MY name is Naima

MY name is Naima
Keluargaku



Aku adalah keturunan terakhir dari keluarga ibuku, semua saudara ibuku tidak ada yang memiliki keturunan.


Ibuku adalah anak ketiga dari 5 bersaudara. Saudara pertama ibuku telah meninggal karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu.


Saudara kedua ibuku mengalami gangguan jiwa atau depresi berat dan harus dirawat di rumah sakit jiwa sampai sekarang.


Saudara ibuku yang keempat telah meninggal pula karena penyakit yang aneh dan saudara kelima ibuku adalah seorang ahli agama.


Ibuku dan adiknya tidak pernah sejalan dalam pemikiran oleh karena itu sejak SMA adiknya memutuskan untuk keluar dari SMA memilih masuk ke pondok pesantren dan sampai sekarang pamanku tidak pernah pulang. Pernah aku bertanya tentang pamanku kepada ibuku, tetapi ibu sangat marah kepadaku.


Sejak saat itu aku tidak pernah berani bertanya kepada ibu lagi.


Ayahku adalah seorang pengusaha kaya, pada saat ibuku mengandungku. Ayahku mengalami kebangkrutan dalam usahanya dan sering ditagih dari pihak bank untuk melunasi hutangnya itu.


Ayahku adalah seorang pria yang sangat menyayangi keluarganya.


Dia adalah seorang pria yang begitu sabar dan sangat menyayangi ibuku.


Dan ayah selalu menuruti semua keinginan ibu, apapun yang ibu minta ayah pasti akan memberikannya.


Andai ayah masih hidup aku pasti mendapatkan kasih sayang yang sangat besar.


Tetapi aku tidak beruntung untuk hal itu, sejak aku lahir aku tidak pernah melihatnya lagi, hanya sebuah foto yang menemaniku, sebuah kenangan dari ayah.


Ibuku adalah wanita yang sangat memuja uang, apapun dia lakukan hanya untuk harta dan kesenangan dunia, sekaligus dia adalah seseorang yang berambisi tinggi.


Ibuku sangat mengagumi kecantikan wajahnya segala cara akan dia lakukan untuk membuatnya awet muda dan tampak cantik.


Ibuku adalah penerus ilmu kesaktian dari nenekku, karena ilmu itulah ibuku akan selalu nampak muda meskipun usia ibuku sudah tidak muda lagi.


Ibu adalah generasi terakhir yang mau tidak mau harus menerima ilmu warisan dari nenekku.


Karena ilmu itulah ibu selalu kelihatan muda dan selalu cantik.


Karena beban yang tidak kuat ditanggung oleh ayahku. Akhirnya ayahku mengalami sakit yang kronis dan dia meninggal dunia.


Setelah ayahku meninggal ibu baru mau menerima ilmu warisan dari nenekku.


Setelah ilmu kesaktian itu diberikan kepada ibuku, akhirnya nenekku juga meninggal.


Sebenarnya keluarga dari ibuku adalah pengabdi setan dan ibuku penerus satu-satunya. Karena ilmu yang dimiliki nenek hanya cocok dengan ibu, jika ilmu itu diwariskan kepada orang yang tidak tepat, maka orang itu akan menjadi gila atau tidak waras dan bahkan orang itu bisa mengalami kematian yang tragis.


Ibu adalah generasi terakhir dari sebuah perjanjian masa lalu yang dibuat oleh leluhurku.


Ya, sebuah perjanjian yang tidak pernah aku ketahui dan akan selalu menjadi rahasia dan tertutup rapat.


Selain sebagai seorang anak, aku adalah mediator terbaik bagi ibuku untuk berhubungan dengan dunia lain dan semua arwah-arwah penasaran tunduk kepadaku, tidak ada dari mereka yang ingin menyakitiku.


Terkadang aku merasa lelah dangan semua ini, selain itu aku tidak pernah tahu, "untuk apa ? dan kenapa aku harus melakukannya?"


Ibu selalu memintaku untuk diam dan menurut saja.


Aku adalah Naima, seorang anak kecil.


Walau terlihat sendiri sebenarnya disekelilingku banyak arwah yang ingin bersamaku.


