
Dirumah duka Dirgantara,setelah proses pemakaman Dirgantara.
Didalam kamar.......
"Ini pasti karena ulah anak ****** itu,aku benci dengan gadis yang bernama Cahyani...benci sekali pa. Dirgantara anak yang baik,kenapa dia bisa konsumsi drugs,pasti ini ulah gadis miskin itu yang memperdaya anakku" ujar Nyonya Sarah dengan geram.
Tuan Arka yang tidak lain ayah tiri Dirgantara hanya terdiam,dia menghela napas kemudian berkata
"Jangan sembarangan menuduh tanpa ada bukti ma"
"Bukti apalagi...sejak mengenal gadis miskin itu anak kita jadi pembangkang,dia tidak mau mendengar nasehatku, apa untungnya berteman dengan orang miskin ? cih hanya menurunkan level derajat keluarga kita" ujar Nyonya Sarah dengan tegas dan expresi kemarahan berbalut kesedihan.
Tuan Arka hanya terdiam seribu bahasa.
"Papa ingat dirumahsakit , ada gadis miskin yang berusaha untuk menipuku,dia berkata bahwa didalam kolong ranjang tempat tidur Dirgantara ,anakku meninggalkan kado untukku. Sekarang banyak sekali orang yang berusaha untuk menipu biar dapat uang" ujar Nyonya Sarah geram.
Tuan Arka hanya terdiam sesaat.
"Aku akan turun kebawah, mama yang sabar" ujar Tuan Arka
Lalu dia turun kebawah untuk menemui para petakziah .
Saat ini dirumah Dirgantara ramai dengan petakziah yang datang dan pergi untuk mengucapkan belasungkawa.
Ternyata ucapan Naima kepada Nyonya Sarah selalu terngiang-ngiang di ingatan nyonya Sarah.
"Kenapa aku berpikir tentang ucapan anak miskin itu" ujar Nyonya Sarah dalam hati.
Ada yang mengganjal dihatinya,lalu dia bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar Dirgantara.
Glek!
Dibukanya pintu kamar Dirgantara, dipandanginya ruangan yang kini tidak berpenghuni itu,nampak foto Dirgantara yang terpapang didinding kamarnya. Nyonya Sarah lalu berjalan menuju meja kecil disamping kamar sang anak. Tangannya meraih foto Dirgantara yang sedang tersenyum sambil membawa piala penghargaan.
Dipeluknya foto Dirgantara,airmata Nyonya Sarah tidak terbendung lagi, satu demi satu kenangan masa lalu memasuki alam pikirannya ,masa dimana Dirgantara baru pertama lahir kedunia, masa dimana dia melatih Dirgantara untuk berjalan,pelukan hangat dan canda tawa menghiasi kenangan itu. Nyonya Sarah memeluk erat foto Dirgantara yang kini tidak akan pernah kembali.
Lalu Nyonya Sarah teringat akan ucapan Naima,dan rasa keingintahuannya menuntunnya ,di lihatnya kolong tempat tidur Dirgantara,disitu terdapat sebuah kardus AQUA
Lalu tangannya mencoba meraih kardus itu dan menariknya keluar. Dengan perlahan dibukanya kardus itu dan ternyata didalam kardus itu masih ada sebuah kotak yang terbungkus dengan rapi ,sebuah kotak yang dibungkus dengan kertas kado berwarna pink.
"Apa ucapan gadis itu benar?" tanya Nyonya Sarah pada dirinya sendiri
Dibukanya kertas kado pembungkus itu,dengan hati-hati dia membuka kotak itu.
Dan Nyonya Sarah terkejut, didalam kotak itu terdapat kumpulan foto diambilnya sebuah foto ,dipandangi foto itu ya sebuah foto masa kecil Dirgantara,lalu dia membalik foto itu dan membaca tulisan dibalik foto itu.
"Usiaku 1 tahun,saat ini..mama sangat cemas kepadaku karena aku terpeleset dan terluka" . I love You Mom
"Lihat papa dan mamaku sangat menyayangiku dulu,tapi kenapa sekarang tidak"
Nampak tangan Nyonya Sarah bergetar. Airmatanya terus menetes tak terbendung lagi.
