MY name is Naima

MY name is Naima
Terima kasih ibu



Malam ini~~~


Aku terbangun dari tidurku,aku masih merasakan sakit pada kepalaku,tetapi aku tidak sabar ingin segera pulang,aku rindu dengan tempat tidurku.


Hari ini aku teringat dengan Olla kecil,hatiku bertanya kenapa Olla kecil tidak muncul saat itu,dan tiba-tiba Olla telah duduk disampingku.


"Olla" ujarku dengan terkejut


"Maafkan aku Naima,aku tidak bisa menolongmu,kekuatan dia lebih besar dariku" kata Olla kecil dengan wajah sedih


Aku memegang wajah Olla kecil,dan tersenyum


"Olla tidak apa-apa" ujarku lirih


"Kamu tahu Naima,didunia kami juga semua memiliki tingkatan,sama seperti manusia,aku tidak akan muncul jika yang kamu hadapi memiliki kekuatan yang lebih besar dariku" kata Olla sambil dengan lembut menatapku


Aku hanya tersenyum menatap Olla kecil,lalu Olla membalas senyumku.


" Kamu akan baik-baik saja Naima,besok pagi kamu akan bisa pulang" kata Olla.



Pagi ini......


Aku mengerjabkan mataku,dan aku mengusapnya beberapa kali,lalu aku duduk diatas kasurku. Mataku tertuju kearah ibuku.


Aku melihat wajah ibuku,yang sedang tertidur. Ibuku memiliki wajah yang sangat cantik,meski usianya sudah 39 tahun,kecantikan ibuku seperti seorang wanita yang berusia 20 tahun. Aku lalu memandang mbok Warti yang kini telah semakin tua,tubuh mbok Warti sudah tidak seperti dulu,kini wajahnya penuh dengan keriput,begitupun kulitnya. Mbok Warti sudah semakin renta,sebenarnya mbok Warti harus pensiun dari pekerjaannya. Tetapi aku memohon pada ibuku untuk terus memperkerjakannya,membiarkan dia tetap tinggal dirumahku,dan tidak memaksa mbok Warti melakukan pekerjaan berat. Aku selalu teringat jasa dan kebaikan mbok Warti kepadaku meski dia hanya seorang pembantu,tetapi dia selalu tulus dan menyayangiku sejak aku kecil,dia adalah orang yang merawatku disaat ibuku bekerja maklum ibu memang jarang dirumah.


Tiba\-tiba mbok Warti terbangun,lalu berjalan kearahku dan duduk disampingku.


"Kamu sudah bangun nak?" tanya mbok Warti. Aku hanya menganggukkan kepalaku.


Tanganku lalu memegang tangan mbok Warti


" Mbok ,terima kasih untuk kasih sayang dan kesetiaan mbok Warti kepadaku" kataku lirih


Aku melihat mata mbok Warti nampak berkaca\-kaca


"Saya itu hidup sebatang kara nak,kamulah semangatku,bagiku mbak Naima seperti cucu saya ,kalau saya tidak tinggal dirumah mbak Naima,saya tinggal dimana? Dan dengan siapa? " kata mbok Warti dengan suara terbata\-bata.


Airmata yang terkumpul dikelopak mata mbok Warti,kini tidak terbendung lagi,mbok Warti meneteskan airmata


Aku mengusap air mata mbok Warti dan memeluknya


"Sudah,mbok jangan menangis lagi,malu kalau dilihat ibu" kataku mengalihkan pembicaraan


Mbok Warti lalu tersenyum


Pintu diketuk dari luar,seorang dokter dengan seorang perawat masuk kedalam ruangan,kedatangan mereka membuat ibuku terbangun dari tidurnya.


Dokter mendekatiku,lalu memeriksa kesehatanku,dan memeriksa luka pada kepalaku


"Apa kamu masih merasa pusing?" tanya dokter


"Tidak dok,apa saya bisa pulang?" tanyaku kepada dokter


"Saya boleh pulangkan dok?" aku bertanya sekali lagi


Dokter lalu menganggukkan kepalanya


"Iya kamu bisa pulang hari ini,tetapi jangan lupa untuk meminum obatnya agar luka dikepalamu cepat sembuh.


Aku menganggukkan kepalaku


Lalu ibuku mendekati dokter itu ,dan mereka berjalan keluar ruangan. Aku tidak tahu apa yang sedang dibicarakan dokter dengan ibuku.


Tidak beberapa lama,ibu memasuki kamarku dan menghampiriku.


" Nanti kamu bisa pulang nak" kata ibu


"Ibu,kenapa ibu tidak bekerja? Aku baik\-baik saja kok" kataku


"Tidak,ibu tidak akan meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini" kata ibu kepadaku.Aku hanya terdiam. Biasanya ibu tidak pernah ada untukku ,dan ibu sangat jarang berada dirumah. Ini adalah pertama kalinya ibu berada disampingku.


"Ibu belikan makanan dulu ya?,biar mbok Warti yang menemanimu" kata ibuku,lalu pergi meninggalkanku bersama mbok Warti.Didalam ruangan aku mengganti pakaianku dan duduk bersama mbok Warti ,lalu kamipun bercakap\-cakap.


20 menit kemudian ibu telah datang, membawa makanan,dan air mineral.


"Naima,kamu harus makan nak,ibu akan menyuapimu nak" kata ibu padaku


"Tidak bu,Naima bisa makan sendiri" sanggahku


Tetapi ibu memaksaku untuk mau makan dengan disuapi.


Hari ini ibuku memperlakukanku seperti anak kecil.


