MY name is Naima

MY name is Naima
Terbongkarnya misteri kelas angker



Kring.....kring.....kring


Suara ponsel berdering,aku mengambil ponsel yang aku letakkan diatas meja,


"Hmm...Devanno meneleponku,ada apa " tanyaku dalam hati


" Naima kamu dimana? Masih dirumah sakit atau sudah dirumah?" tanya Devanno padaku


"Aku dirumah Dev" kataku


"Ok my wife aku akan meluncur kesana " kata Devanno mulai lagi memanggilku dengan kata "my wife"


"Tidak usah Dev" kataku mencoba menghentikan niat Devanno untuk kerumah


"Banyak tugas,dan PR aku bantu kamu untuk mengerjakannya ,selain itu ada yang ingin aku ceritakan kepadamu" kata Devanno


"Baik Dev" jawabku.


Hatiku bertanya apa yang ingin Dev ceritakan kepadaku. Kenapa nada suara Dev seperti itu.


30 menit kemudian~


Ibu memasuki kamarku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Naima temanmu datang mencarimu,kamu temui dia diruang keluarga saja agar lebih santai" kata ibu kepadaku


"Baik bu", lalu akupun turun kebawah bersama ibu,aku berkata dalam hati,itu pasti Devanno


Iya,ternyata benar terkaanku. Aku melihat Devanno sedang duduk diruang tamu


" Belajarnya diruang keluarga saja nak,agar lebih santai " ujar ibuku


Devanno hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum. Lalu ibu meninggalkan kami


"Kenapa kamu datang sendirian dev?"


"Aduh my wife,kalau aku datang rombongan jadi tidak romantis" jawab Devanno seenaknya sambil terkekeh.


"Hmm...ya terserahlah,yang penting kamu senang" jawabku ala kadarnya


"Hahahaha ......wajahmu nampak lebih cantik dengan expresi seperti itu" kata Devanno sambil tersenyum padaku


Aku hanya membalas dengan senyuman


"Ayo kita pindah keruang keluarga " ajakku pada Devanno


Lalu aku berdiri dan berjalan menuju ruang keluarga,dan Devanno mengikutiku dari belakang,aku menoleh kearah Devanno ,dia nampak mengamati keadaan rumahku dan perabotan didalamnya


"Hmm...rumahmu besar sekali my wife ,megah dan nampak ...." ujar Devanno tiba-tiba terhenti


Mataku menatap kearah Devanno.


"Hahaha ....tadi banyak PR " ujar Devanno mengalihkan pembicaraan.


"Iya,PRnya apa Dev?" tanyaku


"Banyak sekali my wife,kan kamu sudah beberapa hari tidak masuk sekolah" kata Devanno


"Ini semua adalah PR dan tugas yang harus dikerjakan,aku sudah mengerjakan semuanya,kamu tinggal menyalin jawabannya " kata Devanno


"Tidak Dev,aku bisa mengerjakan sendiri" jawabku.


"Hmm...kamu takut kalau jawabanku salah semua? ,kamu meragukan kecerdasan Devanno Naima" tanya Devanno


"Bukan itu Dev,aku bisa mengerjakan sendiri kok" jawabku dengan lembut,aku takut ucapanku akan menyinggung hati Devanno


"Sudah salin saja jawabanku,lagian kepalamu masih sakitkan,tidak perlu banyak berpikir " ujar Devanno padaku


Aku lalu mengambil buku dan menyalin semua jawaban Devanno dan beberapa kali aku mengecek jawaban Devanno.


"Apa kamu mengerjakan tugas ini sendiri Dev?" tanyaku pada Devanno


"Iya" jawab Devanno sambil membuka toples dan mengambil biskuit didalamnya


Aku hanya diam," hmm Devanno adalah anak yang berbakat dan cerdas" gumamku dalam hati


" My wife,aku mendengar cerita dari penjaga sekolah kita,bahwa tanah sekolah kita itu dulunya adalah tanah yang angker " ujar Devanno dengan gaya menakut-nakuti


"Biasa saja cara berceritanya ,tidak perlu alay seperti itu" kataku dengan sedikit kesal


"Hahaha ....." Devanno tertawa


"Baik my wife ,begini tanah disekolah kita memang dari dulu itu sudah angker ,dahulu sebelum sekolah kita dibangun,ada sebuah ritual yang dilakukan disana " kata Devanno


"Hmm...ritual? Ritual apa?" tanyaku


"Dulu dilakukan pemotongan beberapa ekor sapi,dan kepala sapi itu telah dikubur dibeberapa sudut sekolah kita,inti dari semua ,adalah tanah sekolah kita itu angker" kata Devanno. Lalu Devanno melanjutkan ceritanya ," Sepuluh tahun yang lalu ,ada kasus pembunuhan disekolah kita,itu terjadi saat proses kelas itu dibangun. Ada seorang siswi yang terkenal cantik ,tetapi sombong pada saat itu. Dan suatu hari gadis itu tidak pernah masuk sekolah beberapa hari,sejak menghilangnya gadis itu,banyak kejadian aneh terjadi disekolah kita,seperti banyak siswa yang sering dihantui seorang gadis .Dan kejadian aneh lainnya yang menakutkan.