Dia terus menangis,tangannya mengambil satu persatu foto dan membaca tulisan dibaliknya,semakin sakit dan semakin perih hati Nyonya Sarah
Lalu matanya tertuju pada sebuah kotak kecil,kemudian dibukanya kotak kecil itu.
dilihatnya sebuah cincin emas yang sangat cantik bentuknya dan selembar kertas.
"Hadiah ini untuk mama,sebagai hadiah pernikahan mama dariku.Mama aku tidak mengharapkan sesuatu yang lebih,sebagai anak aku senang bisa melihat mama bahagia dan sebagai anak aku terus berusaha mewujudkan harapan mama dan papa ,aku melakukan semua tanpa peduli dengan keinginanku ,aku rela menjadi korban keegoisan mama dan papa,tetapi kenapa kalian tidak mengerti hatiku? kenapa memisahkanku dari orang yang aku cintai? ini tidak adil bagiku,sungguh tidak adil.Maafkan Dirgantara ma...maafkan Dirgantara pa...Dirgantara harus pergi...mungkin dengan kepergian Dirgantara akan dapat merubah pemikiran dari mama dan papa....Dirgantara sangat menyayangi mama dan papa....
"Dirgantara.....!!!!.....Dirgantara anakku.....maafkan mama nak....maafkan mama nak...." teriak Nyonya Sarah begitu keras sehingga membuat mereka yang diluar terkejut dan ikut mencari asal suara itu.
Tuan Arka segera membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu, nampak nyonya Sarah pingsan.
Dengan dibantu beberapa orang.Tuan Arka mengangkat tubuh sang istri keatas ranjang.
Diambilnya minyak kayu putih,dia berusaha untuk menyadarkan sang istri dan pelayan keluarga itu juga melakukan pemijatan didahi Nyonya Sarah.
10 menit kemudian nyonya Sarah tersadar .Seorang pelayan datang dan menyuguhkan teh hangat kepada nyonya Sarah,dengan perlahan nyonya Sarah meminum teh hangat itu.
"Aku ingin kalian semua pergi dari ruangan ini, saat ini aku ingin sendirian " perintah nyonya Sarah pada semua orang disana.
"Biar aku disini menemanimu ma" ujar Tuan Arka.
"Tidak ,aku hanya ingin sendirian" ujar Nyonya Sarah dengan tegas .
Dengan berat hati tuan Arka meninggalkan kamar Dirgantara.
"Untuk apa semua ini nak, semua mama lakukan untukmu,maafkan sikap mama yang selalu mengengkangmu,selalu memaksamu melakukan sesuatu sesuai keinginan mama nak,kembalilah Dirga anak mama sayang,untuk apa semua ini,untuk siapa semua harta ini,kamu anak mama satu-satunya Dirga,Dirga maafkan mama...." ujar Nyonya Sarah lirih .
Tanpa nyonya Sarah sadari,sebuah tangan membelai lembut rambut nyonya Sarah.
"Mama, semua yang sudah terjadi biarlah terjadi,mungkin ini adalah bagian dari suratan takdir yang Tuhan tulis untuk kita. Mama...maafkan Dirga, ikhlaskan kepergian Dirga ,jaga diri mama dan papa,terima kasih sudah melahirkan Dirga kedunia ini" ujar Dirga.
Namun semua hanya sia-sia, apapun yang dikatakan Dirga, nyonya Sarah tidak akan mampu untuk mendengarnya,Nyonya Sarah tidak akan mampu melihatnya.
Dirga membelai lembut rambut Nyonya Sarah. Dan hari ini Nyonya Sarah berbalut dalam kesedihan dan kenangan indah dimasa lalu,saat Dirga masih kecil,dipeluknya foto sang anak,Nyonya Sarah kini menyadari semua keegoisannya,kenapa dia tidak pernah ada waktu untuk bermain dengan anaknya ,kenapa dia tidak pernah memiliki waktu untuk mendengarkan keluh kesah Dirga,selama ini Nyonya Sarah hanya sibuk dengan pekerjaannya dan keluarga barunya.
Namun penyesalan kini hanyalah tinggal penyesalan.Waktu yang telah pergi kini tidak mungkin akan kembali lagi,semua tidak akan mampu terulang kembali....penyesalan yang paling menyedihkan adalah kehilangan orang yang kita sayangi dari dunia ini,tanpa sempat meminta maaf atau merubah keadaan menjadi lebih baik
@@@@@To Be Continue@@@@