My Love My Security

My Love My Security
BAB 07



07 ๐ŸŒน


" Silva..."


" Arumi..."


" Nah kebetulan kamu sudah datang sayang, aku tadi menyuruh Silva untuk keluar di ruanganku dan menunggu kamu di tempat sekretarisku aja, tapi Untung saja kamu sudah datang, Jadi Silva nggak usah ke ruangan sekretarisku lagi, Kamu duduk aja di sini karena Arumi sudah datang kita bisa bicara mengenai proposal yang akan kita kerjakan bersama-sama." ucap Brandon.


" Maafkan aku ya Arumi karena aku kira kamu sudah ada di ruangan ini, makanya aku langsung masuk ke ruangan ini, Tapi saat aku lihat cuma Brandon aja berada di ruangan ini aku mengurungkan niatku kembali untuk duduk di sofa itu." ucapnya karena Arumi merasa percaya dengan sahabatnya tersebut dia pun hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


" Tidak usah diperpanjang, aku mengerti kok dengan kamu dan aku juga percaya dengan kekasihku ini tidak mungkin dia jatuh cinta dengan orang lain selain diriku tidak apa-apa kalau kamu mau menunggu di ruangannya sebelum Aku datang." Ucapnya tersenyum.


" Sayang katanya kamu datang jam 09.00 pagi Kenapa ini jam 08.00 udah ada di sini jika tahu kamu berangkat jam 08.00 aku jemput kamu di rumah sekalian aja kita barengan berdua ke sini." ucap Brandon sembari tersenyum melihat sang kekasih yang sebenarnya dikhianatinya dengan kekasih gelapnya sahabat kasihnya itu.


" Hehehe, Maafkan aku ya, rencananya aku memang jam 09.00 mau berangkat menuju ke kantor kamu ini, tapi aku hanya ingin membuat kejutan aja berangkatnya jam 08.00 pagi." Ucapnya bermanja dengan mesra di hadapan Silva.


Silva terlihat menatap sinis ke arah Arumi dan Brandon pun memberikan ciuman jarak jauhnya pada Silva tanpa sepengetahuan Arumi yang bergelayut mesra pada Brandon.


" Baiklah sayang, Hari ini aku mau minta bantuan kamu untuk mengerjakan proposal agar aku mendapatkan tender yang lebih tinggi itu."


" Dengan senang hati aku akan mengerjakannya, aku mengajak Silva agar dia bisa mengcopy semua yang aku kerjakan nantinya dan merapikan proposal tersebut pasti tender itu akan kamu dapatkan sayang." ucapnya sembari menyentuh dagu Brandan, Brandan pun tersenyum manis sembari mengganggukan kepalanya, Mereka pun kemudian mengerjakan pekerjaan proposal yang akan diajukan oleh Brandan ke suatu perusahaan dan dia berharap menang dalam tender tersebut.


Brandan dan Silvia sesekali mereka berdua memadu kemesraan di belakang Arumi tanpa sepengetahuan Arumi,Arumi sama sekali tidak merasakan atau mencium penghianatan di antara keduanya pada dirinya.


Di kantor NA gruop...


Motor keduanya sudah terparkir rapi di tempat parkir mereka berdua kemudian melangkah menuju ke arah lobby dan menuju ke arah lift untuk menemui pimpinan utama grup tersebut.


" Kok Aku gugup sekali ya paman."


" Biasa aja, nggak usah gugup, bos kita itu orangnya baik sekali kalau seandainya kamu ditempatkan di kantor ini mungkin Paman akan berusaha agar kamu tidak terkena tugas malam, biar kamu mengambil kuliah malam, mulai saat kamu bekerja ini nantinya." Ucap pak Wawan tersenyum.


" Iya paman, saya sudah bicara dengan dosen saya semua mata kuliah akan saya ambil waktu malam, siang saya gunakan untuk bekerja, tapi saya tidak tahu kalau seandainya saya ditempatkan bukan di kantor ini mungkin saya akan bicara kembali ke pihak kampus dan dosen-dosen saya untuk mengambil mata kuliah di saat waktu tidak bertabrakan dengan saat saya bekerja."


