
Alvaro menatap tajam kearah Vidia yang nampak gemetar di tempatnya.
"Itu---Alvaro tolong maafkan sepupu ku"ucap Dave sambil menatap Vidia yang tengah memeluk lengannya dengan erat.
"Sepupu ku terlalu egois untuk itu aku mewakilinya maafkan Vidia, dia memang selalu seperti itu."sambung Dave.
"Oh, dan membiarkannya menindas istriku. Kau pikir aku peduli"ucap Alvaro dingin.
Hana memegang baju Alvaro sembari menggeleng"sudah lah, jangan di perpanjang lagi."ucapnya.
Alvaro memeluk pinggang Hana"aku akan menunggu kabar kehancuran my"ucapnya sambil pergi dari hadapan mereka.
"Dave"cicit Vidia.
"Kau harus menerima apa yang telah kau lakukan Vidia, kau sudah berani mengusik istri Alvaro"ucap Dave sambil pergi dari hadapan Vidia.
Vidia terisak dan terduduk di lantai sedangkan Angkasa sedikit menatapnya iba namun kerah bajunya langsung di tarik Aksa keluar dari mall.
"Tidak usah menarik kerah baju ku bodoh!!"Angkasa menepis tangan Aksa yang berada di kerah bajunya.
Aksa mendengus"mom, kita pergi ke tempat nenek saja"ucapnya.
"Tentu saja"ucap Hana sambil tersenyum.
"WOAHH...RUMAH NENEK"teriak Angkasa di samping Aksa.
Aksa yang kesal menyumpal mulut Angkasa dengan sapu tangan miliknya.
"Aksa sialan!!"Angkasa mendelik kesal sedangkan Aksa malah mengacungkan jari tengah nya.
"Alvaro, apa kau benar-benar akan menghancurkan karier nya?"tanya Hana.
"Tentu saja, siapa yang berani mengusik istriku akan aku buat hidupnya menyesal"ucap Alvaro.
"Tapi----"
"Dia pantas mendapatkannya mom"potong Bintang acuh sambil menatap kearah luar jendela lalu menatap Hana yang berada di hadapannya.
"Setiap perbuatan jahat akan mendapat ganjarannya sendiri"sahut Aksa.
"Mom, kau terlalu baik. Jangan karena kebaikan mom malah di tindas"ucap Angkasa.
Bintang mengangguk setuju sembari memakan cemilan yang berada di dalam mobil.
"Daddy apa kau tau? Ada banyak gadis yang menyatakan perasaan pada Bintang"ucap Angkasa heboh membuat Bintang mendengus.
Alvaro terkekeh"tentu saja, siapa yang akan menolah pesona putraku"ucapnya.
"Apa aku juga?"tanya Angkasa.
"Tentu, jika kau tidak melakukan kejahilan lagi. Akan banyak perempuan yang menyukai mu"ucap Alvaro.
"Tapi Daddy Bintang menolak semua gadis, apa dia punya kelainan pada seorang gadis?"tanya Angkasa membuat Bintang mendelik tajam.
Hana tertawa kecil"dulu Daddy kalian seperti itu sayang, banyak gadis yang di tolak. Sama seperti Bintang"ucapnya.
"Lalu kenapa mommy bisa bersama dengan daddy?"tanya Angkasa.
"Ah, itu---"
"Rahasia"potong Alvaro"kau akan tau nanti jika kau sudah dewasa."
Angkasa mengembungkan pipinya"tapi daddy----"
"Berisik!!"Aksa menyumpal roti yang baru saja ia buka.
"Uhukkk....kau mau membunuh ku ya Aksa?!"
∆∆∆
"NENEK!!"teriak Angkasa membuat Arika terkejut saat ia sedang menyiram tanaman.
"Ah, Angkasa. Kalian datang?"ucap Arika sambil tersenyum.
Angkasa memeluk tubuh Arika"dimana kakek?"tanya nya.
"Ada di kamarnya sayang"ucap Arika.
"Apa kabar mom?"Alvaro mencium kening Arika.
"Baik sayang, Hana ayo masuk sayang."ucap Arika.
"Kalian datang"ucap Ervin sambil tersenyum tipis.
"Dad, apa kabar mu?"tanya Alvaro.
"Baik-baik saja."jawab Ervin.
"Bagaimana keadaan kalian?"tanya Ervin.
"Kami baik-baik saja"balas Hana sambil tersenyum.
Prangg~
"ANGKASA KAU MERUSAK PAJANGAN NENEK!"teriak Aksa.
Angkasa hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal"ehm, itu aku tidak sengaja menyenggolnya."
"Dasar bodoh!"umpat Aksa.
"Apa yang kau katakan?"Angkasa mendelik.
"Bodoh, kau itu bodoh."Angkasa melempar bantal sofa namun Aksa berhasil mengelak.
"Sini kau!!"Angkasa mengejar Aksa sembari melempar sepatu yang ia pakai kearahnya.
"Tidak kena"Aksa memandang remeh.
"Sialan!!"umpat Angkasa.
Bintang memutar bola matanya dengan malas sembari meminum teh yang di buatkan neneknya.
Alvaro memijat pelipisnya"maafkan putra ku mom"ucapnya.
Arika terkekeh pelan"tidak apa-apa, lagipula mereka masih kecil"ucapnya.
Ervin menggelengkan kepalanya saat melihat Angkasa dan Aksa saling mengejar satu sama lain sedangkan Bintang ia hanya duduk diam sembari meminum teh.
"Bintang, bagaimana sekolah mu?"tanya Ervin.
"Baik"balas Bintang singkat.
"Kemarin dia baru saja pulang dari lomba"ucap Hana.
Ervin mengangguk"dia memang selalu membanggakan"ucapnya.
"Kami juga bisa seperti itu kakek"ucap Angkasa iri.
"Oh ya?"tantang Ervin"akui saja, kalian berdua tidak bisa menandingi kakak kalian."
Angkasa menggerutu kesal"huh, lihat saja aku akan merebut peringkat pertama darinya."ucapnya.
"Oh, kita lihat saja nanti"balas Bintang santai.
Aksa duduk di samping Bintang"aku akui aku tidak sepintar Bintang"ucapnya sambil menyenggol lengan Bintang pelan.
"Tapi yang terpenting aku tetap mendapat peringkat umum walaupun di bawah Bintang"sambung Aksa.
"Kenapa tidak ada yang membela ku?"ucap Angkasa kesal.
"Untuk apa? Kau saja sudah merusak pajangan kesayangan nenek"ucap Aksa.
"Aku tidak sengaja"ucap Angkasa sambil menggerutu kesal.
"Kau selalu mengatakan itu jika sudah merusak sesuatu"ledek Alvaro.
"Daddy!"Angkasa mendelik kesal.
"Sudahlah, kalian selalu saja bertengkar"ucap Ervin.
Bintang tersenyum tipis sembari kembali meminum teh nya.
"Bagaimana jika aku menjodohkan Bintang dengan cucu teman ku"ucap Arika tiba-tiba membuat Bintang menyemburkan airnya.
Bintang menatap tidak percaya kearah neneknya"what?"tanya nya.
"Hanya berkenalan sayang, sepertinya kau dan dengannya sangat cocok. Karena dia juga sama pintarnya seperti mu."
∆∆∆
TBC