My Love My Security

My Love My Security
BAB 46



46 ๐ŸŒน


Bryan terkejut dengan ucapan sang adik, tapi tidak dengan Riana dia hanya biasa-biasa saja menanggapi ucapan Brandon.


" Akhirnya Brandon mempercayai isi chat pribadi yang kukirimkan tadi."


Riana lah yang mengirim chat pribadi itu pada Brandan, Riana sudah mencari tahu dari sumber yang dapat dipercaya, kalau sebenarnya Arumi bukanlah pelaku dibalik kecelakaan yang dihadapi oleh Bryan dan dia sudah mengumpulkan semua buktinya, kalau sebenarnya Silva lah yang bersalah, Brandan menatap ke arah Riana..


" Kenapa kamu tidak terkejut, kalau Silva yang berbuat kesalahan, Apakah kamu yang mengirim chat pribadi Itu,?"


Riana pun kemudian berdiri sembari mensedekapkan tangannya di dada dan melangkah mendekati jendela rumahnya Bryan.


" Iya! Aku yang mengirim chat pribadi itu, asal kamu tahu berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, aku mencari tahu semuanya, aku menyelidiki semuanya siapa yang salah sebenarnya akan musibah yang menimpa kak Bryan, ternyata yang salah itu adalah Silva, bertahun-tahun dia menyembunyikan kesalahannya pada kak Bryan, bahkan kak Brayan sudah mengatakan kepadamu kalau Arumi tidak bersalah, tapi kamu tetap masih membenci Arumi dan ingin menyakiti Arumi, Apakah kamu sadar selama ini Arumi sangat mencintai kamu, dan dia tidak sama sekali menduakan kamu, Tapi sayangnya karena wanita inilah kamu terperangkap dalam lingkaran cinta dia, padahal dialah yang mengakibatkan Kak Bryan sampai sekarang tidak bisa lagi menggunakan kedua kakinya."


Silva terkejut dia menatap ke arah Riana, Riana mendekati Silva.


" Kamu sadar apa yang telah kamu lakukan selama ini, kamu bersembunyi di balik rasa cinta yang diberikan oleh Brandan padamu."


" Siapa kamu ?" Tanya Silva.


Terdengar helaan nafas Bryan dan Brandon.


" Brandon Apakah kamu sudah yakin kalau kamu ingin memperhitungkan semua permasalahan yang telah kamu dendamkan pada Arumi itu pada Silva.?"


" Pertama aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan dia, terserah dia mau berbuat apa, Aku sudah tidak ada rasa cinta lagi padanya." Ucapnya sembari memalingkan wajahnya, dia tidak bisa menyembunyikan rasa kesedihannya, Karena Silva memang benar-benar sudah bertahta di hatinya, tapi karena perbuatan Silva yang tidak bisa dia maafkan dia harus berperang dengan perasaannya yang berkecamuk di dalam hatinya.


Brandon mengusap wajahnya dengan ka*sar, dia menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia pun meluapkannya dengan berteriak dengan keras, meluapkan emosinya sembari mengepalkan tangannya dan menepuk sandaran sofa dengan kencang.


" Brandan apakah kamu sudah yakin untuk memproses Silva?" tanya Bryan.


" Iya kak, aku akan memproses Silva aku akan melaporkan Silva ke pihak yang berwajib dia harus mempertanggungjawabkan semuanya karena selama ini dia sudah membuat kakak tidak bisa apa-apa hanya bisa berada di kursi roda saja."


" Brandan, maafkan aku, aku memang salah selama ini aku ingin mengakui kesalahanku padamu, tapi aku takut kamu akan meninggalkanku." Ucapnya sembari terus meringis menahan sakit karena dia terus menerus memegang perutnya.


" Buang saja pengakuan kamu itu, karena aku sudah lebih dulu tahu dari orang lain, daripada kamu sendiri! Kamu memang keterlaluan, Aku sebenarnya sangat mencintai kamu, karena kamu memang satu-satunya orang yang sangat aku cintai aku terpaksa mencintai Arumi karena aku ingin mengetahui siapa sebenarnya yang mencelakai kakakku dan sayangnya cintaku ini kamu balas dengan penghianatan yang melebihi dari perselingkuhan, aku salah mencintai wanita yang sudah menyakiti saudaraku sendiri, aku tidak bisa bertahan denganmu dengan cara seperti ini." Ucapnya sembari menatap ke arah Silva dengan tatapan tajamnya Silva hanya menundukkan kepalanya sembari mengelus perutnya yang semakin terasa sakit.


" Brandon kamu masih mencintai Silva, dari bahasa bicara kamu, kakak sudah memaafkan dia, sebelum dia meminta maaf, karena selama ini Kakak sudah menemukan seorang wanita yang sudah mau menerima kakak apa adanya, dia mau berjuang apapun demi kakak, lebih baik permasalahan ini ditutup sampai di sini, kamu tidak perlu mempermasalahkan lagi tentang kejadian yang telah lalu, jadikanlah itu masa lalu yang jangan diingat lagi, Kakak ikhlas menerima apa yang sudah digariskan oleh yang Maha Kuasa untuk kakak, karena selama ini Kakak sudah menyadari mungkin ada kesalahan yang pernah Kakak perbuat, sehingga yang maha kuasa menghukum Kakak seperti ini, kalau seandainya kamu menghukum Silva orang yang sangat kamu cintai itu, Kakak juga tidak bisa berjalan meskipun kamu sudah menemukan orang yang sudah mencelakai Kakak itu." ucap Bryan sembari menatap ke arah sang adik.