
36 ๐น
Tepat jam 08.00 pagi Dr Purnama yang berada di Rumah Sakit Al Insan pun kemudian melangkah menuju ke arah ruangan Nino adik Anggara.
Dr Purnama membuka ruangan tersebut terlihat masih lengkap keluarga mereka dokter Purnama pun kemudian memeriksa keadaan Nino.
Beberapa hari Nino dirawat di rumah sakit tersebut sebenarnya banyak perubahan yang terlihat pada Nino, cuma dokter Purnama sengaja mengatakan pada keluarga Anggara kalau Nino masih harus dirawat dengan intensif dan harus tinggal beberapa hari ke depan di rumah sakit tersebut.
Dr Purnama sengaja melakukan itu agar mereka bisa bertemu dengan keluarga Omnya itu, saat dokter Purnama mengatakan kepada Omnya tentang keadaan anaknya yang masih ada itupun memutuskan untuk tidak langsung bertemu dengan keluarga Anggara, karena tidak ingin terlalu tergesa-gesa untuk menyelidiki siapa sebenarnya Anggara.
Pak Innova dan istrinya pun kemudian menemui Frida.
Di rumah kediaman Frida terlihat mobil Frida masih terparkir dengan rapi di garasi rumahnya itu, Pak Inova dan istrinya pun turun dari mobilnya dan melangkah menuju ke arah rumah adiknya itu, mereka berdua masuk ke dalam bertepatan dengan kedua suami istri itu berada di ruang tengah rumahnya tersebut, mereka berdua terkejut karena kedatangan dari kakaknya itu.
" Kak Innova...? Tumben sekali kalian datang ke rumahku untuk berkunjung, ada apa ini?"
" Tidak usah berbasa-basi, aku ada urusan denganmu dan aku ingin bertanya langsung denganmu." ucap Bu Tia Ivanka.
" Ada apa ini Kak Tia? Kenapa Kakak begitu marahnya padaku?"
" Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, kenapa selama ini kamu menyembunyikan tentang anakku?"
" Maksud kakak apa? Kakak kan sudah tahu kalau anak Kakak sudah tiada."
" Itu hanya akalan kamu saja, Kalau anakku itu sudah tiada! kamu kan yang mempunyai rencana ini semua, kamu yang memisahkan aku dan anakku, kamu sangat keterlaluan!"
Frida terkejut dengan ucapan kakak iparnya tersebut, Dia kemudian menatap ke arah sang suami terlihat mereka berdua serba salah bersikap, karena mereka sudah ketahuan oleh kedua orang yang ada di hadapannya itu, tapi bukan namanya Frida kalau tidak bisa menutupi rasa keterkejutannya itu, dia pun kemudian tersenyum dengan kedua orang yang ada di hadapannya, Dia kemudian mempersilahkan kedua orang tersebut duduk di sofanya.
Bu Tia pun duduk sembari masih mensedekapkan tangannya didada, Bu Tia terlihat sangat marah dengan Frida.
" Aku ingin bertanya denganmu, kenapa kamu berbuat seperti itu pada keluargaku, Apa kesalahan anakku sehingga kamu memisahkan aku dengan anakku." Ucap Bu Tia lagi
Frida menghela nafasnya dengan panjang.
" Aku tidak menghilangkan anakmu dan aku juga tidak memisahkan kamu dan anakmu kamu dapat kabar dari mana Kak? kamu sama aja menuduh aku dengan tanpa ada bukti."
" Sudahlah Frida! Kamu berkatalah dengan jujur, kalau kamu masih tidak mengakui kesalahan kamu, aku akan melaporkan kamu ke pihak yang berwajib!" Ucap pak Innova membuat Frida terkejut, dia tidak menyangka kalau saudara laki-lakinya itu berkata seperti itu, lagi-lagi dia menatap sang suami yang tidak ada suara sama sekali.
" Kalau sampai laki-laki tua di hadapanku ini melaporkan Frida ke pihak yang berwajib semua akan musnah, impianku untuk mendapatkan kekayaan dari keluarga Rahadian akan hilang begitu saja." Ucap Paris bergumam di dalam hatinya.
" Kenapa kamu begitu tega dengan saudara kamu sendiri Frida, setan apa yang menguasai kamu sehingga kamu begitu teganya membuang keponakan kamu sendiri tanpa sepengetahuan kami berdua."
" Kak Innova! Sudah aku bilang kalian itu salah paham, aku tidak ada rencana untuk memisahkan kalian berdua, bukan salahku! Aku tidak berniat untuk berbuat seperti itu, biar bagaimanapun dia adalah keponakanku."
" Sudahlah Frida! Kamu terlalu banyak bersandiwara berbicara di sini! Bertahun-tahun aku sudah memendam rasa benci Ku denganmu! Karena aku tidak percaya kalau anakku itu sudah tiada! Aku tidak mau tahu kalau kamu masih tidak mengakui kesalahan kamu aku tidak segan-segan untuk memenjarakan kamu!" ucap bu Tia sembari menatap sinis ke arah Frida.
" Dari mana tahu mereka kabar ini ? Padahal kabar ini hanya aku dan Mas Paris yang tahu, apakah Purnama yang mengatakan kepada mereka? Karena mereka sudah tahu setelah Purnama bertandang ke rumah ini, tapi tidak mungkin kalau Purnama mengatakan semuanya kepada mereka, kalau Purnama sampai mengatakan pada mereka sama aja Purnama mengirim orang tuanya ke kandang harimau, tapi tidak mungkin kalau Purnama berbicara seperti ini kepada mereka juga, pasti ada orang lain yang mengasih tahu kepada mereka berdua." Guman Frida dalam hatinya.
" Kenapa kamu diam Frida?" Tegur Pak Inova pun membuyarkan lamunan Frida.
Dia pun hanya bisa menatap saudara laki-lakinya yang ada di hadapannya tersebut sembari terkejut dan dia tidak bisa lagi menyembunyikan rasa terkejutnya itu dari wajahnya.