Akhirnya masalah ini terkuak,setelah 3 tahun kemudian,ternyata gadis itu mati karena diperkosa dan dibunuh,dan dengan kejam pelakunya itu merusak wajah gadis sombong itu. Konon karena masalah cinta,seorang kuli bangunan jatuh cinta pada gadis sombong itu ,dan dia memperkosa gadis itu dikelas yang sedang dibangun itu,yang lebih anehnya tidak ada seorangpun yang tahu kejadian itu.Dan dia mengubur jasadnya dibelakang ruang kelas itu. Karena banyak kejadian aneh,akhirnya pihak sekolah memanggil orang pintar,dan terkuatlah misteri kasus pembunuhan itu,polisi juga dengan mudah menangkap pelaku pembunuhan itu,tetapi meskipun pembunuhnya tertangkap, arwah gadis itu tetap ingin membalas dendam,kematian yang penuh amarah dan tanah sekolah kita yang memang sudah angker membuat ...." Devanno tiba-tiba menghentikan ceritanya.


"Sudah selesai menyalinnya ? " tanya Devanno secara tiba-tiba.


" Belum,masih kurang beberapa soal" jawabku


Tiba-tiba mbak Sulastri datang menghampiri kami


" Mbak Naima,ada beberapa teman mbak Naima yang datang" kata mbak Sulastri kepadaku


"Suruh kesini ya mbak" kataku pada mbak Sulastri


Tidak beberapa lama mbak Sulastri datang bersama Angga,Sinta,Ayu dan Lina


"Hey bro,kok kamu sudah disini " sapa Angga dengan sedikit kesal dengan Devanno


"So pasti Ga" kata Devanno menegaskan


"Naima bagaimana dengan lukamu?" tanya Angga sambil mendekatiku.


"Apa kamu sudah sehat Naima" tanya Angga berusaha menyentuh dahiku


Tetapi Devanno dengan cekatan meraih tangan Angga.


"Hmm..tanya boleh ,tetapi tidak boleh memegang ok" ujar Devanno dengan sedikit kesal


"Kalian itu kenapa setiap bertemu seperti Tom &Jerry hadewh" bentak Sinta


Devanno dan Angga tertunduk malu


"Naima,bagaimana keadaanmu? " tanya Ayu


" Aku sudah mulai membaik Yu" jawabku


"Besok kamu sudah mulai sekolah apa tidak?" tanya Lina


"Kemungkinan aku besok masuk sekolah Lin,untung luka dikepalaku cepat kering" jawabku


"Naima ,pak Zein guru agama kita mencarimu? " kata Sinta


"Mencariku kenapa?" tanyaku


"Entahlah,mungkin karena masalah kemarin.


" Dari pihak sekolah sepertinya menutupi kejadian ini agar tidak keluar,jadi banyak dari teman-teman kita yang tidak tahu tentang peristiwa itu "kata Sinta


" Oya,sebenarnya ibumu datang kesekolah juga Naima,dia nampak marah sekali saat masuk ruangan,tetapi setelah itu ibumu kelihatan lebih tenang" kata Sinta


"Ibuku?tapi ibu tidak bercerita apapun padaku,bahkan tentang kedatangannya kesekolahku" gumamku dalam hati.


"Sudah,kalian jangan menakuti Naima,Naima kamu tidak perlu takut kalau nanti pak Zein memanggilmu" kata Angga


Aku hanya menganggukkan kepalaku.


Hari ini aku mengerjakan tugas yang diberikan dari sekolah ,dan hari ini juga aku mendengar kisah riwayat sekolahku.


Hari ini aku bersama teman-temanku asyik bercerita tentang kejadian kemarin dan tidak lupa akhirnya dengan kedatangan mereka ,kita jadi bisa belajar bersama. Hari ini suasana rumahku lebih ramai dengan canda dan tawa kami ......


ikuti kisah selanjutnya ya,