"Ibu telah kehilangan kenangan masa kecilmu nak,ibu tidak pernah menggendongmu, ibu bahkan tidak ada waktu untuk menjagamu" kata ibu lirih


Mbok Warti yang berada dibelakang ibu,mengelus bahu ibuku.


"Terima kasih mbok,selama ini telah menjaga dan merawat Naima sampai sekarang." kata ibuku


Lalu mbok Warti ikut makan bersamaku dan begitupun ibu,hari ini aku merasa bahagia,karena ibu ada disampingku meski disaat yang tidak tepat.


Tidak berapa lama, perawat datang dan melepas infus dari tanganku.


Rasanya lega,seperti burung yang terbang bebas .Aku ingin segera sampai rumah,aku rindu empuknya kasurku,aku rindu aroma wangi dikamarku.


Tidak beberapa lama ,pak Karjo datang lalu membawa semua perlengkapan untuk dibawa pulang,mbok Warti menuntunku.Sedang ibuku sedang menyelesaikan administrasi pembayaran rumah sakit. Kami berjalan menuju parkiran dimana mobil ibu diparkir.Aku membuka mobil dan masuk ,aku memilih duduk didepan.Tidak beberapa lama ibu datang menghampiri kami dan masuk kedalam mobil.


"Ayo kita pulang" kata ibuku


"Iya " jawabku dengan gembira.


Lalu ibu mengemudikan mobil menuju rumah,disepanjang perjalanan aku berpikir bagaimana bisa ada hantu disekolah,aku ingin tahu kenapa hantu itu hanya menguasai ruangan itu dan hatiku bertanya apa mungkin bu Atik tidak tahu kalau ruangan itu berhantu atau memang dia tidak mempercayainya.


"Naima" ibu memanggil namaku,dan membuyarkan lamunanku


"Iya bu" jawabku


" Jangan ulangi lagi perbuatanmu itu nak,itu sangat berbahaya" kata ibuku menasehati


Aku hanya terdiam,aku tidak berani menjawab kata\-kata ibu,karena yang diucapkan ibu itu benar,aku tidak tahu yang aku lakukan itu benar atau salah,yang ada dibenakku saat itu adalah keselamatan Sinta sahabatku.


Suasana dalam mobil hening sepanjang perjalanan semua terdiam,paling ibu hanya sesekali bertanya.


Beberapa menit kemudian kami telah sampai dirumah,aku turun dari mobil dan menunggu ibu diteras depan,pak Karjo sibuk mengambil barang dan perlengakapan yang disimpan di bagasi mobil,lalu ibu dan mbok Warti menghampiriku.


Aku berjalan kearah pintu dan menekan bel. Seorang wanita keluar membukakan pintu


"Ini mbak Sulastri,dia yang akan membantu mbok Warti mengurus semua keperluan saat ibu tidak ada nak" kata ibuku


Aku tersenyum pada mbak Sulastri.


Lalu ibu mengantarku kekamar,sedang mbok Warti dan mbak Sulastri mulai melakukan tugasnya dirumahku.


Sesampainya dikamar,aku baringkan tubuhku diatas ranjangku.


"Kamu istirahat saja ya" kata ibu


Lalu ibu beranjak pergi


Aku menggapai sling bag diatas mejaku,dan mengambil ponselku


"Kok banyak sekali panggilan tidak terjawab" gumamku dalam hati.


Lalu aku membuka,dan melihat siapa saja yang meneleponku,ternyata teman\-temanku dan pak Gun.


Lalu aku membuka dan membaca semua pesan diponselku.



"Mbak Naima,bagaimana kondisi mbak Naima sekarang? Maaf pak Gun dan keluarga sedang berada diluar kota jadi kami tidak bisa menjenguk mbak Naima" isi pesan pak Gun



"Naima keadaanmu bagaimana? Sudah baikan apa belum? Jangan lupa minum obat dan semoga cepat sembuh" isi pesan Angga padaku



" Naima,gimana kondisimu,kamu sudah sehat kan? " isi pesan singkat Sinta padaku



" My Wife,bagaimana keadaanmu?


Kamu sudah sehat apa belum, wah dikelas rasanya membosankan,tanpa adanya my wife disana? Aku tidak bisa konsentrasi dalam belajar dikelas dan dirumah. Hari ini kamu sudah pulang apa belum? Kalau belum aku kerumah sakit lagi ya? Mau aku bawakan apa nanti? My wife balas dong....pesanku kok gak dibaca? Jangan dianggurin...my wife ???....my wife???? Isi pesan Devanno padaku


Aku menghela nafas membaca pesan Devanno padaku,Devanno ...Devanno.Iya itulah Devanno selalu seperti itu sikapnya padaku.


Tiba\-tiba ibu masuk kekamarku


"Naima cepat mandi,sudah berapa hari kamu tidak mandi" kata ibu


" Ini baju baru untukmu" kata ibu sambil meletakkan beberapa setel baju baru diatas ranjangku.


Mataku menatap pemberian ibu, ibuku membelikan beberapa baju baru yang sangat cantik,aku sangat menyukai model,warna dan motifnya .


"Terima kasih ibu" kataku sambil memeluk ibuku.


Dalam hatiku aku tidak menyesali kejadian ini menimpaku,karena kejadian telah menunjukkan aku bahwa dalam hati kecilnya dia sangat peduli padaku ,dan menyayangiku dengan caranya sendiri


"Terima kasih ibu,aku menyayangimu,kataku dalam hati....



To be continue........


Terima kasih telah membaca ceritaku,silakan memberikan kritik dan saran