
Aku asyik bercerita dan bermain dengan Olla, hari ini Olla ikut menemani saat aku sedang belajar, aku merasa seperti memiliki seorang adik, iya adik dari dunia lain tentunya. Setelah selesai kamipun bercanda, kamarku kini terasa lebih ramai dengan adanya Olla, ternyata dia suka memainkan boneka di kamarku, aku kira kalau hanya anak manusia saja yang suka bermain, tetapi Olla si hantu kecil ini juga suka bermain. Karena lelah akupun tertidur lelap. Hingga di tengah malam, akupun terbangun begitu juga mbok Warti dan pak Karjo. Ada teriakan meminta ampun dan meminta tolong, sangat nyaring suaranya. Akupun keluar dari kamarku, lalu menyalakan lampu dan aku berjalan menuruni anak tangga, suara minta ampun itu semakin nyaring, ada 2 orang perampok di ruang tamuku dan 3 orang perampok masih berada di teras rumahku.
"Rumahku besar dan dipasang CCTV, kok masih berani mereka hendak merampok di rumahku" pikirku secara sederhana.
Mbok Warti keluar dari kamar,begitu juga dengan pak Karjo.Mbok Warti dan pak Karjo cemas dan takut, tetapi rasa takut mereka hilang karena tahu bahwa perampok itu seperti tidak berdaya, mereka berteriak-teriak minta ampun dan minta tolong. Pak Karjo langsung keluar rumah dan meminta tolong kepada warga, kepada warga pak Karjo menjelaskan bahwa rumah kami dibobol perampok, tidak lama kemudian pak Karjo dan beberapa warga telah sampai di rumah, para warga hendak main hakim sendiri dengan memukuli 5 orang perampok itu. Tetapi pak Karjo menghentikannya. Jujur aku takut dengan semua ini dan miris mengetahui semuanya, aku melihat tubuh perampok itu segar bugar, "kenapa mereka merampok?, kenapa mereka merasa bahagia dengan mencelakakan dan mengambil milik orang lain?, tidak adakah cara lain untuk bisa mencukupi kebutuhan mereka dengan cara halal? "Hati kecilku bertanya.
Malam itu juga perampok itu dibawa ke kantor polisi terdekat. Kini semua warga tidak terlalu memperbincangkan soal perampok itu. Yang mereka perbincangkan adalah bagaimana bisa 5 orang perampok itu tidak bisa berkutik di rumahku, padahal mereka membawa senjata tajam. Sangat mudah bagi mereka untuk menyakiti bahkan membunuh kami.
Di Polres, pak Karjo bertanya kepada seorang perampok,kenapa berteriak minta ampun dan meminta tolong, perampok itu bercerita, bahwa ketika dia berhasil membobol gerbang ,dia dan seorang temannya berusaha masuk ke dalam rumah dengan merusak kunci rumah. Tetapi ketika dia hendak mencuri, tiba-tiba beberapa makhluk menakutkan menghadangnya, dia mencoba melawan tetapi ada kekuatan lain yang lebih besar membelenggu mereka, makhluk besar itu menindih punggung mereka. Karena itu mereka terus bersujud dan berteriak meminta tolong dan ampun sambil merasakan sakit.
" Hmm...saya bekerja selama ini tidak pernah mendapati hal aneh di rumah itu" kata pak Karjo.
Kemudian pak Karjo itu bertanya pada ketiga perampok yang ketakutan di luar.
"Kenapa kalian berteriak minta ampun dan ketakutan, bukankah sangat mudah bagi kalian untuk lari keluar? tanyanya.
" Hii....rumah itu berhantu " kata seorang perampok dengan ketakutan.
