MY name is Naima

MY name is Naima
Kembalinya sebuah kesadaran



"Nyonya masih ingat saya?" tanyaku


Nyonya Sarah hanya terdiam


"Saya adalah Naima Shahya" ujarku sambil tanganku menyentuh tangan Nyonya Sarah dengan lembut.


Kemudian nyonya Sarah melihat kearahku.


Dia menatapku dengan tajam.


"Jangan ganggu aku, aku ingin bersama anakku" ujar Nyonya Sarah secara tiba-tiba.


Kemudian dia bersenandung lirih.


"Iya, anak nyonya Sarah ada disini, dia berada dekat dengan nyonya sekarang" ujarku lirih


Nyonya Sarah menoleh kearahku.


"Jangan ganggu anakku!.....Jangan ganggu dia!" ujar Nyonya Sarah dengan marah,sambil mendorongku hingga aku terjatuh dari ranjang.


Aku terkejut dengan sikap nyonya Sarah yang kasar kepadaku, dan aku berusaha bangkit kembali,lalu duduk disamping nyonya Sarah.


"Dirga anak yang sangat baik, nyonya sangat beruntung. Nyonya Sarah, Dirga sangat menyayangi nyonya. Apapun akan Dirga lakukan untuk nyonya. Kalau nyonya Sarah seperti ini Dirga akan sangat sedih melihatnya" ujarku dengan lembut.


"Hi...hi...hi...hi..." terdengar isak tangis nyonya Sarah.


"Dirga anakku masih hidup,dia ada disini ....ada dipangkuanku" ujar Nyonya Sarah.


Akupun terdiam.


"Sejak kapan istri anda seperti ini pak? " tanya pak Gun kepada Tuan Arka


"Sejak Dirga meninggalkan kami, istri saya jadi seperti itu" Dia tidak pernah mau keluar dari kamar,bahkan untuk makanpun sangat sulit,sekarang tubuhnya semakin kurus "


Ujar Tuan Arka.


Nyonya Sarah masih menangis,aku mengelus rambutnya.


"Nyonya, Dirga sangat menyayangimu,dia tidak ingin nyonya seperti ini" ujarku.


"Anakku belum mati,dia ada disisi...ada dipangkuanku,cup....cup anakku sayang,kamu disini,kamu akan baik baik saja nak" ujar Nyonya Sarah lalu memeluk dan mencium foto Dirga.


Spontan tanganku merebut foto Dirga dari tangan nyonya Sarah dan aku memegang foto itu erat.


"Kembalikan anakku jangan ambil dia...jangan ambil dia....." Teriak nyonya Sarah sambil berusaha untuk merebut foto Dirga dari genggaman tanganku.


"Tidak nyonya, Dirga sudah meninggal....dia sudah berada dialam yang berbeda dari kita nyonya,tolong ikhlaskan kepergian Dirga " ujarku mencoba menjelaskan .


"Pembohong....kembalikan Dirga anakku....kembalikan!" Teriak nyonya Sarah sambil dia berusaha merebut kembali foto Dirga dari genggaman tanganku.


"Dirga sudah tiada, ini hanya sebuah foto nyonya...lihat ini" lalu aku menunjukkan foto Dirga kearah Nyonya Sarah.


"Anakku masih hidup. Dirga belum tiada...kembalikan anakku.....kembalikan anakku.....kembalikan...." Teriak Nyonya Sarah lalu dia memukulku .


"Lihat ini nyonya...ini hanya sebuah foto" ujarku lalu aku membanting foto Dirga dilantai.


Pyar....kaca bingkai foto itu pecah


"Lihat nyonya itu hanya sebuah foto...Kenyataannya Dirga sudah tiada..." ujarku menjelaskan .


"Aku bunuh kamu...kamu anak sialan...kamu telah menyakiti anakku...." ujar Nyonya Sarah tiba-tiba dia mengambil pecahan kaca itu,dan berusaha menyerangku.


Pak Gun Dan Tuan Arka dan beberapa orang disana dibuat kaget oleh sikap nyonya Sarah yang berubah beringas.


Pak Gun dan Tuan Arka mencoba menenangkan nyonya Sarah,namun sia-sia


"Kau anak sialan,kau harus mati....kau harus mati..." ujar Nyonya Sarah


Aku berusaha menghindari setiap serangan nyonya Sarah.


Pecahan kaca ditangan nyonya Sarah membuat telapak tangan nyonya Sarah berdarah,namun seolah tidak merasakan sakit nyonya Sarah menggenggam pecahan kaca itu dengan kuat dan menjadikannya senjata itu untuk melukaiku. Ketika pecahan kaca itu hendak melukai wajahku. Tiba-tiba sebuah tangan memegang tangan nyonya Sarah.


"Dirga..." ujarku lirih


Nyonya Sarah melihat Dirga memegang tangannya.


Beberapaorang disana hanya kebingungan melihat , dan bertanya-tanya sebenarnya apa yang sedang terjadi .


