MY name is Naima

MY name is Naima
Cinta Pertama



Devanno terbaring diatas dipan rumah pak Suroso yang sangat sederhana itu,wajahnya mulai memucat,tangan Devanno masih menggenggam erat tanganku.


Rasa hatiku seperti teriris perih,aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi kepadanya.


Tiba-tiba Devanno tidak sadarkan diri,aku segera berlari menghampiri pak Suroso yang sedang menumbuk sesuatu,ya mungkin itu ramuan untuk luka Devanno


"Bapak,tolong Devanno ,dia pingsan" ujarku cemas


"Tenanglah dik,sudah segera ganti pakaianmu dengan baju diatas meja itu,bapak akan mengobati temanmu seorang diri,kamu tunggu saja diruang sana" ujar pak Suroso


Aku hanya terdiam,aku hanya mampu mengikuti perintah pak Suroso dan membiarkan dia seorang diri mengobati Devanno.


" Oh Tuhan,ini semua salahku,aku hanya ingin Devanno sembuh,tolong jaga dia" doaku dalam hati


Kemudian dengan tenang pak Suroso masuk kedalam ruangan dimana Devanno sedang terbaring


Aku tidak diijinkan untuk masuk,atau melihat apa yang sedang terjadi disana


Lalu aku berjalan menuju ruanganku dan berganti pakaian,gaun indah yang aku pakai,ternyata rangkaian dedaunan,bunga dan akar tanaman .


Aku lalu duduk diatas tikar yang berada diruangan itu.


Malam semakin larut,aku hanya duduk seorang diri disana,dalam hati aku hanya mampu berdoa untuk kesembuhan Devanno,aku mencemaskan keadaannya.


Mungkin karena kelelahan ,aku tertidur


Pagi itu.....


Udara begitu dingin ,aku terbangun dari tidurku,aku segera bangkit mencari pak Suroso


"Pak..pak Suroso" ucapku


Tetapi tidak ada jawaban,suasana rumah itu begitu hening,lalu mataku tertuju pada ruangan dimana Devanno terbaring,aku ingin membuka pintu kamar itu,tetapi aku teringat dengan pesan pak Suroso untuk tidak masuk kedalam


Tiba\-tiba aku dikejutkan dengan tepukan diatas pundakku


" Dik kamu sudah bangun?" ujar pak Suroso


"Maaf pak,tadi saya mencari bapak tetapi bapak tidak ada" ucapku lirih,sambil menundukkan kepalaku


"Tidak apa\-apa dik.


Kenapa sepagi ini kamu sudah bangun dik?" tanya pak Suroso kepadaku. Dan aku hanya tersenyum kepada pak Suroso


"Bapak,bagaimana keadaan teman saya pak? " tanyaku


"Jangan kuatir ,dia baik\-baik saja dik,apa kau ingin melihatnya?" ujarnya


Aku hanya menganggukkan kepalaku


"Pergilah temui dia" ujarnya


Akupun berjalan menuju ruangan itu,aku buka pintu kamar itu.Dengan pelan aku berjalan mendekati Devanno yang sedang tertidur,wajah Devanno sudah tidak sepucat semalam,hatiku mengatakan bahwa Devanno akan baik\-baik saja


Lalu aku meninggalkan ruangan itu,aku mencari pak Suroso


"Apa yang sedang bapak lakukan?" tanyaku pada pak Suroso.


"Bapak sedang memasak nak" jawab pak Suroso


Aku melihat pak Suroso sedang memasak di diatas tungku yang menggunakan kayu bakar


"Aku bantu pak" ujarku menawarkan diri


"Apa kamu bisa memasak?" tanya pak Suroso kepadaku


Aku hanya menggelengkan kepalaku pelan


"Saya akan mencoba pak,bapak hanya perlu membimbing saya ,mengajarkan saya bagaimana caranya" ujarku kepada pak Suroso


Lalu aku segera duduk didepan tungku itu,aku memasukkan beberapa kayu bakar dan ranting kering,dan beberapa kertas,lalu aku membakar kertas itu meletakkannya di bawah ranting kering,aku senang ketika api mulai menyala,tetapi itu hanya sebentar dan kemudian api itu padam,membuat ruangan dipenuhi asap,akupun sampai batuk dan merasakan pedih dimataku


Bapak Suroso tertawa ,dengan berjalan sedikit pincang pak Suroso menghampiriku


" maaf pak,"ujarku


" tidak apa dik,kamu tahu dik,orang pintar itu dulunya juga bodoh tidak tahu dan dari tidak tahu dan kebodohan itu kita belajar ,dengan belajar dari banyak hal maka kita akan menjadi pintar,menjadi tahu dan mengerti ujar pak Suroso kepadaku


"Iya pak" jawabku sambil tersenyum


Lalu aku membantu pak Suroso untuk mengupas sayuran


"Bapak sudah tahu,apa yang menimpa kalian dik,lain kali jangan sembarangan dalam melakukan sesuatu ditempat baru yang tidak kalian ketahui seluk beluknya" ujar pak Suroso


Aku hanya mengangguk membenarkan ucapan pak Suroso,iya semua itu kesalahan kami.


