My Love My Security

My Love My Security
BAB 23



23 ๐ŸŒน


" Kenapa kak? Apakah kakak tidak tahu kalau Brandon memiliki kekasih lain selain Arumi ?" ucap Riana sembari menatap ke arah Bryan.


Bryan menggelengkan kepalanya sembari bersuara.


" Dia tidak pernah bilang padaku kalau dia memiliki kekasih lain selain Arumi, apakah Arumi tahu kalau dia memiliki kekasih lain.?"


Riana menganggukkan kepalanya.


" Awalnya Arumi tidak mengetahui semuanya, tapi aku yang bicara pada Arumi, dan menemuinya serta menjelaskan semuanya tentang Brandon yang lebih parahnya lagi dia mencintai Arumi hanya ingin membuat Arumi sakit hati nantinya."


" Astaga! kenapa Brandon seperti itu, Aku tidak menyangka kenapa Brandon lakukan itu pada Arumi, padahal Arumi terlihat sangat mencintainya."


" Aku juga sudah bicara pada Brandon, kalau perbuatannya itu salah dengan mencintai Arumi, kemudian Brandon akan mematahkan hatinya dan akan menanamkan luka yang dalam di hati Arumi, namun Brandan tidak mengindahkan ucapanku Kak, daripada dia tidak menghiraukan aku, lalu aku yang bertemu dengan Arumi dan mengatakan semuanya."


" Terus apa reaksi Arumi saat kamu sudah mengatakan semuanya padanya, tentang perlakuan kekasihnya selama ini di belakangnya.'


" Arumi tidak bereaksi apa-apa, mungkin karena dia sudah mengetahui kalau Brandon memang mengkhianatinya di belakang bersama dengan sahabatnya sendiri."


" Maksud kamu sahabat Arumi menjadi kekasihnya Brandon?"


" Iya Kak, sahabat Arumi adalah kekasihnya Brandon, Arumi dan Silva sudah lama menjalin persahabatan itu, tapi entah ada apa di otaknya Silva, sehingga dia mau menerima cinta Brandon selama ini, padahal dia tahu kalau Brandon adalah kekasih Arumi, dia begitu teganya bermain di belakang Arumi." Ucap Riana sembari menghela nafasnya dengan dalam.


" Hai...Riana! sejak kapan kamu berada di ruangan kak Brayan?" Tegur Brandan.


Mereka berdua terkejut mendengar suara Brandon yang sudah berada di pintu ruangan santainya Bryan sembari mensedekapkan tangannya di dada dan menyenderkan tubuhnya di tiang pintu tersebut dengan wajah yang tersenyum, Riana dan Bryan saling menatap.


Bryan dan Riana pun bergumam di dalam hatinya masing-masing.


" Apakah dia sudah mendengar pembicaraan kami?" Gumam Bryan.


" Sejak kapan Brandon berada di pintu itu? Apakah dia mendengarkan pembicaraan aku dan kak Bryan ?" Ucap Riana sembri tersenyum pada Bryan.


Terlihat Brandon berjalan mendekati mereka berdua yang sedang berbicara, dia pun langsung menghempaskan tubuhnya di depan sang kakak sembari menghela nafas panjangnya, Brian pun melihat sang adik dan menatapnya dengan lekat.


" Dari mana kamu?"


" Aku dari kantor..."


Bryan kemudian melihat jam yang melingkar di tangannya, dia kemudian menatap kembali dengan sang adik.


Brandan hanya menghela nafasnya kembali Dia menatap sang kakak dan membenarkan posisi duduknya.


" Aku dari rumah temanku setelah dari kantor ada yang aku bicarakan dengan temanku."


" Sudahlah Brandan, kamu tidak usah bohong pada kakak, apa yang kamu lakukan pada Arumi.?"


Brandan terkejut dengan ucapan sang kakak dia menatap penuh tanda tanya pada kakaknya tersebut.