Nyonya Sarah berusaha memeluk Dirga ,namun apalah daya.. Dirga tidak ubahnya seperti sebuah bayangan tidak tersentuh.


"Mama maafkan aku, dan ikhlaskan kepergianku, mama harus menjadi manusia baru" ujar Dirga


"Maafkan mama Dirga,semua kesalahan mama" ujar nyonya Sarah berlinang airmata.


Nampak Dirga membelai lembut rambut sang ibu. Akupun berjalan mendekati nyonya Sarah.


Nampak nyonya Sarah sedang bersujud dikaki anaknya.


Dirga segera mengajak nyonya Sarah untuk duduk. Bagaimanapun Dirga adalah seorang anak dan dia tidak akan membiarkan nyonya Sarah untuk bersujud kepadanya.


Dirga tersenyum padaku. Disaat itulah aku memberanikan diriku lagi untuk berbicara dengan nyonya Sarah.


"Nyonya,saya disini untuk menyampaikan pesan Dirga, Dirga ingin nyonya tidak seperti ini.Dirga ingin nyonya memperbaiki semua kesalahan dimasa lalu. Dirga ingin nyonya menjadi manusia baru dengan pribadi yang baru yang lebih baik, dan Dirga ingin nyonya mau memberikan kado dari Dirga untuk Cahyani dan meminta maaf kepada gadis itu" ujarku dengan lembut.


"Dirga mama akan lakukan keinginanmu nak,tetapi jangan tinggalkan mama nak " ujar Nyonya Sarah.


Dirga hanya menggeleng lemah,sebagai tanda bahwa dia dan nyonya Sarah tidak akan pernah mampu untuk bersama lagi. Dunia mereka sudah berbeda. Kemudia Dirga menghilang


"Nyonya..nyonya harus tetap melanjutkan hidup nyonya didunia ini tanpa Dirga . Jangan sia-sia kehidupan yang tersisa. Nyonya tahu...mungkin Nyonya tidak akan pernah mampu untuk melihat ,memeluk Dirga kembali.Tetapi Dirga disana ,akan selalu melihat nyonya. Dirga akan selalu hidup didalam hati dan menjadi kenangan yang tidak akan pernah mampu dihapus oleh masa. Akan selalu hidup...Dirga akan selalu hidup dihatimu nyonya" ujarku


Tanpa aku sadari,tiba-tiba nyonya Sarah memelukku. Dan dia menangis sejadi-jadinya. Aku lalu mengelus rambut nyonya Sarah.


"Menangislah ...menangislah....tetapi setelah ini nyonya harus bangkit untuk mewujudkan keinginan Dirga. Bukankah nyonya ingin Dirga bahagia?" ujarku


Nyonya Sarah menganggukkan kepalanya.


"Maka nyonya harus hidup...wujudkan impian Dirga...jangan sia-siakan sisa waktu kehidupan kita didunia ini nyonya" ujarku


"Iya Dirga mama akan mewujudkan impianmu nak, untuk menebus kesalahan mama dimasa lalu" ujar Nyonya Sarah lirih


Kuasa Tuhan itu nyata bagi mereka yang percaya kepadaNya. Dan Tuhan mampu merubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin untuk terjadi. Kini aku melihat kesadaran hati dan pikiran nyonya Sarah telah terbuka . Muncul semangat baru didalam dirinya meski masih belum begitu kuat.


"Tangan nyonya Sarah terluka, apa ada yang bisa membantuku untuk mengobatinya?" ujarku kepada beberapa orang yang ada disana .


"Baik mbak..." ujar 2 orang pelayan secara bersamaan.Lalu berlalu pergi.


Dan tidak beberapa mereka kembali membawa obat luka luar dan kain kasa.


Tetapi karena luka nyonya Sarah cukup dalam. Aku menyarankan agar nyonya dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan jahitan.


"Apa nyonya Sarah sudah merasa lebih baik?" tanyaku


Nyonya Sarah menganggukkan kepalanya.


"Nyonya harus ke rumah sakit agar mendapat jahitan untuk luka nyonya"


Nyonya Sarah mengangguk


Akupun tersenyum kepadanya.


Kemudian aku berpamitan kepada Nyonya Sarah dan Tuan Arka untuk pulang kerumahku.


"Terima kasih" ujar nyonya Sarah lalu memelukku.


"Jika ada waktu datanglah kesini aku ingin berbicara kepadamu"


Akupun mengangguk.....


Lalu akupun pulang kembali kerumah.


Didalam mobil....


"Aku benar-benar terharu dengan kejadian ini mbak Naima" ujar pak Gun


"Saya juga pak...tetapi untunglah kini semua berubah lebih baik" ujarku


Masalalu tidak hanya sebuah kenangan tetapi juga memberikan suatu pelajaran dalam hidup dan masa depan adalah sebuah rahasia dari kehidupan.


@@@@@To be Continue@@@@@@