MY name is Naima

MY name is Naima
Buka Hatimu Cahyani



Setiap manusia memiliki kisah dari setiap perjalanan hidupnya,bahagia dan duka datang silih berganti dalam kehidupan manusia,karena inilah dunia.Suatu tempat dimana tidak ada keabadian.


30 menit kemudian mobil nyonya Sarah berhenti dipinggir sebuah jalan diperkampungan.


"Kita perlu berjalan kaki memasuki gang itu,sebuah gang kecil yang tidak bisa dilewati mobil" ujar Nyonya Sarah


"Tidak apa-apa nyonya" ujarku


Lalu kamipun berjalan memasuki gang sempit itu,tidak terlalu lama kami berjalan.Sampailah kami didepan sebuah rumah sederhana, dengan lantai yang belum dikeramik. Rumah itu berukuran 11x6. Benar-benar jauh berbeda dengan rumah Dirga. Rumah sederhana itu tampak asri dan bersih.


Langkah nyonya Sarah tiba-tiba terhenti.


"Kenapa nyonya berhenti, bukankah impian putra nyonya akan segera terwujud " ujarku


"Aku takut nak..." ujar Nyonya Sarah sambil tangannya tiba-tiba menggenggam tanganku


"Tidak ada yang perlu nyonya takutkan..niat nyonya baik...nyonya tidak perlu takut" ujarku untuk memberi motivasi


Nyonya Sarah menghela napas,kemudian dia berusaha memberanikan dirinya.


Langkahnya pelan namun pasti,dia berjalan hingga langkahnya terhenti didepan pintu rumah itu.


Tok....tok...tok...


Diketuknya pintu rumah Cahyani,seorang gadis muda berparas cantik membuka pintu .Wajah gadis itu nampak terkejut.


Kelihatan expresi kemarahan dan kebencian ketika melihat nyonya Sarah


"Kenapa nyonya yang terhormat mendatangi rumah saya, sungguh tidak pantas wanita terhormat seperti nyonya mendatangi rumah orang rendahan seperti saya" ujar Cahyani nampak menahan amarah didalam dirinya


"Pergilah nyonya,tinggalkan rumah ini" ujar Cahyani meminta nyonya Sarah untuk pergi dari rumahnya.


"Cahyani, tolong dengarkan aku nak...kedatanganku untuk menyampaikan sesuatu kepadamu" ujar Nyonya Sarah


"Saya tidak ingin mendengar apapun dari nyonya,sudah cukup penghinaan yang nyonya berikan kepada saya dan keluarga saya" ujar Cahyani dengan sangat marah


"Pergi...pergi dari rumah saya...sekarang nyonya pergi....sudah cukup rasa sakit ini....sudah cukup hinaan yang terus menerus nyonya berikan kepada saya" ujar Cahyani sambil mendorong Nyonya Sarah. Gadis itu benar-benar tidak menginginkan nyonya Sarah memasuki rumahnya


"Tolong...dengarkan saya...beri saya satu kesempatan untuk merubah keadaan lebih baik lagi" ujar Nyonya Sarah memohon


"Ada apa diluar nak" tiba-tiba seorang wanita tua keluar menghampiri kami.


"Tidak ada apa-apa bu, ibu masuk saja kedalam" ujar Cahyani kepada sang ibu.


Tetapi semua terlambat sang ibu terlanjur melihat nyonya Sarah.


Tangan wanita tua itu bergetar,dengan perlahan wanita tua itu berjalan menghampiri Nyonya Sarah


"Jangan ibu,lebih baik ibu masuk saja kedalam rumah" ujar Cahyani sambil memegang tangan sang ibu untuk menghentikannya.


Wanita tua itu melepas pegangan tangan sang anak,dia terus berjalan mendekati nyonya Sarah.


"Lihat saya nyonya!" ujar wanita itu dengan tegas


"Saya adalah ibu dari Cahyani,wanita tua dan lusuh ini adalah ibu gadis itu,gadis yang kini harus menjadi bahan ejekan tetangga sekitar,gadis yang harus putus sekolah, itu semuanya karena nyonya. Tidak puaskah nyonya untuk menyakiti kami" ujar wanita tua itu dengan mata berkaca-kaca


"Dan sekarang apa tujuan nyonya kemari?" ujar wanita tua itu


"Sudah...sudah...tidak ada yang perlu dijelaskan....pergi dari rumah saya ...pergi nyonya...pergi" teriak Cahyani dengan marah.


"Cahyani...tolong maafkan nyonya Sarah,setiap manusia pasti punya kesalahan. Tolong maafkanlah dia" ujarku mencoba menenangkan kemarahan dihati Cahyani.


