My Love My Security

My Love My Security
BAB 26



26 ๐ŸŒน


Mereka berdua terkejut,dan langsung saja melepaskan pegangan tangan mereka dan berdua saling bertatapan seolah-olah melihat hantu yang hendak menerkam mereka dengan lahap, siapa lagi kalau bukan Arumi yang menegur kan mereka saat ini.


" Rupanya kalian berdua di sini ya...?"


" Sayang kamu jangan salah paham dulu ya, antara Aku dan Silva, aku ke sini bukan untuk mengajak Silva, tapi karena kebetulan Silva memang berada di sini saat aku menghubunginya, karena kamu tidak bisa dihubungi sama sekali, apakah nomor ponselku kamu block?" tanya Brandon sembari menyentuh tangan Arumi.


Arumi tersenyum tidak menampakkan di wajahnya rasa keterkejutan dengan kehadiran Silva dan Brandon di taman itu, walaupun Arumi sudah melihat kedekatan mereka berdua dengan berpegangan tangan begitu mesranya.


Silva mendekati Arumi sembari menyentuh dan merangkul tangan Arumi.


" Ya..nih Arumi, aku ke sini karena aku kesel sama Silvi, makanya aku menenangkan diri di taman ini, ini tempat aku di saat aku merasa sedih atau pun terlalu banyak pikiran." ucapnya menjelaskan pada Arumi berharap Arumi mempercayai kata-katanya.


Arumi pun menganggukkan kepalanya sembari menyentuh tangan sang sahabat.


" Percaya kok dengan apa yang kalian." ucapkan.


Silva dan Brandan saling pandang.


" Terus kalian berdua mau ke mana? katanya kamu berada di sini terlebih dahulu daripada Brandon, kenapa cuma ada mobil Brandan aja di sini.?" Tanya Arumi sembari menyunggingkan senyum di wajahnya, lagi-lagi mereka berdua tidak mengira kalau Arumi sudah mengetahui hubungan gelap mereka berdua.


Terlihat wajah Silva dan Brandon terkejut mendengar pertanyaan dari Arumi Brandon hanya menghela nafasnya dengan panjang sedangkan Silva sibuk mencari alasan kenapa dia bisa berada di sini tanpa mobil pribadinya itu.


Arumi lagi-lagi tersenyum, kemudian dia mengambil ponselnya dan membuka block nomor pribadi Silva dan Brandon, Dia kemudian mengirimkan video yang sudah diberikan oleh Riana padanya tadi siang.


Ponsel mereka berdua pun bergetar menandakan sebuah chat pribadi masuk ke dalam ponsel mereka itu, kemudian mereka berdua pun melihat ponselnya sembari bertatapan satu sama lain sedangkan Arumi hanya mensedekapkan tangannya di dada sembari tersenyum.


" Kenapa kalian saling bertatapan? coba kalian buka ponsel kalian sendiri, kalian pasti tahu kenapa aku sampai tidak bisa kalian hubungin."


Kemudian mereka berdua pun membuka sebuah video betapa terkejutnya mereka saat video itu terbuka ternyata di dalam video tersebut ada mereka berdua di saat berada di pantai di mana mereka berdua sudah bermain api di belakang Arumi.


" Apa-apaan ini Arumi? Aku tidak merasa kalau ini adalah aku, kamu dapat dari mana video ini.?" Tanya Brandon sembari menatap ke arah kekasihnya tersebut, sedangkan Silva terdiam dia menundukkan kepalanya karena dia merasa bersalah pada Arumi.


" Apa kamu bilang, kamu mengatakan kalau di dalam video itu bukan kalian berdua? kalian sudah berbohong padaku! kalian berdua memang keterlaluan hubungan kalian berdua sudah terjalin lama, begitu mudahnya kalian menutupi hubungan kalian di belakangku, Aku kecewa sama kalian berdua terutama kamu Silva, kamu ku anggap sebagai saudara aku sendiri tapi ternyata kamu menusuk aku dari belakang seharusnya kamu sadar kalau dia itu adalah kekasihku, sahabat macam apa kamu ini, apa yang ada di dalam kepala kamu sehingga kamu menjalin hubungan gelap seperti ini di belakangku.!!"


" Arumi maafkan aku, karena aku memang salah."


Saat Silva menyentuh tangan Arumi dengan cepat Arumi menepiskan tangan tersebut.


" Arumi...!!"


