
43 ๐น
" Brandan? Siapa Brandan Nona?"
" Kamu jangan sebut aku Nona di hadapan dia, karena dia akan merasa paling hebat dan merasa tidak bisa dikalahkan, dan kamu nanti akan di kata-katainnya, aku tidak ingin kamu dihinanya, dia adalah mantan kekasihku."
Sontak saja Anggara terkesima mendengar perkataan Arumi padanya.
Brandon turun dari mobilnya, kemudian Dia mendekati Arumi.
" Kamu sudah kehilangan martabat kamu ya, setelah putus dari aku, kamu berpacaran dengan Security ini? Hahaha, rendah sekali selera kamu.!" Ucap Brandan santai, namun ada nada ejekan dibicaranya.
" Mau aku berpacaran dengan Security, ataupun bersuami seorang Security, yang penting dia tidak pernah menduakan aku, ataupun berselingkuh di belakangku, yang penting dia tetap sayang denganku, Apa masalah kamu!" Ucap Arumi sembari merangkul tangan Anggara, membuat Anggara terkejut dan menatap ke arah tangan Arumi, kemudian dia pun menatap ke arah Arumi, dia tidak menyangka akan perlakuan Arumi padanya yang membuat jantungnya berdegub kencang.
" Hahaha... Ternyata seorang Arumi yang Sombong, Angkuh dan Egois itu dapat dikalahkan oleh seorang security seperti dia.!! Hey! Security, kamu dibayar berapa oleh Arumi sehingga kamu mau menjadi pacar bohongannya.!!"
" Siapa bilang aku dan dia pacaran bohongan!!" Ucap Arumi sembari menatap ke arah Anggara.
" Sudahlah Arumi, kamu tidak bisa melupakan aku, aku tahu itu, lebih baik kamu tetap menjalani kisah cinta kita berdua, walaupun di sisi lain aku bersama dengan sahabat kamu."
" Jangan berkata seperti itu, seolah-olah Kamu itu adalah laki-laki yang ada di dunia ini!!" Ucap Arumi sembari menatap kearah Brandan dengan tatapan sinisnya.
Brandon pun kemudian meraih tangan Arumi dan ditepiskan Arumi dengan cepat, dua kali Brandon meraih tangan Arumi dua kali juga Arumi meneposkannya.
" Heh Security!! tempat kamu itu di depan pintu lobby, jangan sombong ingin jadi pahlawan kepagian!! Pengen cepat naik pangkat ya dengan memacari Bos kamu sendiri.!!"
" Mau memacari bos aku sendiri, mau aku memacari orang lain pun itu bukan urusan kamu, yang terpenting aku tidak jahat seperti kamu, kamu menduakan kekasih kamu sendiri dengan sahabatnya, seharusnya kamu sadar, kalau memang kamu memiliki dendam dengan kekasih kamu, bukan dengan meraih sahabatnya untuk membalas dendam tersebut, kamu salah bersikap seperti itu! Kalau aku jadi kamu aku malah malu!! melihat seorang laki-laki seperti itu dan kamu yang mempermalukan harga dan martabat kamu sendiri sebagai seorang lelaki yang terpelajar!" Ucap Anggara membuat Brandan terdiam sesaat. Dan Arumi pun terkejut dengan perkataan Anggara membuat dirinya bertambah kagum dan bangga mengenal Anggara.
" Kamu berani denganku hah?!"
" Aku tidak berani denganmu dan aku juga tidak ingin memiliki musuh seperti kamu, lebih baik kamu mencari musuh yang sepadan denganmu, kamu bilang aku kan tidak sepadan denganmu, aku hanya Security yang harus berdiri di depan pintu lobby, jadi kamu tidak usah mencari permasalahan denganku, lebih baik kamu pergi sekarang atau kamu akan memiliki musuh seorang security seperti aku." Ucapnya dengan santai.
" Manis sekali Security kamu ini Arumi, tapi sayangnya aku tidak terpengaruh dengan ucapannya! Ayo ikut aku Arumi!" ucapnya sembari meraih tangan Arumi, namun segera ditepiskan oleh Anggara.
" Jangan sentuh kekasihku! kalau sekali lagi Kamu menyentuhnya, Aku tidak sungkan-sungkan untuk memberikan kamu pelajaran yang sangat berarti, agar kamu menyadari kesalahan kamu! Dengan mengganggu kekasih orang lain itu tidak pantas! Karena kamu sudah memiliki seorang kekasih! Maka biarkan mantan kekasih kamu memilih orang yang memang benar-benar menyayangi dan mencintainya tanpa ada yang menyakitinya di belakang ataupun di depannya, kalau kamu ingin mengambil dia dariku, kamu harus menghadapi aku terlebih dahulu!" Ucap Anggara sembari menatap ke arah Brandan.
Brandan terkejut dengan ucapan Anggara, dia pun melayangkan pukulannya ke Anggara, namun segera di tepis oleh Anggara dan memutar tangan Brandan tersebut dengan posisi tubuh Brandan menghadap ke depan dan tangan Brandon berada di belakang.
" Aww... Sakit tanganku, lepaskan tanganku!" Ucap Brandon.
" Aku akan melepaskan tanganmu ini dan kamu harus pergi dari hadapanku! Karena aku tidak ingin lagi kamu mengganggu kekasihku!! dulu dia memang menjadi kekasihmu, tapi sekarang dia sudah jadi milikku, apapun yang dia kerjakan kamu tidak perlu lagi untuk mengganggunya, mau dia menikah denganku ataupun tidak, itu urusan kami berdua, tidak usah kamu mengikut campuri lagi urusan kami, karena Arumi adalah masa lalu kamu! Ingat satu hal bila kamu masih mengganggu Arumi ada dan tidaknya aku, kamu akan berurusan denganku!! Camkan itu!!" Ucap Anggara dan ucapannya itu keluar begitu saja dari mulutnya, Arumi mendengar ucapan Anggara pun tersenyum bahagia,dia merasa berbunga-bunga hatinya tumbuh dengan segarnya bermekaran dan tidak bisa dilukiskannya seperti apa taman bunga yang ada di hatinya itu, karena disirami oleh seorang laki-laki yang mulai dia suka.
Anggara melepaskan tangannya pada Brandon dengan kencang membuat Brandon pun sedikit hendak jatuh, kemudian Brandan memasuki mobilnya sembari berucap pada.
" Arumi aku masih tidak terima dengan apa yang telah kamu perbuat dengan keluargaku, ingat itu Arumi!!" Ucapnya melajukan kendaraan roda empatnya tersebut sembari mendengus dengan kesal.