My Posessive Husband

My Posessive Husband
20.



Bintang menatap kaku kearah kerumunan di hadapannya, hari ini hari pertama ia dan saudaranya sekolah.


Angkasa sudah berbaur dengan teman-teman nya sedangkan Aksa nampak bersembunyi di belakang tubuh Hana.


Sedangkan Bintang dengan wajah tegangnya ia berdiri menatap puluhan gadis seumuran dirinya.


Sedikit info sejak mereka datang ke sekolah mereka kini menjadi sorotan apalagi mereka adalah keluarga Antony keluarga yang sangat terpandang.


"Mommy aku takut"lirih Aksa sambil memegang baju Hana dari belakang.


Hana tersenyum lalu mengelus rambut Aksa"tidak apa-apa sayang, kau akan terbiasa nanti"ucapnya.


"Berbaur lah"ucap Hana dibalas gelengan kepala Aksa.


"Aku mau bersama mommy"ucap Aksa.


Hana berjongkok di hadapannya"dengarkan mommy kau harus berani Aksa, kau laki-laki harus melawan rasa takut mu"ucapnya.


Hana menjentikkan jarinya pelan di dahi Aksa"itu baru namanya pria sejati"sambungnya.


"Apa seperti Daddy?"tanya Aksa.


Hana mengangguk"benar, seperti Daddy"ucapnya.


Aksa mulai mendekati orang sebaya nya dengan perlahan lalu ia tersenyum kaku tidak tau apa yang akan ia lakukan.


Aksa menatap Hana namun dibalas acungan jempol oleh Hana, Aksa mulai berbaur dengan teman-teman nya seperti Angkasa.


Hana menatap khawatir kearah Bintang yang masih berdiri kaku dihadapan para gadis seumurannya.


Sepertinya putranya itu akan menjadi idola para gadis, Hana menghela nafas pelan lalu ia tersenyum tipis.


Alvaro menggenggam tangan Hana"kau mau menunggu disini sayang?"tanya nya.


Hana mengangguk"iya, karena hari ini hari pertama mereka sekolah. aku ingin melihatnya juga"ucapnya.


Alvaro tersenyum tipis lalu mencium kening Hana"pergilah, hati-hati. Jika ada sesuatu hubungi aku"ucapnya.


Hana tersenyum"baiklah"ucapnya.


Alvaro menatap jam di tangannya"aku harus pergi ke kantor sayang, jaga dirimu"ucapnya sambil mengecup pipi Hana.


"Baiklah, hati-hati"ucap Hana.


Hana berjalan mendekati Bintang, ia menepuk bahunya pelan.


"Masuklah ke kelas mu sayang"ucap Hana.


Bintang mengangguk lalu berjalan melewati kerumunan gadis di hadapannya tanpa memandang mereka sedikit pun.


Disusul Aksa dan Angkasa yang memasuki kelas dengan teman-temannya.


Hana tersenyum setidaknya mereka sudah mulai berbaur senang rasanya melihat keakraban mereka dengan yang lain.


Hana duduk di tempat yang biasa menjadi tempat orang tua berkumpul sambil menunggu anak mereka pulang.


Bintang keluar dari kelasnya lalu melihat kesana dan kemari saat melihat Hana ia berlari mendekatinya.


Hana menatap bingung"kenapa sayang?"tanya nya.


Bintang menarik tangan Hana agar menyamakan tinggi dengan nya. Bintang mencium kedua pipi Hana lalu beralih mencium kening dan terakhir ujung hidung Hana.


"Thank you mom, i love you."


∆∆∆


Hana menggandeng anak-anaknya keluar dari sekolah karena memang sudah bel pulang sekolah.


"Apa kalian lapar sayang?"tanya Hana.


Mereka mengangguk dengan kompak membuat Hana mau tak mau tersenyum melihat tingkah mereka.


"Kita mampir sebentar ya sayang"ucap Hana.


Bintang menahan tangan Hana membuat Hana memandang bingung.