" Kamu sudah menghancurkan Arumi secara perlahan dengan mencintai sahabatnya." Mendengar ucapan dari Bryan, Brandon pun langsung berdiri dan melangkah menuju ke arah jendela, dia pun mensedekapkan tangannya di dada dan menyenderkan kembali tubuhnya di jendela tersebut dia tidak menjawab ataupun menyangkal perkataan dari sang kakak.


" Jelaskan pada Kakak, kenapa kamu begitu tega dengan Arumi kamu sudah mencintai Arumi dan berniat ingin menyakitinya, dan sekarang kamu membuat luka di hatinya dengan mencintai sahabatnya, Apa sih yang ada di otak kamu sekarang ini ? sehingga kamu mampu berbuat seperti itu pada kekasih kamu sendiri, Kamu tidak sadar ya kalau Arumi itu sangat mencintai kamu."


Brandon langsung berbicara tanpa menoleh ke arah sang kakak.


" Ya! aku tahu dia sangat mencintai aku, tapi jujur! aku tidak mencintainya, sebelum aku bertemu dengannya aku sudah mencintai dan menyukai temannya itu, sebelum aku mendekati temannya itu aku terlebih dahulu mendekatinya karena apa..." Brandon menghentikan kalimatnya dia kemudian menatap ke arah sang kakak


" Aku tahu karena kamu ingin balas dendam pada Arumi dan kamu salah, bukan Arumi yang salah disini, Arumi tidak ada salah sama sekali, ini semua murni kecelakaan." Ucap Bryan.


" Tidak !! (ucap Brandon sembari berbalik ke arah sang kaka) ini tidak murni kecelakaan! jika seandainya kakak tidak menolong dia, kakak tidak akan duduk di kursi roda itu!!" ucapnya kemudian dia pun meninggalkan Bryan.


Brayan hanya menghela nafasnya dengan panjang.


" Brandon, tunggu!" kejar Riana.


" Brandan tunggu! kamu tidak seharusnya berbicara seperti itu di hadapan Kak Bryan, benar apa yang dikatakan Kak Bryan, seharusnya kamu itu menyelidiki dulu siapa sebenarnya yang salah, Arumikah atau memang ini murni kecelakaan yang menimpa Kak Bryan.


Brandon menghentikan langkahnya dia berdecak kesal dengan ucapan Riana, dia pun langsung menatap Riana dengan lekat dengan posisi kedua tangannya di saku celananya,terlihat tatapan Brandon tajam menatap Riana yang ada di hadapannya itu.


" Kamu tidak usah ikut campur dengan urusanku sekarang! asal kamu tahu, kamu hanya sebagai teman biasa bukan apa-apa aku! jadi biar bagaimanapun kamu berbicara Aku tidak akan mengikuti kamu, aku memang sudah menargetkan Arumi lah yang salah dalam hal ini!!" ucapnya sembari menepiskan tubuh Riana dan dia pun langsung melangkah menuju ke lantai atas rumahnya di mana ruangan kamarnya berada, Riana hanya menatap langkah demi langkah Brandon menuju ke arah lantai atas tersebut, Riana hanya menghela nafasnya dengan panjang dia pun kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah rumah Brandan itu.


Riana tidak habis pikir dengan sikap Brandan yang tidak mau menyelidiki siapa sebenarnya yang bersalah di dalam kejadian itu.


Berulang kali Riana mengatakan kepada Brandan kalau dengan cara dia itu salah untuk menanamkan luka di hatinya Arumi.


Riana pun menghela nafasnya dengan panjang kemudian dia berdiri dan melangkah meninggalkan ruang tengah rumah Brandan menuju ke pintu utama rumah tersebut, dia membuka pintu itu dan kemudian melangkah menuju ke arah mobilnya, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan depan rumah Brandan menuju ke arah rumah pribadinya tersebut.


" Semoga saja Arumi percaya dengan apa yang sudah aku ceritakan dan aku berikan bukti padanya, sebelum Brandon menyakitinya semoga saja Arumi segera menyadari semua itu. Dan Dia akan menghindari Brandan, karena aku tidak ingin Arumi menjadi sasaran Brandon tanpa ada kebenarannya." Ucapnya pelan sembari melajukan laju kendaraannya itu.