My Posessive Husband

My Posessive Husband
21.



"Aksa,Angkasa sudah jangan bertengkar"teriak Hana.


"Mommy, Angkasa mengambil pensil milik ku"rengek Aksa.


Angkasa memeletkan lidahnya"coba ambil kalau kau bisa"ucapnya.


"Kemari kau!"Aksa kembali mengejar Angkasa dari belakang.


Hana menggelengkan kepalanya lalu Alvaro datang dengan wajah mengantuk ia memeluk pinggang Hana dari belakang.


"Morning"ucap Alvaro dengan serak sembari mencium leher Hana.


"Mandilah Alvaro setelah itu kau bisa sarapan"ucap Hana sambil menepuk tangan Alvaro.


Alvaro mengangguk lalu melepaskan pelukannya ia menatap kedua anaknya yang saling mengejar satu sama lain.


"Bertengkar lagi?"tanya Alvaro.


Hana mengangguk sembari terkekeh pelan"seperti biasa"ucapnya.


"Daddy lihat aku mendapat nilai 9"ucap Angkasa sambil menunjukan kertas miliknya yang mendapat nilai 9 tersebut.


Aksa mendorong tubuh Angkasa"Daddy, lihat aku mendapat nilai 9,5 lebih tinggi dari nilai Angkasa"ucapnya dengan bangga.


Angkasa mendengus"nilai ku bagus"ucapnya.


Aksa memeletkan lidahnya"nilai ku lebih bagus darimu"ledeknya.


"Punya ku lebih bagus."ucap Angkasa kesal.


"Punyaku!"


"Nilai ku!!"


"Nil---"


"Minggir!"Bintang mendorong tubuh mereka berdua hingga terhuyung kesamping.


Bintang menyerahkan kertas yang sama kearah Hana memang Bintang lebih dekat dengan Hana daripada Alvaro kecuali kedua saudaranya yang memang sangat dekat dengan Alvaro.


"Nilai 10"ucap Bintang singkat.


Hana tersenyum lalu mencium kening Bintang"anak pintar"ucapnya.


Bintang tersenyum tipis lalu berbalik menatap datar kearah kedua saudaranya yang memandang dirinya kesal.


"Hanya nilai seperti itu, memalukan"ucap Bintang lalu berjalan menjauhi kedua saudaranya.


Hana melongo mendengar perkataan Bintang sedangkan Alvaro berdecak kagum tidak di sangka putranya itu akan mengeluarkan kata pedas.


"Bintang!! Siapa yang kau sebut memalukan ha?!"teriak Angkasa.


"Ayo kita bertanding nilai siapa yang lebih bagus"tantang Aksa.


Bintang menaikan alisnya"oh? Bertanding? Memangnya kalian mampu?"remehnya.


"Jangan meremehkan kami!!"Aksa melempar bantal kearah Bintang namun dengan cepat ia mengelak.


"Bahkan melempar pun kau tidak bisa"ucap Bintang datar, ia berjalan menuju kamarnya.


Aksa menggeram kesal begitu pula Angkasa"BINTANG KEMBALI KAU KESINI!!"teriakan mereka berdua.


"Tidak penting sama sekali"sahut Bintang dari kamarnya.


Alvaro menahan tawanya melihat wajah memerah kedua putranya yang begitu kesal dengan sikap Bintang.


Ah ya Bintang yang memiliki mulut berbisa, wajah yang selalu datar dan jangan lupa tatapan tajam yang ia miliki.


Alvaro membayangkan Bintang jika nanti ia memiliki kekasih, apa ia akan sangat posesif? Atau dingin?


"Sayang ayo makan dulu"ucap Hana.


Aksa dan Angkasa mengangguk"baik mommy"sahut mereka.


"Anak mu benar-benar membuat orang kesal"ucap Hana.


∆∆∆


Lagi-lagi Aksa dan Angkasa berwajah masam saat melihat nilai pelajaran Bintang yang selalu sempurna sedangkan nilai mereka selalu berada dibawah Bintang walau hanya selisih sedikit.


"Ini tidak adil!"ucap Aksa tidak terima.


Bintang menatap acuh sembari kembali menulis di buku sambil memakan cemilan kering buatan Hana.


"Ayo sayang, saatnya berangkat sekolah"ucap Hana.


Bintang menenteng tas nya sembari membenarkan letak dasinya ia berjalan mendahului kedua saudaranya.


Bintang meminum susu kotak yang Hana berikan padanya begitu pula dengan Aksa dan Angkasa mereka langsung diam saat Hana memberikan minuman.


"Sudah?"tanya Alvaro.


Mereka mengangguk dengan semangat membuat Alvaro terkekeh pelan.


"Kita berangkat"ucap Alvaro.


Saat mereka sampai Aksa dan Angkasa selalu bersama dengan teman-teman nya terkecuali Bintang yang hanya menatap datar beberapa gadis yang menghalanginya.


Bintang mencium pipi Hana ia langsung masuk kedalam kelas tanpa memperdulikan mereka.


"Bintang sangat dekat dengan mu ya sayang"ucap Alvaro sambil memeluk pinggang Hana.


Hana tersenyum"walaupun dia dingin, Bintang juga adalah anak yang manja"ucapnya.


"Kau mau menunggu atau pulang dulu?"tanya Alvaro.


"Aku sepertinya harus pulang dulu menyiapkan makanan untuk mereka"ucap Hana.


Alvaro mengangguk"ayo kita pulang"ucapnya.


Bintang diam saat guru menjelaskan pelajaran berbeda dengan anak yang lain yang seumuran dengan dirinya. Ia termasuk berbeda karena biasa seumuran dirinya akan lebih senang bermain dan lebih aktif.


Sedangkan Bintang ia hanya diam tanpa memperdulikan teman-teman yang mengajak dirinya untuk bermain.


Bel istirahat pun berbunyi Bintang keluar dan duduk di bangku didepan kelasnya sembari memakan kue yang Hana berikan padanya.


"Jangan menghina mommy ku seperti itu!!"teriak Angkasa membuat Bintang menoleh ia mengangkat alisnya.


"Kau berani menghina mommy ku"lagi-lagi suara Angkasa yang terdengar.


Bintang menutup kotak makanannya lalu berjalan mendekat kearah kerumunan orang seumurannya.


Angkasa mendorong tubuh anak laki-laki seumuran dirinya dengan kuat.


"Jangan pernah menghina orang tua ku"ucap Aksa dingin.


Bintang menatap tajam, oh sepertinya ada yang menghina orang tuanya.


"Kenapa? Memang benar bukan?"remehnya.


"Kau---"


Bugh~


Bintang menendang perut anak seumuran dirinya hingga tersungkur membuat semua mata menatap nya dengan terkejut.


Bintang berjalan santai lalu berjongkok dihadapan anak yang ia tendang tadi.


"Berani menghina orang tua ku lagi kau berurusan dengan ku."


Bintang berdiri menatap nyalang kearah kerumunan"termasuk kalian semua"ucapnya dingin.


"Berani menghina orang tua ku termasuk ibu ku kalian akan bernasib sama dengan orang di depan ku ini"ucap Bintang.


"Dan aku tidak pernah main-main."


∆∆∆


TBC