MY name is Naima

MY name is Naima
Bawa pergi aku Devanno



Aku berjalan laksana seorang puteri raja,semua pelayan dirumah itu selalu menundukkan kepalanya ketika aku melintas dihadapan mereka ,seolah mereka tidak berani menatap wajahku,mereka takut atau merupakan bentuk penghormatan kepadaku.


Lalu tiba-tiba aku berhenti didepan sebuah pintu,yang memiliki ukiran yang sangat indah.


Seorang pria yang berdiri tepat di depan pintu itu,menunduk seolah memberi penghormatan kepadaku,setelah itu pria itu membukakan pintu dan mempersilahkan aku masuk.


Akupun melangkahkan kakiku memasuki ruangan itu,ruangan yang begitu luas,namun tidak ada seorang pun didalamnya.


Melihat dinding ruangan yang berkilau dengan lapisan emas,ukiran indah pada langit-langit rumah,sebuah meja besar yang dipenuhi dengan vas bunga yang terbuat dari kristal yang terisi dengan bunga -bunga cantik dan harum.


Lantai marmer nan indah dipenuhi dengan taburan mahkota bunga mawar menambah aroma wangi dalam ruangan itu,mataku tertuju pada jendela besar diruangan itu,lalu aku berjalan kearah jendela itu.Saat aku berada tetap didepan jendela itu,dengan hati-hati aku membuka jendela itu,diluar sana nampak pemandangan yang sangat indah,aku melihat kebun bunga yang tertata dengan indah


"Apa kau menyukainya Naima?" tiba-tiba berdiri disampingku,seorang pemuda.


Dia adalah pemuda yang berada didalam kamarku saat itu


Aku lalu menundukkan kepalaku,aku tidak berani menatap wajahnya


"Lihat aku Naima" ujar pemuda itu dengan lembut,sambil kedua tangannya menyentuh pundakku dan mengarahkanku menghadap tepat didepannya.


"Lihat aku! " ujar pemuda itu sambil kedua telapak tangannya menyentuh pipiku dan mengarahkan wajahku kearahnya. Jantungku berdegup kencang,aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi kepadaku,seolah diriku tidak memiliki kemampuan untuk melawannya.


"Kau benar-benar sangat cantik Naimaku,aku telah jatuh hati kepadamu,sejak pertama aku melihatmu" ujar pemuda itu kepadaku


"Cinta...apa itu cinta...? Kenapa hatiku merasa aneh.


Tiba-tiba pemuda itu memegang tanganku,menggandengku meninggalkan ruangan itu


Rumah ini benar-benar megah seperti rumah bangsawan.


Aku tidak mampu melawannya,aku tahu betul bahwa aku tidak berada diduniaku,ini adalah tempat yang berbeda,tetapi aku tidak tahu bagaimana cara untuk keluar dari tempat ini


Kini kami telah berhenti disebuah taman yang sangat indah,bahkan aroma wangi bunga itu menyengat hidungku. Dan aku terpesona dengan indahnya tempat itu,ada aliran sungai begitu nampak jernih dan berkilau diterpa sinar mentari.


Tiba-tiba angin berhembus kencang


" Naima....dimana kamu Naima! " terdengar suara memanggil namaku.


Akupun terkejut dan segera menoleh kearah suara itu,nampak seorang remaja seusiaku yang berlari menghampiriku


"Devanno" ujar lirih.


" Naima,ayo segera kita pergi! Waktu kita tidak banyak" ujar Devanno sambil menarik tangan kiriku


Tentu saja pemuda yang berada disampingku nampak geram


"Pergi dari tempatku dan jangan campuri urusanku!" gertak pemuda itu kepada Devanno


"Tidak,tugasku membawa Naima pergi dari tempat ini,ini bukan dunia Naima" jawab Devanno dengan lantang,dia nampak begitu berani


" Devanno ,bawa aku pergi dari tempat ini sekarang" ujarku memohon dan aku berusaha melepas genggaman tangan pemuda itu


Tentu saja hal itu membuat pemuda itu menjadi marah


"Aku tidak akan pernah membiarkan kalian pergi,gadis itu milikku ,hanya milikku!" ujar pemuda itu menegaskan