Arumi menghentikan langkahnya dia kembali membalikkan badannya menghadap ke mereka berdua.


" Sekarang kamu sudah tahu tentang hubunganku dengan Silva, bagus! Kalau kamu sudah mengetahui semuanya, karena jujur aku mencintai kamu itu bukan benar-benar cinta tapi aku ingin membalaskan rasa sakit hatiku kepadamu."


Arumi tersentak mendengar ucapan dari Brandan Dia kemudian melangkah mendekati Brandon.


" Balas dendam padaku? Sejak kapan aku memiliki salah padamu sehingga kamu hendak membalas dendam dengan cara berselingkuh di belakangku bersama dengan sahabatku itu, kamu balas dendam padaku,aku sekarang tidak peduli!! kamu mau balas dendam padaku atau tidak, karena aku sudah mengetahui hubungan kalian berdua, mulai detik ini, menit ini, hari ini, kamu bukan lagi kekasihku! karena hubungan kita sudah selesai sampai di sini, silakan kalian berdua mau memproklamirkan hubungan kalian di hadapan semua orang yang ada di luar sana, terutama keluarga kamu Silva, kamu bisa mengatakan kepada kedua orang tuamu kalau kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang kekasih!" ucap Arumi sembari menatap dengan lekat kearah Silva, namun Silva tidak berani mengangkat wajahnya karena dia memang merasa banyak salah yang sangat besar pada Arumi.


" Sekarang terserah!! apa kata kalian, aku tidak peduli!" ucap Arumi lagi-lagi berbalik hendak menuju ke arah mobil pribadinya namun dengan cepat Brandon meraih tangan Arumi.


" Tidak semudah itu kamu pergi dari sini, karena dendam sakit hatiku yang pernah kamu torehkan di keluargaku tidak akan pernah aku lupakan! kamu pasti ingat beberapa tahun yang lalu seorang laki-laki yang ketabrak mobil dengan pengemudi mobil tidak bertanggung jawab itu, mengakibatkan seorang laki-laki lumpuh tidak bisa berjalan lagi! Apakah kamu ingat kejadian waktu itu hah?!"


" Seorang laki-laki lumpuh? kecelakaan? maksud kamu apaan? apa hubungannya dengan aku.!!"


" Yah! ada hubungannya! karena gara-gara dia menyelamatkan seorang anak kecil yang tidak tahu apa hubungan anak kecil itu padamu, membuat dia sampai sekarang tidak bisa berjalan lagi karena kedua kakinya tidak bisa digunakan seperti hari-hari yang dia lalui, karena dia adalah saudaraku. Apakah kamu sudah ingat dengan kejadian itu Naura Arumi?! Dan asal kamu tahu aku mencintai kamu itu karena untuk balas dendam yang sudah kamu buat pada saudara laki-lakiku.!!"


Arumi terdiam, dia kemudian teringat beberapa tahun yang lalu dia tidak menyangka kalau laki-laki itu adalah saudara Brandon.


" Kenapa kamu diam?! Apakah kamu sudah mengetahui, yang menolong kamu itulah saudaraku, tidak bisa jalan lagi seperti semula, puas kamu sekarang!! tapi aku merasa puas kamu sudah mengetahui hubunganku dengan Silva, karena sejujurnya aku memang mencintai Silva tidak mencintai kamu!!" Ucap Brandon sembari menatap sinis ke arah Arumi.


Namun Arumi tidak menghiraukan apa yang dikatakan Brandon, karena pikirannya mengingat ke arah beberapa tahun yang lalu dia pun langsung membalikkan badannya hendak meninggalkan mereka berdua, namun Brandon kembali meraih tangan Arumi dan Arumi tersadar dia pun kemudian bersuara dengan keras.


" Lepaskan tanganku!! kamu sudah menyakitiku dengan mencengkram tanganku dengan kuat!!" ucap Arumi.


" Ini tidak sebanding dengan rasa sakit hatiku selama bertahun-tahun karena ulah kamu itu pada saudaraku.


" Itu semua bukan salahku!" teriak Arumi.


" Kamu bilang itu bukan salahmu hah!! tapi aku tetap menyalahkan kamu.!!" Ucap Brandan sembari mencengkram tangan Arumi dengan kuat.


" Lepaskan tanganku Brandan! lepassskaaan...!!"Teriak Arumi.


" Hey! Lepaskan tangannya!!" Teriak suara seseorang membuat Brandon Arumi dan Silva menoleh ke arah suara.