
Pagi ini aku bangun lebih awal,aku segera mandi,kemudian aku mencari mbok Warti . Pak Karjopun sudah bangun.Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi tetapi rumahku sudah sangat bersih dan tertata dengan baik, rapi serta cantik tata ruangnya . Hatiku bertanya pesta seperti apa yang akan diadakan dirumahku,padahal aku masih kecil apa ini semua tidak terlalu berlebihan untukku.
" Mbak Naima sudah bangun ya," kata pak Karjo
"Iya pak,oya pak apa yang bisa aku bantu" tanyaku pada pak Karjo
"Tidak ada mbak,nanti jam 9 asisten ibumu akan datang,dia yang akan meriasmu,pokoknya mbak Naima nurut saja,semua sudah ada yang mengatur" kata pak Karjo
Dirumah besar ini,aku seperti seorang putri,aku tidak pernah diijinkan untuk melakukan apapun,entahlah kenapa ibuku tidak mengijinkan aku untuk melakukan aktivitas sederhana ,seperti membantu menyapu ,mencuci piring. Aktivitasku hanya belajar,membaca cerita,menonton tv atau bermain dengan teman dunia lainku. Sebenarnya dalam belajar ibu ingin aku memiliki guru les private dirumah,tetapi untuk apa ? Aku merasa itu tidak perlu karena aku memiliki kecerdasan yang cukup baik,lagi pula aku memiliki teman dari dunia lain yang selalu membantuku.
" Kamu kenapa berdiri disitu nak? " tanya mbok Warti membuyarkan lamunanku.
" Mbok ,seperti apa acaranya nanti? " tanyaku ingin tahu
" Ulang tahunmu ini akan sangat meriah nak, ibu Ningsih meminta agar yang diundang dalam acara nanti tidak hanya teman sekolahmu nak,tetapi juga anak-anak dari tetangga sekitar" kata mbok Warti
" Seminggu yang lalu,ibu Ningsih menelepon dan mbok menceritakan pengalamanmu saat menghadiri pesta ulang tahun temanmu itu,dan ibumu meminta ulang tahunmu harus berjalan dengan meriah " kata mbok Warti
"Tapi ini berlebihan mbok," kataku
Mbok Warti menghela nafas dan menggandeng tanganku,lalu mengajakku duduk.
" Kamu adalah putri semata wayang ibu Ningsih,kamu satu-satunya penerus keluarga ini nak, tidak ada yang berlebihan " kata mbok Warti
Aku hanya diam,karena tidak diijinkan melakukan apapun,aku memilih menonton film kartun di televisi.
Jam menunjukkan pukul 09.00 WIB
"Naima kak Cece sudah datang" kata mbok Warti
"Iya mbok", aku mematikan televisiku dan berlari menghampiri kak Cece
" Naima sayang,kamu benar-benar cantik ,sekarang kakak yang akan meriasmu agar wajahmu secantik putri raja,oiya dimana kamarmu ? " tanya kak Cece
"Diatas kak," kataku sambil tanganku menggandeng tangan kak Cece . Kamipun berjalan menaiki tangga dan masuk kekamarku. Didalam kamar dia mengepang rambutku yang panjang dan merias wajahku dengan makeup natural yang cocok untuk anak kecil,dan memakai gaun berwarna biru,aku benar- benar seperti tokoh Elsa dalam film frozen.
25 menit kemudian mbok Warti mengetuk pintu dan memintaku untuk turun kebawah ,aku dan kak Cece keluar dari kamar,kak Cece menggandengku,aku berjalan seperti seorang princess dan semua mata menatap kearahku.Semua tamu undangan telah berkumpul,semua temanku datang dan mereka terpana melihatku. Akupun tersenyum malu.
" Kamu cantik sekali Naima," puji Anna
" Terima kasih An,kamu juga sama cantiknya denganku" kataku menyanjungnya kembali
"Naima,apa benar ini rumahmu? Jujur kami kaget,kamu tahu tadi Vonna berkata bahwa ini pasti bukan rumahmu,bagaimana mungkin seorang Naima memiliki rumah sebagus ini " kata salah satu sahabatku sambil berbisik
Aku hanya tersenyum tanpa menjawab apapun,dan tiba-tiba pak Gun berbicara didepan para tamu undangan tentang susunan acara hari ini.Setelah itu pak Gun mengajak untuk mendoakan aku semoga Tuhan selalu menjagaku,memberiku umur yang bermanfaat dan menjadi anak yang berbakti,lalu dilanjutkan dengan bernyanyi "Happy Birthday To You" ,kemudian meniup lilin dan memotong kue ulang tahunku ,semua serba berwarna biru,dan ukuran kue ulang tahunku bersusun 4 tingkat dengan dihias begitu cantiknya dan dibagian atas terdapat hiasan kue berbentuk elsa serta lilin berbentuk angka 7 serta tulisan happy birthday Naima.