Tiba-tiba angin bergemuruh,hujan lebatpun turun dan suasana mencekam


Berdiri dihadapan kami,ratusan makhluk yang memiliki sosok yang menakutkan,dan aku tahu bahwa salah satu dari mereka adalah pemuda itu dan mereka menyerang Devanno,dan pemuda itu kini telah menunjukkan wujud sebenarnya dihadapanku,benar-benar sangat menjijikan ,tubuhnya dipenuhi bulu seperti seekor kera dan memiliki gigi yang runcing dan kuku yang tajam,dengan mata merah bercahaya


"Oh tuhan keluarkan aku dan Devanno dari tempat ini" doaku dalam hati


Aku melihat darah keluar dari lengan Devanno,akibat cakaran makhluk yang menyerangnya


"Tidak,hentikan semua ini,dengan sekuat tenaga aku melepaskan diri dari genggaman tangan makhluk itu,aku berlari kearah Devanno,aku berusaha untuk melindunginya semampuku


" Naima cepat pergi dari tempat ini,ikuti arah cahaya itu! Perintah Devanno kepadaku


"Aku tidak akan pergi seorang diri tanpamu Devanno,kita pergi bersama-sama" ujarku kepada Devanno


Tiba-tiba tubuh Devanno melambung tinggi keudara dan berputar-putar


Air mataku menetes,"hentikan semua ini" teriakku kepada makhluk itu


Tapi dia tertawa begitu nyaring,membuatku benar-benar marah


Dan akupun menghalangi makhluk itu ,tanpa aku sadari keluar cahaya memerah dari tubuhku


Cahaya itu menghatam tubuh makhluk itu,terjadi pertarungan luar biasa antara cahaya merah itu dengan makhluk itu


Aku segera berlari menghampiri Devanno yang sedang terluka,aku segera menopang bahu Devanno membantu dia untuk bangkit dan segera berjalan keluar dari tempat ini


"Apa yang terjadi Naima?" tanya Devanno


"Entahlah,kita harus segera pergi dari tempat ini" ujarku kepada Devanno


"Naima,kau tahu hari ini kamu benar-benar sangat cantik dengan gaunmu itu" ujar Devanno lirih memujiku


"Sudah jangan bercanda dikeadaan seperti ini" ujarku kepada Devanno


Devanno hanya tersenyum kepadaku,sambil menahan rasa sakit


Hatiku benar-benar sedih melihat kondisi Devanno saat ini,aku tahu dia telah berkorban untuk menyelamatkanku,dan aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepadanya.


Aku melihat makhluk itu sedang menghadapi serangan cahaya merah itu,dan ini adalah saat yang tepat bagiku dan devanno untuk lari,dengan sekuat tenaga aku membantu Devanno untuk mampu berjalan meninggalkan tempat itu


Kami mengikuti arah cahaya itu,kami terus berjalan,aku sama sekali tidak mau melihat kebelakang,mataku terus mengarah kedepan,dan aku tidak lupa memohon pertolongan dari dia sang pencipta alam semesta


Setelah melalui perjalanan dari terowongan cahaya itu


Sampailah aku disebuah semak-semak,kali ini suasana berbeda,dilangit bulan purnama tengah bersinar terang,gaun yang aku kenakan tiba-tiba berubah,menjadi rangkaian daun ,dan bunga serta akar tanaman yang menutupi dan menghiasi tubuhku


"Naima,gaunmu berubah" ujar Devanno keheranan


Aku tertunduk malu,tapi apalah daya memang inilah yang terjadi


Tiba-tiba seorang pria telah berdiri tepat didepan kami


"Pak Suroso" ujar Devanno


" Syukurlah kalian berdua telah selamat " ujar Pak Suroso.


Kita harus segera pulang,untuk mengobati luka anak ini,kalau tidak luka ini akan cepat membusuk dan berakhir kematian


Aku tidak peduli dengan apa yang aku pakai,yang ada dalam pikiranku adalah keselamatan Devanno,lalu aku dan pak Suroso segera pergi menuju tempat kediaman pak Suroso agar pak Suroso mampu dengan mudah mengobati luka yang dialami Devanno


Wajah Devanno nampak semakin pucat,dia masih berusaha bersikap seolah baik-baik saja


Dan hal itulah yang membuat hatiku semakin sedih


"Devanno ,kamu harus sembuh untukku" ujarku lirih