana senang memiliki Alvaro yang begitu perhatian padanya dan juga anak-anak nya. Ia senang memiliki suami yang begitu tegas dan sangat sayang pada keluarganya.


Dan jangan lupakan tiga putra kembar nya itu,kini mereka sudah berumur 6 tahun sebentar lagi mereka akan sekolah membuat Hana tidak sabar untuk mengantar putranya ke sekolah nanti.


Kini Hana sedang sibuk mengajarkan anak-anak nya belajar mengenal huruf dan angka. Ia senang anaknya begitu tanggap dalam menangkap sesuatu.


Terlebih lagi Bintang,ia akui anaknya itu sangat pintar namun sifatnya yang pendiam dan irit berbicara membuat Hana harus ekstra sabar menghadapi putra pertamanya ini.


Lalu Aksa,ia juga hampir sama dengan Bintang hanya saja ia sedikit nakal.


Dan ada Angkasa,si bungsu jahil ini selalu menjahili saudaranya hingga menangis membuat Hana pusing tujuh keliling.


"Apa kalian sudah lapar?"tanya Hana.


Angkasa mengangguk dengan semangat lalu Aksa yang langsung menarik tangan Hana sedangkan Bintang ia hanya menoleh sekilas lalu menyibukkan diri membaca buku kembali.


"Aku tidak tau kalau sifat Alvaro malah turun padamu"ucap Hana pelan.


"Aku pulang"ucap Alvaro,saat ia masuk kedalam rumah.


Alvaro menatap Bintang yang kini sibuk dengan bukunya sesekali menulis apa yang mau ia tulis di bukunya.


"Sudah pulang?"ucap Hana,ia mengambil tas dan jas milik Alvaro.


Alvaro mencium kening Hana lalu mencium kening ketiga putranya.


"Sedang apa,hm?"tanya Alvaro.


"Daddy lihat,aku bisa menggambar ayam"ucap Angkasa dengan heboh.


Alvaro mengelus rambut Angkasa"pintar,teruskan gambar mu"ucapnya.


Angkasa mengangguk lalu mengambil pensil warna dan mulai mewarnai gambarnya.


"Apa yang kau lakukan?"tanya Alvaro pada Aksa.


"Menghitung"balas singkat Aksa.


Alvaro mengangguk lalu menatap Bintang yang juga kini menatapnya dengan tatapan datarnya.


"Kau--"


"Belajar"jawab Bintang tanpa mendengar suara Alvaro terlebih dahulu.


Alvaro mendengus mendengar ucapan singkat putra sulungnya itu,mungkin dulu ia seperti ini sampai membuat ayah dan ibunya pusing.


"Makanlah"ucap Hana,ia meletakkan piring berisi kue kering dan cemilan lain nya.


Angkasa dengan semangat melompat-lompat dengan girang,ia memakan kue tersebut dengan lahap.


"Mommy,aku mau itu"ucap Aksa sambil menunjuk kearah cemilan buatan Hana.


"Ini"Hana memberikan kue tersebut pada Aksa.


Bintang berdiri dan berjalan mendekat kearah piring tersebut dan mengambilnya satu lalu kembali duduk dan melanjutkan kegiatannya.


Hana menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putra sulungnya itu.


"Besok kita akan jalan-jalan"ucap Alvaro.


"Kau libur?"tanya Hana.


"Aku bisa libur kapan pun sayang"ucap Alvaro dengan sombong.


"Mommy,apa kita akan jalan-jalan?"tanya Angkasa sambil menarik ujung baju Hana.


"Tentu sayang"balas Hana sambil mengelus rambut putranya.


"Yes"balas Angkasa dengan girang lalu ia mengecup pipi Hana dan berlari menuju kamarnya.


Lalu kembali lagi,bahkan Angkasa sudah menarik tangan Bintang dan Aksa untuk pergi ke kamar bersamanya.


"Ayo,ayo"ucap Angkasa dengan semangat.


"Kue ku"ucap Aksa,ia mengigit tangan Angkasa.


"Aduh!"ringis Angkasa,ia langsung melepaskan pegangan tangannya.