"Untuk mbok Warti" kataku pada pak Gun
Lalu aku memberikan potongan kueku pada mbok Warti,sambil aku berkata " Terima kasih mbok,telah merawatku selama ini"
Lalu aku memberikan potongan kue keduaku untuk pak Gun,karena pak Gun yang selama ini telah berjasa dalam menjagaku
Lalu kue ketigaku untuk pak Karjo,selanjutnya untuk pak Hamid
Dan aku berjalan memberikan potongan kueku kepada Lia dan Anna sahabat baikku dikelas. Selanjutnya aku meminta kak Cece untuk memotong kueku dan membagikannya kepada sahabatku dan teman -teman yang lain. Acara selanjutnya adalah bermain ,pak Gun meletuskan sebuah balon dan didalam balon itu ada sebuah perintah ,setiap anak yang memilih balon harus melakukan semua perintah yang ada didalamnya,benar- benar seru.
Aku melihat wajah Vonna nampak kurang senang,lalu dia mendekati temanku yang lain dan berbisik,lalu temanku itu meninggalkannya dan mendekat padaku
" Aku kesal dengan sikap Vonna Naima,dia masih saja menghinamu,aku tidak mau peduli dengan orang sombong seperti dia" kata Sinta salah satu temanku dikelas yang ikut menjauhiku sejak Vonna tiba disekolahku
" Bukankah kamu temannya Vonna? " kataku pada Sinta
"Iya itu dulu,kini aku tahu kalau Vonna itu tidak baik,dia sombong" kata Sinta
"Maafkan aku Naima,ternyata kami menilai kamu salah,meski kamu dari keluarga kaya ,kamu tidak sombong dan tetap baik dan rendah hati" kata Sinta
Akupun memaafkan Sinta dan berkata bahwa kita semua teman,kaya atau miskin kita adalah sahabat. Sinta tersenyum padaku. Vonna merasa tidak enak hati dengan sikap teman -teman yang mulai menjauhinya,tidak ada yang mau peduli dengan ceritanya. Aku melihat Vonna berjalan keluar ruangan ,aku mengikutinya
"Kamu mau kemana Vonna,acaranya belum selesai? " kataku
"A....a...aku mau pulang saja" kata Vonna dengan tertunduk malu
" Tetapi acaranya belum selesai,ayo ikut aku kedalam,aku menggandeng tangan Vonna ,dengan tersenyum seolah aku tidak tahu tentang sikap buruknya kepadaku. Lalu aku mengajak Vonna untuk berbaur dengan teman-teman yang lain.Akupun juga berusaha untuk mengenal anak-anak tetanggaku,maklum aku tidak pernah bermain dengan mereka,karena ibuku melarangku bermain dengan anak sebaya dilingkungan sekitar rumahku.Hari ini benar-benar menyenangkan.Semua bisa makan dan minum sesukanya karena semua tersaji dimeja panjang,yang tersusun dengan rapi. Sebelum mereka pulang akupun membagikan bingkisan untuk semua yang hadir,semua nampak bahagia.
Tiba-tiba Vonna mendekat padaku,mengajakku kesudut ruangan
"Ada apa Vonna?" tanyaku kepada Vonna
" Naima,aku minta maaf karena aku banyak salah padamu,aku telah membuat teman-teman menjauhimu" kata Vonna dengan menyesal
"Tidak apa -apa Von,yang lalu biarlah berlalu,aku berharap kita semua bisa menjadi sahabat yang baik " kataku pada Vonna .Vonna memelukku dan berkata" kamu benar Naima, yang aku tahu hari ini adalah hari yang indah,dari kejadian ini memberiku sebuah pelajaran ,bahwa diatas langit masih ada langit dan kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari sebuah penampilan,sebuah persahabatan yang indah terjalin dari hati bukan materi"
Akupun menganggukkan kepalaku,lalu kami kembali berbaur dengan teman yang lainnya.Hari ini aku merasa bahagia meski didalam hati kecilku aku berharap ibuku ada bersamaku.
Tiba-tiba mbok Warti mendekat padaku,dia memberikan ponselku,ibu memintaku untuk melakukan video call,ibu terlihat bahagia. Aku menunjukkan suasana pesta ulang tahunku. " Ibu terima kasih,aku menyayangimu" kataku
Ibu hanya tersenyum,setelah cukup lama kami berbicara akhirnya ibu menutup telepon. Dan dalam pesta itu aku melihat Olla begitu senang ,dia berjalan melihat satu persatu tamu yang datang.
Terima kasih telah membaca ceritaku ,ikuti cerita selanjutnya