MY name is Naima

MY name is Naima
Pemuda Aneh 3



Aku merenungi kejadian hari ini,jujur dalam hati aku merasa sedih,aku tidak bisa membayangkan jika posisiku seperti Dirgantara


Akupun lalu duduk dikursiku yang berada disamping mbok Warti.


"Mbok Warti harus segera sadar,aku ingin melihat mbok Warti sehat lagi" bisikku lirih


Malam semakin larut dan aku terbuai dalam tidurku.


Pagi....


Waktu menunjukkan pukul 04.30 WIB, aku segera bangun dan melakukan salat subuhku . Aku tidak peduli dengan dinginnya air. Aku hanya seorang manusia dan ini adalah kewajibanku sebagai ciptaan Tuhan,menyembahNya sesuai keyakinanku dan agamaku.


Dalam doaku,aku memohon dengan kesungguhan hatiku, agar Allah menyembuhkan mbok Warti, bagiku dia sangat berjasa padaku. Aku tahu kematian akan datang kepada setiap makhluk yang bernyawa,dan aku sadar betul bahwa kehidupanku dan yang lainnya didunia ini hanya sementara,satu persatu setiap manusia akan pergi meninggalkan dunia yang fana ini,mau atau tidak mau,siap atau tidak siap. Dan air mataku menetes tidak terbendung. Apalagi melihat mbok Warti kini sudah sangat renta,fisik dan daya ingatnya sudah tidak sekuat dulu. Ibarat kata kini mbok Warti sudah pikun bisa sampai puluhan kali dirumah dia akan bertanya kepadaku apa aku sudah makan,bisa sampai puluhan kali dia akan mengingatkanku untuk melakukan hal yang sama. Ya itulah mbok Warti yang sekarang ,apapun itu semua itu karena rasa sayang dan pedulinya kepadaku.


Ternyata hanya dalam beberapa tahun saja,kisah hidupku banyak mengalami perubahan,dia yang dulu selalu ada untukkupun kini telah hilang. Dan kini aku berusaha untuk menguatkan hatiku akan hal yang terburuk. Aku tidak mau berpikir yang macam-macam. Tetapi melihat keadaan mbok Warti saat ini,membuat diriku takut akan kematian ,takut akan kehilangan ,aku benar-benar takut kehilangan orang-orang yang aku sayangi


"Tuhan berikan satu keajaiban untuk kesembuhan mbok Warti" ujarku memohon dengan kesungguhan hati.


Cukup lama aku berdoa,mengharap keajaiban akan terwujud dan aku benar-benar meyakini keajaiban dari doa. Lalu akupun bangkit dan meletakkan mukena ditempatnya dan aku berjalan menuju ruangan ICU.


Dari kejauhan nampak pak Gun mengikuti brankar yang didorong oleh perawat,aku segera berlari aku benar-benar takut dan ternyata semua diluar dugaanku,mbok Warti kini mulai sadar dan sekarang dia akan dipindahkan keruang VIP untuk perawatan.


Wajahku yang semula sedih kita menjadi ceria,seperti mendapat angin dari surga, ternyata Tuhan mendengar doaku. Dalam hatiku mengucap rasa syukur yang begitu dalam.


"Mbok Warti akan semakin membaik mbak Naima,tadi dia memanggil namamu" ujar pak Gun


"Iya pak,saya ingin mbok Warti cepat sehat kembali" ujar ku


Lega,tidak berapa lama kami sudah sampai diruang VIP perawatan. Ruangannya bersih dan ber AC,beberapa perawat mengangkat tubuh mbok Warti dari brankar dorong ke atas hopital bed.


Aku melihat mbok Warti tersenyum kepadaku.Dan aku membalas senyuman mbok Warti.


"Apa kamu sudah makan nak?" tanya mbok Warti


Hatiku terenyuh ,dalam keadaan seperti ini mbok Warti masih bertanya apa aku sudah makan,dia masih memikirkan diriku.


"Sudah mbok" ujarku sedikit berbohong.


Aku lalu meminta tolong pak Gun untuk membeli makanan untuk kami semua


"Mbok ingin makan apa? aku belikan soto kesukaan mbok Warti ya?" ujarku


Mbok Warti hanya menggelengkan kepala


"Pokoknya mbok Warti harus makan,kalau mbok Warti tidak makan aku juga tidak mau makan" ujarku


Mbok Warti lalu mengangguk.


