MY name is Naima

MY name is Naima
Lentera Yang Padam



Anak kecil itu menatapku,lalu tiba-tiba dia menghilang dari pandanganku.


"Kenapa anak kecil itu menangis?" tanyaku keheranan.


" Jangan pergi....jangan pergi....bicaralah kepadaku.." teriakku


Suasana hening....


Beberapa kali aku berteriak untuk memanggil anak kecil itu,namun anak itu tidak muncul kembali.


"Ya, sudahlah.." gumamku didalam hati


Akupun masuk kedalam kamar. Kemudian aku masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamarku.


Kemudian aku mematikan lampu kamarku dan akupun terlelap dalam tidurku.......


"*Kakak ..." seorang anak kecil memanggilku.


"Kamu..."


"Kakak....tolong aku...." ujar anak laki-laki itu.


Nampak tubuh anak laki-laki itu menggigil kedinginan,aku segera mengambil selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut


"Siapa kamu ?" akupun bertanya


Aku menatap anak kecil dengan seksama, terlihat luka memar dipipinya, akupun semakin mempertajam mataku untuk melihatnya ,airmataku menetes. Tubuh anak itu begitu kurus dan terlihat banyak luka lebam ditubuhnya. Hatiku bertanya,sebenarnya apa yang terjadi dengan anak itu sebelum kematiannya.


"Ya Tuhan, kasihan sekali anak ini, rasanya tidak tega melihatnya, andai anak ini masih hidup dan bertemu denganku tentu aku akan berusaha untuk menolongnya.Sayang kami bertemu disaat tidak tepat" gumamku dalam hati


"Ceritakan padaku,siapa kamu dan kenapa kamu menjadi seperti ini dik" ujarku


"Kakak...namaku Agus, aku sebenarnya memiliki ayah dan ibuku. Suatu hari saat usiaku 6 tahun. Ayahku ditangkap oleh polisi kak, ternyata ayahku seorang pengedar narkoba kak. Karena hal itu ayah harus ditangkap dan dipenjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya." ujar anak itu. Lalu terdiam


Aku menatap kearah anak itu,aku melihat wajah kesedihan begitu nampak jelas di wajahnya.


"Kakak, setelah ayah dipenjara ,setiap malam ibu selalu bekerja. Dan suatu hari ibu juga harus ditangkap polisi " ujar anak itu ,namun tiba-tiba berhenti


" Kenapa ibumu,ditangkap polisi?" tanyaku


"Kakak,ternyata ibuku bekerja sebagai wanita penghibur, ibu telah membunuh anak yang baru dilahirkannya sendiri, dan menguburnya dibelakang rumah" ujar anak itu dengan sedih


"Ya,Tuhan..tega sekali bagaimana seorang ibu yang seharusnya menjadi pelindung anaknya malah menjadi malaikat maut bagi anaknya,dimana nalurinya sebagai wanita dan seorang ibu" tanyaku didalam hati


Aku memeluk anak laki-laki itu,aku merasakan kesedihan yang luar biasa didalam diriku mendengar cerita anak kecil itu.


"Oh Tuhan...seorang wanita malu karena memiliki anak dari perzinahannya ? lalu kenapa dia tidak malu ketika melakukan hal itu? Bayi manusia yang terlahir didunia ini adalah suci,mereka bersih dan tanpa dosa, seperti mata air yang bening, kenapa begitu tega manusia kotor itu menyakiti bahkan membunuh bayi yang tidak berdosa itu? Seharusnya mereka menyadari kesalahannya dan merubah keadaan lebih baik ,bukankah tangan Tuhan selalu terbuka untuk menerima pertobatan yang tulus ." Gumamku didalam hati


"Lalu apa yang terjadi denganmu dik setelah itu? " tanyaku.


"Kedua orang tuaku telah masuk penjara, saudara dari ibu malu menerimaku,mereka tidak mau merawatku"


" Mereka jijik melihatku, mengatakan aku anak pengedar narkoba dan anak wanita pembunuh, bahkan tetanggga juga mengatakan hal yang sama kepadaku, kakak apakah karena kesalahan orang tuaku, aku dianggap sama seperti mereka ,kenapa kak?"


