
"mom, hari ini kita akan kemana?"tanya Angkasa dengan semangat.
"Tentu saja jalan-jalan sayang"ucap Hana,"kau mau kan?"
Angkasa mengangguk setuju"tentu saja aku mau."ucapnya.
"Aku juga"sahut Aksa.
Hana menatap Bintang dan ia pun mengangguk singkat pertanda ia setuju untuk ikut pergi.
"Apa Daddy ikut?"tanya Angkasa.
"Tentu saja aku ikut"sahut Alvaro, ia pun sudah rapi dengan baju nya.
"Ayo kita pergi"ucap Angkasa dengan semangat membuat Hana terkekeh.
Alvaro memukul kepala Angkasa"sampai kau menjahili orang lagi, aku akan menyita seluruh barang yang aku berikan padamu"ancamnya.
Angkasa hanya mengeluarkan cengirannya"tidak janji"ucapnya.
Alvaro mencibir kesal lalu ia menggenggam tangan Hana mereka pun pergi ke mall mewah yang lumayan dekat dari rumah mereka.
"Aku ingin membeli sepatu"ucap Angkasa.
"Aku juga"sahut Aksa"bagaimana dengan mu?"tanyanya pada Bintang.
"Baju"ucap singkat Bintang sambil menggandeng tangan Hana.
Mereka pun akhirnya sampai dipusat pembelanjaan saat sampai pun mereka menjadi pusat perhatian termasuk putra mereka.
Bintang yang hanya mengenakan baju kaos bewarna hitam bertuliskan "WOLF" dan topi miliknya serta celana jeans sedangkan Aksa ia memakai baju bewarna putih polos dengan jaket bewarna biru lalu Angkasa yang mengenakan baju bewarna abu-abu dengan tulisan "DANGER".
Hanya mengenakan pakaian biasa namun mereka tetap menjadi pusat perhatian.
Alvaro mengenggam tangan Hana saat memasuki mall tersebut"kau ingin apa sayang?"tanya nya.
"Sepertinya kita makan dulu, aku lapar"ucap Hana membuat Alvaro terkekeh.
"Baiklah, aku sedikit ada urusan disini. Jaga dirimu, aku hanya pergi sebentar saja"ucap Alvaro sambil mencium kening Hana.
"Jaga ibu kalian"ucap Alvaro.
"Baik Daddy"balas mereka serentak.
Hana duduk di samping Bintang dan duduk berhadapan dengan Aksa dan Angkasa.
Hana memakan makanan tersebut dengan lahap begitu pula dengan kedua putranya namun berbeda dengan Bintang yang hanya memesan kue dan kopi saja.
"Sialan!! Pengemis dari mana ini, kau merusak baju ku"teriak seorang wanita muda yang memarahi seorang wanita yang sudah tua yang sedang bersama cucunya.
"Ma-maaf bibi aku tidak sengaja"ucap seorang anak kecil dengan pakaian compang-camping nya.
"Tidak sengaja? Hey! Aku membeli baju ini di butik ternama dan kau merusaknya"ucap nya sambil membentak.
"Tapi aku tidak melihat baju mu rusak, itu hanya terkena tumpahan minuman saja. Kenapa kau malah mempermasalahkannya?"Hana berjalan mendekat.
"Tidak usah ikut campur!"ucap wanita itu ketus.
"Kenapa tidak? Aku hanya tidak ingin kau menindas wanita yang lebih tua dari mu"ucap Hana santai.
"Wanita sialan!!"
∆∆∆
"Kau tau baju yang aku pakai ini adalah baju mahal"bentak wanita itu.
"Aku tau. Lalu, apa masalahnya? Kau hanya tinggal mencucinya saja dan tidak perlu memarahi orang lain"ucap Hana datar.
"Kau!"wanita itu langsung melayangkan tamparan kearah Hana namun Bintang menahan tangannya.
"Lepaskan!"ucap wanita itu saat tangannya di cengkram kuat oleh Bintang.
Aksa menaikan alisnya lalu mengambil minuman miliknya dan menumpahkannya tepat di baju wanita itu.
"Apa yang kau lakukan sialan!!"wanita itu menatap bajunya yang sudah basah.
"Hanya menyiram mu saja, sayang sekali wajah cantik tapi tidak memiliki moral"ucap Aksa dingin.
"Benar, bahkan senang memperbesar masalah yang hanya kecil seperti ini"sahut Angkasa.
Bintang mendorong tubuh wanita itu sedangkan Aksa dan Angkasa membantu pengemis itu untuk berdiri.
"Kalian! Aku akan memanggil pemilik mall ini untuk mengusir kalian"ucap wanita itu.
"Oh, aku akan dengan senang hati menunggumu"ucap Hana dengan santai. Wanita itu pun pergi dengan wajah memerah karena marah.
Hana tersenyum"apa kalian tidak apa-apa?"tanya nya.
"Terima kasih bibi"ucap anak kecil tersebut, Hana memandangnya mungkin anak tersebut baru saja berumur 8 tahun.
"Nenek ku tidak bisa berbicara, ia bisu"sambungnya.
"Lalu siapa nama mu?"tanya Hana.
"Aku Olin bibi"ucap Olin.
"Nama yang bagus, nah ini untuk mu"ucap Hana sambil memberikan banyak uang dollar untuk Olin.
"Tapi---"
"Ambil saja, dan belikan nenek mu pakaian dan makanan yang enak"ucap Angkasa sambil menepuk puncak kepala Olin.
"Terima kasih banyak, kalau begitu aku pamit. Sampai jumpa lagi"ucap Olin.
Hana tersenyum sedangkan wanita tua itu menepuk-nepuk punggung tangan Hana.
"Hati-hati"ucap Hana sambil memandang punggung mereka yang mulai menjauh.
"Lihat itu, mereka yang melakukan ini padaku. Usir mereka Dave"adu Vidia, wanita muda yang tadi.
Wanita tadi bersama seorang pria muda nan tampan dan juga Alvaro.
Dave menatap Hana"sebenarnya apa yang terjadi?"tanya nya.
"Anak wanita itu menyiram minuman kearah baju ku"ucap Vidia.
"Aku sengaja"balas Aksa membuat Vidia menggeram kesal.
"Usir mereka Dave"ucap Vidia.
Mata Alvaro menggelap"kau ingin teman ku mengusir istriku nona Vidia"ucapnya dingin.
"I-istri?"tanya Vidia.
Alvaro menatap tajam"istriku, wanita yang ingin kau usir adalah istriku"ucapnya datar.
Alvaro langsung memeluk pinggang Hana dan menunjukan sikap posessive.
"Kau berani mengusik wanita ku nona Vidia, sepertinya kau harus aku beri pelajaran."ucap Alvaro dingin membuat wajah Vidia pucat pasi.
"Kau ingin aku menghancurkan karir model mu? Atau kau ingin aku menghancurkan perusahaan keluargamu."
∆∆∆
TBC