" Anggara, kamu bisa membagi waktu antara bekerja dan kuliah kamu dan dua-duanya seimbang sesuai dengan keinginan almarhum Ayah kamu."


Anggara menganggukkan kepalanya, mereka kemudian keluar dari lift dan menuju ke arah ruangan pimpinan mereka.


" Ini ya yang namanya Anggara." ucapnya.


Anggara pun menganggukan kepalanya dan mengulurkan tangannya pada Pak Bosnya tersebut, disambut oleh Pak Burhan dengan senyuman terbaiknya itu.


" Saya sengaja menyuruh kamu menemui saya terlebih dahulu karena ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu, kamu security di sini yang baru Jadi kamu sementara waktu saya tempatkan di tempat produksi, karena di sana sementara waktu menggantikan seorang security yang pulang kampung karena keluarganya dalam keadaan sakit."


" Tempat Produksi ? Maaf Bapak bukannya saya tidak mau tapi saya tidak tahu di mana tempat produksi tersebut."


Pak Burhan hanya tersenyum saja dan menganggukkan kepalanya.


" Nanti kamu sama pak Wawan kesana, Mungkin selama satu bulan lebih kamu berada di sana sementara waktu saja setelah itu kamu berada di kantor ini lagi."


" Iya Pak, saya akan terimanya, terima kasih Bapak karena sudah menerima saya tanpa ada tes sama sekali, saya langsung diterima bekerja di perusahaan bapak ini, saya sangat berterima kasih sekali pada bapak."


Pak Burhan hanya menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu saya permisi dulu Pak mau mengantarkan Anggara ke tempat produksi."


"Oh iya pak, silakan! selamat bekerja ya Anggara, Selamat bergabung di perusahaan NA Graup ini.


Anggara menganggukkan kepalanya sembari mengulurkan kembali tangannya dan berpamitan pada Pak Bosnya tersebut, mereka berdua kemudian keluar dari ruangan kerja Pak Bosnya itu mereka berdua melangkah menuju ke dalam lift, di dalam lift mereka kembali berbicara berdua.


" Sebenarnya Paman merasa tidak enak sama kamu,tempat produksi itu jauh sekali tempatnya memakan waktu 2 atau 3 jam sampai ke sana, tapi di sana ada tempat tinggalnya sementara waktu, mungkin kamu tinggal aja di sana dulu, karena tidak mungkin kamu pulang pergi dari rumah menuju ke tempat kerjamu."


" Bagaimana dengan ibu dan kedua adik saya."


" Kamu kan mendengar sendiri mungkin satu bulan lebih kamu berada di sana percaya kan adik dan ibu kamu in sya Allah Paman akan menjaga mereka sementara waktu kamu ke sana aja dulu, Nanti paman yang akan bicara pada ibu kamu itu, menurut Paman lebih baik kamu tinggal di sana tapi kalau kamu ingin pulang pergi kamu harus bisa pandai membagi waktu."


" Saya tinggal di sana bagaimana dengan kuliah saya paman."


" Gunakan saja online, kamu kuliah sementara waktu Paman yakin security yang izin itu cepat kembalinya, syukur-syukur cuma seminggu aja karena tidak mungkin dia begitu lama meninggalkan kerjaannya, setahu paman yang jadi security di kantor dan di tempat rumah produksi itu berbeda gaji dan jam kerjanya.


" Baiklah Paman, saya akan mengurus semuanya nanti, mungkin hari ini saya bekerja sementara waktu pulang pergi aja dulu, karena saya ingin mengurus semuanya dulu siapa tahu masih lama security yang saya gantikan ini kembali bekerja."


Pak Wawan, menganggukkan kepalanya kemudian mereka melangkah menuju kendaraan mereka kembali beberapa saat kemudian setelah pak Wawan berbicara dengan security yang ada di kantor itupun Mereka kemudian meninggalkan kantor NA group menuju ke arah rumah produksi mengantarkan Anggara untuk bekerja di sana sementara waktu.