Aku hanya terdiam,airmataku menetes...


"Anak sekecil ini harus menerima hukuman atas perilaku yang diperbuat orang tuanya , tentu ini tidak adil baginya,dia belum tentu akan tumbuh seperti orang tuanya. Dengan bimbingan dan pendidikan yang baik serta bekal akhlak yang baik, anak ini akan tumbuh menjadi anak yang baik ,sungguh tidak adil baginya" gumam hatiku


"Kakak,karena tidak ada seorangpun yang mau merawatku,akhirnya aku diantar ke panti . Disana aku malu kakak, aku tidak terbiasa dengan banyak orang kak, dan aku malu karena teman-temanku disana memanggilku sebagai anak pembunuh. Aku suka menyendiri disana kakak, aku malu dengan keluargaku kak. Beberapa hari disana , aku kabur. Aku melarikan diri dari panti kakak ,yang ada dipikiranku hanya pergi, aku tidak mau merepotkan siapapun kakak, aku juga tidak ingin mendengar ejekkan teman-temanku dipanti. Aku hidup dijalanan. Aku bahkan tidak berani mengemis kak, aku makan dan minum dari sisa orang, jika ada makanan yang buang aku akan mengambilnya dan memakannya kak, dan aku tidur dipinggiran toko atau ditempat umum ,dimana aku bisa merasa nyaman dan bisa tidur. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pria, aku kira diorang baik, dan aku mau mengikutinya ,ternyata aku salah dirumah itu aku dikurung,aku dipaksa untuk mengemis dijalanan dan jika tidak mendapatkan uang maka aku akan disiksa dan tidak diberi makan, kakak semua itu adalah hidup yang aku jalani selama ini"


" Lalu kenapa kamu ada dipinggiran toko itu yang berada didekat lampu lalu lintas"


Anak itu terdiam...


"Karena sering mendapat siksaan dan tidak mendapat makanan, akhirnya aku benar -benar sakit parah, aku bahkan sudah tidak mampu untuk berjalan kakak,karena itu mereka membuangku dipinggir jalan ,di tengah malam dan disaat hujan turun dengan derasnya" ujar anak itu.


Setiap cerita anak itu membuatku menangis,


"Betapa malang hidupmu dik, Tuhan tidak akan pernah diam, Tuhan akan memberimu tempat terbaik disisiNya, Ya Allah kesalahan orang tua telah memberikan dampak yang luar biasa untuk hidup anaknya, anak yang seharusnya mendapat perlindungan dan kasih sayang dari orang tua ,harus hidup terlantar dan menderita. Dan usia dia juga masih sangat kecil, apa yang bisa dilakukan oleh anak sekecil itu, akan sangat berbahaya anak sekecil itu harus bergelut dengan kerasnya dunia" gumamku dalam hati,aku membelai lembut rambut anak kecil itu


"Kakak, tolong bantu aku" ujar anak itu memohon


"Apa yang bisa kakak lakukan untukmu dik?" tanyaku pada anak itu


"Tolong cari ayah atau ibuku, aku ingin mereka tahu aku sudah tidak ada didunia ini, tolong katakan pada ayah atau ibuku,aku ingin mereka menjadi orang baik ,aku sedih kakak jika ayah dan ibu tetap melakukan perbuatan kotornya ,aku tidak menginginkan apapun,hanya ingin mereka menjadi manusia baik kak" ujar anak kecil itu


"Oh Tuhan, hati anak ini sungguh baik, bahkan dia tidak membenci orang tuanya dan dia hanya ingin melihat orang tuanya menjadi manusia baik " gumamku dalam hati


Aku tidak mampu menahan emosi didalam diriku,aku memeluk anak laki-laki itu dengan erat ,aku merasakan kesedihan yang dirasakannya .


Sungguh beruntung bagi seorang anak,jika memiliki orang tua yang sangat peduli dan menyayanginya, maka sayangi orang tua kita bagaimanapun keadaannya,karena diluar sana ,masih banyak anak-anak yang ditelantarkan atau bahkan harus meregang nyawa ditangan orang tuanya sendiri.


"Agus kecil yang malang, aku akan berusaha untuk mewujudkan harapanmu"


@@@@@@@@@@To be Continue@@@@@