"Ketika kami hendak masuk ke dalam rumah mengikuti 2 orang rekan kami, seorang wanita cantik memanggil kami, pesona kecantikannya membuat kami mengikutinya, wanita itu memakai lingeri yang sangat tipis sehingga menunjukkan pesona tubuhnya kepada kami dan kami mengikutinya sampai di sisi kanan rumah yang ada kamarnya, dan aku bersama teman-teman berencana untuk menggilir wanita itu, kulitnya putih bersih, tubuhnya sintal dan sexy, wajahnya juga cantik. Aku pun bersedia masuk ke dalam kamar itu dan aku menyuruh temanku untuk menunggu di luar biar aku duluan. Didalam kamar itu aku mencumbu wanita itu, setelah sampai di puncak kenikmatan darah keluar dari seluruh tubuh wanita itu, mata dan seluruh tubuhnya penuh darah, aku ketakutan, aku segera memakai celanaku lalu aku berlari keluar kamar, sedangkan temanku melihat seorang wanita dengan kepala di tangannya mengejar kami, kami berusaha berlari keluar dari rumah itu, kami mencari gerbang rumah itu dan berusaha untuk keluar, tetapi rumah itu seperti sebuah labirin dan membuat kami kelelahan, akhirnya kami berhenti dan bersujud di teras meminta ampun, ada beberapa makhluk menyeramkan berada di depan kami dan hantu kecil yang asyik duduk di atas punggung teman saya" kata perampok mencoba menceritakan secara mendetail kronologi kejadiannya.
Antara percaya dan tidak, pak Karjo menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian. Bagi pak Karjo yang tidak mempercayai adanya hantu, dia menganggap semua cerita mereka adalah kebohongan dan bagi beberapa orang yang ada di sana, mereka terlihat penasaran dengan cerita perampok itu. Kamipun pulang bersama warga yang lain. Aku mendengar seorang warga pernah melihat seorang wanita cantik berbaju merah melintas di teras depan, saat dia dan 2 temannya meminta sumbangan di rumahku. Aku hanya diam, aku tahu semuanya, iya mereka adalah penghuni rumahku, karena perjanjian di masa lalu telah mengikat mereka untuk mendiami rumahku selamanya.
" Apa bapak percaya dengan cerita perampok itu? " tanyaku kepada seorang tetanggaku.
" Ya antara percaya dan tidak nak" jawab singkat tetanggaku itu.
" Apa bapak juga pernah melihat hantu di rumah saya?" tanyaku kepadanya.
" Selama ini tidak pernah, beberapa kali bapak ke rumah dik Naima, bapak tidak pernah melihat yang namanya hantu" kata pak Tarno.
Hari ini kami pulang ke rumah dan semua orang pulang dengan pemikirannya masing-masing. Tetapi yang jelas para perampok itu akan mendapatkan hukumannya. Aku bersyukur kepada Allah, karena kami telah terbebas dari marabaya, dari kejahatan dan kekejian para perampok itu. Sesampainya di rumah, mbok Warti menyambut kami dan mengantarku tidur di kamar, aku tersenyum kepada Olla kecil yang turut menyelamatkan kami. Hari ini adalah hari yang aneh bagi para perampok itu dan akan menjadi suatu pelajaran yang akan mereka ingat sepanjang hidupnya.
" Olla terima kasih, karena telah menyelamatkan kami dari marabahaya " kataku lalu aku tersenyum kepadanya.
" Mereka berniat jahat kak, mereka perampok kejam, aku tahu mereka ingin membunuh kalian setelah merampok, tetapi penghuni lain dari rumah ini tidak akan membiarkan itu terjadi, karena perjanjian masa lalu telah terikat dengan kuat, mereka adalah penjaga rumah ini, kak" kata Olla berusaha menjelaskan .
" Kamu tidak perlu kuatir, tidak akan ada manusia yang mampu untuk mengambil apapun dari rumah ini, tanpa seizin pemiliknya ." kata Olla.
Aku hanya menganggukkan kepalaku, tanda aku memahami setiap ucapan dari Olla, hantu kecil yang imut dan lucu. Lalu aku berkata pada Olla kecil, bahwa aku ingin tidur, aku menutupi tubuhku dengan selimut, dalam otakku muncul pemikiran bahwa sebuah keserakahan akan membuat seseorang melakukan segala cara tanpa memperdulikan benar dan salah. Aku melihat Olla berbaring di sampingku lalu akupun tertidur.