Aku tidak pernah membayangkan akan terlahir sebagai seorang Naima


Seorang anak kecil yang terlahir berbeda dari anak pada umumnya .


Seorang anak kecil yang mau tidak mau aku harus melihat apa yang seharusnya tidak aku lihat.


Aku tidak tahu apakah ini sebuah anugerah atau sesuatu ujian bagiku.


Melihat, merasakan, bahkan berhubungan dengan sesuatu yang berada di luar logika manusia itu benar benar sangat melelahkan dan terkadang bisa membahayakan diriku sendiri.


Lambat laun, aku mulai mampu untuk menerima kenyataan ini dan tetap berusaha menjadi anak yang normal seperti anak seusiaku pada umumnya, meskipun semua itu sangat tidak mudah bagiku.


Aku adalah Naima seorang anak yang jarang mendapatkan kasih sayang dari ibunya.


Dan aku harus menerima kenyataan itu, bahwa ibuku jarang sekali ada di sampingku karena ibu memang selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya.


Meskipun begitu aku memiliki mbok Warti.


Bagiku mbok Warti tidak hanya seorang pelayan dan seorang pengasuh.


Bagiku mbok Warti seperti keluargaku sendiri, dia seperti nenek dalam hidupku.


Aku sangat menyayanginya, begitupun mbok Warti sangat menyayangiku dengan sepenuh hati.


Aku bisa merasakan ketulusan mbok Warti dalam merawat dan menjagaku.


Mbok Warti selalu menemani aku, disaat ibu tidak berada di rumah.


Mbok Warti adalah orang yang selalu menyiapkan segala keperluanku di rumah besar itu.


Sangat sulit menjadi diriku, aku yang selalu berhubungan dengan dunia gaib yang selalu melihat wujud mereka yang sangat menakutkan dan terkadang membuat bulu kudukku merinding .


Bahkan aku harus memasuki dimensi alam lain hanya untuk menyelamatkan jiwa yang terbelenggu yang harus mempertaruhkan nyawaku sendiri untuk orang lain. Dan semua itu tidak mudah bagiku.


Aku tidak tahu mengapa aku terlahir sangat berbeda dengan orang lainnya.


Aku sering bertanya kepada diriku," kenapa aku harus terlahir berbeda, kenapa aku tidak seperti anak kecil pada umumnya?"


"Kenapa aku harus menjalani semua ini?"


"Apa salahku?"


Terkadang harapanku adalah bisa hidup seperti selayaknya anak normal dan terlahir dengan keluarga yang lengkap dan harmonis seperti teman-teman seusiaku.


Aku sangat ingin memiliki orang tua yang selalu menemani diriku di kala malam waktu tidur.


Aku ingin memiliki orang tua yang selalu ada di sampingku, orang tua yang membantu pekerjaan rumah anaknya, dan yang selalu membangunkan anaknya di pagi hari untuk sarapan pagi bersama dimeja makan.


Aku ingin bercerita tentang banyak hal dengan orang tuaku.


Aku ingin bisa bermain bersama mereka, bercanda tawa bersama


Tetapi semua hanyalah sebuah impian dan aku harus mau menerima semua kenyataan ini. Bahwa beginilah hidupku, aku harus menyimpan semua keinginan dalam hatiku.


Terkadang aku ingin memberitahu perasaanku kepada ibuku, tetapi ibu tidak pernah memiliki waktu untukku.


Ibu selalu sibuk dengan urusannya sendiri, aku berharap suatu hari semuanya akan berubah menjadi lebih baik.


Kini aku mulai mampu untuk menerima diriku sendiri dengan segala keistimewaan dan kelebihan yang aku miliki, sebuah takdir yang tidak bisa untuk aku rubah ataupun lari darinya.


Terkadang aku berpikir jika nanti aku sudah besar pasti akan lebih banyak hal yang harus aku jalani, hal-hal baru yang akan aku temui pada akhirnya nanti.


Kejutan baru yang akan selalu datang tiba-tiba dalam hidupku.


Dan tidak pernah tahu apakah itu akan sangat berbahaya bagi diriku atau tidak.


Dalam hal ini aku membutuhkan kesiapan fisik dan mental ku.


Aku adalah Naima dan inilah cerita hidupku....