"Kau bisa berkata memaafkan ? tidak semudah itu...lihat aku...aku hancur, kami sekarang menderita." ujar Cahyani sambil menarik tanganku dan mengajakku masuk kedalam rumah.


Kamipun masuk kedalam kamar yang tidak berpintu ,hanya menggunakan kelambu sebagai penutupnya.


"Lihat dia, dia yang terbaring itu adalah ayahku,sejak kejadian itu ayah sakit,aku tidak tahu kenapa tiba-tiba ayah menjadi lumpuh seperti itu.Kami bukan orang kaya, tetapi kami bukanlah orang yang akan mengambil keuntungan dari orang lain dengan cara yang buruk. Ketulusan cintaku pada Dirga malah menjadi bumerang bagiku.Nyonya Sarah telah menghinaku dan keluargaku. Bahkan nyonya Sarah membuat cerita buruk tentangku ,sehingga aku mendapat ejekan dari tetanggaku disini,mereka berkata aku cewek matre,aku gadis yang tidak tahu diri, dan banyak ucapan kasar yang membuat hatiku sakit. Ayah tidak mampu menerima semua hinaan itu dan kini ayah jadi seperti ini" ujar Cahyani,mata gadis itu berkaca-kaca .


"Sekarang pergilah...." ujar Cahyani sambil menarik tanganku agar aku keluar dari rumah itu.


"Cahyani,dengarkan aku ...nyonya Sarah yang sekarang sudah berbeda.Dia sangat menyesali perbuatannya yang dahulu" ujarku


"Pergilah dari rumah saya,sebelum saya berbuat kasar kepada anda" ujar Cahyani


"Cahyani,tolong maafkan aku nak, aku sangat menyesali semua" ujar Nyonya Sarah


"Pergi dari rumah saya nyonya,saya tidak membutuhkan kata maaf dari nyonya Sarah.Pergi.....!!!" ujar Cahyani dengan geram ,gadis cantik itu benar-benar sedang terbakar api amarah.


"Berikan kado dan surat Dirga pada saya nyonya,saya yang akan memberikannya kepada Cahyani" ujarku


Lalu nyonya Sarah memberikannya kepadaku.


Aku melangkahkan kakiku kearah Cahyani.


"Aku mengerti perasaanmu Cahyani,pasti didalam hatimu ada rasa sakit yang begitu dalam,memaafkan atau tidak,semua itu adalah hakmu. Ini adalah hadiah dari Dirga untukmu.Rasa cinta Dirga kepadamu sangat besar bahkan dia telah membawa seluruh kenangan kalian dan rasa cinta itu kedunia yang berbeda" ujarku


"Apa maksudmu?" tanya Cahyani keheranan


"Dirga kini telah tiada,dia telah meninggalkan dunia ini selamamya " ujarku lirih


Tangan Cahyani bergetar ....dia jatuh terduduk seolah tiada tenaga.


"Ha...ha..haha" terdengar suara tawa keluar dari mulut Cahyani


"Kalian benar-benar jahat...lelucon apa lagi yang kalian buat untukku, tidak cukupkah menyakitiku dan kini kalian berbohong kepadaku" ujar Cahyani terbata-bata


"Aku berkata yang sebenarnya,Dirga telah meninggalkan dunia ini selamanya.Sebelum kematiannya ternyata Dirga menyimpan sesuatu untukmu" ujarku


"Bukalah pemberian Dirga. Pemuda itu sangat mencintaimu,dan kau perlu tahu Cahyani...Nyonya Sarah telah kehilangan Dirga selamanya dan dia merasakan sakit yang luar biasa....bisakah kau membuka hatimu untuk memaafkan nyonya Sarah,wanita itu telah menyesali semua perbuatannya kepadamu dan keluargamu.Nyonya Sarah berjanji untuk merubah semuanya agar menjadi lebih baik" ujarku


Cahyani hanya terdiam


"Aku merasakan sakit yang luar biasa,kini aku kehilangan segalanya,aku kehilangan dia yang sangat aku cintai" ujar Cahyani lirih sambil berisak airmata


Sang ibu segera menghampiri putrinya,dan memeluknya


"Kamu harus sabar nak,kamu harus kuat..." ujar sang ibu


"Ibu....kini Dirga telah pergi ...Dirga telah tiada...ibu....aku harus bagaimana? ...." ujar Cahyani


Aku hanya mampu terdiam......Semua hanya menyisakan duka yang mendalam.


Kamipun pergi meninggalkan rumah Cahyani.Mungkin saat ini,Cahyani sedang membutuhkan waktu untuk sendirian.Semoga Cahyani kuat menerima kenyataan ini dan suatu saat Cahyani mampu membuka hati untuk memaafkan nyonya Sarah dan menghapus segala luka dimasa lalu


@@@@To be Continue@@@@@