My Posessive Husband

My Posessive Husband
4.



Hari demi hari,bulan demi bulan sudah di lalui kini Hana dan Alvaro menjalani kehidupan nya dengan damai tanpa ada masalah yang menganggu.


Tetap seperti biasa Alvaro yang begitu overprotektif pada Hana dan semakin menjadi apalagi jika sudah menyangkut pasal anak yang berada di dalam perut Hana.


Jangan terkejut memang benar Hana sedang mengandung dan usia kandungannya baru dua minggu.


Flashback


"Alvaro,aku mau itu"tunjuk Hana kearah kembang gula yang memiliki bentuk yang lucu.


"Ok. Kita beli"ucap Alvaro sambil menggenggam tangan Hana menuju warung kecil tersebut


"Alvaro,aku juga mau itu"tunjuk Hana kearah warung yang menjual mie rebus.


"Apa kau belum kenyang sayang? Kau sudah makan ikan bakar tadi"ucap Alvaro.


"Kau yakin masih mau makan lagi?"sambung Alvaro.


Hana mengangguk dengan semangat sambil menarik tangan Alvaro menuju warung tersebut.


Hana sudah menghabiskan dua mangkuk mie rebus membuat Alvaro menelan salivanya dengan kasar.


"Sayang,apa kau begitu kelaparan?"tanya Alvaro sambil meringis.


"Aku sudah kenyang"ucap Hana sambil menepuk pelan perutnya lalu bersendawa.


Alvaro bernafas lega ia tidak memperdulikan uang yang ia keluarkan untuk membeli makanan karena bagaimanapun ia tidak ada miskin jika hanya mengeluarkan uang ratusan ribu.


Yang ia khawatirkan ialah kondisi kesehatan Hana,walaupun masih terlihat baik namun Alvaro tetap khawatir.


"Alvaro"panggil Hana.


Alvaro menoleh"kenapa,hm?"tanya nya.


"Gendong"ucap Hana dengan manja.


Alvaro menaikkan alisnya menatap bingung kearah Hana,entah kenapa sifat Hana dari Minggu lalu begitu aneh dan membuat Alvaro sering bertanya-tanya.


"Baiklah"ucap Alvaro.


Hana tersenyum senang namun ia memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Hana,kau kenapa?"tanya Alvaro panik.


Tak lama kemudian Hana pun pingsan membuat Alvaro panik bukan main,ia langsung menggendong tubuh Hana menuju rumah sakit terdekat.


Saat sampai di rumah sakit Hana langsung di periksa oleh dokter dan  Alvaro menunggu di depan ruangan.


Cklek~


"Bagaimana kondisi istri saya"tanya Alvaro saat melihat dokter keluar dari sana.


"Kondisi istri anda baik-baik saja karena ini normal"ucap Dokter.


Alvaro menatap bingung,normal? Apanya yang normal.


"Apa maksud dokter?"tanya Alvaro.


Dokter tersebut tersenyum"selamat istri anda sedang mengandung usia nya kini baru dua Minggu,usahakan jangan terlalu membuat istri anda lelah."ucapnya.


"Saya permisi dulu,pasien sudah di perbolehkan untuk pulang"ucap Dokter.


Alvaro termenung,Hana hamil? God,hadiah yang begitu ia tunggu-tunggu.


Alvaro langsung masuk kedalam ruangan sambil menciumi seluruh wajah Hana dan mengusap perut Hana yang masih datar.


"Welcome my baby,ayah menunggu mu disini."


∆∆∆


"Hana,jangan melakukan itu."


"Hana,kau diam saja disitu!!"


"HANA!!"


Hana mendengus kesal,tidak boleh ini tidak boleh itu. Alvaro benar-benar membuatnya kesal.


Alvaro memijat pelipisnya teryata mengurus seorang istri yang sedang hamil muda itu teryata begitu sulit.


"Kau ingin kemana,ingat hanya sebentar!"ucap Alvaro sambil memperingati Hana.


"Aku ingin makan steak ayam"ucap Hana sambil menggoyangkan lengan Alvaro.


Alvaro tersenyum lalu mengecup bibir Hana"ok,kita pergi"ucap nya.


Hana memekik senang ia langsung berlari membuat Alvaro berteriak marah.


"HANA JANGAN BERLARI!! KAU BISA JATUH!!"teriak Alvaro kesal.


Selang beberapa menit Hana selesai berganti baju"ayo"ucap Hana.


Alvaro mengangguk lalu menggenggam tangan Hana dan membawanya keluar.


"Setelah itu kita pulang"ucap Alvaro.


Hana menatap lesu kearah Alvaro,semenjak ia hamil Alvaro langsung memberhentikan nya bekerja lalu membatasi ruang geraknya. Alvaro selalu melarang melakukan ini dan itu,terlalu berlebihan.


Hana membuang muka menatap kearah luar jendela mobil,ia merajuk.


Alvaro menoleh"Hana,kau dengar perkataan ku kan?"tanya nya.


Hana hanya menjawab dengan dehaman tanpa menatap Alvaro.


"Aku tau kau kesal,tapi ingat kau sedang hamil Hana. Pikirkan anak kita jangan karena kau keras kepala malah membahayakan anak yang berada di dalam perutmu"ucap Alvaro.


Hana tidak menjawab ia hanya diam,egois sedikit tidak apa-apa kan? Ia hanya bosan tidak melakukan kegiatan apapun.


"Sudah sampai,ayo turun"ucap Alvaro dengan lembut.


Hana keluar tanpa memperdulikan Alvaro membuat Alvaro menghela nafas pelan,Hana merajuk lagi.


Alvaro menyusul Hana yang sudah berjalan mendahuluinya.


"Tuan Alvaro"ucap pelayan tersebut sambil menunduk.


"Aku hanya menemani istriku jangan ikuti aku!"ucap Alvaro dingin.


"Baik tuan."


Alvaro merangkul Hana lalu mereka berjalan memasuki ruangan khusus.


Tak berapa lama pesanan mereka pun datang dan Hana langsung memakan makanan tersebut dengan diam.


"Hana,jangan mengacuhkan aku"ucap Alvaro,Hana masih diam ia tetap melanjutkan makannya.


"Hana"panggil Alvaro lagi.


Alvaro menghela nafas"ok,aku akui aku terlalu mengekang mu. Kau ingin apa? Aku akan menuruti mu tapi tidak dengan bekerja"ucapnya.


Hana menatap Alvaro dengan mata berbinar-binar"benarkah?"tanya nya.


Alvaro mengangguk"iya"balas nya.


"Aku ingin ke panti"ucap Hana dengan semangat.


"Panti?"tanya Alvaro.


Hana mengangguk"aku ingin melihat anak-anak sudah lama aku tidak kesana"ucapnya.


Alvaro mengangguk"ok,setelah makan kita akan kesana"ucapnya.


"Terima kasih"ucap Hana.


Alvaro tersenyum setidaknya Hana tidak merajuk lagi padanya,iya bukan?


"Apapun untuk istriku selama itu tidak membuat mu kelelahan."


∆∆∆


TBC