My Posessive Husband

My Posessive Husband
17.



Hana merapikan pakaian yang di pakai Bintang,ia mengelus rambut nya lalu tersenyum.


"Sudah,kau terlihat sangat tampan"ucap Hana.


Bintang hanya diam sembari membenarkan letak jaketnya.


"Thanks mom"Bintang mencium pipi Hana.


"Astaga!!"Hana menghela nafas frustasi melihat Aksa dan Angkasa yang selalu bertengkar itu.


"Mommy,Angkasa mengambil topi ku"rengek Aksa.


Angkasa memeletkan lidahnya kearah Aksa,dia memakai topi milik Aksa yang bewarna terang itu.


"Aku saja yang pakai,kau tidak usah"ledek Angkasa


"Kembalikan!!"teriak Aksa,ia kembali mengejar Angkasa yang sudah berlari menjauh darinya.


"Ambil kalau kau bisa"tantang Angkasa.


Brukk~


"Aduh!"ringis Angkasa,ia memandang kesal ke arah Alvaro yang tiba-tiba berdiri di hadapannya.


"Daddy!"ucap Angkasa kesal.


Alvaro menaikan sebelah alisnya"apa?"tanya nya.


Angkasa berdecak kesal,lalu kembali berlari saat melihat Aksa sudah berlari mendekatinya.


Alvaro menggelengkan kepalanya lalu merangkul pinggang Hana dengan kesal.


"Aksa,Angkasa. Sudahlah! Kita akan berangkat"ucap Hana.


"Ok mommy"balas Angkasa.


"Angkasa!! Kembalikan topi ku"teriak Aksa.


Bintang menatap jenuh lalu menatap tajam kearah Angkasa"kembalikan"ucapnya dingin.


Angkasa menelan salivanya dengan kasar lalu mengembalikannya kepada Aksa,Angkasa kembali berjalan mendekati ayahnya dan meminta untuk di gendong.


Aksa tersenyum penuh kemenangan lalu berjalan mendekati Bintang.


"Ayo"ucap Aksa yang hanya di balas anggukan kepala Bintang.


Hana menggandeng tangan Aksa dan Bintang sedangkan Angkasa ia di gendong Alvaro,mereka pun memasuki mobil dan langsung pergi dari perkarangan rumahnya.


Saat sampai di mall besar Aksa dan Angkasa berteriak kegirangan sedangkan Bintang hanya menatap sekitar dengan tatapan datarnya.


"Bagaimana kalau bermain sebentar di dalam?"tanya Alvaro.


"Ayo daddy,ayo!!"Angkasa menarik-narik tangan Alvaro.


"Aku ingin bermain bola daddy,ayo"ucap Angkasa dengan semangat.


"Aku mau bermain mobil itu"tunjuk Aksa pada seorang anak kecil yang menaiki mobil kecil yang di kendarai sendiri.


"Ok,kita main itu"ucap Alvaro.


"Kita makan sebentar ya sayang"ucap Hana pada Bintang.


Bintang mengangguk singkat sambil memegang tangan Hana,mereka pun masuk kedalam tempat bermain anak-anak.


Angkasa dan Aksa sudah berbaur dengan teman sebayanya sedangkan Bintang ia bahkan sudah di gerumunin anak perempuan seumurannya.


Bintang hanya diam saja saat mereka dengan semangat mengajaknya berbicara.


Hana menepuk keningnya,menatap prihatin kearah Bintang"oh ayolah,apa tidak bisa keluar sepatah kata pun?"gumamnya.


Alvaro terkekeh lalu ia merangkul pundak Hana"biarkan saja sayang"ucapnya.


Bintang menatap acuh,ia berjalan menjauhi kerumunan yang mendekatinya. Ia memilih bermain bola dengan teman nya yang lain.


"Tuan Alvaro? Kebetulan sekali bertemu dengan mu."


∆∆∆


"Ada apa Monic?"tanya Alvaro jengah.


"Tuan,tolong jangan memecat ku"ucap Monica memohon.


"Aku tidak mempermasalahkan pekerjaan mu tapi yang membuat ku risih adalah karena kau terus menggoda ku"ucap Alvaro kesal.


"Jika bukan karena memandang keluarga mu,aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan baik"sambung Alvaro.


"Ta-tapi tuan----"


"Aku sudah memiliki istri dan anak,mau kau melakukan apapun untukku itu sama sekali tidak akan berarti di mataku"ucap Alvaro dingin.


"Ada bibi jelek"celetuk Angkasa dengan permen lollipop di tangannya.


"Siapa yang kau sebut jelek anak manis?"ucap Monica sambil memegang pipi Angkasa.


Angkasa langsung berlari ke pelukan Hana"mommy,bibi jelek mencubit pipi ku"rengek Angkasa.


"Aku tidak mencubit mu"elak Monica.


"Bibi tadi memegang pipi ku, bibi jahat"ucap Angkasa sambil memeletkan lidahnya kearah Monica.


Hana tersenyum tidak enak"sayang tidak boleh seperti itu"ucapnya.


Angkasa memeluk Hana"bibi itu menganggu mommy dan daddy"ucapnya.


"Maafkan putra ku"ucap Hana tidak enak.


Monica hanya tersenyum tipis"tuan Alvaro,jangan memecat ku"mohonya.


Alvaro menggeleng dengan tegas"pergilah,aku sudah memiliki pengganti yang lebih baik dengan mu"ucapnya datar.


"Tuan Alvaro,apa kau tidak bisa memandang diri ku saja? Aku menyukai mu"ucap Monica.


"Apa kau tuli? Aku sudah memiliki istri dan anak,jangan ganggu aku lagi!!"ucap Alvaro kesal.


"Aku tidak peduli jika kau menjadikan aku yang kedua,aku benar-benar mencintai mu"ucap Monica dengan mata berkaca-kaca,ia memegang lengan Alvaro namun di hempas kasar oleh nya.


"Dengar ini Monic,dari dulu sampai sekarang tidak akan ada yang bisa menggantikan istri ku dengan siapapun. Karena aku benar-benar mencintai istri dan anak ku"ucap Alvaro.


"Ayo sayang"Alvaro menggendong tubuh Angkasa lalu merangkul pinggang Hana. Aksa pun menggandeng tangan Hana.


Monica menangis,ia sungguh menyukai Alvaro bahkan ia tidak peduli di jadikan simpanan namun Alvaro sama sekali tidak memandang dirinya.


Bintang mendekati Monica"ini"ucapnya sambil memberikan selembar tissue pada Monica.


Monica menatap sebentar kearah Bintang lalu ia mengambil tissue yang Bintang berikan padanya.


"Thank you"lirih Monica.


"Jangan ganggu daddy ku lagi"ucap Bintang dingin,ia berjalan menyusul Hana dan Alvaro yang sudah berjalan menjauh.


Monica memandang kearah Alvaro"kau beruntung memiliki Alvaro"ucapnya sambil memandang iri kearah Hana.


Hana menoleh kearah Monica yang sudah tidak ada di tempatnya lagi.


"Alvaro,apa kau tidak terlalu berlebihan?"tanya Hana.


Alvaro menggeleng dengan tegas"tidak,itu sudah cukup untuk memberi pelajaran untuknya. Tidak ada yang bisa menggantikan keluarga ku dengan apapun."ucapnya.


"Sekalipun dia memiliki banyak uang atau tubuh yang menggoda bagiku kau adalah satu-satunya yang terindah yang pernah aku milikki"ucap Alvaro sambil mencium kening Hana.


"Kau dan putraku adalah harta yang sangat berarti bagiku,tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun."


∆∆∆


TBC