Kemudian aku mengambil uang dari dompetku lalu memberikannya kepada pak Gun.


Saat ini ,tinggal aku dan mbok Warti


"Sebentar mbok,aku akan menelepon ibu" ujarku


Tapi tangan mbok Warti menarik tanganku,dia menggelengkan kepalanya


"Ibu harus tahu kalau mbok Warti sedang sakit " ujarku


"Jangan nak,jangan membuat ibumu sedih,nanti saja kalau dia sudah pulang dia akan tahu sendiri nantinya" ujar mbok Warti


"Sekarang kamu sudah besar,kamu benar-benar cantik secantik ibumu,hati dan parasmu sangat sesuai,simbok sangat senang mengenal kalian semua,terima kasih telah menyayangi simbok,wanita tua sebatang kara ini nak, sudah cukup lama simbok berada dikeluargamu,simbok minta maaf ya nak jika banyak salah" ujar mbok Warti


"Manusia itu seperti wayang dan Tuhanlah yang menjadi dalang dari semua, di dunia ini tidak ada kata kebetulan,karena semua adalah bagian dari rencanaNya, bahagia dan kesedihan adalah serangkaian dari kehidupan,tidak ada yang perlu untuk disesali ."


Airmataku terus menetes tidak terbendung,ucapan mbok Warti seperti sebuah wasiat atau nasehat terakhir untukku.


"Mbok Warti bicara apa ? sudahlah mbok, mbok akan sehat ,sehat dan sehat" ujarku sambil berlinang airmata


"Apa kau takut jika mbok Warti akan pergi? Kau takut nak jika mbok Warti akan mati?" ujar mbok Warti lirih


Dengan jujur aku mengangguk,aku tidak bisa berbohong kalau aku belum siap untuk kehilangan,aku tahu mbok Warti adalah pengasuhku,tapi orang yang sangat baik,orang yang jujur dan sangat menyayangiku,dia orang yang merawatku sejak aku bayi.


"Setiap makhluk hidup pasti akan kembali pada penciptaNya,tetapi percayalah bahwa jiwa dari mereka yang mati itu sebenarnya akan selalu hidup, dan melihat,jangan ada airmata jika tiba waktunya nak,"


"Mbok bicara apa? mbok akan sehat...dan akan sehat" ujarku untuk menguatkan mbok Warti


Mbok Warti lalu tersenyum kepadaku,senyuman hangat begitu hangat,dan akupun memeluknya.


Tok....


Tok....


Tok....


Pintu diketuk,tiba-tiba pak Gun masuk dengan membawa makanan


"Kenapa dengan wajah mbak Naima? mbak Naima pasti habis menangis " ujar pak Gun


"Pak Gun sudah dapat sotonya?" ujarku mengalihkan pembicaraan


"Sudah mbak Naima" jawab pak Gun singkat


"Mbok Warti makan dulu ya, mbok Warti harus makan agar mbok Warti semakin sehat " ujarku


Mbok Warti menggelengkan kepalanya lagi


"Kalau mbok Warti tidak makan, Naima juga tidak akan makan" ujarku menegaskan


Aku tahu mbok Warti sangat menyayangiku,dia pasti tidak menginginkan aku sakit dan mbok Warti pasti mau makan. Dan memang benar, mbok Warti akhirnya mau makan ,dengan kasih sayang aku menyuapinya. Iya aku melakukannya seperti seorang cucu kepada neneknya.


"Pak Gun juga harus makan,pak Gun jangan sampai sakit" ujarku


"Baik mbak Naima" jawab pak Gun dengan singkat


Dalam benakku sebenarnya merekam semua ucapan mbok Warti, dan aku tahu bahwa yang diucapkan mbok Warti itu benar dan hatiku masih berusaha untuk kuat dan ikhlas atas semua ketetapan dari Sang Pencipta. Saat ini biarlah menjadi waktu yang tidak akan pernah aku sia-siakan,karena aku tahu yang terjadi kemarin dan saat ini akan menjadi sebuah kenangan dan hari esok masih akan selalu menjadi rahasia


@@@@@@@@To be Continue@@@@@@@