Hari ini banyak hal yang aku pelajari dari pak Suroso tentang cara hidupnya,pemikirannya yang bijak,tapi aku sedih,karena bapak tua ini telah kehilangan anak dan istrinya yang telah kembali kepada Sang Pencipta.


" Kenapa bapak tidak menikah lagi?" ucapku secara spontan


Dan itu membuat pak Suroso mengerutkan dahinya,tetapi tiba \-tiba pak Suroso tertawa


"Bapak itu orang miskin,apa ada wanita yang mau hidup susah bersama bapak dik" ujar pak Suroso


"Tidak dik ,bapak hanya mencintai istri bapak,walaupun dia sudah tiada,dia akan selalu hidup dihati bapak" ujarnya dengan kesungguhan hati


Aku hanya terdiam,lalu pak Suroso bercerita tentang desa itu


Tanpa terasa ,semua masakan sudah selesai dimasak,memasak dengan tungku itu ternyata lebih cepat


"Cepatlah mandi,dan ganti bajumu dik,bapak akan melihat keadaan temanmu itu,lalu aku berjalan meninggalkan pak Suroso seorang diri.


Terima kasih pak,atas kebaikannya kepada saya dan teman-teman saya pak


" Naima itu gadis yang istimewa dik,akan banyak makhluk tak kasat mata yang akan mencintainya,bapak takut dengan kelebihan yang dimilikinya itu,jika temanmu itu tidak bisa mengolah keistimewaannya itu,akan sangat berbahaya baginya,bapak melihat ada sesuatu yang mengikutinya terus dan sesuatu dalam dirinya"ujar pak Suroso


"Saya tahu pak,saya ingin selalu menjaganya" ujar Devanno


"Bagaimana keadaanmu dik?" tanyanya kepada Devanno


"Syukurlah berkat pertolongan bapak dan Tuhan,keadaan saya mulai membaik pak


" Maaf pak,sebenarnya cahaya merah yang keluar dari diri Naima itu apa?" tanya Devanno


" Bapak tidak tahu dik,dalam diri temanmu memang ada sesuatu yang berbeda,jadi hal itu wajar,ketika gadis itu terdesak,maka keluarnya pelindung dalam dirinya" ujar pak Suroso


" Devanno kamu sudah sehat?" tanyaku pada Devanno


Dan dia hanya tersenyum kepadaku. " "Mari kita makan bersama dik " ujar pak Suroso


" Baik pak,Naima bantu ya" ujarku


Lalu aku segera bergegas kedapur mengambil piring ,nasi dan sayur masakan pagi ini.


Aku lalu menata nasi dan sayur diatas piring pak Suroso dan Devanno


"Ayo dik kita makan " ujar pak Suroso mempersilahkan kami makan


Aku menatap Devanno yang sepertinya nampak sedikit kesulitan untuk makan,akupun lalu menghampirinya


"Aku suapin ya" ujarku tanpa rasa malu sedikitpun


Devanno menganggukkan kepalanya,sebagai tanda bahwa dia menerima bantuanku


Mata Devanno terus menatapku,dan jantungku berdegup kencang


"Apakah ini cinta?" tanyaku dalam hati


Kini cinta telah datang kepadaku,masuk kedalam relung kalbuku yang paling dalam,diusiaku yang masih sangat muda,tetapi inilah kenyataannya aku telah jatuh cinta pada seorang Devanno.


Tapi aku akan menyimpan rasa cinta ini,sampai aku pantas untuk mengatakan cinta,jalan hidup kami masih panjang,diusia seperti ini aku harus fokus meraih masa depanku,begitupun Devanno,kami memiliki pemikiran yang sama,bahwa cinta yang suci akan selalu bersih dan tak bernoda,itulah yang Devanno kataku kepadaku.


"Naima,kau benar-benar cantik" ujar Devanno membuatku tertunduk malu.