Aksa mendengus dan memeletkan lidahnya kearah Angka lalu ia mengambil beberapa kue di tangannya dan berjalan menuju kamarnya.


"Tangan mu"ucap Bintang datar membuat Angkasa langsung melepaskan tangannya.


"Aku bisa sendiri"sambung Bintang,ia mengambil buku dan satu bungkus snack kedalam kamar.


"Apa salah ku?"ucap Angkasa,ia langsung menyusul kedua saudaranya.


∆∆∆


"Ambil lah kalau kau bisa"tantang Angkasa sambil berlari dengan gesit menghindar dari kejaran Aksa.


"Angkasa!!"Aksa mengejarnya bahkan ini baru saja pukul 6 pagi,Hana baru saja menyelesaikan pekerjaan nya membuat sarapan.


Hana menghela nafas pelan, lagi-lagi anaknya bertengkar dengan alasan yang sama.


"Mom"panggil Bintang,ia sudah rapi dengan baju kaos bewarna biru dan celana pendek selutut tak lupa sepatu bewarna hitam miliknya.


"Iya sayang,kenapa?"Hana tersenyum.


"Lapar"ucap Bintang sambil menepuk perutnya,lalu terdengar bunyi dari sana.


Hana terkekeh"duduklah"ucapnya.


Bintang duduk lalu menatap lapar kearah makanan yang di buat Hana.


"Ini,makanlah"ucap Hana,ia memberikan sepiring pancake pada Bintang.


Bintang memakan dengan lahap tanpa memperdulikan saudaranya yang terus saja bertengkar.


"Morning love"Alvaro mencium pipi Hana lalu mencium kening Bintang.


"Mereka kenapa?"tanya Alvaro,ia menatap Angkasa dan Aksa yang saling mengejar satu sama lain.


"Bertengkar lagi"ucap Hana.


Alvaro terkekeh,lalu ia duduk di samping Bintang yang sedang memakan sarapannya dengan lahap.


"Apa kau segitu laparnya?"tanya Alvaro.


"Heem"Bintang mengangguk lalu kembali memakan pancake miliknya.


"Sayang,ayo sarapan. Apa kalian tidak lapar?"tanya Hana.


"Mom"rengek Aksa"Angkasa mengambil baju ku."


"Apa? Ini bajuku tau,bukan baju mu"protes Angkasa tidak terima.


"Itu baju ku,mommy yang membelikannya untuk ku"ucap Aksa kesal.


"Hey hey"ucap Alvaro"baju yang mommy belikan pada kalian modelnya sama tidak ada yang beda."


"Dad,itu bajuku"rengek Aksa.


"Bajuku!!"balas Angkasa.


"Baju ku."


"Milikku!"


"Pun---"


Tak~


"Aduh!!"ringis Aksa dan Angkasa,mereka mengelus keningnya masing-masing lalu menatap seorang yang melemparkan sendok kearah mereka.


Bintang menatap dingin dengan mulut penuh dengan makanan,ia yang melempar sendok kearah Aksa dan Angkasa.


Perlu di ketahui Bintang sangat benci kebisingan,ia benci di ganggu saat ia butuh ketenangan.


"Makan dan diamlah!"ucap Bintang datar membuat Aksa dan Angkasa langsung menurut padanya.


Mereka duduk di samping Hana yang masih kosong lalu memakan pancake yang di berikan ibunya.


Hana meringis melihat betapa galak anak nya ini jika di ganggu sedangkan Alvaro ia menahan tawa,ia tidak menyangka bahwa kedua putranya langsung menurut pada perkataan kembarannya yang dingin ini.


"Galak seperti mu"bisik Alvaro.


"Dan dingin seperti mu"balas Hana.


Alvaro terkekeh pelan"tentu saja,gabungan yang sangat cocok bukan"ucapnya.


Hana mendengus lalu mengelus rambut Bintang"ingin tambah lagi sayang?"tanyanya.


Bintang mengangguk lalu ia meminum susu sambil menatap kedua saudaranya yang diam menatapnya dengan takut.


"Jangan ulangi lagi"ucap Bintang datar.


Aksa dan Angkasa mengangguk"baik"balas mereka.


Yahh...itulah sifat Bintang sebenarnya.


∆∆∆


TBC