"Kenapa sayang?"tanya Hana bingung.


"Bibi jelek"ucap Bintang datar.


Aksa dan Angkasa menoleh kearah yang di pandang Bintang dan benar saja di dalam terlihat Lessy sedang duduk bersama seorang pria.


"Kita pergi ke kedai yang lain saja"ucap Aksa.


"Mommy, kita pulang saja. Aku ingin makan masakan mommy"ucap Angkasa.


Hana mengangguk"iya sayang"ucapnya sambil mengelus rambut Angkasa.


"Mommy aku akan ikut latihan bela diri"ucap Aksa.


Hana menatap tidak percaya"tapi sayang kau masih belum cukup umur"ucapnya.


Aksa menggeleng"aku ingin melindungi mommy"ucapnya.


Hana tersenyum"belum sekarang sayang"ucapnya.


Aksa menatap sedih"tapi aku mau mommy"lirihnya.


Hana menghela nafas pelan"baiklah, tapi kita harus bertanya pada Daddy dulu ya sayang"ucap nya.


Aksa mengangguk semangat"mommy, bagaimana kalau kita kekantor Daddy?"tanya nya.


Angkasa mengangguk setuju"sekalian mengajak Daddy makan bersama, ayo mommy"ucapnya dengan semangat.


Hana mengangguk"baiklah, kita ke kantor Daddy sekarang"ucapnya.


"Yo Hana"sapa Lessy membuat ketiga putra Hana berdiri menghalanginya.


Hana tersenyum kikuk"hai"sapanya.


"Sepertinya kalian memiliki dendam padaku"gerutu Lessy.


"Tentu saja"balas Angkasa ketus"karena bibi mencelakai mommy ku."


"Itu Hana, sebenarnya aku ingin meminta maaf padamu. Aku---itu kelakuan ku padamu sudah keterlaluan"ucap Lessy.


Hana tersenyum ia mengelus rambut putranya"tidak apa-apa, kemarin juga putra ku yang salah karena menabrak mu"ucapnya.


Lalu sebuah mobil Lamborghini bewarna hitam berhenti di hadapan Hana,kaca mobil tersebut turun dan menampilkan Alvaro di dalamnya.


"Masuk Hana"ucap Alvaro.


Hana mengangguk"aku pamit dulu, lain kali kita bertemu lagi"ucapnya.


Lessy mengangguk lalu tersenyum"sampai jumpa"ucapnya.


Hana dan anak-anaknya memasuki mobil mereka pun meninggalkan kedai tersebut.


"Untuk apa kau berbicara dengan nya?"ucap Alvaro dingin.


Hana mencium pipi Alvaro"aku hanya berbicara padanya saja, lagipula ia hanya meminta maaf padaku Alvaro"ucapnya.


Alvaro mengangguk singkat, Aksa memukul kursi Alvaro dengan semangat.


"Daddy! Daddy! Aku ingin berlatih bela diri, apa boleh?"tanya Aksa.


Alvaro menatap lewat kaca didalam mobil"untuk apa?"tanya nya.


"Untuk melindungi mommy"sahut Angkasa.


"Kami juga mau Daddy"ucap Aksa dengan semangat.


"Kau Bintang?"tanya Hana.


Bintang menatap sekilas lalu menatap kearah luar jendela"aku ikut saja"balasnya singkat.


Alvaro mendengus benar-benar tipikal dirinya sekali"baiklah kalau kalian ingin ikut nanti Daddy daftarkan"ucapnya.


"Terima kasih Daddy"ucap Aksa dengan senang.


"Tapi berjanji pada Daddy dulu, jangan melakukan hal aneh mengerti?"ucap Alvaro.


"Baik"sahut Mereka.


"Apa tidak apa-apa?"tanya Hana khawatir.


Alvaro mengecup kening Hana"tentu saja tidak apa-apa, mereka hanya ingin melindungi mu. Itu saja"ucapnya.


"Mereka sangat menyayangi mu Hana, begitu pula dengan ku."


∆∆∆


TBC